Selasa, 19 Mei 2020

5 Menu Praktis Untuk Buka dan Sahur

22.43 0 Comments

Bulan Ramadhan memang bulan istimewa bagu umat muslim. Bagaimana tidak? Di bulan ini dosa-dosa banyak diampuni dan pahala banyak dilipatgandakan. Selain ibadah ada satu hal menarik selama Ramadhan ini yaitu makanan.

Ramadhan-ramadhan sebelumnya mungkin kita masih bebas menemukan jajanan khas bulan Ramadhan seperti kolak, es buah, kurma dan lain-lain. Namun saat ini karena merebaknya virus corona dan masyarakat diwajibkan untuk di rumah saja, belanja-belanja makanan selama Ramadhan jadi berkurang. Diganti dengan memasak sendiri berbagai masakan baik untuk hidangan berbuka maupun sahur.

Bisa dipastikan banyak emak-emak rempong di luar sana. Masak ini masak itu, udah macem-macem dimasak, udah lelah badan eh ternyata masakannya nggak habis. Duh sedih ya Mak. Nah pada postingan kali ini saya akan membagikan menu praktis untuk
buka dan sahur.

Sebagai emak dengan tiga anak yang masih kecil, waktu saya cukup terbatas. Mereka adalah prioritas utama, namun menyajikan makanan juga tidak boleh dilepaskan begitu saja. Makanya saya coba siasati agar setiap memasak hidangan buka dan sahur menjadi lebih praktis.

1. Sambal

Orang di tempat saya menyebutnya sambal, kalau bahasa tenarnya balado. Sebenarnya cabai yang dimasak kemudian nanti dicampurkan ke aneka lauk seperti ikan, ayam, tahu, tempe, telur dan lain-lain. Tapi cukup ribet juga kalau harus menyiapkannya per hari. Untuk itu saya membuat sambal untuk seminggu sekaligus.

Biasanya saya buat pada hari-hari libur yaitu di hari Sabtu atau Minggu, soalnya walaupun banyak yang mengira saya libur WFH cukup menyita waktu. Biar hemat tenaga saya juga menggunakan blender untuk menggiling cabai dan teman-temannya. Oke ini dia resepnya.

Balado:
200 gram cabai merah
1 buah tomat ukuran besar
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
garam sesuai selera
penyedap masakan sesuai selera
6 sdm minyak goreng

Cara membuat:
1. Haluskan cabai, tomat, bawang merah dan bawang putih hingga halus.
2. Panaskan minyak goreng dan tuangkan cabai dan yang lainnya yang telah dihaluskan.
3. Tambahkan garam dan penyedap rasa.
4. Masak hingga matang

Menurut saya kematangan sambal ini jika sudah mengelurkan harum bawang dan cabai berubah dari merah menjadi agak oranye. Simpan dalam kulkas jika sambal sudah dingin.

Sambal ini siap dijadikan bumbu nasi goreng, balado kentang, balado telur, balado ikan, balado ayam dan lain-lain. Bahan-bahannya tinggal goreng dan campur sama baladonya. Praktis bukan?

2. Seafood Lapis Tepung

Membuat makanan yang dilapisi tepung juga cukup praktis, namun agar lebih praktis lagi saya membuatnya sebagai frozen food. Lumayan kan tinggal goreng-goreng saja. Apalagi saat sahur tidak perlu lagi bergelimang dengan tepung.

Anak-anak biasanya lahap kalau masakannya kayak gini. Cara membuatnya juga cukup mudah.

Bahan:
500 gr udang yang sudah dibuang kulitnya atau cumi yang sudah dipotong-potong.
1 butir telur kocok lepas
Tepung bumbu sesuai kebutuhan
Minyak goreng untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Celupkan udang/cumi ke dalam telur.
2. Angkat dari celupan telur kemudian celupkan ke dalam tepung bumbu.
3. Ulangi sekali lagi langkah 1 dan 2 , biasanya hasil tepungnya lebih keriting. Tapi kalau malas, sekali sudah cukup.
4. Goreng dalam minyak goreng panas. 
5. Jika ingin langsung dimakan goreng hingga matang, jika ingin disimpan goreng sebentar kemudian tiriskan dan simpan di frezeer menggunakan wadah.

