Rabu, 12 Mei 2021

# blogger perempuan # BPN Ramadan 2021

Momen Lebaran Yang Paling Berkesan

 



 

Setiap momen lebaran merupakan momen special. Terutama ketika momen sungkeman. Betapa kita sebagai anak telah banyak menyusahkan dan berbuat salah kepada kedua orang tua. Hal itulah yang membuat kita, sebagai anak tidak akan pernah bisa membalas jasa kedua orang tua.

 

Momen itu ketika kami semua bisa berkumpul bersama di tahun 2015. Tahun itu saya baru punya anak satu kakak dan adik saya masing-masing sudah dua. Ibu masih sehat, nenek yang mengasuh adik saya juga masih sehat dan bisa berkumpul bersama kami. Dan ini merupakan lebaran terakhir kami bersama dengan formasi lengkap.

 

Ketika bisa berkumpul dengan formasi lengkap begitu kami bisa bernostalgia. Bisa kembali mengenang masa lalu yang kadang indah, menyebalkan atau bahkan sedih. Kami berasa remaja lagi dan seru. Sedangkan bapak dan ibu meski kadang menganggap kami sudah besar tapi sering juga menganggap kami anak kecil, kadang kena marah.

 

Tahun 2016 kami berkumpul lagi tapi tanpa ibu. Karena pada bulan Ramadan Allah telah memanggilnya. Memang cara yang indah beliau mengumpulkan kami kembali, namun dengan cara yang sangat menyedihkan. Padahal saya sangat berharap ibu bisa hadir ketika saya melahirkan anak ketiga nanti, tapi ternyata tak bisa.

 

Hal yang sangat menyedihan karena lebaran hanya tinggal beberapa hari. Bapak bahkan sempat tidak mau lebaran. Ketika lebaran tiba Bapak selalu menangis menceritakan kepergian ibu yang mendadak. Apalagi kami anak-anak yang tidak bisa selalu bersama ibu, lebih sedih dan kaget dengan kepergian beliau yang sangat mendadak.

 

Ibu memang sudah tidak ada, namun beliau selalu hidup dengan nasehat-nasehatnya. Setelah ibu pergi kami berencana untuk selang seling pulang lebaran. Tahun 2018 adalah kepulangan terakhir kami saat lebaran, karena tahun 2020 dan tahun 2021 pemerintah melarang warganya untuk mudik karena pandemi.

 

Besar harapan kami pandemi segera berlalu dan kami bisa berkumpul kembali saat lebaran. Meski tanpa ibu saya juga masih memilik Bapak yang selalu saya rindukan.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar