Tampilkan postingan dengan label Obrolan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obrolan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2019

5 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Rekreasi

23.40 18 Comments
Rekreasi kadang dianggap sebagai sesuatu yang kurang bermanfaat dan menghabiskan unag. Padahal rekreasi juga memiliki manfaat antara lain melihat temat baru, menambah wawasan dan pengetahuan, menambah pengetahuan sejarah, me-refresh otak dan bersenang-senang. Seperti yang pernah saya tulis dalam 5 Manfaat Rekreasi Yang Perlu Kamu Tahu.

Namun terkadang rekreasi menjadi petaka tersendiri ketik kurang perencanaan. Misalnya istri murung karena ternyata harus mengeluarkan banyak uang. Atau suami istri bertengkar ketika memutuskan destinasi wisata. Bahkan waktu bisa terbuang percuma karena hal ini.

Nah agar rekreasi menyenangkan coba lakukan lima hal berikut.

1. Rencanakan Liburan

Rekreasi memerlukan waktu khusus utamanya ketika liburan, baik liburan nasional maupun cuti. Nah sebelum memutuskan berekreasi kita juga harus merencanakan kapan liburan. Jangan sampai semua berantakan karena liburan yang tidak terencana.

2. Atur Budget

Yang ini penting banget, jangan sampai istri manyun gara-gara tidak ada perencanaan keuangan. Biasanya kalau tidak ada perencanaan akan terkaget-kaget ketika mengeluarkan uang yang cukup banyak. Namun ketika sudah dianggarkan semua akan berjalan seperti biasa, toh sudah dianggarkan gak ada alasan untk kaget dong.

3. Tentukan Destinasi Wisata

Menentukan destinasi wisata juga harus dipertimbangkan, terlebih jika mengajak anak-anak. Karena tidak semua destinasi wisata cocok untuk anak-anak.

Jika baru pertama kali akan berkunjung coba cek seperti apa fasilitasnya, apakah cocok untuk anak-anak atau tidak. Jangan sampai anak menangis kebosanan atau terjadi hal-hal berbahaya terhadap anak hanya karena kita salah memilih destinasi wisata.

4. Lama Perjalanan

Perlu dipertimbangkan lama perjalanan. Sehingga kita bisa memperhitungkan apakah perlu menginap atau jalan malam. Jika menginap tentu harus disediakan uang penginapan (terkait budget) sedangkan jika memutuskan untuk melakukan perjalanan di malam hari hasrus sedia suplemen supaya badan tidak loyo.

5. Kondisi Fisik

Ini Lho Serunya Ikut Antologi

22.31 20 Comments
Antologi merupakan sebuah karya tulisan yang dikerjakan beramai-ramai. Meski demikian biasanya sudah ditentukan temanya, jadi ada keseragaman dalam hal apa yang akan ditulis. Dulu saya paling malas ikutan antologi, soalnya sering nggak terbitnya padahal sudah capek-capek menulis eh harapan menerbitkan buku pupus hehehe.

Namun di tahun 2018 kemarin saya mulai getol menulis antologi. Enam judul saya ikuti dan alhamdulillah sudah ada dua buku yang cetak dan sampai ke tangan saya. Tahun ini punya target lebih banyak yaitu 12, semoga tercapai ya.

Lalu kenapa sih suka banget ikut antologi? Karena ternyata ikut menulis buku antologi itu sangat seru, ini dia ya keseruan yang saya rasakan.

1. Nambah Teman

Dalam membuat buku antologi kita tidak akan sendiri pasti ada banyak kntributor yang ikut. Nah disinilah ajang menambah teman. Dan biasanya merasa senasib karena apa yang dituliskan satu tema. Lumayan kan makin banyak yang bisa diajak silaturahmi.

2. Memiliki Perasaan Yang Sama

Namanya nulis buku antologi itu biasanya memiliki perasaan yang sama antar kontributornya. Salah satunya adalah perasaan senasib ketika tulisannya perlu banyak diedit hehehe. Biasanya sesame kontributor akan menanyakan seberapa banyak di edit, atau sudah selesa ngedit belum?

