Senin, 20 April 2020

# Cerita # challenge

Mengenal Covid-19

Semenjak kemunculannya pada akhir tahun 2019 lalu di Wuhan, Cina saya menjadi super protektif terhadap anak-anak dan diri saya sendiri. Waktu itu saya begidik ngeri menyaksikan berita di televisi yang menyorot kota Wuhan menjadi seperti kota mati. Jujur saya takut, takut jika virus ini juga akan menyerang Indonesia.
Dan benar awal tahun 2020 virus ini mulai ada di Indonesia. Sayapun makin waspada. Apalagi semenjak social distancing mulai diterapkan. Suplemen kesehatan selalu saya minumkan, cuci tangan juga sudah menjadi rutinitas yang digiatkan. Bahkan mencuci tangan dengan tujuh langkahpun anak-anak sudah piawai. Meski suntuk hanya di rumah saja anak-anak tetap tidak saya perbolehkan kemanapun.

Lalu apa sih Covid-19, kenapa begitu ditakuti?

Covid merupakan singkatan dari coronavirus disease. Coronavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dapat menyerang hewan dan manusia dan beberapa diantaranya dapat menyebabkan batuk dan pilek hingga masalah yang lebih serius seperti MERS dan SARS. Sedangkan Covid-19 merupakan jenis virus baru yang sangat menular dan pertama kali ditemukan di Wuhan Cina.

Virus ini sendiri cukup unik, karena sebagaimana diketahui virus tidak dapat hidup pada benda mati, namun covid-19 mampu bertahan berhari-hari di benda mati seperti permukaan uang, logam dan lain-lain. Penelitan terbaru mengungkapkan bahwa virus ini juga mampu bertahan di udara selama berjam-jam. Itulah kenapa akhirnya WHO menghimbau semua orang agar mengenakan masker ketika keluar rumah, dan bukan hanya mereka yang sakit saja. 

Namun penyebaran utama adalah melalui cairan. Percikan-percikan ketika batuk maupun berbicara. Dan karena inilah social distancing diberakukan, menjaga jarak antara satu orang dengan orang yang lain agar tidak tertular. Selain secara langsung percikan yang jatuh ke permukaan benda juuga berpotensi menularkan penyakit. Yaitu ketika kita menyentuk benda tersebut kemudian langsung menyentuh mata, hindung atau mulut. Apalagi sekarang sudah ada golongan Orang Tanpa Gejala (OTG) dimana dia positif corona tapi tidak menunjukkan gejala apapun atau malah sehat-sehat saja.

Di Indonesia sendiri virus ini resmi menginfeksi warga negara kita sekitar Februari lalu. Saat itu saya yang sedang berada di luar kota ikut parno, bahkan hand sanitizer di Kota Pekanbaru langsung ludes. Di bulan Maret kondisi makin mengkhawatirkan. Padahal sudah banyak jadwal ke luar kota. Hingga akhirnya jadwal pertama keluar kota di bulan Maret dibatalkan. Menyisakan cerita luar biasa yang bisa dibaca di tulisan saya Semua Karena Corona.

Bagi saya keadaan makin mencekam.Sehingga anjuran pemerintah untuk melakukan hal-hal berikut saya patuhi
1. Mencuci Tangan

Setelah beraktifitas di luar rumah kita wajib untuk  mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika tidak ditemukan air gunakan antiseptik yang berbahan dasar alkohol. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh virus yang kemungkinan menempel di tangan kita.

2. Jaga Jarak

Kita diwajibkan menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1 meter. Bahkan masjid yang masih menyelenggarakan sholat berjamaah juga memberikan jarak 1 meter untuk safnya. Hal ini dimaksudkan agar percikan cairan dari orang yang mungkin mengajak kita ngobrol tidak sampai mengenai kita. Karena virus ini awalnya diyakini menular melalui cairan.

3. Hindari Menyentuh Mata, Hidung dan Mulut

Terutama ketika belum cuci tangan. Karena area muka adalah area yang sering kita sentuh dan tiga tempat diatas merupakan titik masuknya virus ke dalam tubuh. Jadi dikhawatirkan menyentuh area tersebut dapat menyebabkan kita terinfeksi covid-19.

4. Di Rumah Saja

Semenjak instruksi Work From Homo dan School From Home kami berdiam di rumah saja. Untuk membeli segala sesuatu paling Bapaknya saja yang keluar. Karena jika sering-sering keluar rumah resikonya lebih tinggi. Apalagi semenjak diumumkan ada kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) virus corona. 


Sayangnya sebagian besar masyarakat masih menganggap enteng masalah virus ini. Buktinya orang masih sering keluar rumah tanpa masker. Masih suka berkumpul-kumpul lebih dari sepuluh orang. Kalau tidak dihalau polisi ya nggak bakalan bubar. Nah yang begini ini yang bikin khawatir, takut kalau tiba-tiba jumlah pasien positif langsung meledak.

Apa saja gejala yang timbul ketika virus ini menjangkiti kita?

1. Demam diatas 38 derajat celcius.
2. Batuk kering.
3. Sesak nafas.

Jika kamu mengalami gejala tersebut kurang dari empat belas hari setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit atau kontak erat dengan penderita covid-19 kamu wajib melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Beberapa orang mungkin mengalami ketakutan untuk di karantina sehingga beberapa pasien tidak mengaku habis bepergian dari daerah terjangkit dan bahkan ada pula yang melarikan diri seperti yang sering kita baca atau saksikan di berita. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti ini, karena bukannya memutus mata rantai malah membuat pemerintah kesusahan karena makin banyak ODP dan bahkan mungkin PDP. Resiko penularanpun makin tinggi. 

Meskipun menurut penelitian infeksi virus ini dapat disembuhkan namun bagi beberapa orang bisa menjadi sangat mematikan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi serta lansia.

Maka dari itu penting bagi kita untuk melaksanakan anjuran pemerintah dan WHO. Jaga imunitas tubuh juga sangat diperlukan saat ini. Rajin konsumsi buah, sayur, minum air putih delapan gelas sehari dan olahraga. Selain itu menambah konsumsi suplemen untuk meningkatkan imunitas juga bisa dilakukan.




Referensi :

2 komentar:

  1. Berasa lagi perang dengan musuh yang ghaib ya, Mbak. Nggak kelihatan, tapi mematikan.

    BalasHapus