Senin, 20 April 2020

Mengenal Covid-19

18.32 2 Comments
Semenjak kemunculannya pada akhir tahun 2019 lalu di Wuhan, Cina saya menjadi super protektif terhadap anak-anak dan diri saya sendiri. Waktu itu saya begidik ngeri menyaksikan berita di televisi yang menyorot kota Wuhan menjadi seperti kota mati. Jujur saya takut, takut jika virus ini juga akan menyerang Indonesia.
Dan benar awal tahun 2020 virus ini mulai ada di Indonesia. Sayapun makin waspada. Apalagi semenjak social distancing mulai diterapkan. Suplemen kesehatan selalu saya minumkan, cuci tangan juga sudah menjadi rutinitas yang digiatkan. Bahkan mencuci tangan dengan tujuh langkahpun anak-anak sudah piawai. Meski suntuk hanya di rumah saja anak-anak tetap tidak saya perbolehkan kemanapun.

Lalu apa sih Covid-19, kenapa begitu ditakuti?

Covid merupakan singkatan dari coronavirus disease. Coronavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dapat menyerang hewan dan manusia dan beberapa diantaranya dapat menyebabkan batuk dan pilek hingga masalah yang lebih serius seperti MERS dan SARS. Sedangkan Covid-19 merupakan jenis virus baru yang sangat menular dan pertama kali ditemukan di Wuhan Cina.

Virus ini sendiri cukup unik, karena sebagaimana diketahui virus tidak dapat hidup pada benda mati, namun covid-19 mampu bertahan berhari-hari di benda mati seperti permukaan uang, logam dan lain-lain. Penelitan terbaru mengungkapkan bahwa virus ini juga mampu bertahan di udara selama berjam-jam. Itulah kenapa akhirnya WHO menghimbau semua orang agar mengenakan masker ketika keluar rumah, dan bukan hanya mereka yang sakit saja. 

Namun penyebaran utama adalah melalui cairan. Percikan-percikan ketika batuk maupun berbicara. Dan karena inilah social distancing diberakukan, menjaga jarak antara satu orang dengan orang yang lain agar tidak tertular. Selain secara langsung percikan yang jatuh ke permukaan benda juuga berpotensi menularkan penyakit. Yaitu ketika kita menyentuk benda tersebut kemudian langsung menyentuh mata, hindung atau mulut. Apalagi sekarang sudah ada golongan Orang Tanpa Gejala (OTG) dimana dia positif corona tapi tidak menunjukkan gejala apapun atau malah sehat-sehat saja.

Di Indonesia sendiri virus ini resmi menginfeksi warga negara kita sekitar Februari lalu. Saat itu saya yang sedang berada di luar kota ikut parno, bahkan hand sanitizer di Kota Pekanbaru langsung ludes. Di bulan Maret kondisi makin mengkhawatirkan. Padahal sudah banyak jadwal ke luar kota. Hingga akhirnya jadwal pertama keluar kota di bulan Maret dibatalkan. Menyisakan cerita luar biasa yang bisa dibaca di tulisan saya Semua Karena Corona.

Bagi saya keadaan makin mencekam.Sehingga anjuran pemerintah untuk melakukan hal-hal berikut saya patuhi
1. Mencuci Tangan

Setelah beraktifitas di luar rumah kita wajib untuk  mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika tidak ditemukan air gunakan antiseptik yang berbahan dasar alkohol. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh virus yang kemungkinan menempel di tangan kita.

2. Jaga Jarak

Kita diwajibkan menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1 meter. Bahkan masjid yang masih menyelenggarakan sholat berjamaah juga memberikan jarak 1 meter untuk safnya. Hal ini dimaksudkan agar percikan cairan dari orang yang mungkin mengajak kita ngobrol tidak sampai mengenai kita. Karena virus ini awalnya diyakini menular melalui cairan.

3. Hindari Menyentuh Mata, Hidung dan Mulut

Terutama ketika belum cuci tangan. Karena area muka adalah area yang sering kita sentuh dan tiga tempat diatas merupakan titik masuknya virus ke dalam tubuh. Jadi dikhawatirkan menyentuh area tersebut dapat menyebabkan kita terinfeksi covid-19.

4. Di Rumah Saja

Semenjak instruksi Work From Homo dan School From Home kami berdiam di rumah saja. Untuk membeli segala sesuatu paling Bapaknya saja yang keluar. Karena jika sering-sering keluar rumah resikonya lebih tinggi. Apalagi semenjak diumumkan ada kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) virus corona. 


Sayangnya sebagian besar masyarakat masih menganggap enteng masalah virus ini. Buktinya orang masih sering keluar rumah tanpa masker. Masih suka berkumpul-kumpul lebih dari sepuluh orang. Kalau tidak dihalau polisi ya nggak bakalan bubar. Nah yang begini ini yang bikin khawatir, takut kalau tiba-tiba jumlah pasien positif langsung meledak.

Apa saja gejala yang timbul ketika virus ini menjangkiti kita?