3. Menambah Ilmu

Pada proses editing ini biasanya akan banyak ilmu diperoleh. Misalnya tata cara penulisan, pemilihan kata dan sebagainya. Dan hal ini harus dicatat baik-baik supaya tidak melakukan kesalahan serupa di tulisan kita berikutnya. Kalau yang ini sebenarnya saya juga masih teledor, masih banyak khilfnya daripada insyafnya hihihi, maafkan ya.

4.  Menambah Portfolio

Menjadi penulis belum afdol rasanya jika belum menerbitkan sebuah buku bukan? Nah buku antologi bisa menjadi salah satu alternative untuk membuat deretan portolio buku yang pernah ditulis. Lumayan kan.

5. Bahagia dan Bangga

Proses menerbitkan buku tidaklah sebentar, apalagi buku untuk proyek antologi. Dulu waktu awal-awal mengikuti proyek antologi saya tidak sabaran. Inginnya segera terbit bukunya. Nyatanya perlu waktu berbulan-bulan menyelesaikannya. Dan akhirnya saya mengerti bahwa semua butuh waktu. Akhirnya saya menulis kemudian lupakan tapi tetap dicatat. Dan Alhamdulillah ketika buku tersebut jadi rasanya bahagia luar biasa dan juga bangga. Plong rasanya pas buku sudah sampai di tangan.

Itu dia lima hal keseruan dalam menulis proyek antologi. Kalau menurutmu seru nggak ikut proyek antologi?

Senin, 21 Januari 2019

Inilah 4 Hal Yang Membuat Saya Bangga Mejadi Narablog

23.59 37 Comments


Perjalanan saya menjadi seorang narablog atau blogger cukup panjang. Bermula dari keinginan seperti teman-teman yang memiliki media untuk menulis, pada 2009 saya memutuskan untuk membuat blog. Sayangnya waktu itu saya tidak tahu banyak tentang blog, hanya tahu bahwa menulis di blog itu bisa langsung tayang dan dibagikan ke sosial media.

Di awal mula menjadi narablog saya juga hanya fokus ke fiksi. Saat itu bagi saya menulis fiksi lebih mudah dibanding menulis non fiksi. Pun saat itu saya beranggapan bahwa fiksi lebih banyak diminati daripada non fiksi. Namun ternyata saya salah besar. Dari situlah saya mulai mengikuti komunitas blogger dan belajar membuat konten yang menarik di blog.

Dalam perjalanan panjang tersebut, saya mulai merasakan betapa bangganya saya menjadi seorang narablog. Hal apa saja yang membuat saya bangga.

1. Bisa Berbagi Pengalaman

sumber gambar: pixabay

Awal mula menulis non fiksi itu ya ini, menulis pengalaman. Kemudian membagikannya ke sosial media biar lebih banyak orang yang tahu. Berbagi pengalaman ini seperti sedang menulis buku harian. Seperti misalnya hari ini belanja ke minimarket A dan ternyata mendapatkan banyak barang gratisa dengan membeli barang-barang x,y,z seharga sekian rupiah.

Atau misalnya pengalaman membersihkan kerak kamar mandi. Bisa juga ternyata ditulis. Dan dari menulis tema-tema yang mudah yaitu berdasarkan pengalaman pribadi ternyata membuat semangat menulis makin tinggi. Beda dengan menulis tema-tema yang belum dikuasai. Takutnyamalah berhenti ketika tulisan di tengah jalan.

Asyiknya berbagi pengalaman ini adalah ketika orang lain juga mengalami hal yang sama dengan kita. Terkadang mereka menyikapinya berbeda dengan apa yang kita lakukan. Hasilnya ya menambah wawasan kita lagi.

2. Bermanfaat Bagi Orang Lain
 
sumber gambar: pixabay
Dengan berbagi hal-hal yang sudah kita lalui kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Seperti postingan saya mengenai kehamilan saya di blog satu lagi. Beberapa wa bahkan telepon masuk untuk menanyakan hal tersebut.

Hal ini tentu saja merupakan kebanggan tersendiri buat saya. Saya ini hanyalah buih di lautan yang luas, namun ternyata masih bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Ah ternyata masih ada gunanya juga saya hidup.

3. Menambah Teman
 
sumber gambar: pixabay
Tak dinyana melalui blog kita jadi menambah teman. Ya inilah hasil dari berbagi pengalaman. Ketika yang membaca suka atau merasakan ada manfaatnya maka mereka akan menghubungi kita atau sekedar meninggalkan jejak di blog kita. Tentu saja kita tidak tinggal diam, berkunjung ke blognya adalah sebuah penghormatan dan menambah teman.