Setengah kilo biasanya bisa tiga kali goreng untuk anak-anak, praktisnya untuk menggoreng berikutnya tidak perlu ribet celap-celup lagi. Tinggal keluarkan dari kulkas sebentar kemudian goreng hingga matang. 

3. Tahu Isi dan Risoles

Di daerah saya tinggal tahu isi kebanyakan isi mihun atau bakso, jarang yang isi sayur. Padahal saya paling suka yang isi sayur. Nah yang isi sayurpun sebenarnya diisi dengan sayur mentah yang dibumbuin. Tapi demi kepraktisan saya buat isi yang win-win solution untuk tahu isi dan risolesnya.

Isi risolespun disini kebanyakan mihun, jarang menemukan yang isi sayur. Sebenarnya isi risoles yang enak itu yang pakai ayam. Tapi kayaknya tahu isi ala-ala risoles agak aneh deh makanya disamain aja isinya.

Saya juga bikin sekaligus banyak, untuk menu takjil tinggal goreng saja.

Bahan:
10 buah tahu pong atau tahu biasa digoreng kering
20 lembar kulit lumpia
100 gram wortel iris korek api

100 gram kubis iris tipis
1 siung bawang putih
3 siung bawang merah
garam secukupnya
penyedap rasa secukupnya
sedikit minyak untuk menumis

Cara membuat:
1. Haluskan bawang merah dan bawang putih
2. Tumis hingga harum kemudian masukkan wortel dan kubis.
3. Tambahkan garam dan penyedap rasa, tambahkan sedikit air dan biarkan hingga lunak sambil sesekali diaduk.
4. Dinginkan, kemudian isikan ke tahu dan kulit lumpia
5. Untuk tahu sebelum digoreng celup dulu dalam tepung yang diberi air, untuk risoles langsung digoreng saja, sisanya masukkan dalam freezer dalam wadah tertutup.

4. Chicken Strips

Yang satu ini juga termasuk favorit anak-anak. Lebih mudah membuatnya dan tinggal dimasukkan dalam freezer.

Bahan:
Dada ayam buang kulitnya potong memanjang
1 siung bawang putih
2 siung bawang merah
garam secukupnya
penyedap rasa secukupnya
1 butir telur
Tepung panir secukupnya

Cara membuat:
1. Haluskan bawang merah dan bawang putih
2. Campurkan bumbu halus tersebut ke dalam dada ayam beserta garam dan penyedap rasa. Bumbui diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.
3. Celupkan ke dalam telur
4. Gulingkan ke dalam tepung panir hingga seluruh bagian dagingnya tertutup.
5. Bisa langsung digporeng atau disimpan dalam freezer dalam wadah tertutup.

5. Piscok

Panganan ini cocok juga untuk dijadikan menu takjil. Di hari-hari biasa piscok sangat mudah ditemui, namun pada saat puasa sepertinya jarang yang menyajikan makanan ini. Caranya juga cukup mudah. Kuncinya ada pada pisang dan coklatnya.

Bahan:
4 buah pisang kepoh, bagi empat memanjang
16 lembar kulit lumpia
mentega
selai cokelat

Cara membuat:
1. Olesi kulit lumpia dengan mentega kemudian olesi dengan selai cokelat.
2. Masukkan pisang kemudian gulung memanjang, agar ujung-ujungnya menutup beri sedikit air kemudian lekatkan.
3. Bisa langsung di goreng atau dimasukkan dalam freezer.


Nah itu dia menu praktis untuk buka dan sahur. Kunci kepraktisannya adalah karena berbagai menu tersebut bisa disimpan dalam freezer, sehingga ketika waktu terdesak bisa tinggal goreng tanpa banyak menghabiskan waktu.

Meksi postingan ini agak terlambat karena puasa tinggal beberapa hari lagi, bisa juga diterapkan untuk hari-hari biasa. Agar ibu walaupun bolak-balik masak tapi nggak terlalu capek.

Semoga bermanfaat.

Tulisan diikutsertakan dalam challenge IIDN di  https://ibuibudoyannulis.com

Kamis, 14 Mei 2020

5 Tips Manajemen Keuangan Untuk Bisnis

09.35 2 Comments

manajemen-keuangan
Manajemen keuangan untuk bisnis itu gampang-gampang susah. Jika tidak pandai dalam melakukannya biasanya modal akan habis begitu saja, untungpun tak nampak wujud rupanya. Maka dari itu penting kiranya untuk mengelola manajemen keuangan untuk bisnis. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar manajemen keuangan untuk bisnis bisa dikelola dengan baik. 

