Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2019

Inilah 4 Hal Yang Membuat Saya Bangga Mejadi Narablog

23.59 37 Comments


Perjalanan saya menjadi seorang narablog atau blogger cukup panjang. Bermula dari keinginan seperti teman-teman yang memiliki media untuk menulis, pada 2009 saya memutuskan untuk membuat blog. Sayangnya waktu itu saya tidak tahu banyak tentang blog, hanya tahu bahwa menulis di blog itu bisa langsung tayang dan dibagikan ke sosial media.

Di awal mula menjadi narablog saya juga hanya fokus ke fiksi. Saat itu bagi saya menulis fiksi lebih mudah dibanding menulis non fiksi. Pun saat itu saya beranggapan bahwa fiksi lebih banyak diminati daripada non fiksi. Namun ternyata saya salah besar. Dari situlah saya mulai mengikuti komunitas blogger dan belajar membuat konten yang menarik di blog.

Dalam perjalanan panjang tersebut, saya mulai merasakan betapa bangganya saya menjadi seorang narablog. Hal apa saja yang membuat saya bangga.

1. Bisa Berbagi Pengalaman

sumber gambar: pixabay

Awal mula menulis non fiksi itu ya ini, menulis pengalaman. Kemudian membagikannya ke sosial media biar lebih banyak orang yang tahu. Berbagi pengalaman ini seperti sedang menulis buku harian. Seperti misalnya hari ini belanja ke minimarket A dan ternyata mendapatkan banyak barang gratisa dengan membeli barang-barang x,y,z seharga sekian rupiah.

Atau misalnya pengalaman membersihkan kerak kamar mandi. Bisa juga ternyata ditulis. Dan dari menulis tema-tema yang mudah yaitu berdasarkan pengalaman pribadi ternyata membuat semangat menulis makin tinggi. Beda dengan menulis tema-tema yang belum dikuasai. Takutnyamalah berhenti ketika tulisan di tengah jalan.

Asyiknya berbagi pengalaman ini adalah ketika orang lain juga mengalami hal yang sama dengan kita. Terkadang mereka menyikapinya berbeda dengan apa yang kita lakukan. Hasilnya ya menambah wawasan kita lagi.

2. Bermanfaat Bagi Orang Lain
 
sumber gambar: pixabay
Dengan berbagi hal-hal yang sudah kita lalui kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Seperti postingan saya mengenai kehamilan saya di blog satu lagi. Beberapa wa bahkan telepon masuk untuk menanyakan hal tersebut.

Hal ini tentu saja merupakan kebanggan tersendiri buat saya. Saya ini hanyalah buih di lautan yang luas, namun ternyata masih bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Ah ternyata masih ada gunanya juga saya hidup.

3. Menambah Teman
 
sumber gambar: pixabay
Tak dinyana melalui blog kita jadi menambah teman. Ya inilah hasil dari berbagi pengalaman. Ketika yang membaca suka atau merasakan ada manfaatnya maka mereka akan menghubungi kita atau sekedar meninggalkan jejak di blog kita. Tentu saja kita tidak tinggal diam, berkunjung ke blognya adalah sebuah penghormatan dan menambah teman.

Ya layaknya hidup bertetangga, blog adalah rumah kita. Tetangganya bisa siapa saja. Dan sebagai tetangga yang baik kita juga harus mengunjungi tetangga untuk bersilaturahmi bukan?

Kadang pertemanan ini juga didaptkan melalui komunitas yang dibangung bagi para narablog. Mulai dari saling kenalan, saling membagikan link, hingga kemudian saling mengunjungi atau istilahnya blog walking. Dari situlah tercipta interaksi dan menambah pertemanan. Jadi jangan kaget ketika teman narablog itu ada dimana-mana.

4. Menambah Uang Jajan
 
sumber gambar: pixabay
Saya sedikit iri ketika banyak teman-teman narablog yang mulai memposting bahwa blog mereka mulai menghasilkan rupiah. Saya yang waktu itu masih polos hanya meloto, kok bisa? Lalu setiap ada yang berbagi mengenai cara mendapatkan uang melalui blog say abaca baik-baik.

Dimulai dari nama blog yang harus merupakan Top Level Domain, yang ini jelas beli ya untuk menjadikan blog kita berakhiran .com, .co.id dan sebagainya. Yang kedua meningkatkan DA dan PA. Ya hanya itu saja modal saya dan alhamdulillah tips tersebut manjur.

Jadi bagi sebagian orang yang mungkin saya kurang kerjaan nulis-nulis nggak penting kemudian cari perhatian di sosial media, mereka salah. Sebenarnya saya sedang ingin menambah uang jajan hihihi. Bisa melalui pekerjaan yang diberikan oleh pengguna jasa narablog maupun mengikuti lomba.

Rasanya ya jelas bangga bahwa ternyata kegemaran menulis ini ada yang membutuhkan. Ataupun ketika tulisan kita mendapatkan juara dalam lomba. Belum lagi apresiasi yang diterima. Makin semangat dan bangga menjadi narablog.


Agar tetap eksis sebagai narablog saya juga harus punya resolusi untuk memperbaiki blog yang saya kelola maupun meningkatkan kemampuan dalam menulis. Maka dari itu di tahun 2019 ini saya sudah memiliki beberapa resolusi sebagai narablog.

1. Menambah Blog TLD
 
sumber gambar: Pixabay
Seperti yang sudah saya ceritakan di atas bahwa salah satu syarat agar blog bisa menghasilkan adalah Top Level Domain atau yang sering disingkat dengan TLD. Di tahun 2019 ini saya ingin memiliki blog dengan nieche yang lebih spesifik yaitu kesehatan ibu dan anak. Blog tersebut sudah ada dan pengunjungnya juga sudah lumayan banyak. Namun belum saya jadikan TLD karena saya merasa masih belum bisa mengurus blog ini dengan baik.

Di tahun 2019 ini saya ingin menjadikan blog tersebut TLD. Namun seperti biasa, menunggu diskonan dari penyedia layanan domain dan hosting. Namanya juga emak-emak harap maklum ya.

2. Rajin Update Blog
 
sumber gambar: pixabay
Saya malu kalau melihat jumlah postingan saya di blog. Rasanya belum layak saya dijuluki sebagai narablog. Untuk itu di tahun 2019 ini saya harus bisa menghadirkan lebih banyak postingan menarik di blog ini dan menantang diri untuk membuat one day one post.

