Sabtu, 08 Januari 2022

# Cerita # film

Review Film: Spiderman No Way Home


Seperti postingan saya sebelumnya tentang beli tiket nonton di M-TIX, saya tidak ada agenda untuk menonton film ini. Yah tinggal bersabar hati menunggu film ini tayang di layar kaca. Tapi ternyata bocah malah ngajakin dan akhirnya jadi nonton deh sama anak-anak.

Berikut review film Spiderman No Way Home, maaf ya kalau mengandung spoiler. 

1. Adegan Awal Adalah Adegan Akhir Spiderman Far From Home.

 
Adegan awal dari film Spiderman No Way Home adalah adegan akhir dari film Superman Far From Home. Ya ketika Mysterio yang licik mati tapi meninggalkan fitnah untuk Spiderman dan membongkar identitasnya. Dan di adegan awal ini kita langsung diajak berayun hingga berdebar.

Tapi setelah itu kasus Spiderman ini dihentikan begitu saja. Dan kemudian ada dua kubu yang membela Spiderman dan yang memusuhinya. Imbasnya bukan hanya kepada Peter Parker tapi juga kepada teman-temanya seperti MJ dan Ned. Dan ini membuat Peter Parker tertekan. Konflik film ini berawal dari sini.

2. Tidak Setegang Spiderman Far From Home

 
Dari segi rasa film ini masih kurang menegangkan dibandingkan dengan serial sebelumnya Spiderman Far From Home, dimana kita melihat Spiderman terombang ambing tidak mampu membedakan mana ilusai dan yang asli. Taktik Mysterio juga patut diacungi empat jempol.

Namun di Spiderman No Way Home keter-engah-engahan tidak terlalu terasa. Hanya ketegangan biasa yang hadir seperti pertarungan-pertarungan Spiderman sebelumnya. Bedanya Spiderman kali ini lebih banyak dan musuhnyapun lebih banyak. 

3. Misi Moral


Tidak seperti film superhero sebelumnya, ada misi moral dalam film ini. Lebih baik mana membunuh yang jahat atau menyadarkan mereka agar kembali ke jalan yang benar? Tapi ada harga mahal yang harus dibayar Peter Parker untuk melakukan hal ini.

Dendam kesumat pada diri Peter akhirnya juga bisa diredam oleh Peter Parker pertama. Yah orang baik enggak boleh menyimpan dendam. Dan mudah-mudahan kita pun begitu ya hehehe.

4. Beban Mental

 

Di film ini sangat jelas Peter memiliki beban mental yang sangat berat. Banyak yang bilang sih ini pendewasaan karakter, bukan selalu anak sekolah yang ceria dan egois. Tapi sudah lebih memikirkan keluarga dan teman. Apalagi semua sahabat dan keluarganya terancam oleh keberadaan dirinya. Jelas saja membuat Peter Parker makin frustasi. 

Bahkan saking putus asanya Peter dengan berbagai masalah yang timbul, bayangkan saja ada sahabat dan keluarga yang kehilangan privasi karenanya masih ada musuh-musuh yang tidak dia kenal tiba-tiba menyerangnya, membuat Peter ingin segera mengembalikan mereka ke asalnya. Paling tidak satu masalah bisa teratasi jika mereka bisa kembali. Namun sayangnya film ini bukan hanya sekedar Peter Parker berburu musuh-musuh Spiderman yang lain untuk dikembalikan ke dunia mereka, tapi lebih dari itu. 

5. Adegan Dewasa

 
Film ini mendapat label SU alias Semua Umur. Namun ada sedikit adegan dewasa di dalamnya. Misalnya di bagian awal ada pembahasan s*ks disana. Duh emak udah deg-degan bawa dua bocah yang beranjak remaja dengan obrolan seperti ini. Untungnya sih gak banyak.

Adegan ciuman jangan ditanya ya, film Hollywood hal seperti ini sih lumrah saja. Tapi hanya di bagian akhir, untung saja di bagian tengah gak jadi. Tapi adegan ini gak terlalu jelas meski harus menutupi mata para bocah.

6. Menggunakan Konsep Multiverse


Kenapa Dr Octopus, Green Goblin, Sandman, Electro dan Lizard bisa hadir? Itu karena adanya universe lain. Dalam cerita ini Dr Strange yang dimintai tolong Spiderman sedang merapal mantra dan mantra itu direvisi Spiderman hingga enam kali. Hal itu membuat mantra tersebut tidak terkandali, dan tanpa diduga multiverse retak.

Jadilah muncul musuh-musuh Spiderman dari universe lain. Meski awalnya cukup tegang karena Spiderman berjuang sendirian tapi akhirnya bisa lega ketika Spiderman dari universe lain datang.

Anehnya mereka tidak muncul dari retakan universe. Tapi muncul ketika dipanggil. Maaf ya saya tidak menceritakan kehadiran Spiderman secara detail takut merusak kejutan hehehehe. 

7. Adegan Sedih


Ada banyak adegan sedih dalam film ini. Salah satunya membuat Spiderman sangat mendendam pada Green Goblin. Saking marahnya dia menghajar Green Goblin dengan tangan kosong. Apa adegan sedih itu? Biarlah buat penasaran para penonton saja. Kalau terlalu banyak spoiler jadi gak asyik.

Overall film ini layak diacungi empat jempol. Saya sangat suka kostum Spiderman yang sudah hitech, keren habis. Bahkan Dr Octopus saja sampai melongo. Dan adegan yang bikin tertawa adalah Spiderman dari universe lain tidak tahu apa itu Avenger. Nah lho baru tahu kan Avenger itu dari universe mana.
 
Film ini juga mengajarkan kita tentang pengambilan keputusan. Geram enggak dengan orang yang mengambil keputusan A kemudian ragu enggak jadi lalu timbul kekacauan dan akhirnya keputusan itulah yang dia ambil. Jadi sebelum mengambil sebuah keputusan alangkah baiknya memikirikannya dulu dengan masak dan mempertimbangkan akibatnya ke depan.

Selamat menonton.

1 komentar:

  1. makasih reviewnya penasaran sekali. dulu pasti langsung nonton tapi sekarang agak ragu mau nonton ke bisokop

    BalasHapus