Selasa, 21 Januari 2020

# piknik # tips

Tips Agar Anak Tetap Nyaman Melakukan Perjalanan Jauh


Pulang kampung setiap tahun merupakan hal yang telah diwasiatkan Ibu. Dulu sewaktu Ibu masih hidup, jika sampai saya tidak pulang beliau mengancam akan mentransfer uang tiket hehehe. Ancaman menyenangkan tapi sangat menohok.

Dulu biasanya saya pulang kampung setiap lebaran. Tapi semenjak diberlakukan larangan cuti tahunan setelah cuti bersama lebaran otomatis momen tersebut tidak bisa saya gunakan. Bagaimana tidak? Tiket pesawat saat lebaran harganya setinggi langit ya kalau kebagian tiket kalau enggak?

Akhirnya jadwal pulangpun dirubah. Tak harus di momen lebaran namun bisa juga saat anak libur sekolah. Dan bisa ditebak, tiket pesawat pas libur sekolah juga mahal.

Mau tak mau kamipun harus menggunakan mobil pribadi, karena kalau naik kendaraan umum seperti bis kerempongan membawa anak bisa berkali-kali lipat. 

Perjalanan dari Riau menuju Jawa Tengah memerlukan waktu sekitar 3 hari 2 malam. Rasa lelah akan tergantikan dengan melepas rindu bersama keluarga tercinta. Namun tantangan terberat kami adalah membawa anak-anak melakukan perjalanan ribuan kilometer yang tentu saja tak mudah. Beberapa hal harus dilakukan agar mereka merasa nyaman dan happy.

1. Kondisi Anak Harus Fit
pixabay.com

Kondisi anak harus dipastikan tetap fit ketika akan melakukan perjalanan jauh. Mengajak anak-anak melakukan perjalanan jauh saat kondisinya tidak fit akan membuat kita stres karena anak rewel. Selain itu anak juga tidak nyaman karena sedang sakit.

Beberapa treatment perlu dilakukan agar kondisi anak tetap fit yaitu Fisioterapi atau pijat agar badan anak terasa lebih nyaman. Selain itu memberikan anak vitamin atau madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

2. Persiapkan Bekal
pixabay.com

Beberapa hal yang membuat anak rewel selain tidak enak badan adalah lapar dan ngantuk. Ketika anak lapar maka mereka juga tidak dapat tidur nyenyak. Untuk itu pastikan perbekalan cukup saat melakukan perjalanan. Bekal juga bisa ditambah saat di perjalanan.

Biasanya kami membawakan biskuit, cemilan, susu dan juga buah. Jika sudah masuk kota kami bisanya membelikan nasi di waralaba terdekat supaya ketika anak lapar bisa langsung disiapkan di dalam mobil.

3. Sedia Obat-obatan
pixabay.com

Daya tahan tubuh anak memang masih rentan. Untuk itu selain memberikan multivitamin sebaiknya tetap menyediakan obat-obatan seperti minyak kayu putih, Paracetamol dan obat anti mabuk untuk anak-anak.

4. Jaga Kecepatan
Berkendara dengan membawa anak-anak memang tidak seperti membawa orang dewasa. Salah-salah terlalu ngebut anak bisa mabuk atau malah rewel karena tidak nyaman.

Sebaiknya tetap jaga kecepatan terutama di jalan yang tidak terlalu bagus atau berkelok-kelok. Bila perlu ajak anak-anak bersantai sejenak dengan membeli es krim dan memakannya di warung. Hitung-hitung sekalian meregangkan otot. Ketika anak-anak sudah tidur atau jalanan sudah mulus seperti di tol maka meningkatkan kecepatan kendaraan bisa dilakukan selama masih dalam batas aman.

5. Siapkan Perlengkapan Anak
pixabay.com

Kadang-kadang tanpa kita prediksi anak-anak dapat muntah kapan saja. Untuk itu selalu sediakan plastik muntah dan baju lebih untuk berganti. Siapkan juga peralatan untuk bersih-bersih si kecil.

Selain itu perjalanan jauh juga bisa membuat anak-anak jenuh. Untuk itu bawakan juga mainan untuk mereka agar bisa tetap bermain meskipun di dalam mobil.

6. Modifikasi Tata Letak Mobil
Modifikasi ini kami lakukan untuk perjalanan yang memerlukan waktu lama. Jika hanya 3-8 jam maka modifikasi ini tidak kami lakukan.

Modifikasi yang dimaksud adalah menambahkan kasur angin di bagian tengah mobil. Ini ditujukan agar anak bisa tetap tidur dengan posisi yang nyaman. Sehingga rasa capek atau tidak nyaman bisa dikurangi.

7. Daya Tampung Mobil
Jangan terlalu membawa banyak barang atau orang ketika membawa anak-anak. Hal tersebut bisa mengakibatkan ruang gerak anak terbatas. Akibatnya bisa mengakibatkan anak rewel. Jadi pertimbangkan lagi siapa saja yang akan diajak dan barang apa saja yang dimasukkan ke dalam mobil.

8. Menginap
Menginap lebih efektif daripada terus melakukan perjalanan sepanjang malam. Pertama otot bisa diregangkan kedua mengurangi rasa capek karena bisa tidur dengan leluasa.

Yang perlu diingat jangan sampai kesiangan melakukan perjalanan berikutnya. Karena pagi-pagi biasanya jalanan belum terlalu ramai. Ketika kami melakukan perjalanan ini malam pertama kami menginap di hotel sedangkan malam kedua tidur di kapal feri hehehe. 


Itulah pengalaman kami membawa anak-anak perjalanan jauh dengan kendaraan mobil pribadi. Alhamdulillah anak-anak tetap ceria meski perjalanan panjang. Habis pulang dari trip ini tetap ya para bocah perlu fisioterapi untuk mengembalikan kondisi fisik mereka.

Ada yang punya pengalaman serupa? Share di kolom komentar yuk.

4 komentar:

  1. Boleh dicoba nih tipsnya, kebetulan bntr lg mau pergi agak jauh sama anak-anak. Kalau aku selalu sedia hand sanitizer, tisu basah, sama tisu kering di tas :)

    BalasHapus
  2. Aku juga gitu mba. Anakku yg bungsu itu masih mabokan kalo jalan darat. Jd aku pastiin slalu ada kantong muntah, baju ganti , obat mual dan obat gosok.

    Kalo misalnya traveling ke LN, aku selalu mastiin sebulan sebelum berangkat, anak2 aku minumin imboost setiap hari, vitamin, juga pas di negara tujuan. Apalagi kalo traveling aku slalu milih winter supaya dingin. Jd biar bdn nya ga kaget, aku persiapin di awal sih.

    Kalo jln Ama anak2, pokoknya jgn dipaksa deh.. mendingan acaranya santai, jd mereka jg ga rewel :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah keren mbak sampai bawa anak ke LN, saya belum berani bawa mereka ke Luar Negeri apalagi yang beda musim.

      Bener mbak sama anak mesti santai karena daya tahan tubuhnya juga belum seperti orang dewasa.

      Hapus