1. Demam diatas 38 derajat celcius.
2. Batuk kering.
3. Sesak nafas.

Jika kamu mengalami gejala tersebut kurang dari empat belas hari setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit atau kontak erat dengan penderita covid-19 kamu wajib melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Beberapa orang mungkin mengalami ketakutan untuk di karantina sehingga beberapa pasien tidak mengaku habis bepergian dari daerah terjangkit dan bahkan ada pula yang melarikan diri seperti yang sering kita baca atau saksikan di berita. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti ini, karena bukannya memutus mata rantai malah membuat pemerintah kesusahan karena makin banyak ODP dan bahkan mungkin PDP. Resiko penularanpun makin tinggi. 

Meskipun menurut penelitian infeksi virus ini dapat disembuhkan namun bagi beberapa orang bisa menjadi sangat mematikan. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi serta lansia.

Maka dari itu penting bagi kita untuk melaksanakan anjuran pemerintah dan WHO. Jaga imunitas tubuh juga sangat diperlukan saat ini. Rajin konsumsi buah, sayur, minum air putih delapan gelas sehari dan olahraga. Selain itu menambah konsumsi suplemen untuk meningkatkan imunitas juga bisa dilakukan.




Referensi :

Rabu, 08 April 2020

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Pada Pria Dengan Beberapa Latihan

09.43 6 Comments

Mungkin hampir semua pria akan mengalami ejakulasi dini. Hanya saja, pengetahuan terkait ejakulasi dini ini masih minim dimiliki oleh segelintir masyarakat. Belajar terkait hubungan seks bukanlah hal yang tabu, bisa jadi malah akan meningkatkan keharmonisan rumah tangga Anda dengan pasangan.
Berikut ini adalah ulasan mengenai ejakulasi dini yang kerapkali masih menjadi momok menakutkan bagi para pria. Setelah membaca uraian ini, diharapkan para pria dapat mengatasinya dengan tepat tanpa perlu panik. Maka dari itu, perlu adanya pembahasan bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini pada pria.

PENGERTIAN EJAKULASI DINI
Ejakulasi dini memiliki makna bahwa laki-laki mengeluarkan sperma lebih cepat dari yang diharapkan tanpa bisa menundanya, dan oleh sebab itu hubungan seks akan diakhiri lebih cepat.
Dalam arti lain, ejakulasi dini adalah pria yang mengalami orgasme dan mengeluarkan air mani segera setelah aktivitas seksual dengan stimulasi penis minimum.
Seorang pria dikatakan mengalami ejakulasi dini ketika mereka mengalaminya kurang dari 3 menit. Dalam standar IVELT (Intra Vaginal Ejaculation Latency Time), seorang pria dapat mengalami ejakulasi dini absolut dan ejakulasi dini relatif. Jika ejakulasi terjadi kurang dari 3 menit, pria tersebut mengalami ejakulasi dini absolut. Sedangkan jika pria mengalami ejakulasi antara 3 hingga 15 menit, itulah yang dinamakan ejakulasi dini relatif.

PENYEBAB EJAKULASI DINI
Berdasarkan sumber gangguannya, ejakulasi dini yang terjadi pada pria bisa dibedakan menjadi 2, yaitu ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder.
Ketika seorang pria mengalami ejakulasi dini primer, gangguannya terdapat di saraf dan ini bisa diatasi hanya dengan menggunakan obat untuk meningkatkan kadar hormon serotonin. Namun, sayangnya obat jenis ini tidak dijual bebas sehingga memerlukan resep dan pengawasan dari dokter.
Dan apabila seorang pria memiliki gangguan sistem sirkulasi darah di area vital, ini disebut dengan ejakulasi dini sekunder. Dan ejakulasi jenis inilah yang erat kaitannya dengan disfungsi ereksi. Penyebab terhambatnya sirkulasi darah adalah adanya penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol. Jika tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin, penderita akan mengalami disfungsi ereksi.

DAMPAK EJAKULASI DINI
Ejakulasi dini yang terjadi pada seorang pria dapat mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri, frustasi, tertekan, stres, dan timbul rasa takut untuk berhubungan seks sehingga cenderung menghindari hubungan intim.
Dampak ejakulasi dini bagi seorang wanita adalah timbulnya rasa kecewa dan tidak puas karena hubungan intim yang terlalu singkat dan kurang dinikmati. Jika ejakulasi dini tidak mendapatkan penanganan, dampaknya juga dapat dirasakan dalam kehidupan rumah tangga Anda seperti ketidakharmonisan. Maka dari itu, perlu adanya pembelajaran dan mencari tahu seperti apa cara mengatasi ejakulasi dini pada pria.

MITOS EJAKULASI DINI
Banyak yang beranggapan bahwa orang yang mengalami ejakulasi dini akan menghambat proses kehamilan atau bahkan dianggap memiliki masalah kesuburan. Padahal antara masalah subur dengan ejakulasi dini sangatlah berbeda. Kecuali jika penderita mengalami ejakulasi dini berat, di mana sperma keluar saat masih di luar vagina. Maka tidak akan ada proses pembuahan yang terjadi. Beda halnya jika sperma tetap masuk ke dalam vagina, proses pembuahan akan sangat mungkin terjadi.