Ya layaknya hidup bertetangga, blog adalah rumah kita. Tetangganya bisa siapa saja. Dan sebagai tetangga yang baik kita juga harus mengunjungi tetangga untuk bersilaturahmi bukan?

Kadang pertemanan ini juga didaptkan melalui komunitas yang dibangung bagi para narablog. Mulai dari saling kenalan, saling membagikan link, hingga kemudian saling mengunjungi atau istilahnya blog walking. Dari situlah tercipta interaksi dan menambah pertemanan. Jadi jangan kaget ketika teman narablog itu ada dimana-mana.

4. Menambah Uang Jajan
 
sumber gambar: pixabay
Saya sedikit iri ketika banyak teman-teman narablog yang mulai memposting bahwa blog mereka mulai menghasilkan rupiah. Saya yang waktu itu masih polos hanya meloto, kok bisa? Lalu setiap ada yang berbagi mengenai cara mendapatkan uang melalui blog say abaca baik-baik.

Dimulai dari nama blog yang harus merupakan Top Level Domain, yang ini jelas beli ya untuk menjadikan blog kita berakhiran .com, .co.id dan sebagainya. Yang kedua meningkatkan DA dan PA. Ya hanya itu saja modal saya dan alhamdulillah tips tersebut manjur.

Jadi bagi sebagian orang yang mungkin saya kurang kerjaan nulis-nulis nggak penting kemudian cari perhatian di sosial media, mereka salah. Sebenarnya saya sedang ingin menambah uang jajan hihihi. Bisa melalui pekerjaan yang diberikan oleh pengguna jasa narablog maupun mengikuti lomba.

Rasanya ya jelas bangga bahwa ternyata kegemaran menulis ini ada yang membutuhkan. Ataupun ketika tulisan kita mendapatkan juara dalam lomba. Belum lagi apresiasi yang diterima. Makin semangat dan bangga menjadi narablog.


Agar tetap eksis sebagai narablog saya juga harus punya resolusi untuk memperbaiki blog yang saya kelola maupun meningkatkan kemampuan dalam menulis. Maka dari itu di tahun 2019 ini saya sudah memiliki beberapa resolusi sebagai narablog.

1. Menambah Blog TLD
 
sumber gambar: Pixabay
Seperti yang sudah saya ceritakan di atas bahwa salah satu syarat agar blog bisa menghasilkan adalah Top Level Domain atau yang sering disingkat dengan TLD. Di tahun 2019 ini saya ingin memiliki blog dengan nieche yang lebih spesifik yaitu kesehatan ibu dan anak. Blog tersebut sudah ada dan pengunjungnya juga sudah lumayan banyak. Namun belum saya jadikan TLD karena saya merasa masih belum bisa mengurus blog ini dengan baik.

Di tahun 2019 ini saya ingin menjadikan blog tersebut TLD. Namun seperti biasa, menunggu diskonan dari penyedia layanan domain dan hosting. Namanya juga emak-emak harap maklum ya.

2. Rajin Update Blog
 
sumber gambar: pixabay
Saya malu kalau melihat jumlah postingan saya di blog. Rasanya belum layak saya dijuluki sebagai narablog. Untuk itu di tahun 2019 ini saya harus bisa menghadirkan lebih banyak postingan menarik di blog ini dan menantang diri untuk membuat one day one post.

Sementara ini saya masih memiliki hutang. Ini adalah postingan ke-18 di hari ke-21 bulan Januari. Masih ada hutang 3 postingan yang harus saya kejar. Semoga bisa ya supaya resolusi ini tercapai.


Itulah empat hal yang membuat saya bangga menjadi narablog beserta dua resolusi dalam hal per-blogging-an yang ingin saya capai. Mohon doanya ya …

Sabtu, 12 Januari 2019

Manajemen Hutang, Resolusi 2020 Bebas Hutang

23.46 0 Comments

Dua tahun silam saya mengikuti sebuah kelas bayar suka-suka yang diadakan oleh Indscript. Judulnya The Power of Celengan. Kelasnya langsung dipandu mentor kece The Indari Mastuti. Waktu itu saya masih kondisi cuti setelah melahirkan anak ketiga. Dan alhamdulillah materi langsung bisa dipraktekkan.