1. Pisahkan Keuangan Bisnis dan Rumah Tangga 

Banyak pengusaha terutama yang masih skala kecil dan rumahan merasa bahwa memisahkan keuangan bisnis dan rumah tangga itu tidak perlu. Toh hasilnya belum banyak, begitu pikir beberapa pebisnis pemula. 

Padahal memisahkan keuangan ini diperlukan agar kita bisa memanajemen keuangan bisnis dengan baik. Dengan memisahkan keuangan bisnis dan rumah tangga kita akan melihat mana hasil bisnis kita selama ini. Modal awal pun dipegang, untungnya pun bisa digunakan untuk menambah modal atau mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

2. Tertib Pencatatan 

Hal yang satu ini penting tetapi terkadang disepelekan. Ya pencatatan keuangan. Banyak yang merasa karena usahanya masih kecil pencatatan tidak diperlukan. Hasilnya ya untung atau rugi tidak kelihatan. Modal habis untuk konsumi juga tidak kelihatan. Maka dari itu penting sekali untuk tertib melakukan pencatatan keuangan bisnis. 

3. Rutin Menyusun Anggaran 

Menyusun anggaran merupakan bagian yang tak kalah penting. Apa saja yang diperlukan dalam bisnis wajib dicatat untuk kemudian dicari sumber anggarannya. 

Untuk menyusun anggaran ini bisa dilakukan mingguan, bulanan bahkan tahunan. Untuk membuat anggaran tentu saja kita harus tahu pengeluaran apa saja yang wajib. Pengeluaran sendiri ada dua macam yaitu pengeluaran rutin dan tidak rutin. 

Pengeluaran rutin contohnya listrik, bahan bakar, alat pembungkus (kalau berjualan online) dan lain-lain. Dalam perencanaan awal kita memang hanya bisa mengira dengan target yang sudah dimiliki. Sedangkan di  bulan selanjutnya bisa berkaca dari bulan sebelumnya. 

Susun anggaran secermat mungkin, agar deviasi kekurangan atau kelebihannya tidak terlalu besar. 

4. Buat Target Pendapatan 

Jangan takut dengan target. Target akan membuat kita semakin bersemangat dalam berusaha  . Ibarat mau jalan-jalan kemana tujuan harus jelas, kalau tidak malah akan terjadi pemborosan bahan bakar karena jalan tak tentu arah. 

Setelah menyusun anggaran kita jadi tahu berapa kebutuhan kita untuk usaha. Selanjutnya kita juga harus tahu berapa banyak keuntungan yang ingin kita raih. Dengan begitu kita akan lebih terarah dalam menentukan target seperti berapa banyak produk harus terjual dalam harian, mingguan, bulanan dan tahunan. 

Kadang ketika kita melakukan pinjaman untuk modal bisnis hal ini juga harus dimasukkan dalam target keuntungan. Karena pinjaman kita bayar dari keuntungan bukan? Setelah keuntungan dikurangi dengan pinjaman makan akan didapatkan keuntungan bersih yang dapat kita nimati atau bisa juga dijadikan tambahan modal usaha. 

5. Alokasi Keuntungan Untuk Tambahan Modal 

Seperti yang sudah disinggung di poin-poin sebelumnya, keuntungan dapat kita nikmati atau dapat digunakan sebagai tambahan modal usaha. Tentu saja jika ingin bisnis lebih berkembang kita harus mau berkorban. Dalam artian menyisihkan sebagian keuntungan untuk tambahan modal usaha. 

Keuntungan yang dialokasikan untuk tambahan modal ini bisa kita buat dalam bentuk persentase. Persentasenya juga sesuai dengan kemampuan finansial kita masing-masing. Pengeluaran konsumsi sebaiknya juga dihemat jika perlu agar bisnis berkembang dan akhirnya bisa menikmati hasilnya. 

Itulah lima tips manajemen keuangan untuk bisnis. Mudah dibaca namun terkadang sulit diterapkan. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan kita semua dapat meraih kesuksesan.


Sabtu, 09 Mei 2020

Celengan

08.17 2 Comments

Si Sulung dan Si Tengah merengek minta celengan. Katanya mau menabung. Hehehe bagus juga sih pikir Emak. Soalnya celengan yang lama juga sudah rusak alais sudah dibobol.


