Minggu, 01 Maret 2020

# Cerita # curhat

Adab Pinjam Meminjam Yang Sering Dilupakan

Sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial, sudah barang pasti kita saling membutuhkan satu sama lain. Misalnya saja si A punya hajat pasti tetangga-tetangganya pada bantuin. Pada nyumbang juga baik berupa barang maupun uang.

Tidak hanya ketika memiliki hajat, dalam kehidupan sehari-hari pun terkadang kita memerlukan bantuan orang lain. Salah satunya pinjam meminjam baik berupa uang maupun baranh, ya kan?

Tapi terkadang dalam hal pinjam meminjam ini kita lupa bagaimana berlaku kepada orang yang kita pinjami. Kalau berdasarkan pengamatan yang saya lakukan ada tiga hal penting yang sering dilupakan para peminjam. Apa saja itu?

 1. Pinjam Seperlunya Jangan Selamanya.
pixabay.com

Sebaiknya meminjam sesuatu itu seperlunya jangan selamanya. Kalau selamanya sih namanya minta. Udah beda akad ya jadi beda hukumnya juga wkwkwk.

Kalau pinjam ya ada kewajiban untuk mengembalikan sedangkan meminta jelas tidak ada kewajiban mengembalikan. Ini berlaku juga baik untuk uang maupun barang ya.

Sering kan lihat status di sosial media ada orang yang ngeluh karena yang pinjam uang ternyata lebih garang hahaha. Jangan sampai lah ya kalau posisi kita sebagai peminjam ya harus mengabari misalnya di waktu tertentu belum bisa bayar. Atau biar ringan minta bayarnya dicicil.

Nggak cuma di uang, kadang yang pinjam barangpun kebiasaan kayak gini. Apalagi kalau yang meminjami baik hati alias nggak pernah nagih atau memang beneran lupa hahaha. Janganlah ya jangan begini.

Soalnya pernah ada pengalaman ketika mencari sesuatu barang, karena pelupa dikira salah taruh eh rupanya ada yang minjam. Pas sudah ribut kehilangan baru ada yang ngaku minjem. 

Ada juga yang minjem karena melihat sesuatu barang itu kayak nggak berguna sama pemilik. Terus bilangnya minjem dan keterusan nggak dibalikin hihihi. Padahal kita belum tahu mungkin yang punya memang belum butuh saja pada saat minjam dan bukannya tidak berguna.

Jadi intinya barang apapun yang merupakan pinjaman wajib dikembalikan. Jangan sampai kita abai dan lalai.

2. Ikut Merawat
pixabay.com

Nah ini khusus untuk meminjam barang ya, kalau uang jangankan dirawat baru megang sebentar saja sudah lenyap hehehe.

Kalau kamu meminjam sesuatu yang cukup lama misalnya laptop, motor, atau kulkas kamu juga wajib ikut merawatnya. 

Misalnya laptop kalau ada kerusakan sedikit jangan dibiarkan tapi langsung perbaiki, kalau perlu ke tukang servis. Soalnya kalau diperbaiki sendiri takutnya malah rusak hehehe.

Begitu juga dengan motor. Kalau misalnya nih dikasih pinjem sampai berbulan-bulan lamanya ya jangan lupa untuk diservis. Soalnya barang-barang itu ada masa penyusutannya. Jangan sampai barang orang susut habis di tangan kamu yang sedang meminjam. Atau pas dibalikin kondisinya tidak sama dengan waktu minjam. Maksudnya lebih parah gitu.

Malu dong sama badan gede tapi perasaan kecil. Sudah minjam gak mau merawat, wah sungguh terlalu. Lama-lama nggak dipinjami baru kapok lo wkwkwkwkwk.

3. Beri Hadiah
pixabay.com

Yang ketiga ini nggak wajib sih, tapi sebagai manusia yang beradab memberi hadiah kepada orang yang sudah berbuat baik kepada kita itu wajar-wajar saja to?

Misalnya habis minjam mobil ya paling nggak isi minyaknya penuh, atau bawakan buah tangan kepada orang yang kita pinjami. Jangan sampai nih sudah pinjam mobil pas mulangin minyaknya kosong dan dengan tangan kosong pula tuh. Waduh jangan sampai ya.

Hadiah yang diberikan tidak perlu mahal, yang penting ada bawaan. Orang yang kita pinjami itu sudah berkorban lho buat kita. Kan gak ada salahnya juga kita juga sedikit berkorban untuknya dengan memberikan hadiah. Ya kan?


