Senin, 03 Desember 2018

# Cerita # challenge

Uniknya Tinggal di Berbagai Kota Ini

Ibu sosok yang saya kagumi itu, ternyata sudah menyiapkan visi dan misi sejak kami kecil. Beliau bercerita kenapa kami tidak dibuatkan kamar masing-masing. Hal itu karena kami semua akan meninggalkan rumah dan ibu akan sedih melihat kamar-kamar kami yang kosong. Semua ditargetkan lulus SMP menuntut ilmu ke luar kota meski kakak tertua saya baru keluar rumah setelah lulus SMA dan bahkan adik saya sekarang ini masih tinggal di rumah.

Namun dari visi tersebut saya jadi tahu, semua kota menyuguhkan hal yang berbeda. Terutama makanannya, yang kalau nggak cocok bisa bikin kita makan mie instan sepanjang hari hihihi. Inilah kota-kota yang pernah saya tinggali.

1. Klaten

Saya memang lahir dan besar di Klaten, namun di bagian desanya yang jauh dari hirup pikuk keramaian. Klaten adalah daerah yang sejuk karena dekat dengan gunung Merapi. Dan saya mulai menginjakkan kaki di ibukota kabupaten Klaten sejak SMA.

Karena masih di satu daerah, makanan bukanlah hal yang menjadi momok. Karena semua masih sama, hanya saja lingkungan yang berbeda. Kalau biasanya beramah tamah sama tetangga sebelah, ini mereka mulai cuek.

2. Semarang

Meskipun sering bolak-balik ke Semarang, namun berada di kota ini untuk jangka waktu yang lama adalah saat saya mulai masuk kuliah. Mulai lebih jauh dari orang tua.

Di Semarang lebih panas dari Klaten mungkin karena dekat dengan laut. Namun makanan disini masih cukup nyaman di lidah. Sayang hanya dua bulan saya disini karena setelahnya saya hengkang ke Jakarta, masuk ke  Perguruan Tinggi Kedinasan.

3. Jakarta
Jakarta memang asyik dan menarik. Semua ada di ibukota. Tempat wisata populer, transportasi yang serba ada dan bahkan tempat kuliner menarik ada disini.

Tiap tahun yang saya nantikan adalah pameran. Mulai dari pameran buku, otomotif, ponsel dan lainnya. Walaupun cuma jadi penikmat windows shopping namun rasanya sudah bikin otak jadi fresh, apalagi kalau ada yang dibeli dan bahkan bisa ketemu artis ibukota, lebih bahagia lagi. Pengalaman paling menyenangkan di Jakarta adalah banyak menang kuis di radio. Macem-macem hadiahnya, ada yang berupa duit, marchendise bahkan CD original dari penyanyi luar negeri. Zaman saya dulu CD masih mahal di kisaran 80an ribu tahun 2004-2008.

Makanan favorit selama di Jakarta adalah nasi uduk, tapi tanpa gulai jengkol ya. Pokoknya asal pagi sarapannya pasti ini. Yang menyenangkan dari Jakarta adalah ketika bisa berpetualan, yah tersesat sih sebenarnya, tapi masih bisa balik lagi kok. Dan dari sini seperti mengumpulkan puzzle, jadi tahu rute kesana dan kesini. Tapi kalau sekarang disuruh menjelajah lagi saya sudah lupa dan mungkin angkutan yang dulu ada mungkin sekarang trayeknya sudah berubah.

4. Samarinda

Ibukota Provinsi Kalimantan Timur ini cukup memberikan suasana yang tenang. Meski ibukota provinsi, namun suasana kota lebih terasa di Balikpapan. Namun saya betah disini, suasananya mengingatkan saya akan kota kelahiran. 

Disini saya kos dan tinggal di sebelah kantor persis. Jadi enak kalau cuaca sedang tidak mendukung seperti hujan misalnya bisa berpayungan ke kantor. Disini juga banyak teman seperjuangan karena satu penempatan, jadinya tidak merasa sendiri di rantau orang hehehe.

Kuliner di sini didominasi oleh masakan Bugis, Banjar dan Jawa, maklum penduduknya juga didominasi oleh suku tersebut. Kita tidak akan kesusahan mencari Cotto Makasar, maupun Es Pisang Ijo disini, Pecel Pincuk Madiun juga tersebar dimana-mana dan merupakan makanan populer di Samarinda. Masakan Banjar juga tak kalah tenar, ada soto banjar yang juga banyak disajikan disini.

