Selasa, 17 Maret 2020

# Cerita # challenge

5 Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Ketika Anak Diliburkan

Semenjak virus corona merebak di Indonesia akhirnya pemerintah mulai menerapkan social distancing. Dengan adanya kebijakan tersebut maka semua hal dilakukan dari rumah, seperti belajar, bekerja dan lain-lain. Meski ada beberapa pengecualian untuk petugas medis, tentara dan polisi. Eh saya juga termasuk orang yang tidak masuk kategori 'Work From Home' walaupun bukan berprofesi di tiga bidang tersebut. 

Yang membuat emak-emak galau sebenarnya adalah anak yang di rumah ini pada mau ngapain? Karena pasti emak yakin suasana belajar di sekolah dan di rumah sangat jauh berbeda. Saya sendiri juga merasakan hal itu. Meskipun telah dibekali tugas segunung tapi tetap saja namanya anak-anak merasa tidak sekolah ya dia akan melakukan hal lain yang menurutnya menyenangkan. Tapi yang membuat khawatir adalah kalau mereka malah kecanduan gawai. Wah bisa kacau dunia persilatan.

Saya juga tidak pernah setuju memberi anak gawai, karena lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya. Jadi supaya anak tidak bosan di rumah nanti saya sudah sediakan berbagai aktivitas menarik yang bakalan bikin mereka melupakan gawai. Rumah berantakan dan kotor biarian dulu deh yang penting anak-anak happy.

1. Mewarnai

Kegiatan ini bisa dilakukan semua anak, mulai dari si sulung yang sudah kelas dua SD, si tengah yang sudah mulai paud dan juga si bungsu yang berusia 3 tahun. Mereka kalau udah mewarnai tu anteng dan sesekali heboh rebutan pensil warna hehehe. Kalau buku mewarnai meraka sudah penuh saya biasa mencari gambar di mesin pencari dan mencetaknya.

Mewarnai ini juga memiliki beberapa manfaat antara lain:
- mengenalkan warna pada anak
- melatih motorik anak terutama untuk menggenggam
- sebagai media ekspresi anak
- anak jadi mengenal garis batas bidang
- membantu meningkatkan konsetrasi anak

2. Memberi Buku

Anak-anak juga suka buku, meski kadang malah berakhir dengan sobek oleh si bungsu, tapi saya tidak patah arang untuk memberikannya buku. Si Sulung sudah bisa memilih buku kesukaannya sendiri. Si tengah suka dengan buku PAUD nya sedangkan si bungsu harus hati-hati memberi dia buku karena kadang disobek. Tapi si kecil ini sudah senang melihat gambar di buku juga.

Saya kebetulan adalah pecinta buku jadi anak-anak harus terbiasa juga dengan buku. Berbagai jenis buku saya beli untuk mereka. Buku pelajaran, buku aktivitas, buku cerita dan lain-lain.

3. Mengeluarkan Mainan

Yang satu ini adalah obat bosan yang paling mujarab. Tapi efek sampingnya adalah rumah jadi kayak habis kena gelombang tsunami hihihi. Walaupun mainan-mainan ini cukup bagus untuk anak-anak mengembangkan imajinasi dan kemampuan motorik mereka tetap saja habis itu kewalahan ngeberesin.

Kadang sih anak-anak juga bosan dengan mainan lama. Tapi orang tua tidak perlu membelikan mainan yang terlalu mahal. Toh anak tidak memerlukan mainan mahal hanya memerlukan mainan baru. Yang penting diperhatikan adalah mainan tersebut aman untuk mereka.

4. Menggambar

Kertas dan pensil selalu jadi rebutan di rumah. Kata si bungsu dia ada pe-er, padahal sekolah saja belum hahahaha. Tapi karena suka corat-coret di kertas inilah anak-anak jadi gemar menggambar. Apalagi kalau dicontohin. Untuk si Sulung alhamdulillah imajinasinya untuk menggambar mulai berkembang. Si tengah masih harus dituntun sedangkan si bungsu gambarnya masih benang ruwet. Malah kadang gambar abangnya dia coret-coret.

Cara ini cukup membantu menghilangkan kebosanan anak di rumah. Lagi pula pelajaran menggambar juga ada di sekolah kan? Anggap saja ini gantinya meski durasinya jadi lebih panjang di rumah daripada di sekolah.

5. Nonton Video Edukasi

Anak-anak juga nggak melulu main, menggambar, mewarnai atau baca buku. Mereka juga butuh hiburan dan lagu. Maka saya juga menyediakan video edukasi dalam bentuk compact disc yang bisa diputar di layar TV dengan DVD player. Lumayan menambah pengetahuan anak, perkembangan motorik anak, dan konsentrasi anak. Tapi hal ini tidak boleh lama-lama lho, kasihan matanya nanti. Yah semacam ice breaking aja supaya anak tidak suntuk di rumah

Satu hal yang jangan dilupakan adalah mengerjakan tugas yang telah diberikan guru selama masa belajar di rumah ini. Meski di rumah anak-anak tetap harus disiplin kan supaya nanti pas masuk sekolah lagi mereka tidak kaget. Mengingat belajar di rumah selama empat belas hari ini seperti liburan semesteran.

Semoga bermanfaat.

3 komentar:

  1. yang paling enak ya gambar deh sambil bacain buku :D eh tdur nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau memang mau tidur ya baguslah hehehe emaknya juga bisa istirahat

      Hapus
    2. haha waktu istirahat emak adlah saat waktu anak kecil tidur

      Hapus