Sementara ini saya masih memiliki hutang. Ini adalah postingan ke-18 di hari ke-21 bulan Januari. Masih ada hutang 3 postingan yang harus saya kejar. Semoga bisa ya supaya resolusi ini tercapai.


Itulah empat hal yang membuat saya bangga menjadi narablog beserta dua resolusi dalam hal per-blogging-an yang ingin saya capai. Mohon doanya ya …

Kamis, 17 Januari 2019

Udah Cobain Indomie Goreng Aceh? Yuk Intip Disini

15.22 1 Comments


Sejak pertama kali muncul iklan Indomie Goreng Aceh saya langsung penasaran sama rasanya. Namun rupanya mencari Indomie varian ini tidaklah mudah. Di daerah tempat tinggal saya Bangkinang saya tidak menemukannya di berbagai minimarket yang saya kunjungi. Untungnya beberapa waktu lalu ada tugas keluar kota, ke Pekanbaru.

Sebenarnya nggak niat membeli ini sih hanya mau beli buah-buahan untuk anak-anak. Eh pas baru masuk kok lihat penampakan Indomie Goreng Aceh. Wah lansung masuk keranjang deh. Sebenarnya sih banyak yang jual Mie Aceh disini, tapi belum nemu yang rasanya maknyus. Beberapa waktu lalu sempat beli dan malah dianggurin, sayang banget kan. Kebetulan juga sih anak-anak pada minta.

Nah berhubung saya berhasil menemukan mie ini saya langsung mengabarkan pada anak-anak. Namun tiba-tiba saya ingat Mie Aceh kan pedas anak-anak pasti nggak balakan doyan. Tapi Si Sulung yang sudah mulai doyan pedas memaksa dibuatkan. Ya sudahlah saya buatkan sesuai pesananya.

Nah pas dibongakar ada lima macam bumbu, yang pertama bumbu bubuk, bawang goreng, saus, kecap dan minyak sayur yang berwarna merah. Mungkin bumbu khasnya Mie Goreng Aceh. Sedangkan mi nya saya rasa biasanya saja, maksudnya tidak sebesar ukuran mi Aceh.

Nah ini dia penampakannya setelah dimasak. Mirip Samyang ya…. Rasanya juga mirip sih pedas-pedas gimana gitu, pedas enak maksudnya. Namun masih lebih pedasan Samyang ya. Nah berhubung level pedasnya Si Sulung belum sampai level ini akhirnya dia nggak doyan hehehe.

Ya wes lah biar dia tetap bisa makan Indomie Goreng Aceh akhirnya saya bikin lagi tapi kali ini saya hanya memasukkan bumbu bubuknya, kecap dan bawang goreng. Tara… jadilah Indomie Goreng Aceh yang nggak pedes. Kali ini Si Sulung masih complain juga katanya keasinan kemudian dia tambahkan saus. Emaknya cuma geleng-geleng melihat kelakuan Si Bocah.



Finally Si Sulung nggak menghabiskan mi nya, Si Tengah yang awalnya mau juga akhirnya nggak mau karena sudah ditambah saus pedas sama abangnya. Ya sudahlah rezeki emak sholeha ini namanya. Saya habiskan punya Si Sulung dan Indomie kloter pertama yang sudah dibuat. Rasanya memang nikmat, namun nampaknya belum cocok untuk para bocah. Ya iyalah ya anak kecil makan makanan rumahan saja bukan yang seperti ini wkwkwkwk.

Selasa, 08 Januari 2019

Asyiknya Berpartner Dengan Blogpartner.id

09.23 0 Comments
Sebagai seorang blogger (ih ngaku-ngaku) saya juga pengen dong kayak blogger kece yang lain yaitu dapat penghasilan hihihi. Yah walaupun kadang ada job yang langsung dikirim ke email. Atau ikutan daftar di platform yang menyediakan berbagai job menulis namun seringnya harus rebutan, bersaing gitu sama yang lain. Saya mah apa, cuma remahan rengginang dalam kaleng. Pastilah kalah sama yang udah jago. Ada juga job untuk blogger yang ada di komunitas fb itu tetap saja sih bersaing, dan kadang malah sudah nggak memenuhi syarat duluan hiks.

Hingga suatu hari saya menemukan sebuah postingan di komunitas job untuk blogger yang isinya ajakan bergabung di blogpartner.id fee nya voucher belanja 150K dari Blibli. Awalnya kepikiran kalau voucher belanja apa malah nggak pusing kalau ternyata nggak ada yang dibeli? Tapi akhirnya saya daftar juga pengen ngerasain gimana sih kalau fee nya dalam bentuk voucher belanja.

Awalnya saya daftar ke blogpartner.id. Caranya cukup mudah:

1. masuk ke www.blogpartner.id
2. Pilih menu login/daftar
3. Di menu login klik daftar sekarang
4. Isi semua yang diperlukan
5. Klik daftar sekarang

Akan ada email verifikasi yang dikirimkan ke email yang telah kita daftarkan. Setelah di klik kita bisa langsung login. Jangan lupa isi menu assets yaitu blog atau website yang kita miliki. Pendaftaran assets ini akan diverifikasi oleh admin blogpartner dan memerlukan waktu beberapa hari untuk diapprove.

Nah beberapa hari setelah daftar langsung masuk nih job untuk kita. Enak ya nggak perlu rebutan. Dari sini kita bisa menolak jika dirasa tema yang diajukan terlalu berat. Jika job ini diambil maka akan masuk menu Project. Ada dua tabel disini yaitu project aktif artinya masih dikerjakan dan projects selesai artinya project yang disini telah selesai dikerjakan. Untuk mengirim project klik pada kolom status. Isikan link pekerjaan kita disana. Di catatan biasanya saya tambahkan link share sosial media yang diwajibkan. Jika hal ini sudah dilakukan tinggal tunggu komentar dari admin blogpartner.
Pengalaman saya beberapa waktu lalu, revisi dikirimkan via email. Apa saja yang harus diperbaiki. Perbaikan juga saya kirim via email, dan Alhamdulilah vouchernya langsung masuk.

Awalnya sok bingung gitu dapat voucher, padahal tahu sendiri perempuan kalau disuruh belanja pasti langsung banyak pilihannya hahaha. Sayapun gitu. Antara mau beli buat bocah, buat suami, buat rumah atau buat saya sendiri? Akhirnya karena ini rezeki pertama dari blogpartner saya pakai dulu gak papa ya....

