Selasa, 14 Mei 2019

Batalkah Menggosok Gigi Saat Puasa?

pixabay.com



Menggosok gigi saat puasa menjadi polemik tersendiri, boleh atau  tidak? Jika tidak, padahal nafas sering bau tak sedap ketika puasa. Namun menggosok gigi itu kan menggunakan pasta gigi yang ada rasanya dan berkumur juga setelahnya, apa ada jaminan tidak ada yang masuk dalam tenggorokan? Yuk kita simak penjelasan yang didapat dari dalamisalm.com

Jadi sebenarnya pada masa Rasulullah dulu, beliau sering membersihkan gigi dengan siwak. Tak hanya pada hari-hari tertentu tapi setiap hari bahkan saat bulan Ramadhan. Sehingga beberapa ulama memperbolehkan untuk bersiwak pada saat puasa.

Namun ada juga pendapat ulama yang memakruhkan hal tersebut. Dikhawatirkan ketika menggosok gigi akan ada yang tertelan dan masuk ke dalam tenggorokan dan berakibat pada batalnya puasa.

Nah bagaimana menyikapi dua perbedaan pendapat tersebut?

Menggosok gigi sangat diperluka selain menjaga kebersihan juga kesehatan gigi itu sendiri. Jika takut batal puasa ketika menggosok gigi coba lakukan hal berikut:
1. Menggosok gigi setelah berbuka

Setelah berbuka kita boleh makan dan minum, jadi saat ini aman untuk menggosok gigi. Lagipula akan lebih bersih wangi dan segar ketika berangkat sholat maghrib, isya maupun taraweh berjamaah.

2. Menggosok gigi setelah sahur

Setelah sahur segera gosok gigi sebelum adzan subuh. Saat ini tidak perlu dikhawatirkan pasta gigi maupun air kumur yang tertelan. Lebih baik lagi mandi sebelum sholat subuh agar badan menjadi lebih segar.

3. Jika menggosok gigi di siang hari saat puasa

Lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai terjadi pendarahan pada gusi, pasta gigi mapun air kumur yang tertelan karena dapat membatalkan puasa. Jangan khawatir jika nafas menjadi tak sedap, karena bau nafas orang puasa lebih harum dari harumnya kasturi di sisi Allah SWT (HR Abu Hurairah)


Itulah tiga tips menggosok gigi saat puasa. Memang belum ada dalil yang kuat mengenai hal ini. Jika memang berkeyakinan bahwa menggosok gigi saat puasa diperbolehkan ya silakan saja, jika berkeyakinan tidak ya silakan saja. Yang jelas menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman, untuk itu diusahakan seoptimal mungkin tidak merusak ibadah dan tetap bersih.


Semoga artikel ini membantu, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar