Rabu, 05 Februari 2020

# Cerita # curhat

Berpikir Sebelum Bertindak

Kalau sudah mulai dinas keluar kota, kegiatan saya nggak lain dan nggak bukan ya nonton TV hihihi. Ya biasalah untuk rame-rame di kamar. Soalnya di rumah biasa rame sama anak-anak.

Biasanya sih saya nonton drama Korea, mana tahu bisa di review kan kayak Last Empress, What's Wrong With Secretary Kim atau Her Private Life. Tapi drama yang tayang ternyata drama lama. Ya sudah saya ganti channel deh dan nemu seorang ibu-ibu yang tentunya publik figur lagi nangis gak ketemu anaknya karena lagi dipenjara.

Kasihan sebenarnya ya, tapi jika melihat kesalahan yang mereka perbuat harusnya sih berfikir dulu ya sebelum bertindak. Jangan menjadi orang yang gegabah apalagi umur sudah harusnya menjadi orang bijak.

Ihhh berat bahasanya ya .... Hahaha. Habisnya saya gemes lihat ibu-ibu itu nangis padahal se-Indonesia raya tahu harusnya kesalahan yang dibuatnya itu bisa dicegah. Ya konten YouTube sekarang bisa menyerat Youtuber ke penjara kalau ada yang merasa kontennya itu adalah penghinaan.

Makanya ya penting banget untuk kita terlebih saya pribadi untuk berpikir dulu sebelum bertindak. Baik dalam perkataan maupun perbuatan.

Efek Ke Depan
Paling tidak efek ke depan itu dipikirkan. Jangan-jangan apa yang kita perbuat melanggar undang-undang atau berpotensi ke ranah hukum. Kalau sudah berurusan dengan hukum, wah udah ribet dah.

Perbuatan Bullying atau Menyakiti Orang Lain Tinggalkan
Hati-hati ya bullying bukan hanya sekedar tingkah laku mukulin orang tapi juga perkataan yang menghina seseorang. Begitupun dengan menyakiti orang lain baik fisik maupun mental. Bisa dikenakan pasal lho kalau yang disakiti melaporkan ke polisi. Ujung-ujungnya ya ke penjara. Makanya perbuatan yang seperti ini segera tinggalkan ya. Selain berdosa juga bisa masuk penjara.

Pikirkan Masa Depan Keluarga
Terlebih bagi mereka yang sudah memiliki anak. Kasihan anak yang harus menanggung malu karena perbuatan tidak terpuji orang tuanya. Bukankah orang tua role model bagi anak? Maka ajarkan yang baik-baik. 

Dan ketika si ibu nangis terpisah dari anaknya tujuh bulan apakah dia sudah berpikir hal tersebut akan terjadi dengan konten yang ia buat itu? Mungkin dia tidak berpikir hingga sejauh ini.

Jika Sudah Terjadi
Nasi sudah menjadi bubur. Menyesal kemudian tiada berguna. Perbuatan buruk kita sudah tercatat sebagai tindak kejahatan. Supaya tidak terjadi lagi jadikan kejadian saat ini sebagai pelajaran dan jangan diulangi di masa depan.

Pelajaran yang didapat dari menonton televisi tadi pagi. Mudah-mudahan tontonan yang kita saksikan di layar kaca dan layar gadget bisa lebih baik lagi.

Tulisan ini ditulis sebagai pengingat diri 😉

4 komentar:

  1. Benar bun, seharusnya efek jera karena terlanjur viral bisa mengetuk hati mereka yang jadi pelaku ya. Biar ga terulang dan bisa jadi bahan pembelajaran buat siapa saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya supaya yang lain juga gak ikut-ikut ya

      Hapus
  2. tapi kadang public figure skrg,tdk bisa dibedakan mana kasus beneran atau settingan sengaja berkasus demi tetap naik pamor

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar juga mbak kadang banyak yang pansos

      Hapus