Kalau yang kita pinjami itu senang ketika suatu saat kita memerlukan untuk meminjam sesuatu barang darinya maka dengan senang hati dan tanpa pikir panjang akan langsung dipinjami. Tapi kalau kitanya kikir sama orang yang akan kita pinjami jangan marah kalau dia kikir balik sama kita ya. Soalnya kita hidup saling memberi dan saling menerima.

Semoga bermanfaat.

20 komentar:

  1. nah, kalau pinjem barang, problemnya ada saja yang rusak, minjem mobil gak diisi lagi bensinnya, ada yang pura2 lupa negmbalikan barang merasa barang itu gak berharga. ini yg paling sering. misal lagi kos ada saja yang pinjem ikat pinggang, sisir dan gak kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak mudah-mudahan jadi amal kita ya hehehe

      Hapus
  2. Pinjam tanpa izin. Ini juga ngeselin. Pas kita mau pake, barangnya raib. Dengan wajah tanpa dosa, yang ambil bilang: "Kemarin saya ambil di lemari kamu. Kamunya gak ada jadi gak sempat ngomong." Bete' kan jadinya. Emang barang milik umum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak memang ngeselin yang model begini, apalagi kalau barangnya nggak balik

      Hapus
  3. Jujur saya sungkan pinjam-pinjam itu, mending nyewa atau beli atau sekalian minta (kalau sama keluarga dekat) hahaha.

    Soalnya ya, takutnya rusak atau gimana, kan nggak enak sendiri jadinya.
    Mendingan beli deh, atau nggak usah pinjam sekalian kalau memang benar-benar nggak urgent :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, sayangnya masih banyak yang berpikiran bisa dapat gratisan kenapa harus beli

      Hapus
  4. Pinjam meminjam ini kalau sama saudara kadang disepelekan. Malah kadang enggak dikembaliin atau kembali dengan kondisi enggak baik. Segala sesuatu itu ada adabnya, memang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak seringnya begitu padahal kalau namanya saudara pas balikin dilebihin dong ya hehehe ngarep

      Hapus
  5. Sering banget barang dipinjam tapi mulangin sudah nggak baik kondisinya. Suka ngeselin tapi orangnya gak berasa ngerusakin. Ngeselin yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak cuma bisa berdoa semoga rezeki kita dilancarkan ya mbak

      Hapus
  6. terima kasih sdh mengingatkan melalui tulisan ini kak. betulll bangetttt poin-pinnya kak ^^

    BalasHapus
  7. Ngasih hadiah itu waktu ngembaliin mangkuk tetangga, suka masukin makanan ke dalemnya hehe. Kalau macam balikin buku dll suka ga kasih hadiah. Pernah ditagih balikin buku sampai rela gosend padahal jauh bingit. Ada juga temen bela-belain balikin buku pakai jne padahal beda kota.

    BalasHapus
  8. Wah, harus di share kepada mereka yang suka minjam nih... hehehe. Btw setuju dengan apa yang Mba ulas ini. Jadi pengingat diri juga.

    BalasHapus
  9. Pinjam tidak untuk selamanya. Ya Allah... Ini relate amat yak. Pernah begini dan juga dibeginikan. Tapi dulu sih. Waktu jaman sekolah.

    Soal balik dalam keadaan rusak juga gitu. Kesel banget kalau pinjemin buku terus balik-balik udah lecek. Hmmmm...

    BalasHapus
  10. Ini sama kayak wejangan orang tua saya Mbak. Becermin dari tetangga yang melakukan sebaliknya, ibu saya menekankan sekali, terutama kl pinjam kendaraan orang itu bensin mesti full tank, tandanya kita tuh tggjawab orgnya

    BalasHapus
  11. Artikel seperti ini bermanfaat untuk mengingat kita bahwa pinjam meminjam itu ada tata cara yang baiknya

    BalasHapus
  12. Iya mbak setuju. Jangan lupa dikembalikan dan ikut merawat barang Yang dipinjam emang sudah wajib dilakukan ya.

    BalasHapus
  13. Masalah pinjam meminjam ini kadang saya lebih pilih beli ataupun klo kepepet banget secepat mungkin saya balikin,, gak enak nyimpen lama-lama :)

    BalasHapus
  14. Pinjam meminjam kelihatannya persoalan sepele hingga kadang lupa adabnya. Nice artikel mbak

    BalasHapus