Tampilkan postingan dengan label piknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piknik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2019

Berkunjung Ke Siak, Kota Istana

13.57 2 Comments


Kabupaten Siak merupakan salah satu kabupaten yang ada provinsi Riau. Kabupaten ini merupakan pecahan dari Kabupaten Bengkalis. Di kabupaten ini memiliki banyak destinasi wisata. Kebetulan liburan akhir tahun kemarin kami menyempatkan berkunjung ke sini.

1. Istana Siak Sri Indrapura


Istana ini juga dikenal dengan Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur. Istana ini dibangun pada tahun 1889 dan selesai pada tahun 1893 pada masa kesultanan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini memiliki taman yang luas dan terdiri dari dua lantai. 

Di taman-taman akan kita jumpai banyak badut-badut foto dengan tarif 10 ribu rupiah, namun saya kasih 5 ribu (kejam ya...). Selain itu juga terdapat beberapa meriam di taman ini. Saya kurang tahu berapa jumlahnya.Di sekitar istana ini juga terdapat kapal Kato yang dulunya digunakan oleh Raja Siak. Sedangkan istana terdiri dari dua lantai. Lantai pertama merupakan tempat pertemua, ruang kristal, dokumen-dokumen dan koleksi barang-barang. Ada gramphone komet yang kabarnya satu-satunya di dunia. Ada juga berbagai koleksi meriam, peralatan makan dan lain-lain.

Menuju lantai kedua terdapat dua buah tangga. Agar tertib satu tangga untuk naik dan tangga lannya untuk turun. Pengunjung yang naik juga dibatasi mengingat kondisi bangunan yang sudah tua. Di lantai atas terdiri dari kamar-kamar dan lebih banyak koleksi foto disini. Disini saya membayangkan menjadi seorang putri yang sedang berada di dalam istana hihihi.

Oiya untuk masuk ke area istana kita dikenakan tiket masuk. Pembelian tiket masuk ada di seberang istana. Tarif masuk 10 ribu untuk dewasa dan 5 ribu untuk anak-anak bagi wisatawan domestik, sedangkan tarif wisatawan mancanegara tarif masuk desawa 15 ribu dan anak-anak 10 ribu.

2. Komplek Makam Koto Tinggi dan Gudang Mesiu

Letak Komplek Makam Koto Tinggi dan Gudang Mesiu letaknya tidak jauh dari Istana Siak, tepatnya di depan parkiran mobil. Namun karena membawa anak-anak kami tidak masuk ke tempat ini, hanya melihat dari luar saja. Berdasarkan catatan sejarah yang saya baca, Makam Koto Tinggi merupakan makan Raja Siak ke-VI hingga ke XI serta kerabat dan keluarga raja. 

Sedangkan gudang mesiu dulunya merupakan tempat menyimpan persenjataan kerajaan Siak terutama mesiu. Masih ingat kan di Istana Siak banyak terdapat meriam? Membaca sejarahnya cukup menarik, apalagi ketika terjadi pergantian raja dari Sultan Syarif Hasyim ke Sultan Syarif Kasim II yang menurut Belanda merupakan ancaman. Karena Sultan Syarif Kasim II cukup terpelajar (menempuh pendidikan di Batavia) sehingga sang Sultan menentang Belanda.

3. Klenteng Hock Siu Kong


Klenteng ini berjarak sekitar 500 meter dari Istana Siak . Klenteng ini dibanguna pada tahun 1871 dan merupakan bangunan tertua di Siak yang juga digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa di Siak. Bangunannya cukup unik berwarna merah. Di sisi kanannya terdapat berbagai lambang sio dan pembakaran dupa.Karena ini tempat ibadah jadi kami tidak berani masuk. Hanya berfoto ria di pelataran Klenteng saja. 

4. Taman Air Mancur Mahratu.

Jika dilihat sebenarnya taman ini berada di seberang istana Siak. Taman ini berada tepat di tepi Sungai Siak. Sangat cocok untuk bersantai. Daya tarik taman ini terletak pada air mancurnya. air mancur menari dengan lampu warna warni yang dapat dinikmati di malam hari. Kami menyempatkan diri kesini malamnya demi melihat air manur menarinya.