Langsung deh cus ke blibli.com. berhubung udah lama nggak belanja fashion maka saya langsung ngincar fashion wanita. Akhirnya pilihan saya jatuh ke gamis warna abu-abu ini. Simpel nggak terlalu ramai tapi elegan. Semoga cepat sampai dan bajunya bagus ya....

Ternyata asyik juga ya dapat fee voucher walaupun harus belanja diatas voucher. Lumayan kan kortingannya....

Selasa, 01 Januari 2019

5 Keinginan Yang Belum Tercapai

20.38 6 Comments

Keinginan memang tak selalu menjadi kenyataan. Ada hal-hal yang telah kita usahakan namun terkadang tak membuahkan hasil yang diharapkan, akan tetapi ada juga hal-hal yang tidak kita usahakan namun tiba-tiba datang menghampiri, ya namanya juga rezeki. Dalam tulisan ini saya ingin membagikan lima hal dalam hidup yang belum tercapai hingga saat ini. Beberapa diantaranya masih saya usahakan dan beberapa yang lain sudah pasrah, karena mungkin ini takdir saya. Toh ada Yang Maha Kuasa yang menentukan jalan hidup kita.

1. Menerbitkan Buku Solo

Ini adalah hal yang ingin saya lakukan di 2019. Bukunya sudah saya garap sejak tahun ini,namun belum kelar. Makanya biar segera terwujud,saya mereviai target menyelesaikan buku di awal tahun. Dan pengennya tiap tahun bisa membuat satu buku solo meskipun idenya entah muncul darimana nanti hihihi. Selain buku solo saya juga punya target mengikuti proyek antologi. Gak banyak sih cukup lima setahun, dan alhamdulillah di tahun 2008 dari lima target malah terealisasi enam.

2. Mendapatkan Gelar Master

Ini sebenarnya impian yang sudah lama terpendam. Bermula dari menunda-nuda akhirnya malah belum kesampaian sampai sekarang. Hal ini juga saya masukkan ke dalam daftar keinginan di tahun 2019 dan semoga terlaksana dengan baik. Walaupun mungkin saya tidak seperti teman-teman lain yang kuliah S2 di universitas ternama bahkan ke luar negeri.

3. Memiliki Anak Kembar

Mertua saya memiliki dua pasang  anak kembar. Abanng-abang ipar saya dan adik-adik ipar saya. Karena itu di awal pernikahan kami sempat berharap memiliki anak kembar. Alhamdulillah sampai hamil tiga kali anak kami semua tunggal. Toh ini bukanlah hal yang harus kita paksakan kan? Semua sudah kehendak Allah. Memiliki mereka bertiga saja rasanya sudah bahagia luar biasa. Tentu saja keinginan ini sudah tidak saya pikirkan lagi.

4. Jalan-jalan Ke Luar Negeri

Wah ini sih impian banget. Selain suka kepoin tetangga pengen juga dong kepoin negera tetangga. Nggak muluk-muluk sih, ke Singapore atau ke Malaysia saja sudah cukup asal bisa pergi berlima. Walaupun kadang yang bikin nyesek itu harga tiketnya. Tiket ke negara tetangga murah eh giliran tiket pulang kampung mihilnya minta ampun. Makanya mau coba-coba deh pergi sepaket, sekarang ngumpulin budget dulu.

5. Perpustakaan Pribadi

Koleksi buku yang saya miliki bejibun. Dulu sempat bikin perpustakaan kecil-kecilan waktu masih ngekos zaman kuliah. Namun setelah penempatan buku-buku itu saya tinggal di rumah Kakak saya di Jakarta dan sebagian dibawa pulang kampung oleh Ibu.

Namun setelah berkeluarga dan punya anak, kebutuhan juga bejibun. Maka anggaran untuk membeli rak bukupun tersisihkan. Mudah-mudahan tahun 2019 bisa terlaksana untuk memiliki perpustakaan pribadi. Agar buku-buku tersusun rapid an anak-anakpun semakin suka akan literasi.


Itulah lima keinginan yang belum tercapai, beberapa mungkin masih bisa dicapai, namun ada juga yang memang sudah dipasrahkan dan tidak mungkin dicapai lagi. 

Selasa, 27 November 2018

[Jangan Intip]: Lima Barang Yang Selalu Di Tas, No Dua Tak Boleh Ketinggalan

15.56 6 Comments
Berasa jadi artis pas disuruh nulis ini. Gimana enggak, wong saya yang bukan siapa-siapa disuruh membuat list lima barang yang selalu ada di tas. Sebenarnya bingung juga sih, soalnya saya sering acak memasukkan segala barang ke dalam tas yang kadang dikira mau pindahan wkwkwkwk. 

Tapi pas udah dipikir-pikir lagi ternyata emang ada penghuni tetap di tas yang tidak pernah ketinggalan digondol sana-sini. Kalau anak-anak tahu mungkin mereka akan iri sama barang-barang ini. Anaknya aja kadang ditinggal masak barang ini dibawa mulu.

1. Smartphone

Benda wajib ini selalu setia berada di dalam tas. Kenapa tidak disaku? Soalnya saya takut kalau pas ke kamar mandi terus ni barang nyemplung ke bak mandi. Bisa-bisa nangis bombai di kamar mandi. Pernah juga sih ni barang ketinggalan di rumah. Biasanya kalau lagi dicas terus kami mau pergi ke mana gitu dan anak-anak udah pada rewel, sudah deh pecah konsetrasi emak dan bapaknya.

Alasan kedua kenapa benda ini ditaruh di dalam tas adalah tas merupakan tempat persembunyian yang aman. Aman dari anak-anak maksudnya. Mereka suka merogoh saku untuk mencari keberadaan smartphone ini. Kadang juga kalau kelihatan ada di meja sama anak-anak sudah pasti jadi barang rebutan. Makanya paling aman di taruh di dalam tas.

2. Dompet Kartu

Bukan dompetnya yang penting tapi kartunya. Soalnya bermacam-macam kartu ada disini. Mulai kartu KTP, SIM, KARIS (kartu istri), Kartu Berobat dan ATM. Nah yang terakhir ni yang penting. ATM merupakan benda penting yang nggak boleh ketinggalan. Kalau ketinggalan bisa bahaya dan celaka. Lebih berbahaya daripada sekedar ketinggalan smartphone.

Soalnya saya jarang memegang uang kas terlalu banyak. Makanya kadang belanja cukup gesek atau ambil seperlunya. Memegang uang terlalu banyak itu sering membuat saya boros dan gelap mata menghadapi barang dagangan yang digelar hampir sepanjang jalan di perjalanan sepulang kantor. Jadi kalau pulang kantor cukup windows shopping aja jangan sampai shopping beneran.