Dalam training tersebut dibahas bagaimana sebuah celengan bisa untuk memenuhi kebutuhan masa depan, melunasi hutang, memotivasi kita untuk bekerja lebih keras dan cerdas. Hah?! Bagaimana bisa sebuah celengan dapat melakukan banyak hal untuk perbaikan diri?

Jadi begini sodara-sodara, uang yang akan kita masukkan celengen itu sudah ada alokasinya untuk apa. Misalnya biaya anak sekolah, perkirakan berapa biaya pembangunan untuk masuk sekolah beberapa tahun ke depan, breakdown keperluan tersebut boleh dalam hari, minggu atau bulan. Misalnya anak saya yang mau masuk SD uang pembangunannya 4 juta. Maka dalam setahun saya harus menabung kurang lebih 350 ribu rupiah per bulan selama 12 bulan.

Keperluan kita kadang kan nggak cuma satu, misalnya yang satu lagi beli lemari seharga 3 juta dalam waktu 6 bulan ke depan. Maka saya harus menabung 500 ribu per bulan. Dan keduanya disimpan dalam celengan yang berbeda. Celengan tersebut harus ditulisi ya, celengan pertama biaya anak sekolah, celengan kedua beli lemari.

Contoh di atas saya buat per bulan karena saya adalah seorang karyawati yang gajiannya tiap bulan. Beda sama ibu-ibu yang punya bisnis gajiannya kan tiap hari, jadi nabungnya juga bisa di breakdown per hari.

Di akhir materi kami dapat bonus materi manajemen hutang. Bagaimana melunasi hutang-hutang yang sudah ada dengan baik. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1. Catat Semua Hutang

Catat semua hutang yang kita miliki dengan rinci. Mulai dari jumlah hutang, hutang kepada siap dan kapan ingin dilunasi. Nah waktu ini akan menentukan berapa jumlah tabungan per hari.

2. Tentukan Jumlah Tabungan Per Hari

Misalnya kita ada hutang 4 juta di tempat si A. Mau dilunasi dalam waktu 200 hari maka per hari harus menabung sebanyak 20 ribu rupiah.

3. Tulis di Celengan

Celengan yang digunakan bukan sekedar celengan. Agar lebih greget maka tulisi celengan sesuai dengan tujuan, yaitu melunasi hutang A, jumlah hutang yaitu 4 juta, dan jangka waktu pelunasan yaitu misalnya 13 Januari sampai 31 Juli.

4. Buka Celengan Pada Hari H
Setiap celengan sudah memiliki masanya, baik untuk keperluan hutang maupun yang lainnya. Maka buka celengan pada hari H, sesuai dengan yang sudah kita tuliskan.

Itulah langkah-langkah sederhana memanajemen hutang. Alhamdulillah walaupun berat di awal, namun meniatkan melunasi hutang saja rezeki sudah lumayan mengalir. Dan berdasakan hitungan kami Insya Allah bebas hutang tahun 2020. Semoga tercapai. Amiin.

            

Kamis, 11 Oktober 2018

Husna di Pos-pos Bobo Junior

11.58 0 Comments
Suatu siang yang terik ketika mengantar makan siang bocah, tiba-tiba saya berteriak kegirangan, dalam hati tapi. Kalau beneran malulah sama ibu-ibu wali murid yang lain hahaha.

Apa pasal?

Saya dapat sms dari kantor pos. Sms biasa sebenarnya, hanya mengifokan pengiriman barang. Tapi yang membuat saya surprise adalah barang itu dari Bobo Junior. Yeay pasti hadiah dooong.....

Dan ternyata betul. Selang dua hari kemudian pihak kantor pos menghubungi saya perihal kiriman dari Bobo Junior ini. Kirain nama penerimanya saya ternyata atas nama Husna. Pas ditanya sama pak posnya saya bilang itu anak saya. Pak posnya melongo sayanya cuma mesam mesem. Namanya juga dapat hadiah Pak hehehe.
Tas hadiah dari Bobo Junior

Awalnya saya berniat untuk rajin mengirim rubrik pos Bobo Junior. Soalnya si sulung rajin menggambar, sementara si tengah, Husna cukup fotogenik. Jadilah si emak mengirimkan foto Husna dan gambar si Abang.

