Alhamdulillah bulan Ramadhan telah kita lalui, sedih memang
meninggalkan bulan yang penuh berkah ini. Apalagi jika merasa amalannya kurang
selama Ramadhan kemarin hiks. Tapi waktu harus terus berjalan bukan? Dan kita
tidak bisa menahan bulan Ramadhan untuk tetap tinggal sementara bulan Syawal
sudah menjelang hehehe. Mudah-mudahan kita masih bisa dipertemukan dengan
Ramadhan berikutnya. Amiin.
Sholat Idul Fitri kali ini, pertama kalinya sholat di
Islamic Center Bangkinang. Jaraknya cukup dekat dari rumah, tinggal jalan kaki.
Kalau bawa kendaraan, wuih kayaknya bakalan susah keluar saking banyaknya
jamaah. Kalau di kampung halaman, biasanya saya dan keluarga sholat di depan
masjid Al-Barokah. Jalannya yang beraspal membuatnya ani becek walau semalam
diguyur hujan.
Ada insiden kecil ketika sholat akan berlangsung. Sewaktu
imam takbiratul ikram yang pertama, tiba-tiba terdengar bunyi dentuman keras.
Kemudian disusul suara tangis seorang anak. Ternyata ada anak kecil yang
terpeleset (kebetulan saya sholat di lantai dua). Di lantai dua ini ternyata
ada genangan air yang tak terlihat, mungkin rembesan air hujan pas malam
takbir.
Selesai sholat, seperti biasa disusul dengan khotbah hari
raya. Saya sih sebenarnya suka mendengarkan khotbah, hanya saja suaranya menggema
dan tidak jelas. Saya jadi gagal fokus dan malah memperhatikan orang-orang
sekitar. Tiba-tiba dunia berubah saya berada di pagelaran fashion show.
Manusia berjalan hilir mudik dengan baju-bajunya yang cantik.
Ada kelompok-kelompok tertentu yang memakai seragam. Biasanya mereka satu
keluarga. Ada yang agak-agak norak, tapi ya gak masalah lah ya wong yang make
pede hehehe. Ada juga yang membuat saya terbengong-bengong pengen , dasar!.
Entah berapa ratus orang yang sudah saya perhatikan. Bagi saya ini adalah
fashion show terbesar dan termegah. Hingga tiba-tiba.
“Ceramahnya udah selesai ya dek?” tanya ibu di sebelah saya.
“Eh…iya sudah Bu.” Saya agak heran karena biasanya pake doa,
ini kok enggak dan disudahi begitu saja. Mungkin beda sama di kampung saya.
Sampai di rumah betapa terkejutnya saya, jam sudah
menunjukkan pukul 09.30. Saya belum nelpon keluarga di kampung, belum ngurusin si
bungsu yang mulai mengantuk, belum lagi tamu yang datang sudah mulai banyak.
Akhirnya si bungsu yang menjadi prioritas. Dan alhamdulillah diajak kelilingan
sampai sore nggak rewel malam pun tidurnya anteng…Sayangnya karena terlalu fokus sama Hasyim saya jadi lupa bawa kamera....
Itulah sekelumit kisah di hari raya. Kami sekeluarga mohon
maaf lahir bathin atas segala hal yang kurang berkenan baik yang disengaja
maupun tidak disengaja. Selamat hari raya idul fitri.