3. Pulpen dan Kertas

Ini juga wajib ada di tas untuk menghabiskan waktu senggang kalau lagi di jalan dan tidak dapat menggunakan hape maupun laptop. Biasanya untuk mencatat ide yang nanti bisa dieksekusi di rumah. Soalnya ide kalau tidak di bungkus dengan tulisan suka menguap dan saya sulit untuk mencarinya.

4. Buku Agenda

Buku agenda ini sudah seperti sekretaris pribadi bagi saya. Buku Agenda yang saya miliki memang sudah didesain khusus untuk mencatat to do list kantor dan bisnis. Jadi ketika saya mati gaya mau ngapain tinggal buka ni buku untuk mengeksekusi tugas selanjutnya yang ternyata masih banyak kalau dilihat berdasarkan catatan. Kalau dipikiran mah rasanya sudah selesai semua.

5. Kartu Pembayaran Sekolah

Mungkin ini adalah hal yang sangat aneh ada di tas terus menerus. Tapi mau bagaimana lagi, memang ini kenyatannya. Saya membawa kartu pembayaran sekolah anak saya di dalam tas. Takut hilang, atau lupa ditaruh dimana. Makanya biar aman saya letakkan di dalam tas sepanjang masa. 

Minggu, 25 November 2018

Ini Dia Lima Fakta Tentang Diriku

21.17 0 Comments

Rasanya aneh ya mengungkap Lima fakta tentang diri sendiri. Jujur saya sebenarnya ingin dianggap misterius, namun demi tantangan kali ini saya akan beberkan fakta tentang diri saya.

Plis sebelum baca ini siapkan kantong kresek. Mana tahu kan muntah pas baca di tengah paragraf.

1. Gadis Desa

Tidak banyak yang tahu kalau saya berasal dari Desa. Tahunya saya ini berasal dari kota seperti tempat tinggal tinggal mereka. Padahal ya saya masih merasakan sewaktu tidak ada listrik. Ke sekolah naik sepeda karena tidak ada angkot, dan lainnya.

Namun meskipun tinggal di desa tapi tetap rasa kota lho ya. Soalnya desa saya itu strategis. Dekat ke Solo maupun ke Jogja. Ngemall juga nggak payah asal nggak pulang malam-malam.

2. Kembang Desa

Hahaha narsis habis kalau ini ya.... Tapi ini fakta. Yah namanya juga gadis, ibarat bunga pasti banyak kumbang yang datang. Tapi akhirnya ya cuma satu yang bisa memenangkan si bunga.

3. Usil

Tidak banyak yang tahu kalau saya sebenarnya usil. Pernah suatu hari sengaja membuat keributan supaya diperhatikan ustadz. Pernah juga ngerjain bapak yang lagi asyik potong jenggot.

Pokoknya kalau ide-ide usil selalu aja lancar bermunculan di kepala. Rasanya ini adalah gen yang diwariskan. Karena bapak termasuk agak usil juga dan kini saya punya bocah yang super usil hahaha.

4. Punya Mimpi ke Luar Negeri

Ini mimpi terpendam sebenarnya. Pengen merasakan jalan-jalan ke luar negeri. Nggak muluk-muluk sih ke Singapura juga OK.

Waktu gadis dulu pernah merencanakan perjalanan ke luar negeri bersama ortu. Tapi gagal soalnya udah keburu nikah. Sekarang mau ambil kuliah S2 keluar negeri mikirnya seratus kali. Apalagi buntut udah tiga, gimana nasib mereka nanti?

5. Tidak Suka Sayur

Kalau kata para ahli sayur sehat dan baik dikonsumsi anak-anak. Maka saya adalah salah satu yang menolak. Nah ini akhirnya juga berdampak kepada bocah. Lha gimana mau doyan sayur kalau emaknya aja nggak doyan sayur?

Ini juga kayaknya ada turunan genetis. Soalnya si Mbah juga nggak doyan sayur. Padahal Bapak dan Ibu saya suka sayur lho...



Nah itulah lima fakta tentang diri yang tidak banyak diketahui orang. Kalau sudah tahu diam aja ya biar tetap menjadi misteri hihihihi.

Kamis, 11 Oktober 2018

Husna di Pos-pos Bobo Junior

11.58 0 Comments
Suatu siang yang terik ketika mengantar makan siang bocah, tiba-tiba saya berteriak kegirangan, dalam hati tapi. Kalau beneran malulah sama ibu-ibu wali murid yang lain hahaha.

Apa pasal?

Saya dapat sms dari kantor pos. Sms biasa sebenarnya, hanya mengifokan pengiriman barang. Tapi yang membuat saya surprise adalah barang itu dari Bobo Junior. Yeay pasti hadiah dooong.....

Dan ternyata betul. Selang dua hari kemudian pihak kantor pos menghubungi saya perihal kiriman dari Bobo Junior ini. Kirain nama penerimanya saya ternyata atas nama Husna. Pas ditanya sama pak posnya saya bilang itu anak saya. Pak posnya melongo sayanya cuma mesam mesem. Namanya juga dapat hadiah Pak hehehe.
Tas hadiah dari Bobo Junior

Awalnya saya berniat untuk rajin mengirim rubrik pos Bobo Junior. Soalnya si sulung rajin menggambar, sementara si tengah, Husna cukup fotogenik. Jadilah si emak mengirimkan foto Husna dan gambar si Abang.

Tapi lama tidak ada kabar. Sekitar bulan Maret saya kirim tapi edisi demi edisi tidak ada tanda-tanda bakal tayang. Ya sudah mungkin belum rezeki, jadi belum layak muat. Hingga akhirnya pada bulan September baru dapat kabar bahwa hadiah sudah dikirim. Rasanya tuh kayak nemu oase di padang pasir. Cuma yang belum ada kabar ya gambar si Abang tadi. Mudah-mudahan sih bisa tayang juga ya hehehe.
Foto Husna kiriman dari ponakan

Husna tampil tepatnya di edisi 12 tahun 17. Dan berburu lah kami edisi Bobo Junior tersebut. Mulai dari pedagang majalah asongan sampai ke Gramedia. Sayang kami tidak menemukan edisi tersebut hingga sekarang. Yang di Gramedia waktu itu adanya episode 11 pun dengan pedagang majalah asongan. Sampai edisi berikutnya terbit edisi 12 tetap kosong. Tapi dapat kiriman gambar Kiya dari ponakan yang di Jakarta. Padahal bocah-bocah udah nggak sabar mau lihat di majalah langsung. Nggak apa ya nak.