5. Makam Sultan Syari Kasim II

Sultan Syarif Kasim II merupakan Sultan ke XII kerajaan Siak dan merupakan raja terakhir.. Beliau wafat pada usia 74 tahun di Rumbai, Pekanbaru dan dimakamkan di Siak. Makam ini terletak di sebalah Masjid Raya Syahabuddin, dan tak jauh dari Taman Air Mancur Mahratu.

Bentuk makamnya sangat indah dengan arsitektur yang mirip dengan istana. Namun behubung membawa bayi kami hanya melihat dari luar dan tidak masuk.

6. Balairung Sri, Muesum Budaya dan Sejarah Kabupaten Siak

Jika kita berjalan lurus terus dari makan ini kita akan menemukan Museum. Museum ini dulunya merupakan balai rapat Kerajaan Siak. Masuk kesini juga dikenakan biaya 10 ribu per orang dewasa dan 5 ribu per orang untuk anak-anak. Sayangnya tidak ada ketentuan tarif maupun tiket yang diberikan kepada kami, tidak seperti waktu di Istana.

Balairung Sri ini juga terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi maket Kerajaan Siak dan berbagai kebudayaan Siak seperti permainan tradisional dan alat menangkap ikan. Di lantai dua merupakan tempat rapat zaman dulu. Disini banyak terdapat hasil-hasil kesepakatan dalam bahasa Belanda dan Melayu.

Balairung ini memiliki pintu yang menghadap ke sungai dan menghadap ke jalan raya. Di museum ini juga diletakkan kereta Kerajaan Siak. Kirain nggak boleh naik namun ternyata boleh. Saya nggak tahu ini kereta asli atau replika.

7. Tangsi Belanda

Kami tidak berkunjung kesini sih, namun melihatnya di dalam museum. Karena biasanya bangunan peninggalan Belanda itu angker hihihi. apalagi bangunan ini berada di seberang sungai dan kami tidak menjangkau sampai sana.

Tangsi ini merupakan benteng peninggalan Belanda yang digunakan sebagai kantor residen, rumah tahanan, gudang peluru, serta barak pasukan Belanda. 

8. Masjid Sultan Syarif Hasyim

Masjid ini merupakan masjid besar dengan pelataran yang cukup besar juga dan banyak penjual disini serta sewa mainan seperti otoped, mobil remote, becak mini dan motor mini. Kami bersantai cukup lama disini.

Mesjidnya cukup nyaman karena banyak angin sepoi-sepoi yang melintas di setiap pintu yang ada. Sayangnya kamar mandi perempuan kurang terjaga kebersihannya. Baru masuk sudah tercium aroma yang kurang sedap. Semoga bisa ditingkatkan kebersihannya.


Perjalanan kali ini sangat luar biasa, karena ternyata banyak yang bisa didatangi di Siak. Sebenarnya masih ada tempat wisata yaitu Queen Waterpark namun waktu kami sudah tidak cukup untuk berkunjung ke sini. Semoga lain kali bisa berkunjung lagi.


Kamis, 03 Januari 2019

Trip To Sumbar

23.06 22 Comments

Sumatera Barat memang selalu memesona, keindahan alamnya tiada tara. Mulai dari pemandangan dengan latar pegunungan dan hamparan sawah hingga pantainya yang jelita. Meskipun perjalanan kali ini bukanlah ke tempat wisata alam mengingat membawa bocah-bocah kecil namun tetap asyik dan seru plus bisa dijadikan rekomendasi destinasi wisata di Sumatera Barat.

1. Mifan Waterpak & Resort, Padang Panjang

Ini adalah tujuan pertama kami. Kami berangkat dini hari supaya bisa sampai sini pagi. Perjalanan sekitar 5 jam. Pas sampai sana ternyata belum buka hehehe. Akhirnya nungguin sambil sarapan. Untung anak-anak masih mau bersabar.

Disini fasilitasnya cukup lengkap sebenarnya ada penginapan yang terdiri dari 12 rumah gadang, 33 cottage superior, 2 cottage excecutive deluxe, 4 unit rumah pohon dan 2 unit rumah bulat. Kami pernah menginap disini waktu acara kantor dengan menyewa rumah gadang. Tempatnya bersih dan nyaman. Selain penginapan tempat ini juga menyadian meeting room, outbound area, cinema 4D, aneka permainan anak, dan yang paling kami sukai adalah kolamnya. Ada kolam Olimpic, kolam ombak, kolam anak dengan ember tumpah raksasa dan seluncuran yang cukup tinggi yang bisa memacu adrenalin kita. Sayangnya tempat bilasnya kurang bersih. Namun anak-anak puas main disini. Kami main hingga tengah hari dan lanjut ke destinasi berikutnya.

