Rabu, 20 November 2019

Rawat Cagar Budaya Dengan Hal-Hal Sederhana

23.50 0 Comments
Mempelajari sejarah dan budaya masa lalu sangat menarik. Kisah-kisah di baliknya akan membuat kita berdecak kagum. Seperti ketika saya mencari tahu tentang cagar budaya, ada beberapa cagar budaya yang muncul dan salah satu yang membuat saya kepo adalah cagar budaya Rumah Tjong A Fie di Provinsi Sumatera Utara. 

Bagaimana bisa sebuah rumah menjadi cagar budaya? Ah pastinya karena pemiliknya, dan akhirnya sampailah saya pada profil seorang Tjong A FIe. Awalnya Tjong A Fie tinggal di tiongkok dan kemudian merantau ke tanah Sumatera. Di Sumatera ini dia memulai hidup dari nol, mulai dari penjaga toko hingga menjadi saudagar kaya raya yang mendirikan berbagai fasilitas umum di Medan, mulai dari rumah sakit, gedung balai. Gereja, kuil dan lain-lain. Nah karena beliau adalah seorang yang termasyhur maka tak heran jika sebagian rumahnya dibuka untuk umum dan bahkan menjadi cagar budaya.

Beberapa waktu lalu saya juga terperangah ketika mengetahui bahwa di daerah saya ada cagar budaya sebuah masjid yang telah berdiri lebih dari satu abad. Masjid Jami’ Air Tiris namanya, kisah pendirian masjid ini pun saya kulik. Awal mula pendirian masjid ini adalah ketika Engku Mudo Sangkal hendak melaksanakan sholat dhuhur namun tidak menemukan masjid. Akhirnya beliau memprakarsai pendirian masjid ini.

Jujur saja nama Engku Mudo Sangkal ini masih asing di telinga saya. Dan kemudian saya mencari tahu siapa beliau ini yang ternyata adalah penyebar agama Islam di Kampar.

Ada sedikit cerita unik di masjid ini yaitu keberadaan batu yang mirip kepala kerbau. Konon menurut cerita batu ini bisa berpindah tempat sendiri, dan kini batu tersebut berada di dalam bak. Masyarakat percaya bahwa air yang ada dalam bak tersebut dapat menyembuhkan penyakit ringan. Meski demikian masyarakat dihimbau untuk tidak menjadikannya hal syirik.

Asyik ya kalau mengetahui sejarah cagar budaya. Tidak bisa dibayangkan jika bangunan yang menjadi cagar budaya ini hilang. Mungkin kita tidak akan peduli lagi dengan sejarah panjang yang telah bangsa ini lewati. Karena cagar budaya itu sendiri memiliki peran penting antara lain untuk:
  1. Pemahaman dan pengembangan sejarah
  2. Ilmu pengetahuan
  3. kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penting sekali kan peranan cagar budaya ini bagi kemajuan bangsa. Namun tahukan teman-teman apa itu cagar budaya? Dulu saya masih berfikir kalau cagar budaya itu cuma berupa candi saja. Namun ternyata saya salah, cagar budaya rupanya banyak ragamnya yaitu Benda, Bangunan dan Struktur, ada juga situs dan kawasan cagar budaya ketika memenuhi syarat-syarat tertentu.

  1. Benda Cagar Budaya
Benda Cagar Budaya ini bukan hanya mencakup benda alam saja namun juga benda yang dibuat oleh manusia baik bergerak maupun tidak bergerak. Atau bisa juga berupa bagian-bagiannya atau sisa-sisanya yang memiliki kaitan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia. 

Contoh benda cagar budaya antara lain biola WR Supratman dan Mahkota Raja Banten.

  1. Bangunan Cagar Budaya
Jelas ya kalau ini pasti bentuknya bangunan. Bisa berunsur tunggal atau banyak dan/atau berdiri bebas atau menyatu dengan alam.

Banyak contoh bangunan cagar budaya ini ya seperti yang sudah saya sebutkan di atas tadi Rumah Tjong A Fie dan Masjid Jami' Air Tiris merupakan contoh bangunan cagar budaya.

  1. Struktur Cagar Budaya
Struktur merupakan binaan yang terbuat dari benda alam dan/atau benda buatan manusia untuk memenuhi ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana dan prasarana untuk menampung kebutuhan manusia.

Contoh dari struktur Cagar Budaya ini adalah makam orang-orang termasyhur, jembatan, tugu dan lain-lain.

  1. Situs Cagar Budaya
Situs cagar budaya merupakan lokasi yang mengandung benda cagar budaya, bangunan cagar dan/atau struktur Cagar budaya.

Contoh situs cagar budaya antara lain situs goa gajah di Bali, situs candi Sewu di Jawa Tengah dan lain-lain.

  1. Kawasan Cagar Budaya
Kawasan Cagar Budaya merupakan satuan ruang geografis yang memiliki lebih dari satu cagar budaya.