Tapi lama tidak ada kabar. Sekitar bulan Maret saya kirim tapi edisi demi edisi tidak ada tanda-tanda bakal tayang. Ya sudah mungkin belum rezeki, jadi belum layak muat. Hingga akhirnya pada bulan September baru dapat kabar bahwa hadiah sudah dikirim. Rasanya tuh kayak nemu oase di padang pasir. Cuma yang belum ada kabar ya gambar si Abang tadi. Mudah-mudahan sih bisa tayang juga ya hehehe.
Foto Husna kiriman dari ponakan

Husna tampil tepatnya di edisi 12 tahun 17. Dan berburu lah kami edisi Bobo Junior tersebut. Mulai dari pedagang majalah asongan sampai ke Gramedia. Sayang kami tidak menemukan edisi tersebut hingga sekarang. Yang di Gramedia waktu itu adanya episode 11 pun dengan pedagang majalah asongan. Sampai edisi berikutnya terbit edisi 12 tetap kosong. Tapi dapat kiriman gambar Kiya dari ponakan yang di Jakarta. Padahal bocah-bocah udah nggak sabar mau lihat di majalah langsung. Nggak apa ya nak.

Gara-gara dapat hadiah ini niat untuk sering mengirimkan rubrik pos-pos jadi kembali. Kalau nunggu lama ya berarti masih proses, namanya juga ngirim ke majalah hehehe.

Minggu, 18 Juni 2017

Memanfaatkan Halaman Rumah Sebagai Tempat Beramain yang Aman untuk Anak

00.04 9 Comments
Tempat bermain anak kian hari kian sempit. Dulu saat saya masih kecil saya masih bebas bermain di halaman rumah baik rumah sendiri maupun rumah tetangga. Saat ini semakin banyaknya jumlah penduduk mengakibatkan lahan semakin sempit dan ruang bermain pun terbatas.

Pemerintahpun mulai membuat alun-alun, taman kota dan sejenisnya untuk memenuhi tuntutan ruang bermain bagi anak. Tapi bagi saya sendiri bermain di rumah lebih aman dan menyenangkan. Selain hemat biaya tentunya, karena taman kota di daerah kami berisi mainan yang harus disewa, kalau rame-rame perginya lumayan menguras kantong hehehe.

Alhamdulillah masih rumah orang tua masih memiliki pekarangan yang luas sehingga anak-anak masih bisa bermain dengan bebas. Bahkan teman-temannya yang notabene masih sepupu sendiri pun juga ikutan main bersama.


Bermain di halaman rumah memang lebih aman karena kita bisa mengawasi langsung kegiatan anak-anak. Selain itu anak-anak akan lebih kreatif memanfaatkan barang-barang yang ada di pekarangan sebagai bahan tambahan permainan mereka. Yang ketiga keamanan lebih terjamin karena tidak ada orang asing yang bebas keluar masuk.

keseruan mereka bermain
Seru melihat anak-anak yang masih bisa bermain di luar ruangan di zaman ketika kebanyakan anak senang memainkan gadget. Selain menjauhkan anak-anak dari gadget juga bisa mengajarkan sosialisasi pada mereka dengan bermain bersama.

Selain banyak kelebihan bermain di luar ruangan ada hal-hal yang harus diwaspadai. Yang utama adalah masalah kebersihan. Mengingat mereka bermain di luar tanpa alas kaki dan bermain pasir maka paling tidak anak-anak harus cuci tangan dan kaki sebelum makan atau sekalian mandi kalau sudah sore. Yang kedua membersihkan mainan yang mereka pakai karena biasanya malam hari mainan tersebut masih digunakan di dalam rumah.

Keceriaan anak-anak merupakan hal yang utama bagi orang tua. Masih bersyukur di zaman yang serba canggih ini anak-anak masih bisa bermain di luar dan berani kotor. Selamat bermain anak-anakku.


Jumat, 16 Desember 2016

Menulislah dan Rasakan Manfaatnya

12.01 0 Comments
Menulis merupakan suatu kegiatan yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Menulis juga telah kita lakukan sejak kita mulai sekolah. Sehingga menulis sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi kita. Namun kenapa masih banyak orang yang enggan untuk menulis? Salah satu jawabannya mungkin karena mereka tidak tahu manfaat dari menulis itu sendiri.