Gara-gara dapat hadiah ini niat untuk sering mengirimkan rubrik pos-pos jadi kembali. Kalau nunggu lama ya berarti masih proses, namanya juga ngirim ke majalah hehehe.

Kamis, 27 September 2018

Stop Jadi Deadliner

15.31 0 Comments
Sebenarnya postingan ini sebagai reminder untuk diri sendiri. Setelah berulang kali pengalaman menohok terjadi namun tetap saja terulang. Mudah-mudahan setelah postingan ini kebiasaan deadliner saya berkurang, syukur-syukur menghilang hehehe.

Seperti kemarin, ketika ada pengumuman dari kantor bahwa akan diadakan lomba menulis, infografis dan foto. Semangatlah saya bakalan ikutan yang lomba menulis dan infografis. Kenapa lomba foto nggak ikutan? Karena saya nggak punya koleksi foto yang sesuai tema. Jadi ya ikut yang dua itu aja, lagian kemaruk banget semua lomba diikutin hihihi.

Detik demi detik berlalu. Menit demi menit berlalu. Jam demi jam berlalu. Hari demi hari berlalu. Dan hari itu saya melihat tanggal 16 September.

What?!

Deadline lomba itu dua-duanya tanggal 17. Dan di tanggal 16 saya belum punya apa-apa. Sebenarnya saya sudah membuat outline untuk tulisan, namun ternyata temanya terlalu umum jadi pembahasan melebar kemana-mana. Dan di menit-menit terakhir itulah saya mulai merubah tulisan. 

Menyempitkan tema lebih tepatnya.

Keringat dingin mulai membasahi. Bagaimana tidak? Membuat tulisan yang semacam opini itu perlu kerja keras. Perlu banyak referensi dan literatur. Dan saya saat itu, yang walaupun hari Minggu, sedang tidak libur. Saya sedang ada undangan evaluasi data Survei Antar Sensus Pertanian 2018 (SUTAS 2018).

Memang benar, the power of kepepet itu muncul. Tapi jujur saja kalau boleh memilih saya nggak mau jadi deadliner lagi, maunya jadi pelopor seperti yang sedang diterapkan eselon II di provinsi. Soalnya menjadi deadliner itu tanpa kita sadari banyak ruginya. Apa saja tu?

1. Tidak sempat selfediting ataupun meninjau ulang hasil yang telah dikerjakan.

Karena sudah mepet waktu akhirnya saya kirim itu tulisan tanpa sempat selfediting. Padahal mentor-mentor menulis saya selalu mewanti-wanti untuk melakukan selfediting. Paling tidak untuk kata-kata yang typo.

Infografis yang saya kerjakan pun tidak sempat saya tinjau ulang ataupun sekedar meminta saran perbaikan dari kolega. Pas sudah dikirim dan dilihat lagi baru deh merasa warnanya kurang hidup. Ada informasi yang kurang lengkap dan sebagainya.

2. Hasil yang terbaik sulit didapat.

Bagaimana mau mendapatkan yang terbaik kalau nulis atau bikin infografis nya saja sudah mepet waktu. Bisa jadi hasil yang terbaik itu sulit didapat karena mendesaknya waktu.

Coba ya saya bikinnya 2 atau 3 hari sebelum deadline. Mungkin bisa dievaluasi dulu baik oleh saya sendiri ataupun oleh teman-teman yang lain.

3. Jauh dari predikat juara

Ini sudah delapan puluh persen bisa dipastikan iya. gimana enggak ya? Orang point 1 dan point 2 aja sudah jelas. Gak di edit dan tidak bisa mendapatkan hasil terbaik. Dan benar saja saya tidak dapat juara hehehe.

Pelajaran berharga buat saya, ke depannya jangan jadi deadliner lagi. Harus pinter-pinter memanajemen waktu. Menjadikan menulis sebagai rutinitas dan tidak dilakukan dengan kejar tayang.
Semoga

Jumat, 27 Juli 2018

Ketika Mimpiku Ditertawakan

10.00 0 Comments

            
Mungkin cerita ini pernah saya ceritakan tapi mau nyeritain lebih detail kali ini. Waktu itu di tahun 2012, setelah melahirkan anak pertama saya dan suami sepakat untuk membeli rumah. Saat itu tentu saja dengan berhutang. Namun rumah ini menurut saya belum layak huni selain lantainya cuma semen juga belum memiliki dapur. Juga kondisi saat itu dimana di blok yang saya tempati belum banyak penghuni sehingga masih banyak anjing liar disana. Maka kami urung menempati rumah tersebut dan ingin merombaknya terlebih dahulu.

            Alhamdulillah rezeki tak kemana, akhir tahun 2012 kami bisa merencanakan renovasi rumah. Saya yang membuat desain rumah, suami yang menyokong plus imajinasinya. Kebetulan di komplek yang sama namun beda blok ada teman suami yang juga berencana merenovasi rumahnya. Dia hanya sekedar menambah ini dan itu. Ketika menanyakan kepada kami mau renovasi seperti apa, kami ceritakanlah desain yang sudah dibuat.

                Dia tertawa sambal ngomong “Ah tinggi banget khayalannya.”

            Saya cuma ngelus dada dan berusaha maklum walaupun sedikit sakit hati saat itu. Namun kami tak patah arang dengan tertawaan itu. Biar saja toh kami yang mengeluarkan biaya untuk renovasi rumah.

            Alhamdulillah walaupun sempat terseok akhirnya renovasi rumah selesai tinggal membuat pagar dan pintu besi saja. Orang yang pernah menertawakan kami mungkin malu sendiri dan tidak pernah menampakkan batang hidungnya.

           Yes mimpi itu memang untuk diwujudkan, bukan hanya sekedar diceritakan atau ditertawakan. Mimpi ini cepat terwujud karena mimpi ini adalaha mimpi besar kami yang selalu ada dalam benak. Saat itu saya tidak tahu bahwa mimpi itu akan lebih baik jika ditulis.

            Tahun 2014 saya mulai menuliskan mimpi-mimpi saya. Sayangnya dreamboard yang saya buat itu sudah hilang bersama barang-barang lain saat pindahan. Saat itu saya ingin resign, ingin pergi jalan-jalan bersama keluarga, ingin sukses berbisnis, ingin punya mobil baru, ingin membuat pagar rumah, tentu saja plus targetnya.

