Minggu, 18 April 2021

# blogger perempuan # BPN Ramadan 2021

Pencapaian Tertinggi Dalam Hidupku


Tak terasa waktu terus berjalan, hingga saat di usiaku yang sudah kepala tiga. Tentu saja jika berbicara tentang pencapaian kadang membuatku bingung untuk menjawabnya. Namun akan coba kujabarkan satu persatu.

 

Masa Sekolah

Dulu waktu sekolah pencapaian tertinggi adalah bisa mendapatkan rangking paling tidak lima atau sepuluh besar di kelas. Tentu saja itu adalah kebanggaan tersendiri bagiku dan orangtuaku. Namun saat masih duduk di bangku sekolah saya selalu takut sesumbar, takut kalau hari ini sesumbar besok mendapatkan kejatuhan. Dan prinsip itu selalu saya pegang hingga sekarang.

 

Ketika lulus SMA, pencapaian tertinggi adalah bisa masuk perguruan tinggi favorit. Saat itu aku hamper putus asa karena tidak diterima di perguraun tinggi impianku. Namun kekecewaan itu terbayar manakala aku diterima di salah satu perguruan tinggi kedinasan. Masa depan indah sudah tergambar jelas. Dan lagi-lagi orangtuaku pasti bangga dan bahagia.

 

Ketika lulus kuliah pencapaian tertinggi adalah ketika mendapatkan nilai IPK yang juga memuaskan. Bahkan masuk dalam 20 besar kala itu. Suatu hal yang tidak disangka karena saat kuliah aku merasa pelajarannya cukup sulit.

 

Masa Bekerja

Awal-awal penempatan pencapaian tertinggi adalah bisa ditempatkan di kantor pusat, namun itu berlaku hanya pada sebagian anak lulusan baru. Tidak termasuk saya, akan tetapi waktu itu ditempatkan di kantor provinsi merupakan pencapaian tertinggi menurut saya waktu itu.

 

Seiring berjalannya waktu tentu saja penempatan dimana bukan lagi menjadi tolok ukur. Nyatanya mereka yang di kantor pusat maupun peovinsi masih begitu-begitu saja dalam waktu 4 tahun. Di tahun ke empat saya sangat bersyukur mendapat promosi meskipun ada kesedihan disana.

 

Pada akhir tahun 2019 saya merasa bangga bisa naik podium karena menjadi tim dengan presentasi terbaik dimana saya yang menjadi narasumbernya. Alhamdulillah wa syukurillah. Saat ini terus bekerja dengan baik agar bisa memajukan instasi dan mengembangkan diri.

 

Masa Berbisnis

Orang tua saya dulunya juga abdi negara dan pebisnis, dan jejak itupun saya ikuti. Bahkan bisnis orang tua berjalan dengan baik hingga sekarang dan omzetnya bisa puluhan juta sehari.

 

Dalam berbisnis memang banyak kendala yang dihadapi. Yang paling berat adalah melawan diri sendiri yang kadang timbul malasnya. Padahal semangat membara itu diperlukan. Menjadi 25 besar dalam tim marketer saat ini merupakan pencapain yang cukup membanggakan meski saya belum puas. Hal itu menunjukkan bahwa ternyata saya juga bisa berbisnis kan.

 

Sebagai manusia biasa kita memang selalu merasa tidak puas. Namun halau rasa ketidakpuasan itu dengan rasa syukur, karena apa yang diberikan oleh-Nya adalah yang terbaik untuk kita. Yang penting ikhtiar sudah maksimal, soal hasil sudah ada penentunya sendiri.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar