Rabu, 25 Maret 2020

# Cerita # challenge

6 Suka Duka Sekantor Dengan Pasangan



Saya tidak pernah menyangka bahwa akan berjodoh dengan seseorang yang ternyata sekantor dengan saya. Mengenai jodoh ini pernah saya tulis di postingan PAMALI. Dan ternyata sekantor dengan pasangan itu membawa dampak tersendiri yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

1. Selalu Bersama

sumber gambar: pixabay
Kemana-mana selalu bersama wkwkwkwk. Ya iya dong tujuan kantor - rumah memang selalu memiliki rute yang sama. Hal ini membuat pandangan anak-anak terhadap kami itu ya selalu bersama. Misalnya saya atau suami sedang ada urusan dinas yang nggak bisa sama-sama kadang anak-anak nanya, dan mereka heran kenapa kami nggak sama-sama hahaha. 

Waktu bersamapun juga lebih banyak. Dan tentu saja harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dong ya. Misalnya sore pas pulang kantor, bisa kesempatan dulu ni makan berdua wkwkwkwk. Bisa juga pas makan siangnya tanpa khawatir salah satu dari kami akan terlambat kembali ngantor.

2. Korban Bullying di Kantor

Ini yang paling nyebelin jadi korban bullying di kantor. Contoh saja ini pas saya nggak bawa bekal dan kami sarapan di bungkus bawa ke kantor. Aduh itu orang kantor udah langsung komen aja.

"Nggak masak istrinya di rumah?" Karena sudah terbiasa ya dibawa ketawa aja. Biasanya yang ngomong begitu yang istrinya nggak kerja dan apa-apa selalu tersedia sama istri. Yah mungkin nasib suamiku yang nggak beruntung punya istri kantoran macam saya hahaha.

Pokoknya ada aja bahan ejekan. Tapi jangan sampai masuk ke hati lha ya, soalnya ini hanya becandaan teman-teman yang kebetulan kami adalah korbannya. 

3. Dapat Jatah Dobel

Ya iyalah ya, walaupun kami suami istri tapi kan nggak dibayar / diberi cuma satu. Tetap saja atas nama pegawai masing-masing. Misalnya aja nih kalender yang dibagi tiap tahun. Ya jelas kami dapat dua wong dua-duanya kerja di tempat yang sama.

Masalahnya kadang ada aja yang iri karena kami bisa dapat dobel. Tapi ya gimana ya, memang sudah hak kami ya jangan dikurangi dong. Karena jiwa raga kami kan sudah 100 persen diabdikan untuk instansi tercinta. Coba ya beliau, yang mungkin kurang senang kami dapat dobel, menjalani apa yang kami jalani pasti juga gak bakalan mau kan haknya dikurangi hihihi.

4. Lebih Mengerti

Nah kalau urusan lembu-lemburan biasanya suami lebih mengerti. Walaupun kadang pasang tampang jutek juga hahahah. Tapi yang namanya satu instandi ya sudah mengerti ritme kerja masing-masing. Walaupun kadang kesel, misalnya hari libur malah kerja ya ditahan aja. Nanti kalau waktunya sudah longgar ya tinggal piknik bareng gitu aja.

5. Baju Kembaran

Baju kembaran kami jangan ditanya lagi, ada banyak. Tentu saja bukan karena kami beli tapi memang jatah dari kantor hahaha. Bisa dipakai aji mumpung kalau kepepet. Jadi seolah-olah kami pakai baju sarimbitan. Padahal orang sekantor juga punya cuma karena acaranya acara pribadi ya nggak ketahuan.

6. Tahu Berapa Pendapatan Pasangan
sumber gambar: pixabay

Namanya juga sekantor, pas tanda tangan pendapatan ya pasti lihat nominalnya dong. Jadi tahu berapa sebenarnya pendapatan pasangan. Jadi nggak perlu tuh sita-sita ATM dia hahaha yang penting setorannya pas wkwkwk.

Dengan tahu pendapatan pasangan ini, juga bisa dijadikan evaluasi untuk melakukan pengeluaran. Harus bisa menakar kira-kira pendapatan saya dan dia kalau untuk beli sesuatu dapatnya apa ya. Jadi tidak ada drama neraca keuangan minus, meskipun pernah juga mengalami hal ini karena sesuatu hal yang mendadak.


Itu dia 6 suka dua sekantor sama pasangan versi saya. Memang hidup tak selalu sempurna, meski menurut orang kehidupan kami enak banget karena sekantor. 

3 komentar:

  1. Ya ampun aku pernah bayangin sekantor sm suami. Wkwkwk
    Kenapa baca ini malah senyum2 yaa.. Paling banter tuh jd bahan bullying ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi tapi memang lebih banyak senangnya sih mbak

      Hapus
  2. bagus la tu...

    sentiasa bersama hingga ke Jannah

    BalasHapus