            Tidak semuanya terwujud memang tapi salah satu pencapaian yang terbesar adalah membeli mobil baru yang waktu itu saya targetkan Agustus namun terbeli di bulan April. Pergi jalan-jalan bersama keluarga (dengan orang tua) juga akhirnya terwujud, Yang lainnya masih coba saya wujudkan hingga sekarang.

            Bedanya kalau dulu belum ada dreamboard instan yang tinggal isi. Dulu masih harus gunting tempel, tulis semua mimpi di kertas karton kemudian di tempel. Kalau sekarang sudah ada dreamboard yang tinggal tulis dan tempel, eh kalau mau tempel foto juga boleh. Bentuknya kayak begini nih.

            Nggak hanya ditulis ya kita juga harus membuat target-target kecil untuk mewujudkan mimpi kita. Mengevaluasi target ini bisa menggunakan Metrik Pencapaian. Nah target juga tidak akan tercapai dengan baik tanpa pengelolaan waktu yang baik yaitu dengan menggunakan Daily Activity. Dijamin harimu makin efektif, tak ada waktu terbuang percuma.

        Ketiganya bisa didapatkan sepaket yang bernama superboard. Selain bisa mewujudkan mimpimu juga bisa wujudkan mimpi teman-temanmu, tentu saja dengan menawarkan superboard ini pada mereka, untuk lebih jelasnya tentang supeboard bisa diintip di channel berikut ya https://t.me/ModalSukses300Ribu.

Semoga ada hikmahnya

#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard

Selasa, 17 Oktober 2017

Dunia (Tak) Selebar Daun Kelor

21.36 8 Comments
Credit
Saat itu adalah masa kanak-kanak saya. Yang bagi saya, dunia adalah sekeliling saya. Mulai dari Mbah Karto tetangga sebelah kiri, Mbah Asmo tetangga sebelah kanan, Pakde Har tetangga depan rumah dan lainnya orang-orang yang saya kenal. Padahal zaman itu saya sering ikutan Bapak menonton Dunia Dalam Berita yang isinya perang antara Israel dan Palestina. Tapi bagi saya sesuatu yang tidak betul-betul ada di hadapan saya adalah film.
Sebagai guru sekolah dasar, (alm) Ibu saya dituntut untuk serba bisa. Bisa mengajar Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan bahkan menyanyi. Maka di rumah tersedia buku lagu-lagu nasional lengkap dengan not dan penciptanya.

Lagu yang sering dinyanyikan di rumah adalah lagu Indonesia Raya, penciptanya WR Supratman. Jangan diketawain ya, saya kira beliau ini salah satu murid Ibu saya yang tinggal di kampung sebelah. Kemudian ada lagi Ismail Marzuki, yang saya pikir adalah anak Budhe saya yang sering dipanggil Mas Marzuki. Satu lagi konyolnya adalah Ir. Djuanda pahlawan yang saya pikir adalah anak Pak Haji Yoto.

Habislah saya di bully oleh mas dan Mbak saya. Hahaha saya sendiri aja ketawa kalau ingat itu. Konyol minta ampun sampai-sampai saya tulis disini. Hingga suatu ketika saya telah menginjak SD dan Mas saya SMP, dia berbalik hati membawakan saya ensiklopedia yang berisi gambar pahlawan.
Dari situ saya baru tahu bahwa nama-nama yang saya sebut di atas sebenarnya adalah nama pahlawan. Dari situ pulalah saya juga membaca masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Ada banyak darah tertumpah untuk menuju kemerdekaan. Dan hal tersebut kemudian membuat saya bertanya Dunia Dalam Berita itu film atau bukan sih?

Tentu saja tidak akan ada yang sudi menjawab pertanyaan saya tersebut. Tapi Bapak menjelaskan bahwa itu memang terjadi.

"Wah bahaya dong Pak, nanti kalau sampai kesini, mau sembunyi di mana kita?" Bapak cuma ketawa, tapi tidak menjawab.

Ya banyak perang memang ngeri menurut saya. Dari ensiklopedia tadi saya membaca ada banyak perang yang dilakukan bangsa Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ada juga perang di masa Rasulullah. Dan kemudian saya melihat perang dari film Mahabarata. Ya ampun tontonan saya....

Hingga akhirnya saya terus menyadari bahwa dunia ini sangat besar. Tidak selebar daun kelor seperti yang saya pikirkan. Makin banyak bertemu orang-orang baru. Makin saya tahu dunia ini sangat luas dan makin saya sadari tak semua sudut dunia bisa saya tempuh. Tapi satu hal yang tidak akan saya lewati, yaitu berkunjung ke sudut-sudut cantik negeri ini.

Selasa, 08 Agustus 2017

Hampers dari Lifull

11.19 13 Comments

Bulan Juni lalu saya ikutan lomba blog yang diadakan oleh Lifull Produk. Berhubung ada hadiah bagi 100 peserta ya saya ikutan lah ya. Wong lomba yang pemenangnya 3 aja ikutan apalagi ini. Sudah nggak tertarik untuk memenangi hadiah utama #dasar. Yang penasaran sama tulisan saya cek dimari 



Terus sekitar awal bulan Agustus ada nomor yang menghubungi saya. Menyatakan bahwa saya berhak atas hampers senilai ratusan ribu rupiah. Wow. Happy banget pokoknya. Hingga akhirnya hari ini pihak ekspedisi menghubungi saya kalau saya dapat paket.



Hasil Bongkaran
Semangat empat lima mengambil paketan. Ditemani anak sama suami hihihi lebay amat yak. Sampai di rumah langsung pada ikutan bongar barang wkwkwkwk. Nah apa aja isi hampersnya? Kepo kaaaannnn.



1.  Food and Beverage


Kiyora yang satu lagi sudah ludes
Ada Marie Duo, Oishi Thin Pillow, Kiyori dan Kewpie Saus Manis. Oishi Thin Pillow nya langsung di cup sama Pak Su. Pas di foto gak mau nampak muka jadinya begini deh. Nggak bakalan jadi artis juga kali nampang disini wkwkwkwk. Marie Duo sama Kewpie aman sama saya, sedangkan Kiyori sudah disita para bocah, hiks.