2. Kebun Binatang Kinantan, Bukittinggi

Kira-kira satu jam dari Padang Panjang kami tiba di Kebun Binatang Kinantan, Bukittinggi. Jalanan disini sempit dan macet. Tempat parkirnya juga sedikit sehingga banyak kendaraan yang parker di tepi jalan. Terlebih kebun binatang ini dekat dengan Jam Gadang yang lumayan ramai.

Berbagai macam binatang terdapat disini. Ada kijang, aneka macam burung, ular, gajah, orang utan, merak, singa, harimau, beruang madu dan lain-lain. Taka da wahana bermain, hanya ada foto dengan ular, ada juga akuarium ikan. Meski demikian suasana disini sangat asri, uniknya Kebun Binatang Kinantan ada Jembatan Limpapeh yang menghubungkan kebun binatang dengan benteng Fort de Kock

3. Jam Gadang, Bukittinggi
Selesai melihat-lihat hewan disini kamipun melanjutkan perjalanan ke Jam Gadang. Disni terkenal dengan wisata belanja, harga barang-barang disini cukup murah sehingga ramai dikunjungi wisatawan. Jam Gadang kini juga memiliki air mancur menari yang sangat menarik.

4. Lapangan Kodim 0304 Agam
Malamnya kami menginap di hotel sakato. Letaknya cukup strategis, dekat kodim. Di malam hari terdapat aneka kuliner di seberang hotel. Berbagai menu disajikan, mulai dari nasi goreng, bakso, es durian dan lain-lain. Di dalam lingkungan hotel terdapat Roti Durian yang didapuk menjadi oleh-oleh khas bukittinggi.

Paginya kebetulan hari minggu dan ternyata lapangan tersebut menjadi area olahraga. Ada pasarnya juga yang menjual aneka makanan, mainan, hewan, fashion dan tanaman hias. Sebenarnya pengen beli tanaman hias yang cantic-cantik itu tapi takut mati, soalnya di dalam mobil kan panas dan perjalanan masih memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk pulang. Akhirnya kami membeli baju anak-anak, jilbab dan aksesoris untuk Si Tengah.

Sekitar jam 9 kami bertolak dari Hotel Sakato menuju Payakumbuh.


5. Lembah Harau, Lima Puluh Kota



Sebenarnya mampir ke tempat ini tidaklah direncanakan. Namun karena hari masih siang kami mencoba mampir kesini. Daaaannn pemandangan indah tersaji. Wilayah ini dikelilingi tebing tinggi. Terdapat beberapa air terjun dan banyak yang bisa dinikmati disini. Ada rumah Barbie, berkuda, mandi air terjun, sepeda gantung, naik sampan ataupun hanya sekedar berselfie ria.

6. Kelok Sembilan, Lima Puluh Kota

Padatnya lalu lintas dari Riau ke Sumatera Barat dan sebaliknya sering mengakibatkan macet di wilayah ini. Sehingga pada tahun 2003 pemerintah mulai membangun jembatan laying di kelok 9 ini. Dan jadilah Kelok Sembilan ini sebuah icon Sumatera Barat. Apalagi bagi warga Riau, rasanya belum afdol kalau belum melihat kegagahan Kelok Sembilan.

Sambil rehat kita bisa memesan makanan ringan ssperti jagung bakar, mie instan maupun kopi. Karena fungsinya juga sebagai rest area disini juga terdapat toilet, namun jangan kaget kalau airnya sedingin es hihihi. Disini juga banyak jasa fotografer lepas yang bakalan membidik kita dengan kameranya dan langsung mencetaknya, jadi siapkan gaya terbaikmu ya….


Itu dia perjalanan kami dalam tur yang singkat selama sabtu-minggu beberapa bulan lalu. Semoga bisa menjadi referensi.




