Jumat, 11 Januari 2019

# Cerita # challenge

Salah Kaprah Antara Asuransi dan Garansi

"Awas hati-hati pakai jamnya nanti rusak lho, apalagi dimainin anak-anak." Ujar seorang Ibu kepada suaminya.

"Ah nggak pa pa masih garansi." Jawab sang Bapak.

Masih sering mendengar ungkapan seperti di atas? Saya masih sering mendengar, dari lingkungan malahan dari suami sendiri. Kadang saya marah-marah dan cerewet tentang pengertian garansi ini. Dan juga menjelaskan bahwa pengertian yang dia utarakan itu sebenarnya untuk asuransi bukan garansi, tapi tetap saja beliau belum insyaf hahaha.

Jelas beda ya antara garansi dan asuransi namun masih banyak yang salah kaprah dan menganggapnya sama. Lalu apa saja perbedaannya?

1. Garansi 

Garansi merupakan jaminan terhadap sebuah produk bahwa produk tersebut baik dan tidak mengalami kegagalan produksi. Jika hal tersebut terjadi maka pihak produsen/distributor akan menggantikan barang/spare part baru kepada konsumen.

Jadi ketika produk tersebut rusak karena kesalahan kita, maka produsen/distributor tidak berkewajiban mengganti. Makanya meski barang masih dalam masa garansi tetap harus hati-hati ya memakainya.

Garansi ini tidak mewajibkan konsumen untuk membayar premi ya. Jadi begitu barang didapat langsung mendapatkab garansi dalam kurun waktu tertentu. Namun ada juga lho produk yang tidak memiliki garansi. Rugi juga sih kalau barang yang kita beli tidak ada garansi. Misalnya ada cacat produk kita nggak bisa klaim. Nah harus teliti ya dalam membeli.

2. Asuransi

Nah kalau yang ini menanggungkan kerusakan barang. Jadi kalau barang kita rusak maka kita bisa klaim asuransi untuk memperbaikinya atau menggantinya.

Asuransi memiliki masa tertentu juga. Dan ada premi yang harus dibayarkan. Jenisnya juga bermacam-macam. Dan asuransi ini bukanlah hal wajib ketika kita membeli barang terutama barang tunai. Kalau barang kredit biasanya ada asuransinya. Preminya ya dibayar digabung dengan cicilan per bulannya.

Jadi jelas ya perbedaan garansi dan asuransi. Semoga kita eh suami saya tidak salah kaprah lagi dalam mengartikan dua hal yang mirip namun dengan kondisi yang berbeda. Dan tetap berhati-hati menggunakan barang yang masih bergaransi. Semoga tulisan ini bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar