Sabtu, 09 Mei 2020

# fiksi # Flash Fiction

Celengan

Si Sulung dan Si Tengah merengek minta celengan. Katanya mau menabung. Hehehe bagus juga sih pikir Emak. Soalnya celengan yang lama juga sudah rusak alais sudah dibobol.


Akhirnya Bapak sendiri yang turun membeli. Emak dan anak-anak menunggu di dalam mobil, kebetulan aktivitas Bapak terlihat dari dalam mobil.


“Lihat tuh Bapak mengambil celengan Pikachu,” ujar Emak.


Perhatian anak-anakpun teralihkan. 


“Untuk aku ya Mak,” ujar Si Tengah.


“Ya,” jawab Emak.


“Nah tu Bapak ambil celengan apa tu?” terlihat Bapak mengambil celengan berwarna merah.


“Kayaknya celengan iron man, yeay untuk aku!” teriak Si Sulung.


“Untuk aku!” tiba-tiba Si Bungus protes.


Tapi keriuhan kembali terjadi manakala Bapak meletakkan celengan pikachunya. Si Tengah yang sudah kepincut sama celengan tersebut mulai protes. Tapi kemudian dia diam ketika gantinya adalah celengan kuda poni.


Sementara itu Si Sulung dan Si Bungsu sama-sama ngotot maunya celengan Iron Man.


“Udah stop! Mas kamu bilang sama Bapak apa celengan yang dimaui adek-adek ini ya,” perintah Emak.


Si Sulung langsung siap sedia dan melangkah keluar. Namun baru selangkah dia sudah balik masuk mobil lagi. Sementara pramuniaga yang melihatnya dan Emak tertawa-tawa.


“Sudahlah Mak!” Si Sulung merasa malu. Bagaimana tidak dia turun mengenakan helm dan bantal leher. Lupa kalau masih asyik main Iron Man dengan adik bungsunya.


“Mak tadi mau bilang tapi kamu udah lari duluan.”


-end-




2 komentar:

  1. Aku bayangin jadi ketawa dan malu sendiri kalau sampai kejadian sama aku wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha padahal baru ngebayangin ya mbak udah malu hihihi

      Hapus