Branding
![]() |
| sumber: pixabay.com |
Memperbanyak Interaksi
![]() |
| sumber: pixabay.com |
Posting Aja
| sumber: pixabay.com |
![]() |
| sumber: pixabay.com |
![]() |
| sumber: pixabay.com |
| sumber: pixabay.com |
Bulan November merupakan bulan pahlawan, karena pada tanggal 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan. Penetapan hari pahlawan tertuang dalam Keputusan Presiden No 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Pertama Indonesia, Soekarno yang diubah ke Keppres No 67 Tahun 1961 tentang Perubahan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 Tentang Hari-Hari Nasional Yang Bukan Hari Libur.
Peristiwa yang melatari Hari Pahlawan adalah pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Pemicu peperangan ini adalah ketika pada masa gencatan senjata masih terjadi bentrokan-bentrokan hingga akhirnya menewaskan Brigadir J. Malaby yang merupakan pimpinan tentara Inggris di wilayah Jawa Timur.
Hal tersebut membuat pihak Inggris marah dan mengeluarkan ultimatum kepada tentara dan rakyat Indonesia untuk menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan terhadap tentara Inggris. Jika hal tersebut tidak dilaksanakan, maka Surabaya akan diserang dari segala arah (darat, laut dan udara).
Ultimatum tersebut tidak ditaati oleh rakyat Surabaya sehingga pecahlah perang pada 10 November 1945 yang berlangsung selama tiga minggu. Ribuan rakyat menjadi korbannya. Perang ini juga tercatat sebagai perang pertama melawan tentara asing setelah diproklamasikannya kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
"Hanya bangsa yang menghormati jasa pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar" (Ir Soekarno)
Sehingga peringatan hari pahlawan ini dimaksudkan untuk mengenang dan menghormati jasa serta perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Sedangkan tujuan dari peringatan ini sendiri adalah:
“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi “. (Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang).
Pahlawan nasional ini bukan hanya inspirasi tapi juga pahlawan idola. Betapa di saat yang masih muda beliau berjuang begitu gigih melawan penjajah.
2. RA Kartini
“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.
Jleb banget gak sih? Betul-betul membangkitkan semangat untuk mencapai apa yang kita impikan meski harus melintasi kesulitan dan kesusahan. RA Kartini ini tidak begitu asing dalam kehidupan keluarga kami dulu. Kebetulan Ibu pernah dinas di Jepara, jadi pernak-pernik ibu Kartini beliau punya.
3. Tjut Nyak Dien
“Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan"
Pesan dari Tjut Nyak Dien ini juga begitu memberi semangat. Benar adanya bahwa kita sering lemah dan merasa lelah jika mengingat kekalahan. Jadi lupakan kekalahan, bahasa gaulnya move on agar bisa mencapai masa depan yang kita harapkan.
Dan seperti biasa peringatan hari Pahlawan kali ini adalah dengan upacara mengenang para pahlawan. Semoga kita dapat mencotoh semangat juang para pahlawan kita. Pahlawanku Inspirasiku.
Itu dia Lima lagu Jawa Favorit saya. Playlistnya langsung di save di Spotify aja biar gak cari-cari lagi kalau mau muter. Tapi ini Spotify versi web ya soalnya kalau versi android suka nambah-nambah lagu sendiri. Meski lagunya ambyar tapi tetap bikin semangat buat kerja heheh, setuju gak?
![]() |
| Tim yang mau vaksin, cuma saya yang perempuan |