Akhirnya Bapak sendiri yang turun membeli. Emak dan anak-anak menunggu di dalam mobil, kebetulan aktivitas Bapak terlihat dari dalam mobil.


“Lihat tuh Bapak mengambil celengan Pikachu,” ujar Emak.


Perhatian anak-anakpun teralihkan. 


“Untuk aku ya Mak,” ujar Si Tengah.


“Ya,” jawab Emak.


“Nah tu Bapak ambil celengan apa tu?” terlihat Bapak mengambil celengan berwarna merah.


“Kayaknya celengan iron man, yeay untuk aku!” teriak Si Sulung.


“Untuk aku!” tiba-tiba Si Bungus protes.


Tapi keriuhan kembali terjadi manakala Bapak meletakkan celengan pikachunya. Si Tengah yang sudah kepincut sama celengan tersebut mulai protes. Tapi kemudian dia diam ketika gantinya adalah celengan kuda poni.


Sementara itu Si Sulung dan Si Bungsu sama-sama ngotot maunya celengan Iron Man.


“Udah stop! Mas kamu bilang sama Bapak apa celengan yang dimaui adek-adek ini ya,” perintah Emak.


Si Sulung langsung siap sedia dan melangkah keluar. Namun baru selangkah dia sudah balik masuk mobil lagi. Sementara pramuniaga yang melihatnya dan Emak tertawa-tawa.


“Sudahlah Mak!” Si Sulung merasa malu. Bagaimana tidak dia turun mengenakan helm dan bantal leher. Lupa kalau masih asyik main Iron Man dengan adik bungsunya.


“Mak tadi mau bilang tapi kamu udah lari duluan.”


-end-




Jumat, 08 Mei 2020

Pulsa Listrik

08.45 28 Comments

Emak meringis saat mengecek saldo rekeningnya di akhir bulan. Sementara itu meteran listrik di teras sudah menjerit-jerit, tanda minta diisi.Jangan ditanya rekening Bapak ya, karena rekening yang satu itu khusus untuk bayar kreditan. 


“Padahal gajian tinggal dua hari lagi, coba beli pulsa listriknya bisa dua hari lagi,” gumam Emak meski tiu adalah suatu kemustahilan. Jangankan dua hari paling beberapa jam kedepan kwh listriknya sudah nol.


Emak kemudian mengecek marketplace tempat dia membeli pulsa. Masih ada sisa saldo dan poin yang bisa ditukar untuk belanja. Akhirnya Emak dapat ide untuk menggunakan segala daya agar pulsa bisa terbeli.


Emak masih asyik transfer ketika tiba-tiba pintu kamar mandi digedor.diiringi suara tangis yang dramatis.


“Maaakkk maaakkkk mas nakal Mak… hua hua hua ….,” jerit Si Tengah.


“Iya tunggu,” sahut Emak.


Emak memang sedang menggunakan gawainya di kamar mandi. Apalagi kalau bukan untuk menghindari perang dunia. Kamar mandi adalah tempat teraman karena bisa berdalih sedang mandi, pipis dan lain-lain.


“Maak cepatlah Mak…. hua … hua …,” Si Tengah makin menjadi.


Emak jadi gugup kalau sudah kayak gitu. Tapi akhirnya selesai juga transaksi yang harus dilakukannya. Tinggal menunggu nomor tokennya.


“Kenapa sayang?” Emak segera menggendong Si Tengah setelah sebelumnya menyembunyikan gawainya di dalam saku baju yang tergantung di kamar mandi.


“Mas nakal Mak, gak mau main sama aku,” adu Si Tengah.


Emak kemudian mengakurkan Si Tengah dan Si Sulung. Akhirnya mereka main bersama. Setelah kondisi aman, Emak mengambil pensil dan kertas, kembali masuk ke kamar mandi untuk mengecek token pulsa listrik.


“Aaaaaa!!!!” jerit Emak.


“Kenapa Mak?” tiga buat hati Emak langsung bersiaga di depan pintu kamar mandi.


“Ada kecoak kalian balik main lagi aja,” kata Emak, suaranya agak sendu. Apalagi token yang ditunggunya tidak muncul. Bukan karena kena tipu, tapi karena Emak salah beli, bukan pulsa listrik yang dibelinya tapi pulsa untuk kartu selulernya.


-end-