Minggu, 17 Februari 2019

# buku # review

Suka Diskonan, Gratisan atau Beli Satu Dapat Lima? Baca Mak Irits Dulu Yuk



Judul Buku: Mak Irits
Penulis: Rahmi Aziza
Penerbit: AnakKita

Sebagai emak-emak sudah seperti naluri untuk melakukan penghematan di mana-mana. Mulai dari berburu barang gratisa, diskonan hingga beli gratis lima (emang ada wkwkwkwk). Tak usah jauh-jauh sayapun melakukan hal serupa. Mengkuti beberapa program produk gratisan, beburu diskonan tiap bulan dan jarang ketinggalan produka yang beli dua gratis satu atau sejenisnya.

Ketika melihat buku ini, saya merasa ini “gue banget”. Dan kemudian lembar demi lembar saya nikmati dengan cekikikan. Gimana enggak wong ini buku genre komik komedi. Yups komik mama, jadi nggak perlu melototin tulisan segambreng soalnya dalamnya isinya gambar semua, bahkan curhatan penulisanya juga dikomikin di bagian akhir hihihi lucu ya.

Buku ini mengisahkan Mak Irits, saking iritnya ada akhiran s di kata irit. Di bab awal dikenalin sama keluarga dan kelakuan Mak Irits yang kadang dilakukan emak-emak dan juga rada-rada bikin malu hihihi. Bab-bab selanjutnya apalagi kalau bukan cara Mak Irits melakukan pengiritan. Sayangnya Mak Irits yang iritnya kebangetan itu malah gak jadi irit karena banyak perhitungan. Seperti ketika memilih mereparasi sendiri TV yang ngadat, walhasil TV nya malah meletus hihihi.

Ada juga tips Mak Irit berhemat, antara lain nyobain semua sampel makanan sampai kenyang, bawa botol saus dari rumah untuk diisi di waralaba, nampung air hujan biar hemat air, ikut buka bersama pas Ramadhan biar lebih irit plus kalau ada sisi bisa dibawa pulang dan lain-lain. Tapi kalau ngga punya muka tembok macam Mak Irits sebaiknya tips tersebut jangan dicoba ya wkwkwkwk.

Ada juga kisah-kisah sial Mak Irits yang bikin kita mau ikutan prihatin atau malah nertawain, seperti ketika mencoba irit nggak beli BBM padahal minyak sudah tipis, akhirnya mogok deh. Atau ketika borong barang diskonan eh ternyata expirednya nggak lama. Atau juga ketika nyoba irit untuk belanja barang obralan dan nggak sempat milih eh barangnya harus dipermak dulu, sama juga dong harganya nggak jadi obral hehehehe.




Seruuu tingkah Mak Irits benar-benar membuat perut serasa dikocok. Rata-rata satu cerita dimuat dalam satu halaman. Singkat, padat dan menggelitik. Mungkin kalau diangkat menjadi sitcom bakalan seru kali ya.

1 komentar: