Kamis, 14 Mei 2020

5 Tips Manajemen Keuangan Untuk Bisnis

manajemen-keuangan
Manajemen keuangan untuk bisnis itu gampang-gampang susah. Jika tidak pandai dalam melakukannya biasanya modal akan habis begitu saja, untungpun tak nampak wujud rupanya. Maka dari itu penting kiranya untuk mengelola manajemen keuangan untuk bisnis. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar manajemen keuangan untuk bisnis bisa dikelola dengan baik. 

1. Pisahkan Keuangan Bisnis dan Rumah Tangga 

Banyak pengusaha terutama yang masih skala kecil dan rumahan merasa bahwa memisahkan keuangan bisnis dan rumah tangga itu tidak perlu. Toh hasilnya belum banyak, begitu pikir beberapa pebisnis pemula. 

Padahal memisahkan keuangan ini diperlukan agar kita bisa memanajemen keuangan bisnis dengan baik. Dengan memisahkan keuangan bisnis dan rumah tangga kita akan melihat mana hasil bisnis kita selama ini. Modal awal pun dipegang, untungnya pun bisa digunakan untuk menambah modal atau mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

2. Tertib Pencatatan 

Hal yang satu ini penting tetapi terkadang disepelekan. Ya pencatatan keuangan. Banyak yang merasa karena usahanya masih kecil pencatatan tidak diperlukan. Hasilnya ya untung atau rugi tidak kelihatan. Modal habis untuk konsumi juga tidak kelihatan. Maka dari itu penting sekali untuk tertib melakukan pencatatan keuangan bisnis. 

3. Rutin Menyusun Anggaran 

Menyusun anggaran merupakan bagian yang tak kalah penting. Apa saja yang diperlukan dalam bisnis wajib dicatat untuk kemudian dicari sumber anggarannya. 

Untuk menyusun anggaran ini bisa dilakukan mingguan, bulanan bahkan tahunan. Untuk membuat anggaran tentu saja kita harus tahu pengeluaran apa saja yang wajib. Pengeluaran sendiri ada dua macam yaitu pengeluaran rutin dan tidak rutin. 

Pengeluaran rutin contohnya listrik, bahan bakar, alat pembungkus (kalau berjualan online) dan lain-lain. Dalam perencanaan awal kita memang hanya bisa mengira dengan target yang sudah dimiliki. Sedangkan di  bulan selanjutnya bisa berkaca dari bulan sebelumnya. 

Susun anggaran secermat mungkin, agar deviasi kekurangan atau kelebihannya tidak terlalu besar. 

4. Buat Target Pendapatan 

Jangan takut dengan target. Target akan membuat kita semakin bersemangat dalam berusaha  . Ibarat mau jalan-jalan kemana tujuan harus jelas, kalau tidak malah akan terjadi pemborosan bahan bakar karena jalan tak tentu arah. 

Setelah menyusun anggaran kita jadi tahu berapa kebutuhan kita untuk usaha. Selanjutnya kita juga harus tahu berapa banyak keuntungan yang ingin kita raih. Dengan begitu kita akan lebih terarah dalam menentukan target seperti berapa banyak produk harus terjual dalam harian, mingguan, bulanan dan tahunan. 

Kadang ketika kita melakukan pinjaman untuk modal bisnis hal ini juga harus dimasukkan dalam target keuntungan. Karena pinjaman kita bayar dari keuntungan bukan? Setelah keuntungan dikurangi dengan pinjaman makan akan didapatkan keuntungan bersih yang dapat kita nimati atau bisa juga dijadikan tambahan modal usaha. 

5. Alokasi Keuntungan Untuk Tambahan Modal 

Seperti yang sudah disinggung di poin-poin sebelumnya, keuntungan dapat kita nikmati atau dapat digunakan sebagai tambahan modal usaha. Tentu saja jika ingin bisnis lebih berkembang kita harus mau berkorban. Dalam artian menyisihkan sebagian keuntungan untuk tambahan modal usaha. 

Keuntungan yang dialokasikan untuk tambahan modal ini bisa kita buat dalam bentuk persentase. Persentasenya juga sesuai dengan kemampuan finansial kita masing-masing. Pengeluaran konsumsi sebaiknya juga dihemat jika perlu agar bisnis berkembang dan akhirnya bisa menikmati hasilnya. 

Itulah lima tips manajemen keuangan untuk bisnis. Mudah dibaca namun terkadang sulit diterapkan. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan kita semua dapat meraih kesuksesan.


2 komentar:

  1. Tips praktis ini mbak, buat yang mau mengembangkan bisnis seusai pandemic ini..

    BalasHapus