Selasa, 09 November 2021

# Cerita # curhat

Lima Lagu Jawa Favorit



Jujur meskipun saya orang Jawa tulen, dalam artian bapak ibu orang Jawa, lahir besar di Jawa, namun saya kurang melirik lagu Jawa. Apa sebabnya sayapun tak tahu, padahal tetangga sebelah dulu suka sekali memutar lagu-lagu Didi Kempot dengan volume tinggi kayak mau nikahan. 

Namun seiring berjalannya waktu saya mulai menyukai lagu Jawa. Terutama lagunya Didi Kempot yang mempermak lagu-lagu anak band menjadi versi Jawa hehehe. Tapi kemudian saya males, lagunya sedih semua soalnya. 

Hingga suatu hari ada seorang teman yang membuat saya tertarik untuk kembali mendengarkan lagu Jawa. Lagu-lagu yang direkomendasikan juga cukup apik. Tapi karena saya memang buta lagu Jawa gak tahu nama penyanyi dan judul lagunya ya akhirnya pure semua playlist saya adalah rekomendasi teman tadi. Dan ternyata lagu-lagu tersebut viral di tiktok. Pas ditanya junior di kantor sudah hafal dong judul lagu dan penyanyinya. Hehehe gak kalah gaul sama anak-anak muda kan.

Terus lagu apa saja yang menjadi favorit saya? Dari sekian banyak rekomendasi yang diberikan teman tadi (aslinya saya yang maksa hahaha) ini dia Lima lagu Jawa Favorit saya.

1. LDR ( Layang Dungo Restu)



Saya gak suka lagu sedih, eh malah direkomendasikan lagu ini. Bukan lagu patah hati sih tapi kerinduan itu kan juga menyiksa ya. Pengen ketemu gak bisa. Walaupun zaman kini sudah bisa video call tetap saja rasanya beda. Apalagi para pejuang LDR pasti sudah khatam suka dukanya.

Lagu ini banyak versi mulai dari Happy Asmara, Justin Lee dan lain-lain. Tapi yang paling saya suka versinya Happy Asmara

2. Widodari



Lagu ini romantis banget. Menceritakan tentang seorang cowok yang patah hati dan akhirnya menemukan tambatan hati. Bikin klepek-klepek pokoknya. Tapi kalau nonton video klipnya kita akan mendapatkan ending yang ngetwist banget. Cobain deh kalau gak percaya.

3. Satru



Saya pernah bertanya pada Ibu sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar tentang arti satru. Kata ibu saya satru artinya musuhan atau pertengkaran. Pas lihat judul lagu ini saya jadi ingat ibu dan pertanyaan saya itu. Kisah lagunya sih gak sedih-sedih banget cuma kesalahpahaman yang bikin pasangan ini bertengkar. 

Penyanyinya konon kabarnya memang sempat jadian, tapi sudah putus. Sayang banget ya, padahal fansnya banyak yang suka sama pasangan ini. Video klipnya bagus juga lho, meski endingnya bikin nyesek. 

4. Sebatas Teman



Lagu ini pilu dan sedih, dan saya yakin banyak yang mengalaminya. Dimana salah satunya berharap hubungan lebih tapi ternyata pihak yang lain hanya menganggap teman. Pedih sih tapi namanya perasaan tidak bisa dipaksakan. Tapi kalau jodoh pada suatu hari nanti pasti akan dibukakan pintu hatinya untukmu #eh


5. Mendung Tanpo Udan



Nah ini ni lagu yang paling viral di tiktok. Sampai-sampai sudah hafal dengan koreografi versi tiktoknya. Lagu sedih jadi pargoy memang tiktok jagonya.

Kisahnya tentang sebuah hubungan yang tidak sesuai harapan. Hiks so sad. Kalau nonton video klipnya sedih banget pas cowoknya bilang bahwa hubungan yang sudah terjalin hanya membuang waktunya dan ternyata si Ceweknya ternyata memang hanya menganggap teman. Ini sih namanya PHP. Tapi meski sedih lagunya tetap asyik kok.

Itu dia Lima lagu Jawa Favorit saya. Playlistnya langsung di save di Spotify aja biar gak cari-cari lagi kalau mau muter. Tapi ini Spotify versi web ya soalnya kalau versi android suka nambah-nambah lagu sendiri. Meski lagunya ambyar tapi tetap bikin semangat buat kerja heheh, setuju gak?

4 komentar:

  1. Kalo lagu Jawa, mungkin suamiku yg lebih tahu, tapi dia cendrung nya tahu yg campur sari. Kalo murni Jawa mungkin ga mudeng juga 😅. Aku bukan orang sih mba, tapi kalo suami atau mertua setel musik2 yg ada bahasa jawanya, aku jadi tahu, walopun ga ngerti lirik, ga ngerti juga siapa yg nyanyi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga lagu modern kok mbak kalau yang Jawa tulen saya gak suka hahaha

      Hapus
  2. aku juga orang jawa , ibuku suka dengerin karawitan, tapi aku baru suka setelah ada campursarinya didi kempot

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak saya juga kurang suka karawitan, lebih suka yang campur sari hehe

      Hapus