Rabu, 02 Januari 2019

Menikmati Keseruan Xpander Tons of Real Happiness

16.02 4 Comments



Siang itu ada telepon masuk ya udah cuek aja sih kirain asuransi. Eh siangnya nelpon lagi ternyata dari Mitsubishi ngabaarin kalau tanggal 2 sampai 4 November 2018 ada acara di Mall SKA Pekanbaru. Nama acaranya Xpander Tons Of Real Happiness. Awalnya sih nggak ada niatan datang cuma karena pas hari Sabtu bapaknya anak-anak ada undangan pesta jadinya sekalian deh. Sambil menyelam minum air sambil kondangan ayo pergi main hehehe.

Awalnya ragu sih ni acara beneran free nggak sih. Jangan-jangan ada berbayarnya kan. Sampai googling segala hehehe. Tapi pas udah nyampe sana, ternyata semua gratis. Namanya aja Tons of Real Happiness, ya pastinya lah bikin pengunjungnya seneng.


Pertama-tama sih kita tukarin tiket yang kemarin didapat dari web id. Jadi dari web id itu kita punya yang namanya kode registrasi, itulah yang kita tukarkan dengan tiket. 1 kode registrasi itu bisa dapat 4 tiket. Dalam 1 tiket 5 voucher wahana. Jadi total kami dapat 20 voucher wahana. Excited banget dong buat segera ngabisin buat segera main ini itu tapi ternyata nggak bisa habis Bu hehehe.


Jadi kalau kita lihat dari websitenya Tons of Real Happiness itu ada beberapa wahana. Pertama ada Ferris Wheel, Carousell, Wing Carousell, sama istana balon. Sayang banget sih Pekanbaru enggak ada balon pool.


Ferris Wheel kami nggak naik. Sayang banget kan, habisnya anak-anak takut makanya kita nggak naik itu.



Wings Carousel langsung dinaikki sama Mas Ikhsan. Dia Emang hobi banget naik Wahana itu. Sayangnya Adiknya nggak ada yang mau ikutan. Jadinya ya nunggu dia selesai main sambil selfie-selfie sama si Tengah. Sementara itu si bapak udah ngacir ama si bungsu. Rupanya mereka naik carousell. Ya udah deh habis naik Wings Carousell kami ikutan naik Carousel. Lucunya dek Kiya tuh nangis waktu naik ini, ternyata orangtua boleh ikutan naik wahana ini, ya udah deh kita naik rame-rame.



Habis itu karena udah pada pengen naik istana balon walaupun dah dibilang masih panas akhirnya kami akan ke situ soalnya udah pada rewel. Nah ternyata di istana balon inilah pada seneng main. Sejam kami nunggu di situ. Yang ada jadi selfie-selfie deh. Tapi lucu juga lo ngendon di istana balon lihat anak anaknya lucu-lucu. Ada yang manjat nggak bisa, ada yang jatuh nggak bisa bangun, ada yang orang tuanya histeris, ada yang ditinggal orang tuanya menangis. Pokoknya di sini paling seru. Sayangnya orang tua nggak boleh naik, jadi di Hasyim yang usianya belum 2 tahun akhirnya ya nggak lama, sebentar aja di sini. Yang lama ya Mas Ikhsan dan dek Kiya yang seru-serua main sana main sini sampai air Aqua 600 ml habis sama mereka berdua dalam sekejap. Untungnya sih ya jingle nya tons of Real happiness ini Asik jadi pas nungguin di istana balon nggak garing garing amat bisa sambil nyanyi-nyanyi sambil lihatin sosmed sambil selfie-selfi. Puas main di sini kami coba keliling ke wahana lain.



Sebenarnya agak kecewa sih Nggak ada balon pool, tapi kekecewaan ini terobati manakala melihat mini expander traffic park. Langsung daftar deh tapi ngantri ya. Soalnya banyak yang daftar. Untungnya sih bocah-bocah mau disuruh sabar, sebelumnya pada rewel nggak mau sabar. Sementara itu si kecil Dek Hasyim malah main naik mini Expander yang mogok. Nggak papa lah ya yang penting diam. Hingga akhirnya giliran Mas Ikhsan sama sama Dzakiyah. Mereka happy banget.


