Perjalanan saya menjadi seorang narablog atau blogger cukup panjang. Bermula dari keinginan seperti teman-teman
yang memiliki media untuk menulis, pada 2009 saya memutuskan untuk membuat
blog. Sayangnya waktu itu saya tidak tahu banyak tentang blog, hanya tahu bahwa
menulis di blog itu bisa langsung tayang dan dibagikan ke sosial media.
Di awal mula menjadi narablog saya juga hanya fokus ke fiksi. Saat itu
bagi saya menulis fiksi lebih mudah dibanding menulis non fiksi. Pun saat itu
saya beranggapan bahwa fiksi lebih banyak diminati daripada non fiksi. Namun
ternyata saya salah besar. Dari situlah saya mulai mengikuti komunitas blogger dan belajar membuat konten yang
menarik di blog.
Dalam perjalanan panjang tersebut, saya mulai merasakan betapa
bangganya saya menjadi seorang narablog. Hal apa saja yang membuat saya bangga.
1. Bisa Berbagi Pengalaman
![]() |
| sumber gambar: pixabay |
Awal mula menulis non fiksi itu ya ini, menulis pengalaman. Kemudian
membagikannya ke sosial media biar lebih banyak orang yang tahu. Berbagi
pengalaman ini seperti sedang menulis buku harian. Seperti misalnya hari ini
belanja ke minimarket A dan ternyata mendapatkan banyak barang gratisa dengan
membeli barang-barang x,y,z seharga sekian rupiah.
Atau misalnya pengalaman membersihkan kerak kamar mandi. Bisa juga
ternyata ditulis. Dan dari menulis tema-tema yang mudah yaitu berdasarkan
pengalaman pribadi ternyata membuat semangat menulis makin tinggi. Beda dengan
menulis tema-tema yang belum dikuasai. Takutnyamalah berhenti ketika tulisan di
tengah jalan.
Asyiknya berbagi pengalaman ini adalah ketika orang lain juga
mengalami hal yang sama dengan kita. Terkadang mereka menyikapinya berbeda
dengan apa yang kita lakukan. Hasilnya ya menambah wawasan kita lagi.
2. Bermanfaat Bagi Orang Lain
Dengan berbagi hal-hal yang sudah kita lalui kita bisa bermanfaat bagi
orang lain. Seperti postingan saya mengenai kehamilan saya di blog satu lagi.
Beberapa wa bahkan telepon masuk untuk menanyakan hal tersebut.
Hal ini tentu saja merupakan kebanggan tersendiri buat saya. Saya ini
hanyalah buih di lautan yang luas, namun ternyata masih bisa memberikan manfaat
bagi orang lain. Ah ternyata masih ada gunanya juga saya hidup.
3. Menambah Teman
Tak dinyana melalui blog kita jadi menambah teman. Ya inilah hasil
dari berbagi pengalaman. Ketika yang membaca suka atau merasakan ada manfaatnya
maka mereka akan menghubungi kita atau sekedar meninggalkan jejak di blog kita.
Tentu saja kita tidak tinggal diam, berkunjung ke blognya adalah sebuah
penghormatan dan menambah teman.
Ya layaknya hidup bertetangga, blog adalah rumah kita. Tetangganya
bisa siapa saja. Dan sebagai tetangga yang baik kita juga harus mengunjungi
tetangga untuk bersilaturahmi bukan?
Kadang pertemanan ini juga didaptkan melalui komunitas yang dibangung
bagi para narablog. Mulai dari saling kenalan, saling membagikan link, hingga kemudian saling mengunjungi
atau istilahnya blog walking. Dari
situlah tercipta interaksi dan menambah pertemanan. Jadi jangan kaget ketika
teman narablog itu ada dimana-mana.
4. Menambah Uang Jajan
Saya sedikit iri ketika banyak teman-teman narablog yang mulai
memposting bahwa blog mereka mulai menghasilkan rupiah. Saya yang waktu itu
masih polos hanya meloto, kok bisa? Lalu setiap ada yang berbagi mengenai cara
mendapatkan uang melalui blog say abaca baik-baik.
Dimulai dari nama blog yang harus merupakan Top Level Domain, yang ini jelas beli ya untuk menjadikan blog kita
berakhiran .com, .co.id dan sebagainya. Yang kedua meningkatkan DA dan PA. Ya
hanya itu saja modal saya dan alhamdulillah tips tersebut manjur.
Jadi bagi sebagian orang yang mungkin saya kurang kerjaan nulis-nulis
nggak penting kemudian cari perhatian di sosial media, mereka salah. Sebenarnya
saya sedang ingin menambah uang jajan hihihi. Bisa melalui pekerjaan yang
diberikan oleh pengguna jasa narablog maupun mengikuti lomba.
Rasanya ya jelas bangga bahwa ternyata kegemaran menulis ini ada yang
membutuhkan. Ataupun ketika tulisan kita mendapatkan juara dalam lomba. Belum
lagi apresiasi yang diterima. Makin semangat dan bangga menjadi narablog.
Agar tetap eksis sebagai narablog saya juga harus punya resolusi untuk
memperbaiki blog yang saya kelola maupun meningkatkan kemampuan dalam menulis.
Maka dari itu di tahun 2019 ini saya sudah memiliki beberapa resolusi sebagai
narablog.
1. Menambah Blog TLD
Seperti yang sudah saya ceritakan di atas bahwa salah satu syarat agar
blog bisa menghasilkan adalah Top Level
Domain atau yang sering disingkat dengan TLD. Di tahun 2019 ini saya ingin
memiliki blog dengan nieche yang
lebih spesifik yaitu kesehatan ibu dan anak. Blog tersebut sudah ada dan
pengunjungnya juga sudah lumayan banyak. Namun belum saya jadikan TLD karena
saya merasa masih belum bisa mengurus blog ini dengan baik.
Di tahun 2019 ini saya ingin menjadikan blog tersebut TLD. Namun
seperti biasa, menunggu diskonan dari penyedia layanan domain dan hosting.
Namanya juga emak-emak harap maklum ya.
2. Rajin Update Blog
Saya malu kalau melihat jumlah postingan saya di blog. Rasanya belum
layak saya dijuluki sebagai narablog. Untuk itu di tahun 2019 ini saya harus
bisa menghadirkan lebih banyak postingan menarik di blog ini dan menantang diri
untuk membuat one day one post.
Sementara ini saya masih memiliki hutang. Ini adalah postingan ke-18
di hari ke-21 bulan Januari. Masih ada hutang 3 postingan yang harus saya
kejar. Semoga bisa ya supaya resolusi ini tercapai.
Itulah empat hal yang membuat saya bangga menjadi narablog beserta dua
resolusi dalam hal per-blogging-an
yang ingin saya capai. Mohon doanya ya …