Memangnya apa saja manfaat dari menulis?

      1.      Menulis sebagai Terapi Jiwa

Pernah merasa sedih karena sesuatu hal? Pernah menuliskan kesedihan tersebut dalam buku diary? Apa yang anda rasakan setelah menuliskannya di buku diary? Ada semacam perasaan plong dan lega bukan? Nah disinilah menulis bisa menjadi salah satu terapi jiwa. Yang tadinya sedih berlarut-larut bisa mengurangi kesedihannnya dengan menulis. Atau ketika marah dan kesal bisa melampiaskannya lewat tulisan, sehingga amarah dan kekesalan tersebut bisa redam. Bahkan terkadang dengan menuliskannya bisa menimbulkan ide untuk pemecahan masalah yang kita hadapi.

      2.      Menulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan

Menulis tidak hanya sekedar menulis pasti ada sesuatu pesan yang disampaikan baik secara tersurat maupun tersirat. Bahkan terkadang sebelum menulis seseorang perlu membaca topik atau tema yang hendak diangkatnya dalam tulisan. Jadi mau tak mau seorang penulis itu juga gemar membaca, sehingga wawasan dan pengetahuannya terus bertambah seiring dengan bertambahnya tulisan. Masih ada yang berat untuk membaca?

      3.      Menulis sebagai sarana berbagi dengan orang lain

Menulis bisa menjadi sarana berbagi dengan orang lain. Tidak perlu menjadi penulis best seller untuk melakukannya, tapi kita bisa memulai dari sharing tulisan di media sosial maupun blog. Bahkan pengalaman pribadi pun mungkin bisa kita bagi dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan berbagai yang bermanfaat bagi orang lain Insya Allah bisa juga menambah pahala dan ladang amal kita.

      4.      Menulis sebagai sumber penghasilan

Sudah banyak para penulis yang mendapatkan penghasilan dari hasil tulisannya. Tentu saja ini bukan sesuatu hal yang instan. Butuh proses panjang untuk menjadi penulis yang menghasilkan. Salah satunya adalah menjadi penulis yang produktif. Bukan hanya menulis buku saja lho agar bisa mendapatkan penghasilan dari menulis. Ada yang menjadi content writer, ghost writer, menulis review, lomba dan masih banyak lagi termasuk mengirimkan artikel dan karya fiksi ke media.

Ternyata menulis memberikan manfaat yang cukup besar baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Yuk mulai sekarang menulis setiap hari. Bingung dengan apa yang mau ditulis? Tuliskan apa saja yang dirasakan dan apa saja yang dialami. Kemudian bagi dengan orang lain agar manfaatnya terasa bagi orang lain yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan kita. 

Si Emak Mencari Gretongan

11.27 0 Comments
Pamer belanjaan dan gretongannya
Siapa sih yang tak mau dikasih barang gratisan? Kalau saya sih dari zaman masih remaja dulu memang senang yang namanya barang gratisan. Jangankan gratis yang diskonan pun masih dikejar juga hehehehe.

Sampai sekarang pun, setelah jadi emak-emak, mencari promo barang gratisan atau diskonan tidak berkurang, malah makin menjadi-jadi hehehehe. Habis gimana, jadi emak kudu kreatif agar dapur tetap ngepul, ya kan mak?

Nah berhubung saya ini pencari gretongan, maka seneng banget kalau bisa dapatin katalog promo para swalayan atau mini market. Sayangnya saya tinggal di kampung dan minimarket yang ada itu ya bisa dihitung dengan jari. Hingga akhirnya saya memiliki 3 minimarker langganan. Sebut saja A, B dan C.

Minimarket A ini sudah ada di hampir di semua provinsi. Nah yang ini punya katalog Mak, lumayan kalau ada promo-promo. Seperti bulan Oktober lalu selain dapat harga diapers yang selisihnya hampir 10 ribu dari Minimarket B dan C saya juga dapat cashbak 50 ribu. Bulan ini juga banyak gratisannya, seperti beli susu 2 kotak dapat minyak 1 Liter. Harga susunya juga lebih murah memang dan dapat minyak goreng kan lumayan hehehe. Banyak juga promo beli 2 gratis 1, nah kalau yang promo begini saya harus bandingin harga dulu sama si B dan C, jangan sampai kena promo abal-abal.