Contoh kawasan cagar budaya adalah kawasan cagar budaya Sangiran luasnya sekitar 5921 hektar dan meliputi 2 kabupaten, 4 kecamatan, 23 kelurahan serta 166 dusun. Kawasan ini merupakan situs manusia purba sekaligus terdapat benda cagar budaya. 

Tentu saja merawat cagar budaya ini bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah, namun juga kita semua sebagai masyarakat. Lalu apa saja yang bisa kita lakukan. Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk merawat cagar budaya antara lain

  1. Mengunjungi Cagar Budaya
Tidak semua cagar budaya merupakan objek wisata komersial. Contohnya Rumah Lontiak di Desa Pulau Belimbing Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Jadi bisa sering-sering dikunjungi. Apalagi ketika lewat di daerah tersebut cagar budaya tersebut seperti tidak terawat, mungkin dengan sering mengunjunginya kita bisa membantu merawat dengan membersihkan dan juga menarik minat masyarakat sekitar untuk peduli.

  1. Melestarikan Cagar Budaya
Melestarikan cagar budaya cukup penting untuk mempertahankan eksistensi cagar budaya tersebut. Tujuan pelestarian dituangkan dalam undang-Undang No 11 tahun 2010 yaitu:
  1. melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia
  2. meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui Cagar Budaya
  3. memperkuat kepribadian bangsa
  4. meningkatkan kesejahteraan rakyat
  5. mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

Melestarikan cagar budaya dapat kita lakukan dengan cara tidak melakukan tindakan merusak ataupun mengotori cagar budaya. Dengan demikian keberadaan cagar budaya tetap lestari.

  1. Mendaftarkan Cagar Budaya
Punya benda, bangunan atau struktur yang memiliki syarat sebagai cagar budaya? Sebagai masyarakat kita bisa berpartisipasi aktif untuk mendaftarkan cagar budaya asal memiliki kriteria sebagai berikut:
  1. Berusia 50 tahun atau lebih.
  2. Mewakili masa gaya paling singkat 50 tahun.
  3. Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan/atau kebudayaan.
  4. Memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Sesuai undang-undang masyarakat umum juga bisa kok menguasai atau memiliki cagar budaya dengan syarat-syarat tertentu. Jadi tidak semua cagar budaya adalah milik pemerintah lho.

          
 Jadi sangat penting bagi kita merawat cagar budaya ya, karena cagar budaya merupakan salah satu kepribadian bangsa. Jangan sampai mereka musnah karena akan menghilangkan jejak sejarah. Jangan pula sampai kita tidak peduli pada cagar-cagar budaya yang sudah ada. Karena kalau bukan kita siapa lagi?

Jangan lupa untuk menyuarakan caramu merawat cagar budaya dengan ikutan kompetisi "Blog Cagar Budaya Indonesia Rawat Atau Musnah"

Kamis, 07 November 2019

Rekomendasi Bubuk Coklat untuk Minuman Hangat Instan

20.26 0 Comments

Dalam memilih bubuk coklat maka pastikan menggunakan kandungan kakao 60% sehingga akan memberikan rasa yang asli dan jika memilih kandungan kakao 85% tentu memiliki rasa pahit yang membuat olahan makanan maupun minuman membutuhkan gula supaya tidak terlalu pahit. Pilih juga coklat hitam yang memiliki tekstur dan memiliki kandungan flavonol yang banyak, coklat ini dapat dilihat dengan warna gelap yang semakin baik untuk dipilih. Sebaiknya tidak memilih dutch chocolate yang menggunakan kandungan alkali dalam proses pengolahan coklatnya, hal ini akan membuat coklat kehilangan kandungan baiknya dan ini tentu tidak baik untuk kesehatan yang mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa rekomendasi bubuk coklat untuk minuman hangat lezat diantaranya:

  • Delfi Hot Cocoa Indulgence dengan rasa coklat yang kuat dan dapat diseduh dengan air dingin dan air panas.
  • Van Houten Cocoa Powder merupakan minuman yang memiliki aroma khas sehingga membangkitkan selera ketika meminumnya dan dapat digunakan sebagai bahan makanan ketika sedang bersantai.
  • Esprecielo Melts Smooth Choco Latte dengan tekstur lembut dan lebih creamy, memiliki rasa manis coklat pekat, menawarkan rasa berbeda.
  • Big Tree Farms Drinking Chocolate dengan kakao mentah murni yang dipanaskan menggunakan suhu 46 derajat celcius dengan coconut sugar membuat aroma kakao semakin lebih legit dengan gula kelapa.