Di mini expander traffic park kami lanjutkan slow motion video Booth. Disini kita dibuatin video slow motion yang kameranya itu berputar 360°. Hasilnya kece lo guys kayak gini





Dari sini kami main Tetris. Main Tetris nya bukan di hp lho tapi langsung kita disuruh menyusun balok balok Tetris itu kedalam bagasinya si Xpander. Dalam waktu 2 menit semua Balok itu udah harus masuk dan kita bakalan dapat 3 koin dan 1 buah kipas Mini USB lumayan kan. Ini bisa digunakan untuk games seperti lempar kaleng, lempar cincin, sama jarum lempar. Hadiahnya lumayan lho ada kaos payung dan lain-lain, kami dong cuman bawa kaos soalnya Mas Ikhsan nggak boleh gantian sih mainnya.



Setelah itu hujan turun pas Sasono’s Family manggung. Yah...nggak bisa nonton. Tapi memang acara Xpander Tons of Real Happiness ini sangat memanjakan pelanggan maupun calon pelanggan dari Mitsubishi. Oya masih ada satu kota lagi lho yang bakalan diadakan acara ini yaitu Tangerang. Kabarnya sih di bulan Januari ini.


So buat teman-teman yang di Tangeran jangan lewatkan kesempatan seru ini ya…..

Terima kasih buat Mitsubishi, yang belum daftar web id silakan kunjungi websitenya di http://mitsubishixpander.com/.

Jumat, 11 Mei 2018

Wisata Edukasi ke Polkam Training Center

17.53 3 Comments
Beberapa waktu lalu berkesempatan berkunjung ke POLKAM Training Center bersama bocah. Kebetulan acara dari TK, awalnya nggak mau ikutan tapi pas lihat pengumuman dari sekolah jadi tertarik karena ada materi pembuatan sabun disitu. Dan akhirnya ikutlah si mamak ini sama bocah.

Apa itu POLKAM?

Eh iya dari tadi ngomongin POLKAM tapi belum dijelasin POLKAM itu apa. POLKAM merupakan singkatan dari Politeknik Kampar salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Kampar. Kampus ini memiliki empat jurusan antara lain Teknik Pengolahan Sawit, Teknik Informatika, Perawatan dan Perbaikan Mesin serta Admiistrasi Bisnis Internasional.

Lanjut ya.... Jadi sampailah kami di POLKAM Training Center menggunakan mobil jemputan dari POLKAM. Pertama-tama anak-anak dikenalkan dengan Ropipo kepanjangan dari robot pintar polkam. Robot ini cuma bisa berjalan di area yang berwarna hitam. Jadi kalau di area berwarna putih atau coklat robot tetap hidup tapi tidak bisa berjalan.

Kemudian edukasi dilanjutkan dengan menanam sawit. Menanam sawit yang baru berumur 3 bulan. Senangnya anak-anak bisa memegang tanah. Kata trainernya sawit ini akan mulai berbuah pada tahun ke tiga. Ketika anak-anak ditanya apakah mau kembali lagi setelah tiga tahun. Mereka semua menjawab mau hahahaha. Setelah itu mereka mencuci tangan dan masuk ke ruangan berikutnya.


Ruangan yang satu ini cukup menarik perhatian saya. Ada banyak tabung-tabung laboratorium, ada mikroskop, dan banyak lainnya. Pertama-tama anak-anak disuruh berbaris kemudian satu persatu secara bergiliran melihat ke dalam mikroskop. Para trainer memperkenalkan itulah kuman yang tidak nampak jika dilihat dengan mata. Si Sulung senang sekali dan asal ada kata kunci kuman dia akan mengenang momen dimana ia melihat kuman di mikroskop hehehe.


Setelah itu anak-anak diperkenalkan dengan tempat sampah otomatis. Tempat sampah ini akan terbuka secara otomatis ketika kita akan membuang sampah. Anak-anak jelas saja suka dan malah bermain di dekat tempat sampah tersebut. Setelah itu anak-anak juga dikenalkan dengan lampu yang bisa dihidupkan dan dimatikan dengan remote.

Bagi anak-anak itu sangatlah menarik. Bagi saya menjelajahi ruangan tersebut juga sangat menarik. Di dinding terdapat dua gambar tentang pengolahan sawit. Yang pertama pengolahan sawit zaman old dan satu lagi pengolahan sawit zaman now. Ada juga barang-barang lain seperti alat pemecah kelapa dan durian yang tidak sempat saya foto.