Kalau minimarket B secara umum selain harganya memang lebih murah barangnya juga lebih lengkap. Sayangnya saya pernah kecewa berat sama kasirnya. Waktu itu dari 3 kasir cuma 1 kasir yang buka dan antrian cukup lumayan dan tidak beraturan. Eh pas tiba giliran saya si embak kasirnya malah duluin yang di belakang saya dengan alasan barangnya cuma sedikit. Emosi lah saya, saya marah-marahin tu kasir, kedengaran sama managernya dan si embak kasir ini akhirnya kena tegur.

Tapi yang namanya pernah dikecewain, ibarat kaca yang sudah pecah, walaupun disambung lagi tetap tidak akan sama. Makanya kadang kalau nggak kepepet banget saya malas kesini. Yang paling saya suka sih ada minimarket ini jualan buku juga untuk pelajaran anak-anak. Harganya terjangkau banget dari 3 ribu hingga 10 ribu. Lumayanlah buat belajar mas dan adek walau mereka belum sekolah.

Lanjut ke minimarket C, kalau disini dulu saya belanja karena ada kartu membernya. Tiap belanja 1500 dapat 1 poin. Nanti kalau sudah terkumpul bisa ditukarin macam-macam hadiah. Sayangnya saya sering gak dapat susu untuk mas dan adek jadinya ya poin nya gak ngumpul-ngumpul deh. Nah kalau minimarket A lagi g ada promo diapers, saya belinya kesini soalnya harganya paling murah.

Yah beginilah kehidupan emak-emak ala saya, selain cari gretongan saya juga tetep mencari harga yang lebih murah hehehe.

Selasa, 29 November 2016

Menyetrika Dengan Efektif

15.52 18 Comments
Credit

Beginilah kalau nggak punya ART. Harus serba bisa dan multitasking hehehe. Ya sekalian urus anak sambil belajar, mandi sekalian mandiin anak-anak, nidurin adek sambil ngawasin mas main. Tapi ada satu pekerjaan yang menurut saya susah untuk disambil ini itu, yaitu nyetrika.

Nyetrika memang salah satu momok buat saya. Masih mending nyuci bisa sambil main air, bocah-bocah mau bantuin juga hayuk aja paling habis itu tinggal mandi hihihi. Lha kalau nyetrika, bisa-bisa kulitnya pada melepuh kena setrika. Makanya saya alokasikan waktu khusus untuk nyetrika ini.

Awalnya sih saya keteteran, karena senin-jumat kerja dari pagi hingga sore maka nyetrikanya sabtu-minggu. Itupun masing-masing sampai setengah hari. Teler maaaakkk....

Kemudian saya nyoba nyicil, nyetrikanya subuh. Iya sih lumayan sabtu-minggu gak gitu berat. Tapi oh tapi tagihan listrik membengkak, hiks. Sampai kepikiran buat laundry aja. Tapi saya gak kuat bau wanginya laundry yang tajam. Membuat saya sakit kepala bahkan hingga muntah.

Nah pada minggu kemarin saya coba cara baru. Hal ini saya lakukan karena hari Sabtu ada acara jadi nggak nyetrika deh. Mulanya saya pilah mana baju anak, mana baju saya. Baju anak-anak saya setrika terlebih dahulu karena lebih mudah, yap tumpukan baju anak-anak yang segunung pun berubah menjadi tumpukan rapi hanya dalam waktu 2 jam. Selesai baju anak-anak baru baju dewasa saya eksekusi. Karena tak terlalu banyak sekitar 1 jam selesai deh itu semua setrikaan. Dan saya bisa bebas bermain dengan anak-anak. Yeay....

Nah ini sedikit tips dari saya agar menyetrika lebih efektif:
  1. Pisahkan baju anak dan baju dewasa.
  2. Kerjakan baju anak-anak terlebih dahulu.
  3. Jika menggunakan semprotan pengharum untuk baju anak, semprotkan dulu untuk 10 baju baru disetrika.
  4. Selesai menyetrika baju anak, langsung masukkan ke lemari anak dulu, ini sekalian relaksasi otot supaya tidak kaku, tegang dan pegal-pegal.
  5. Sekarang kerjakan untuk baju dewasa, satu-satu kerjakan.
  6. Dalaman tidak usah disetrika.
  7. Sudah selesai


Tips yang gak terlalu penting tapi mudah-mudahan bermanfaat.