2. Toiletris

Ada shampoo Zinc dan Oilum Collagen Body Wash. Shampo Zinc nya dikemas dalam bentuk yang unyu unyu seperti Compact Disk. Isi di dalamnya ada 3 macam varian shampoo. Zinc Men Anti Hair fall, Zinc Refreshing Cool dan Zinc Men Active Cool. Bapak-bapak banget ya produknya. Mayan lah gak perlu belanja shampo untuk Bapaknya anak-anak sementara ini.
Sedangkan Oilum Collagennya belum saya coba. Produk ini mengandung Collagennya dan minyak zaitun yang terkenal dengan manfaatnya untuk melembutkan kulit.


3. Cosmetic and Body Treatment


Yang ketiga ini banyak banget ada bedak Marina Smooth and Glow UV Two Way Cake, Marina Hand and Body Lotion, Caladine Gel, Herboist Lulur Traditional Bali, Herboist Body Butter, Herboist Minyak Zaitun, dan JF Acne Care Wet Wipes. 



Kalau hadiahnya begini jelas emaknya yang kesenengen ya..... Yang jelas cobain dulu bedaknya, kebetulan stok bedak mulai menipis hihihi. Sekalian pakai hand and body nya Marina.
Caladine Gel nya bisa buat simpanan jika sewaktu-waktu para bocah terkena ruam kulit. Apalagi sudah biasa dengan produk ini walaupun bukan yang gel. Biasanya yang kami pakai bedak atau lotionnya.


Sisanya buat simpanan emak dulu, mana tahu mood ganjennya nongol setelah trip panjang pelatihan. Hu hu hu ingat akan ada pelatihan yang nyaris tiga minggu itu bikin sedih.

Buanyak banget ternyata kiriman paket dari Lifull Produk. Sering-sering ya Lifull Produk hehehe #ditabok. Kalau teman-teman yang ikutan lomba blog Lifull Produk kemarin pada dapat apa? Samakah?

Kamis, 22 Juni 2017

Laptop Impian Nan Menawan ASUS E202

06.49 14 Comments

Juli 2016 lalu saya mendapatkan amanah baru. Bekerja di seksi yang baru yang mengharuskan saya sering bersentuhan dengan komputer/laptop dan internet. Saya diamanahi untuk mengelola website kantor, melakukan pengolahan data, mengedit serta melayout publikasi yang akan diterbitkan plus melayani permintaan data baik digital maupun cetak. Selain itu saya juga harus mengurus blog saya ini agar tidak dipenuhi sarang laba-laba, yang artinya saya juga harus bersentuhan dengan komputer/laptop dan internet.

Sebagai ibu dari tiga anak, saya agak berat jika harus lembur di kantor. Daripada lembur di kantor, saya masih mendingan lembur di rumah. Yah walaupun terkadang harus merelakan paket data terpakai, tapi itu tak masalah selama saya tidak berlama-lama di luar rumah. Kasihan anak-anak kalau saya pulang malam.

Nah yang jadi masalah adalah jika saya lembur di rumah otomatis saya perlu membawa laptop untuk bekerja. Laptop kantor ada sih, tapi beratnya na’udzubillah. Saya sampai terbungkuk-bungkuk membawa tas.

Rasanya pengen beli laptop sendiri, tinggal bawa external harddisk sudah deh tidak perlu berat-beratan bawa laptop. Mungkin kalau Bapak melihat saya bakalan diledekin kayak mikul beras hihihi.

Senangnya beberapa waktu lalu saya membaca blognya mbak Uniek Kaswarganti tentang notebook Asus E202. Katanya notebook ini ringan, minimalis dan memiliki daya tahan baterai hingga 8 jam. Wuih notebook impian saya banget ini. Akhirnya saya googling mengenai Asus E202, apa saja sih keistimewaannya?

1.   Bobot ringan dan ukuran mini

           Berat Asus E202 ini hanya 1,21 kg lho. Ringan banget kan? Dibanding laptop yang biasa saya pakai beratnya bisa mencapai 3 kg. Terus ukurannya juga mini hanya 193 x 297 mm, tidak lebih besar dari ukuran kertas A4, sehingga mudah dimasukkan ke dalam tas.

Kalau laptopnya ringan dan nggak menuhin tas, setiap bepergian dengan anak-anak membawa laptop bukanlah beban yang berarti. Selama ini saya kasihan melihat suami yang menenteng laptop saya yang berat bersama dengan tas perlengkapan bayi manakala kami bepergian. Jika menggunakan laptop ini drama seperti itu tidak perlu lagi hehehe.

2.   Pilihan warna yang cantik

           
Asus E202 memiliki warna-warna yang  kece badai. Laptop yang hadir dengan versi windows 10 dan DOS ini memiliki empat pilihan warna, antara lain Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge. Kalau disuruh memilih saya akan memilih warna Red Rouge, sepertinya akan serasi dengan ransel laptop saya. Kalau teman-teman disuruh memilih mau yang warna apa?
warna pilihan saya


3.   Baterai tahan lama
            Sebel nggak sih pas lagi ngejar deadline baterai laptop tiba-tiba habis? Terdengarlah bunyi baterai lemah dan kemudian layar mati. Oh No!
            Saya termasuk yang mager alias males gerak ketika sudah di depan laptop dan bekerja, entah itu menulis, melayout publikasi ataupun aktivitas yang lainnya. Makanya paling sebal kalau 2 jam sudah harus beranjak untuk mengisi daya baterai.
       Kabar baiknya Asus E202 ini memiliki daya tahan baterai hingga 8 jam. Sama dengan jumlah jam kerja saya di kantor selama sehari. Itu artinya dari pagi hingga pulang kantor laptop ini tidak perlu diisi daya. Ini karena Asus E202 menggunakan prosesor intel yang hemat daya.



4.   USB Port yang lengkap
            Walaupun ukurannya mini, Asus E202 ini memiliki USB Port yang lengkap seperti micro HDMI port, port micro SD dan USB 3.1 Tipe C. USB 3.1 Tipe C ini akan menghemat waktu karena kecepatan transfer datanya hingga 5Ghz. Dengan USB tipe ini pengisian daya untuk baterainya pun berjalan dengan cepat, selain itu kelebihan USB 3.1 Tipe C ini adalah dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible. 

5.   Touchpad dan Keyboard yang nyaman
            Asus E202 memiliki touchpad yang lebih besar dibanding laptop yang memiliki ukuran sama. Desain one-piecce chiclet dengan jarak 1,66 mm, keyboardnya juga nyaman untuk mengetik.