Kemudian setiap anak diberikan sebuah sabun dan plastik pembungkusnya. Mereka di ajari membungkus sabun itu dalam plastik. Hihihi lucu lihat anak-anak yang kebingungan tapi akhirnya bisa juga. Sayangnya cara membuat sabun memang benar-benar tidak dibahas disini (padahal pengen nyimak).

Di sesi terakhir anak-anak diperkenalkan dengan drone. Sangat heboh mereka mengejar drone yang diterbangkan rendah tinggi. Lihat saja videonya.

Dan seperti hari biasa setiap kegiatan di sekolah selalu ditutup dengan acara makan bersama dan berdoa. Maka kali inipun disesi terakhir juga makan-makan kemudian baris pulang.

Pas ditanya senang atau tidak rupanya si Sulung sangat senang luar biasa. Sayapun juga senang karena sedikit banyak telah menambah ilmu persawitan. Semoga ada wisata edukasi lain yang bisa kami kunjungi suatu saat nanti. Oya pulangnya kami membawa sabun warna warni hasil buatan dari Polkam Training Center lho....


Rabu, 07 Maret 2018

Berakhir Pekan di Kasang Kulim Zoo

04.51 2 Comments
loket Kasang Kulim Zoo
Saking katroknya saya nggak tahu kalau di kabupaten yang saat ini saya tinggali terdapat sebuah kebun binatang. Mungkin memang cuma satu-satunya di Provinsi Riau. Seringnya kami malah pergi ke kebun binatang di provinsi sebelah yang jaraknya beratus-ratus kilometer.

Sebuah perjalanan yang melelahkan jika hanya mengunjungi satu objek saja. Tapi beberapa pekan sebelumnya kami juga ke provinsi sebelah demi memenuhi janji ke pantai pada si Sulung, ini saya ceritain nanti saja ya.

Kebetulan akhir pekan kemarin kami ada undangan walimah di kota Pekanbaru. Maka sekalian kami jadwalkan untuk ke Kebun Binatang Kasang Kulim yang berada di Kabupaten Kampar yang jaraknya masih cukup dekat dengan Kota Pekanbaru.

Sebenarnya kebun binatang ini cukup mudah diakses. Bagi yang tinggal di Kota Pekanbaru atau Kabupaten Kampar. Masuk dari Simpang Panam menuju Jalan Raya Kubang, ikuti terus jalan ini hingga menemukan gapura Kasang Kulim Zoo di sebelah kiri. Dari sini kita ikuti jalan beraspal dan sampailah ke tujuan.

mejeng dulu ya
Mungkin karena banyak isu negatif yang menerpa kebun binatang ini sehingga kebun binatang ini belum begitu ramai. Saya pernah dengan dari kawan kabarnya kandang-kandang di kebun binatang ini kurus-kurus. Kerangkeng kecil-kecil. Katanya Pemda gak mau bantu untuk makan hewan yang ada di kebun binatang ini. Makanya sekalian ngebuktiin bener nggak sih isu tersebut.

Kedatangan kami disambut hangat oleh tukang parkir yang merangkap sebagai penjaga gerbang dan juga merangkap sebagai guide. Parkir di KKZ (Kasang Kulim Zoo) sebesar Rp 5.000. Sedangkan tiket masuknya untuk dewasa Rp 25.000 dan anak-anak Rp 20.000. Kami membawa 3 anak namun yang dihitung hanya Si Sulung. Jadi kami kena Rp 70.000 untuk tiket masuk.

Saat memasuki kebun binatang, mas tukang parkir yang merangkap penjaga gerbang menyuruh kami untuk belok ke kanan terlebih dahulu meskipun seharusnya belok ke kanan searah jarum jam. Namun kami menurut saja. Disitu ada sepeda air, yang saya nggak tahu masih berfungsi atau enggak karena kami datang sudah sore dan suasana cukup sepi. 

gajahnya dimandiin, tapi ini pas
 Piknik Sekolah Si Sulung
Hewan pertama yang kami jumpai adalah merak hijau. Kemudian ada juga kolam pemandian. Masuk kolam ini diwajibkan bayar juga lho sebesar Rp 15.000 tapi karena sudah sore wahana ini sudah tutup (fiuh selamat uang di dompet hihihi).

