Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

#FFKamis-Bukan Sepatu Cinderella

12.24 4 Comments



Pangeran mencari pemilik sepatu yang tadi malam tertinggal di istana. Seluruh wilayah telah didatangi, namun tak ada satupun yang muat mengenakan sepatu tersebut. Hingga sampailah sang Pangeran di rumah Cinderella.

Ketika sampai di rumah Cinderella saudara tiri Cinderella berebut untuk mencoba sepatu itu. Kaki kakak tirinya tidak bisa masuk dalam sepatu itu. Sedangkan sepatu itu kelonggaran ketika dipakai oleh adik tirinya.

Tinggallah Cinderella yang belum mencobanya. Dan bisa ditebak sepatu itu pas di kakinya.

"Oh putri sepatu ini pas di kakimu, kaulah yang kucari. Maukah kau menjadi istriku?"

"Maaf Pangeran,tapi ini bukan sepatuku, sepatuku sepatu kaca bukan sepatu kulit."

Kamis, 24 Agustus 2017

#FFKamis-Kenapa Namaku Bunga?

23.05 4 Comments
Bunga kesal, sudah kesekian kali teman-teman sekolahnya mengejek namanya.

“Namanya Bunga, tapi bukan nama sebenarnya. Jadi namanya siapa ya…..” Begitu ledekan yang ia dengar setiap kali masuk kelas.

“Udah nggak usah didengar Bunga, anak-anak ngaco bacaanya pada nggak bener.” Hibur Siska.

Bunga hanya diam, namun dalam hatinya bertanya-tanya kenapa orang tuanya memberinya nama itu.

*

Mama menghela nafas panjang ketika bunga menanyakan perihal namanya, sekaligus mengadukan perihal perlakuan kakak kelasnya yang membuatnya tak nyaman.

Mama mulai menjekaskan.

“Maaf Bunga, Mama pengen kamu terkenal. Jadi Mama ambil nama yang popular di koran Bunga dalam kurung bukan nama sebenarnya.”

Bunga hanya melongo.

Kamis, 27 Juli 2017

Prompt146: Di Sudut Taman

00.18 4 Comments
foto dari MFF
Di sudut taman itu, Kakek Tua itu duduk. Dia menghitung uang kembalian sisa belanja dari toko di ujung jalan. Sudah menjadi kebiasannya selama seminggu ini, duduk di sudut taman dan menghitung kembalian.

Semenjak istrinya terjatuh seminggu yang lalu, tugas berbelanja merupakan tugas sang Kakek. Tulang tungkai istrinya retak dan perlu waktu hingga sebulan atau lebih untuk pulih.

“Hmmmmhhh…” Kakek itu menghela nafas panjang. Sudah seminggu ini ia berbelanja sesuai dengan catatan istrinya plus harga yang tertera disitu, namun setiap pulang kembaliannya selalu kurang.

“Ya ampun Kek, kalau begini terus lama-lama bisa habis uang kita!” Omel Nenek itu setiap kali Kakek pulang belanja dan uang kembalian selalu kurang.

Entah Dia atau Istrinya yang pikun. Menurutnya uang kembalian itu sudah sesuai karena Dia menghitungnya terlebih dahulu di sudut taman itu.

Sebenarnya Kakek malas pulang jika teringat omelan yang akan dia dapat. Tapi kemudian dia memutuskan untuk pulang, karena jawaban atas omelan Istrinya sudah dia dapatkan.


Kakek itu beranjak dari duduknya. Mengambil seluruh uang kembalian dalam sakunya dan ia berikan kepada pengemis yang meminta-minta di depan taman.

Minggu, 04 Juni 2017

CINCIN SAKTI

21.29 0 Comments
“Pakailah cincin ini dan keberuntungan akan menghampirimu.” Kata seorang wanita tua kepada Pak Burhan. Pak Burhan tadinya ke pasar untuk membeli tali, tiba-tiba ada seorang wanita tua yang menghampirinya dan memberinya sebuah cincin besi putih.

Pak Burhan menerimanya, kemudian memakainya. Entah kenapa hatinya menjadi bahagia dan  optimis.

Tanpa disadarinya ada sepasang mata yang dari tadi mengawasinya. Setelah memastikan Pa Burhan pulang dengan selamat, orang itu diam-diam pergi menemui wanita tua yang tadi memberikan cincin kepada Pak Burhan.

“Terima kasih Nek, berkat Nenek Ayah tidak jadi membeli tali untuk menggantung dirinya.”


“Terima kasih juga Nak, kau telah membantu Nenek melunasi hutang pada para rentenir itu.” 

Kamis, 02 Juni 2016

#FFKamis-Tamu Menyeramkan

14.13 3 Comments


“Assalamu’alaikum…” Seseorang mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumahku.  Aku yang sedang tidur-tiduran di depan TV terkejut. Sudah jam Sembilan malam, tumben ada tamu.

“Ya….” Jawabku sambil mengintip ke jendela. 

Aku terkejut ternyata tamu tersebut seorang laki-laki berambut gondrong, brewokan dan mengenakan pakaian hitam-hitam.

“Sebentar ya Pak.” Kataku lagi sambil mengunci pintu dan lari ke belakang.

“Mas cepat pulang! Ada tamu serem.” Aku menelpon suamiku yang sedang pergi ke warung sebelah.

“Ya.” Jawabnya.

Tak lama suamiku pulang. Kudengar dia ngobrol dengan tamu itu di luar. Akupun keluar rumah dan merasa tak enak pada tamu tersebut. Ternyata dia sedang mencari rumah kontrakan.

Kamis, 26 Mei 2016

#FFKamis-Pelanggan

15.06 3 Comments


Hufffhhhh kenapa harus ada razia sih? Padahal aku sedang butuh banyak uang untuk berobat ibuku di kampung. Kenapa bukan minggu depan saja saat aku sedang tidak bekerja. Sial!!!, rutukku.

Aku segera berlari mengikuti teman-temanku yang sudah kabur duluan. Kerana tak bisa menyusul mereka aku akhirnya bersembunyi di sekitar semak-semak gelap.

Tiba-tiba ada yang menyekap mulutku dari belakang.

“Sttt….” Katanya.

Kemudianaku berbalik dan dia melepaskan sekapannya. 

“Mas Tomo” pekikku pelan. Dia adalah pelanggan setiaku.

“Kamu tunggu disini ya, nanti aku jemput kalau tugasku sudah selesai.” Katanya lagi.

Aku hanya mengangguk, menatap punggung Mas Tomo yang kembali bertugas untuk merazia para PSK.