Selasa, 15 Januari 2019

# Cerita # challenge

Berkunjung Ke Siak, Kota Istana



Kabupaten Siak merupakan salah satu kabupaten yang ada provinsi Riau. Kabupaten ini merupakan pecahan dari Kabupaten Bengkalis. Di kabupaten ini memiliki banyak destinasi wisata. Kebetulan liburan akhir tahun kemarin kami menyempatkan berkunjung ke sini.

1. Istana Siak Sri Indrapura


Istana ini juga dikenal dengan Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur. Istana ini dibangun pada tahun 1889 dan selesai pada tahun 1893 pada masa kesultanan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini memiliki taman yang luas dan terdiri dari dua lantai. 

Di taman-taman akan kita jumpai banyak badut-badut foto dengan tarif 10 ribu rupiah, namun saya kasih 5 ribu (kejam ya...). Selain itu juga terdapat beberapa meriam di taman ini. Saya kurang tahu berapa jumlahnya.Di sekitar istana ini juga terdapat kapal Kato yang dulunya digunakan oleh Raja Siak. Sedangkan istana terdiri dari dua lantai. Lantai pertama merupakan tempat pertemua, ruang kristal, dokumen-dokumen dan koleksi barang-barang. Ada gramphone komet yang kabarnya satu-satunya di dunia. Ada juga berbagai koleksi meriam, peralatan makan dan lain-lain.

Menuju lantai kedua terdapat dua buah tangga. Agar tertib satu tangga untuk naik dan tangga lannya untuk turun. Pengunjung yang naik juga dibatasi mengingat kondisi bangunan yang sudah tua. Di lantai atas terdiri dari kamar-kamar dan lebih banyak koleksi foto disini. Disini saya membayangkan menjadi seorang putri yang sedang berada di dalam istana hihihi.

Oiya untuk masuk ke area istana kita dikenakan tiket masuk. Pembelian tiket masuk ada di seberang istana. Tarif masuk 10 ribu untuk dewasa dan 5 ribu untuk anak-anak bagi wisatawan domestik, sedangkan tarif wisatawan mancanegara tarif masuk desawa 15 ribu dan anak-anak 10 ribu.

2. Komplek Makam Koto Tinggi dan Gudang Mesiu

Letak Komplek Makam Koto Tinggi dan Gudang Mesiu letaknya tidak jauh dari Istana Siak, tepatnya di depan parkiran mobil. Namun karena membawa anak-anak kami tidak masuk ke tempat ini, hanya melihat dari luar saja. Berdasarkan catatan sejarah yang saya baca, Makam Koto Tinggi merupakan makan Raja Siak ke-VI hingga ke XI serta kerabat dan keluarga raja. 

Sedangkan gudang mesiu dulunya merupakan tempat menyimpan persenjataan kerajaan Siak terutama mesiu. Masih ingat kan di Istana Siak banyak terdapat meriam? Membaca sejarahnya cukup menarik, apalagi ketika terjadi pergantian raja dari Sultan Syarif Hasyim ke Sultan Syarif Kasim II yang menurut Belanda merupakan ancaman. Karena Sultan Syarif Kasim II cukup terpelajar (menempuh pendidikan di Batavia) sehingga sang Sultan menentang Belanda.

3. Klenteng Hock Siu Kong


Klenteng ini berjarak sekitar 500 meter dari Istana Siak . Klenteng ini dibanguna pada tahun 1871 dan merupakan bangunan tertua di Siak yang juga digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa di Siak. Bangunannya cukup unik berwarna merah. Di sisi kanannya terdapat berbagai lambang sio dan pembakaran dupa.Karena ini tempat ibadah jadi kami tidak berani masuk. Hanya berfoto ria di pelataran Klenteng saja. 

4. Taman Air Mancur Mahratu.

Jika dilihat sebenarnya taman ini berada di seberang istana Siak. Taman ini berada tepat di tepi Sungai Siak. Sangat cocok untuk bersantai. Daya tarik taman ini terletak pada air mancurnya. air mancur menari dengan lampu warna warni yang dapat dinikmati di malam hari. Kami menyempatkan diri kesini malamnya demi melihat air manur menarinya.

5. Makam Sultan Syari Kasim II

Sultan Syarif Kasim II merupakan Sultan ke XII kerajaan Siak dan merupakan raja terakhir.. Beliau wafat pada usia 74 tahun di Rumbai, Pekanbaru dan dimakamkan di Siak. Makam ini terletak di sebalah Masjid Raya Syahabuddin, dan tak jauh dari Taman Air Mancur Mahratu.

Bentuk makamnya sangat indah dengan arsitektur yang mirip dengan istana. Namun behubung membawa bayi kami hanya melihat dari luar dan tidak masuk.

6. Balairung Sri, Muesum Budaya dan Sejarah Kabupaten Siak

Jika kita berjalan lurus terus dari makan ini kita akan menemukan Museum. Museum ini dulunya merupakan balai rapat Kerajaan Siak. Masuk kesini juga dikenakan biaya 10 ribu per orang dewasa dan 5 ribu per orang untuk anak-anak. Sayangnya tidak ada ketentuan tarif maupun tiket yang diberikan kepada kami, tidak seperti waktu di Istana.

Balairung Sri ini juga terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi maket Kerajaan Siak dan berbagai kebudayaan Siak seperti permainan tradisional dan alat menangkap ikan. Di lantai dua merupakan tempat rapat zaman dulu. Disini banyak terdapat hasil-hasil kesepakatan dalam bahasa Belanda dan Melayu.

Balairung ini memiliki pintu yang menghadap ke sungai dan menghadap ke jalan raya. Di museum ini juga diletakkan kereta Kerajaan Siak. Kirain nggak boleh naik namun ternyata boleh. Saya nggak tahu ini kereta asli atau replika.

7. Tangsi Belanda

Kami tidak berkunjung kesini sih, namun melihatnya di dalam museum. Karena biasanya bangunan peninggalan Belanda itu angker hihihi. apalagi bangunan ini berada di seberang sungai dan kami tidak menjangkau sampai sana.

Tangsi ini merupakan benteng peninggalan Belanda yang digunakan sebagai kantor residen, rumah tahanan, gudang peluru, serta barak pasukan Belanda. 

8. Masjid Sultan Syarif Hasyim

Masjid ini merupakan masjid besar dengan pelataran yang cukup besar juga dan banyak penjual disini serta sewa mainan seperti otoped, mobil remote, becak mini dan motor mini. Kami bersantai cukup lama disini.

Mesjidnya cukup nyaman karena banyak angin sepoi-sepoi yang melintas di setiap pintu yang ada. Sayangnya kamar mandi perempuan kurang terjaga kebersihannya. Baru masuk sudah tercium aroma yang kurang sedap. Semoga bisa ditingkatkan kebersihannya.


Perjalanan kali ini sangat luar biasa, karena ternyata banyak yang bisa didatangi di Siak. Sebenarnya masih ada tempat wisata yaitu Queen Waterpark namun waktu kami sudah tidak cukup untuk berkunjung ke sini. Semoga lain kali bisa berkunjung lagi.


2 komentar:

  1. Makam Sultan Syarif Kasim II dibuat megah gitu ya mbak...
    Mesjidnya juga indah, seneng bias bawa anak2 main sepuasnya, aman, ga takut ketabrak lantas

    BalasHapus
  2. Udang sungainya, yang di seberang istana menyeberang lapangan itu enak & besar2. Cukup dengan lalapan saja sudah lupa diet.

    BalasHapus