Cadbury Hot Chocolate Drink dengan rasa lezat yang cukup banyak diminati. Selain itu rasanya lebih manis dan cocok untuk lidah orang Indonesia. Alania Chocolate Instant dengan produk impor Eropa yang menggunakan formulasi dari IPB sehingga rasanya lebih pas untuk lidah penduduk Indonesia, cocok untuk minuman dingin dengan tambahan es batu akan memberikan kesegaran ketika meminumnya.

Jadi coklat bubuk minuman Windmolen Cocoa Powder dengan cita rasa khas Belanda dan dapat digunakan menjadi bahan makanan. Nestle Milo dengan minuman yang diperkaya kandungan untuk energi dalam tubuh sehingga akan cocok untuk para remaja yang sedang beranjak tumbuh dewasa. Ovaltine merupakan coklat yang tidak terlalu manis dan sudah mengandung gula sehingga ketika diseduh tidak perlu menggunakan hula.

Minggu, 03 November 2019

Review Buku: Kue Kering Klasik dan Modern Paling Digemari

07.14 0 Comments

Beberapa waktu yang lalu pas lagi main ke toko buku dapat buku asik yang murak meriah. Yaa gak jauh-jauh dari crafting atau memasak sih hihihi. Kali ini saya mendapatkan buku dengan judul Kue Kering Klasik dan Modern Paling Digemari.

Identitas buku
Judul                     : Kue Kering Klasik dan Modern Paling Digemari
Penulis                  : Yullia T
Penerbit                : FMedia (Imprint AgroMedia Pustaka
Halaman               : 56 halaman

Buku ini tidak hanya membahas soal resep tapi juga pengetahuan dasar mengenai bahan-bahan yang digunakan. Mulai dari bahan utama seperti mentega dan margarin, telur, tepung terigu dan lain-lain, kemudian bahan pelengkap seperti pewarna makanan dan terkahir aneka topping dan filling seperti coklat, aneka selai, aneka buah dan lainnya. Bagi yang ingin membuka bisnis kue kering buku ini juga dilengkapi dengan contoh penghitungan usaha untuk nastar klasik.

Dari judulnya “Kue Klasik dan Moden” akan banyak ditemui resep-resep kue yang sudah kita kenal seperti nastar, kastangel, kue sagu, putri salju, kue semprit dan lidah kucing. Namun ada juga kue klasik yang dimodifikasi seperti putri salju double mete, purti salju cokelat, nastar keranjang blueberry dan lainnya. Sedangkan untuk kue modern ada bermacam-macam resep cookies seperti cappuccino cookies, orange cookies dan lainnya.

Buku ini cukup menarik karena pada tiap resepnya dilengkapi dengan gambar jadinya. Dalam satu resep juga dicantumkan berapa gram hasil jadinya. Total ada 21 resep yang ditampilkan dalam buku ini. Cara membuat juga cukup mudah diikuti, sayangnya untuk memanggang tidak dicantumkan berapa lama memanggang dan butuh panas berapa derajat. Padahal menurut saya informasi ini penting supaya kue tidak gosong. Jadi sesekali googling dulu untuk mendapatkan informasi tersebut.

Resep favorit saya jatuh pada “Chocolate Chip Cookies” , mungkin karena mirip sama kue-kue kering yang dikemas cantic itu kali ya hahaha. Rasanya tuh pengen ngomong eh ini lho aku juga bisa bikin wkwkwkwk. Sedangkan resep yang kurang saya sukai adalah “Nastar Stroberi Keju” soalnya agak-agak ribet bikinnya hehehe. Tapi nastar tetap aja kue kering klasik yang paling saya sukai.

Secara keseluruhan buku ini bagus banget. Mulai dari layoutnya yang eye catching, gambar-gambar hasil masakannya yang cukup menarik dan resep-resep yang sangat mudah untuk dipraktekkan. Buku ini juga full colour lho dari halam awal hingga halaman terakhir jadi memanjakan mata banget. Terus karena di setiap resep sudah ada berat hasil jadinya kalau mau dibikin usaha sudah tidak susah lagi ngitungnya apalagi di awal buku sudah ada contoh penghitungan usaha-nya.

Kekurangannya cuma satu tadi, tidak dicantumkan berapa lama harus dipanggang dan berapa derajat panas yang dibutuhkan. Agak susah mungkin ya kalau pakai oven listrik. Bisa sih melengkapi informasi ini dengan googling atau trial and error sendiri hihihi.

Nah karena buku ini sukses bikin saya laper mata dan perut maka saya a\sudahi review kali ini ya. Jadi pengen praktek gara-gara liatin buku ini hahahaha. Sekaligus mau isi perut dulu, pagi-pagi habis senam jari (baca:ngetik) perut jadi laper. Mau masak yang praktis aja kayak Nasi Goreng Bon Cabe atau bukin Mie Rebus ya????


Demikian review kali ini, yang dibuat dari sejak subuh ditemani bocah yang asyik dan gangguin saudaranya yang lagi pada tidur. Semoga bermanfaat ya ….