Selasa, 13 September 2016

Simulasi Tabungan Qurban 2017

10.31 2 Comments
Saya tergelitik ketika membaca sebuah baliho di Islamic Center Bangkinang yang isinya kira-kira begini:
"Merokok Sehari Rp 12.000 / bungkus
 Sebulan Rp 360.000
 Setahun Rp 4.320.000
 Masa Qurban gak bisa?"

Mungkin kalimatnya tidak sama persis tapi kira-kira intinya begitulah. Saya pun jadi kepikiran, walaupun saya tidak merokok, tapi ada sebuah ide untuk menyisihkan sedikit rezeki yang kita peroleh demi menunaikan ibadah qurban ini. Maka iseng-iseng saya buat simulasi untuk menabung qurban selama setahun ini mengadopsi ide menabung selama setahun yang kemarin sempat populer itu. Tapi simulasi tabungan yang saya bikin ini flat tidak progresif seperti di program menabung tahunan tersebut.

Konsepnya cukup sederhana, tidak ribet ataupun susah yang penting kita mau konsisten. Yah tentu saja kita butuh media tabungan seperti celengan, dompet dan lain sebagainya. Terserah saja lebih nyaman menyimpan uangnya dimana. Kalau saya rencana di celengan ayam yang terbuat dari plastik saja biar bisa dipakai ulang nantinya.

Simulasi ini saya buat 3 versi, karena ada yang bisanya menabung bulanan, ada yang mingguan dan ada yang harian. Jadi saya berharap simulasi ini bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang nantinya hehehe. 

Asumsi untuk biaya qurban tahun depan disini saya anggarkan dua juta rupiah, berhubung di tahun ini sudah mencapai 1,7 juta an. Kalau lebih sisanya bisa ditabung lagi kalau kurang ya mudah-mudahan nggak nambah banyak. Nah tahun depan Idhul Adha jatuh pada tanggal 1 September 2017 jadi untuk yang harian dihitung mulai hari ini, yang mingguan terhitung minggu depan dan yang bulanan terhitung bulan depan.
 
Untuk file excelnya bisa diunduh disini SIMULASI TABUNGAN QURBAN 2017 

Oke deh langsung saja kita cap cus ke teknik menabungnya.

1. Bulanan
Menabung bulanan biasanya cocok untuk para pegawai yang menerima gaji bulanan. Jadi sedikit-sedikit bisa disisihkan. Di tabungan bulanan ini hanya terdiri dari 11 bulan sehingga jika 2 juta dibagi 11 sekitar Rp 181.818,18 jadi kita bulatkan saja ya Rp 185.000. Hasilnya kita akan mendapatkan Rp 2.035.000,00

2. Mingguan
Untuk tabungan mingguan ini saya buat dua versi, versi 50 minggu dan versi 49 minggu. Karena untuk versi 50 minggu, minggu ke 50 hanya di 4 hari terakhir bulan Agustus. Untuk yang 50 minggu per minggunya pas Rp 40.000 sedangkan yang 49 minggu besaran tabungan per minggunya sekitar Rp 40.816,33 dibulatkan sekitar Rp 41.000. Untuk 50 minggu hasilnya pas 2 juta rupiah, sedangkan yang 49 minggu hasilnya dua juta sembilan ribu rupiah.

3. Harian
Untuk harian jika dihitung dari hari ini sampai 31 Agustus 2017 ada sekitar 353 hari, jika uang qurban sudah harus diserahkan seminggu sebelumnya maka hari nya tinggal 346. Untuk yang harian 353 hari diperlukan tabungan sebesar Rp 5.665 sedangkan yang 346 hari sekitar Rp Rp 5.780 jadi dibulatkan menjadi Rp 6.000. Hasilnya untuk yang 353 hari Rp 2.188.000, sedangkan yang 346 hari Rp 2.076.000.

Jangan lupa simulasinya bisa didownload di SIMULASI TABUNGAN QURBAN 2017

Semoga tulisannya bermanfaat.