Setelah itu kami melewati kandang buaya yang sangat bersemak. Konon kandang itu berisi buaya muara. Buaya ini terkenal keganasannya dan sering ada kabar bahwa spesies buaya ini memakan manusia. Mungkin itulah yang menyebabkan kandang buaya ini seperti tak terawat. Sebelah kandang buaya terdapat kandang singa. Singanya cuma satu singa betina saja. Ah kasihan melihatnya, gimana bisa dilestarikan kalau tidak ada pasangannya. Kalau kandang singanya cukup bersih sayangnya singanya malas-malasan.

Perjalanan kami lanjutkan. Terdapat kandang aneka primata mulai dari orang utan, siamang, monyet dll. Yang menarik ada tracking gajah disini. Ini yang menarik perhatian Si Sulung dan pengen naik. Berhubung antri saya ajak dia melihat kuda yang tidak dikandang yang merumput di dekat kandang beruang madu.

Beruang madunya cukup banyak. Ada empat kandang yang menampungnya. Saat kami datang mereka sedang kelaparan dan kehausan. Ada tukang pemberi makan yang sedang menyiapkan makanannya namun beruang-beruang tersebut sudah tak sabar. Ah tak sempat menyaksikan para beruang makan si sulung sudah meminta naik gajah.

Gajahnya ada dua dan tidak di dalam kandang. Dekat gajah dan para primata ada satu kandang harimau dahan. Harimau dahan ini juga sendirian lho. Ah kasihan. Lanjut ke gajah ya, biaya naik gajah ini Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Si Tengah ketakutan dan menangis tapi akhirnya dia berani duduk diatas pelana gajah.

Di kebun binatang ini juga ada area outbound namun tidak begitu besar. Koleksi ularnya juga cuma satu. Tapi unggas cukup banyak seperti burung elang, burung hantu, burung kasuari, bangau tongtong, burung kakaktua dll. Oya kuda nil.juga ada disini tapi sayangnya juga cuma satu. Kuda Nil ini merupakan hibah dari Taman Safari indonesia lho. Landak Jawa dan musang juga menjadi koleksi kebun binatang ini.

Terakhir kami menikmati area bermain anak-anak yang sebenarnya adalah titik awal kebun binatang ini. Ada ayunan, jungkat-jungkit yang tidak ada pegangannya, tangga pelangi, prosotan dll. Para bocah cukup betah di area ini. Oya di area ini ada air mancur yang di dalamnya berisi kura-kura. Jadi nggak rugi juga ya walaupun rute kami dibalik, kalau searah jarum jam mungkin para bocah nggak mau move on dari area bermain ini

kijang cukup banyak namun hanya dia yang
difoto heheh
Jadi gimana soal isu yang disebutkan tadi? Saya coba jawab dari hasil pengamatan saya ya. Untuk binatangnya sih saya rasa cukup terawat, tidak seperti yang dibilang kalau binatang disini kurus-kurus. Tapi mungkin juga karena sudah tua maka ukurannya besar. Kandang termasuk kecil ya, padahal masih ada space yang lebar harusnya bisa dibuatkan kandang yang lebih besar agar para hewan lebih leluasa.

Koleksi binatang disini termasuk lengkap, eh iya saya lupa ada kijang dan tapir juga yang belum disebut. Banyak jenisnya namun sedikit bahkan ada yang sendiri. Saya tak bisa membayangkan bagaimana jika hewan-hewan yang sendiri itu mati tanpa ada regenerasi? Wah berkurang dong ya koleksi kebun binatangnya.

Tentang kekurangan bahan pangan bagi para binatang bisa jadi ya. Mungkin karena pengunjung nya sedikit sehingga pendapatan kebun binatang kurang mencukupi. Ah saya jadi merasa bersalah tidak ikut melestarikan keberadaan KKZ ini.

Overall tempatnya nyaman dan bersih. Terakhir yang menjadi perhatian khusus dari si Sulung adalah lukisan yang ada di pintu keluar.

"Itu seperti jerapah tapi kok kulitnya zebra ya?".

Dan pas saya perhatikan ternyata benar. Entah mau melukis apa kok bentuknya jerapah tapi kulitnya zebra hahaha.

Penasaran? Makanya main ke Kasang Kulim Zoo ya...