Foto: unsplash.com

LATIHAN UNTUK PENDERITA EJAKULASI DINI
1.       Sex therapy
Untuk melakukan terapi ini, perlu adanya komunikasi dan kerja sama yang baik di antara kedua pasangan. Tantangan saat menggunakan pilihan ini adalah adanya rasa enggan pada pria untuk jujur kepada pasangannya terkait ejakulasi yang dialami. Sedangkan para wanita terkadang tidak mengerti dengan masalah yang sedang dihadapi oleh pasangannya.
2.       Latihan kegel
Untuk Anda yang menghindari obat-obatan, bisa melakukan latihan kegel secara rutin.
Demikianlah cara mengatasi ejakulasi dini pada pria. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Pertahankan keharmonisan rumah tangga Anda.

Rabu, 01 April 2020

Sepatu

09.50 0 Comments
sumber gambar: pixabay

Setiap pagi aku selalu terburu-buru mengejar absen kantor. Yah begitulah kehidupanku, sebagai seorang karyawati yang juga ibu rumah tangga aku memiliki kewajiban segunung yang tidak bisa ditinggalkan. Pagi-pagi aku sudah memasak air, menyiapkan sarapan untuk suami dan anak sulungku dan juga menyiapkan MP-ASI untuk bayi mungilku.

Sebenarnya aku memiliki seorang asisten rumah tangga, Tapi aku tak pernah mau dibantu untuk memasak. Bagiku itu pamali. Aku takut nanti suamiku malah terjerat sama dia hahaha. Kadang tidak masuk logika tapi bisa saja kan?

Sebenarnya waktu yang kumiliki cukup untuk sekedar masak dan merias diri. Tapi selalu ada drama yang membuatku menjadi tergopoh-gopoh mengejar absen.

“Hik hik hik Oooeeee…. “ suara itu selalu kudengar setiap kali aku selesai mandi dan baru akan merias wajah. Baru akan merias wajah lho ya, belum milih baju, belum milih jilbab. Dan biasanya aku mengalah, meninggalkan semua itu dan menenangkan bayiku yang cantik ini.

Namun hari ini berbeda. Aku terlambat bangun, menyiapkan semuanya saja aku sudah nyaris terlambat. Jadi aku hanya sempat mandi dan….  Ah gadis kecilku merengek lagi di saat genting begini.

“Mbak tolong tangani si kecil dulu ya, Ibu sudah terlambat,” ujarku pada sisten rumah tangga yang masih asyik mengepel.

Sengaja aku tidak memakai riasan wajah, hanya memakai baju rapi dan jilbab langsung pakai. Karena sudah tidak ada waktu untuk melakukannya. Rencananya habis absen aku akan pulang lagi dan memakai semua perlengkapan tersebut.

Kantorku sebenarnya tidaklah jauh. Dan tinggal di wilayah yang belum terlalu padat penduduk sungguh menyenangkan. Apalagi kalau bukan bebas macet. Ya paling aku hanya memerlukan waktu lima menit ke kantor.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh menit, itu artinya sepuluh menit lagi aku akan terlambat. Kalau terlambat jelas sekali akan mengurangi pendapatanku. Soalnya ada aturan yang mengharuskan pemotongan tunjangan bagi mereka yang terlambat, tingkat pemotongannyapun berjenjang mulai dari nol koma lima persen hingga dua setengah persen. Tergantung dari berapa lamanya dia terlambat.

Tentu saja aku tidak mengikhlaskan pemotongan itu walau hanya setengah persen saja. Mending untuk nambahin bayar zakat biar tambah pahala. Ya nggak sih, daripada kena potong.

Aku melajukan mobilku secepat mungkin. Jangan sampai potongan itu menjadi nyata. Dan yes, aku sampai di kantor tepat puku tujuh lewat dua puluh tujuh menit. Tapi aku juga tidak boleh lengah. Tiga menit itu sebentar saudara-saudara.

Aku langsung keluar dari mobil dan berlari menuju mesin absensi. Meski ada yang tidak enak di kakiku aku tidak peduli, yang penting absen dulu.

Selesai absen aku langsung kembali ke mobil, diiringi pandangan heran dari pegawai lain. Aku tidak peduli, aku mesti pulang dulu untuk merapikan diri. Tiba-tiba aku merutuk dalam hati kenapa tadi tidak kubawa saja perlengkapanku dalam mobil. Tapi tidak sempat juga sih menyiapkan semuanya.

Aku terus berjalan percaya diri meski beberapa dari mereka melihat dan menertawaiku. Tapi aku tidak lagi fokus pada mereka aku hanya fokus pada kakiku yang sekarang rasanya tidak nyaman. Mungkin sepatu yang kupakai sudah rusak.

Kualihkan pandanganku ke bawah. Mataku membelalak melihat pemandangan di bawah sana. Aku segera berlari ke mobil takut ada yang melihat keadaaanku saat ini. Kaki kananku mengenakan flat shoes hitam dan kaki sebelah kiriku mengenakan sandal!

-end-


Baca Juga Kisah Yang Lain:
- Hilang
- Miskol
- Bukan Sepatu Cinderella