6.   Pendingin yang tidak berisik
           Teman-teman saya pernah meledek saya, kata mereka saya ke kantor bawa helikopter. Itu karena laptop yang saya pakai berisiknya minta ampun. Nah Asus E202 ini tidak akan menimbulkan suara bising seperti helikopter. Sangat cocok jika mau dibawa ke perpustakaan atau mau dihidupkan semalaman.
       Kalau untuk saya yang sering bawa kerjaan kantor ke rumah, Asus E202 ini adalah pilihan tepat karena tidak akan berisik sehingga tidak akan membangunkan anak-anak yang sedang tidur. Maklum bisa lemburnya kalau para bocah sudah terlelap.




7.   Generasi wi-fi terbaru
            Asus E202 menggunakan teknologi wi-fi terbaru 802.11ac. Tekonologi wi-fi 802.11ac ini memiliki kecepatan hampir tiga kali lipat dibanding dengan teknologi wi-fi 802.11n. Tekonolgi wi-fi ini masih jarang dipakai lho.

8.   Harga terjangkau
                     Untuk berbagai keistimewaan tersebut rasanya harga Rp 3.249.000 masih terjangkau.                 Iya apa iya? Coba cek dengan harga smartphone teman-teman, mahalan mana? Hehehe.

Ini spesifikasi dari Asus E202
Prosesor                       : Intel® Celeron® Dual-Core N3050 Processor, 2.16 GHz
Sistem Operasi            : DOS
Chipset                        : Integrated Intel® CPU
Memori                       : DDR3L 1600 MHz SDRAM, OnBoard Memory , OnBoard Memory 2 GB
Display                        : 11.6" 16:10 HD (1366x768)
Grafis                          : Integrated Intel® HD Graphics (Pentium & Celeron)
Storage                        : 7mm SATA3- 500GB HDD
Card Reader                : card reader (Micro SD )
Kamera                        : HD Web Camera
Networking                 : Terintegrasi 802.11 ac Built-in Bluetooth™ V4.0
Interface                      : 1 x Headphone-out jack (Audio-in Combo)
1 x USB 3.0 port(s)
1 x USB 2.0 port(s)
1 x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps)
1 x micro HDMI
Audio                          : Built-in Speakers And Digital Array Microphone
Baterai                         : 3Cells 48 Whrs Polymer Battery
Adaptor Daya             : Output :19 V DC, A, 33 W
  Input : 100 -240 V AC, 50/60 Hz universal
Jaminan                       : 1 tahun garansi hardware global. *berbeda di setiap negara

Rasanya dengan keistimewaan dan spesifikasi yang mumpuni, sudah tak diragukan lagi laptop satu ini recommended. Keuntungan tersendiri bagi saya jika memiliki laptop ini antara lain:
1. Tidak keberatan lagi membawa laptop kemanapun saya pergi, baik pergi sendiri maupun bersama keluarga. Karena pekerjaan dan hobi mengharuskan saya menenteng laptop kemanapun saya pergi.
2. Fanless design-nya membuat laptop ini tidak berisik, jadi anak-anak tidak akan terganggu ketika malam-malam saya bekerja.
3. Untuk saya yang malas gerak kalau sudah di depan laptop, ketahanan baterai hingga delapan jam adalah keunggulan tersendiri untuk saya.

Semoga dengan memiliki laptop ini produktivitas dan kreativitas kita akan terus meningkat.


Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.

Jumat, 16 Desember 2016

Si Emak Mencari Gretongan

11.27 0 Comments
Pamer belanjaan dan gretongannya
Siapa sih yang tak mau dikasih barang gratisan? Kalau saya sih dari zaman masih remaja dulu memang senang yang namanya barang gratisan. Jangankan gratis yang diskonan pun masih dikejar juga hehehehe.

Sampai sekarang pun, setelah jadi emak-emak, mencari promo barang gratisan atau diskonan tidak berkurang, malah makin menjadi-jadi hehehehe. Habis gimana, jadi emak kudu kreatif agar dapur tetap ngepul, ya kan mak?

Nah berhubung saya ini pencari gretongan, maka seneng banget kalau bisa dapatin katalog promo para swalayan atau mini market. Sayangnya saya tinggal di kampung dan minimarket yang ada itu ya bisa dihitung dengan jari. Hingga akhirnya saya memiliki 3 minimarker langganan. Sebut saja A, B dan C.

Minimarket A ini sudah ada di hampir di semua provinsi. Nah yang ini punya katalog Mak, lumayan kalau ada promo-promo. Seperti bulan Oktober lalu selain dapat harga diapers yang selisihnya hampir 10 ribu dari Minimarket B dan C saya juga dapat cashbak 50 ribu. Bulan ini juga banyak gratisannya, seperti beli susu 2 kotak dapat minyak 1 Liter. Harga susunya juga lebih murah memang dan dapat minyak goreng kan lumayan hehehe. Banyak juga promo beli 2 gratis 1, nah kalau yang promo begini saya harus bandingin harga dulu sama si B dan C, jangan sampai kena promo abal-abal.

Kalau minimarket B secara umum selain harganya memang lebih murah barangnya juga lebih lengkap. Sayangnya saya pernah kecewa berat sama kasirnya. Waktu itu dari 3 kasir cuma 1 kasir yang buka dan antrian cukup lumayan dan tidak beraturan. Eh pas tiba giliran saya si embak kasirnya malah duluin yang di belakang saya dengan alasan barangnya cuma sedikit. Emosi lah saya, saya marah-marahin tu kasir, kedengaran sama managernya dan si embak kasir ini akhirnya kena tegur.

Tapi yang namanya pernah dikecewain, ibarat kaca yang sudah pecah, walaupun disambung lagi tetap tidak akan sama. Makanya kadang kalau nggak kepepet banget saya malas kesini. Yang paling saya suka sih ada minimarket ini jualan buku juga untuk pelajaran anak-anak. Harganya terjangkau banget dari 3 ribu hingga 10 ribu. Lumayanlah buat belajar mas dan adek walau mereka belum sekolah.

Lanjut ke minimarket C, kalau disini dulu saya belanja karena ada kartu membernya. Tiap belanja 1500 dapat 1 poin. Nanti kalau sudah terkumpul bisa ditukarin macam-macam hadiah. Sayangnya saya sering gak dapat susu untuk mas dan adek jadinya ya poin nya gak ngumpul-ngumpul deh. Nah kalau minimarket A lagi g ada promo diapers, saya belinya kesini soalnya harganya paling murah.

Yah beginilah kehidupan emak-emak ala saya, selain cari gretongan saya juga tetep mencari harga yang lebih murah hehehe.