5. Bangkinang

Kota ini adalah ibukota Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Bahasa disini didominasi oleh bahasa minang dan ocu, meski masyarakat jawa juga banyak. Masakan disini didominasi oleh masakan minang. Awalnya saya nggak doyan tapi seiring berjalannya waktu akhirnya lidah mulai terbiasa.

Jika di Klaten makan sate biasanya siang atau malam hari, di Bangkinang sate bisa ada untuk sarapan maupun makan malam, malahan siang hari yang jarang ditemui sate. Soto yang ada juga soto padang yang cukup banyak rempah, kalau belum terbiasan mungkin harus menyesuaikan lidah dulu hehehe.

Disini orang-orang juga terbiasa menggunakan bahasa daerah. Saya yang baru disini awalnya hanya bisa bengong, namun lama kelamaan tahu juga arti dari bahasa sehari-hari yang digunakan. Bangkinang juga cukup strategis karena dekat dengan Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau dan dekat ke Bukittinggi Sumatera Barat.

6. Taluk Kuantan

Taluk Kuantan adalah ibukota Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Masih berbatasan dengan Kabupaten Kampar. Daerah ini memiliki kebudayaan yang mirip dengan kebudayaan di Kampar. Daerah ini merupakan daerah yang baru mekar, pecahan dari Kabupaten Indragiri Hulu. Yang istimewa dari tempat ini adalah festival Pacu Jalur yang rutin diadakan setiap tahun pada bulan Agustus.


Itulah tempat-tempat yang pernah saya tinggali dan keunikannya.


21 komentar:

  1. banyak juga ya mbak kota-kota yang pernah ditinggali. apa nggak rempong itu pindahannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw rempong pake banget mbak.... apalagi barang-barang itu sudah semobil sendiri

      Hapus
  2. Wah sudah merasakan berbagai sensasi di sejumlah kota ya. Trus asalnya rmh ortu di kota mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klaten Mbak, sampai sekarang keluarga masih di klaten, bahkan satu dusun itu ada yang sebagian besar famili kami hihihi

      Hapus
  3. Nomaden ya...hahah pasti seru karena bisa paham banyak daerah. Cuma semarang dan Jakarta yang aku tahu. Selebihnya gelap...pertanyaannya...dimanakah sekarang mba tinggal? Xizixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk jadiin kuis pasti seru ya mbak, sekarang saya tinggal di Bangkinang Kab. Kampar Riau

      Hapus
  4. MAsyaallah, melupakan rempongnya pindahan, psti banyak sekali kekayaan Indonesia yang mba temui, kekayaan bahasa, budaya, kulinernya, luar biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alamnya juga mbak bikin mata sejuk dan kadang bikin hati perih, terutama di kalimanKal Timur, banyak tanah dikeruk untuk mencaim batubara

      Hapus
  5. Masya Allah, tiap kita punya kekhasan tersendiri ya, Mbak. Taluk Kuantan tempat dinas saat inikah? Masih mungkin pindah2 lagi ya, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang di Bangkinang Mbak, kemungkinan pindah masih ada, namun untuk waktu dekat ini mungkin belum

      Hapus
  6. Wah, dari banyak kota yang disebutkan cuman Semarang yang pernah saya kunjungan. Meski hanya beberapa bulan. Memang jadi pengalaman penuh kesan, cuman pas pindahan ke Bandung lagi bawaannya seabreg. Hehe

    BalasHapus
  7. meski ada plu minusnya, tetap asyik ya, Mba, bisa mengenal banyak budaya dari banyak daerah. Lha kalau lebaran mudiknya kemana?

    BalasHapus
  8. Seru ya Mbak bisa tinggal di banyak kota. Pasti enak-enak tuh makanannya. Saya sih dari lahir sampe sekarang di Jakarta, cuman kuliah aja yang di Solo. Jakarta memang asyik, apa aja ada. Tapi macet dan banjirnya, nggak nahan. Buat orang-orang dari daerah banyak yang nggak betah tinggal di Jakarta, terlalu ramai, sumpek dan bising. Tapi ada satu yang cuma ada di Jakarta dan jadi kebanggaan, yaitu....pasar Tanah Abang. Emak-emak dari daerah seneng banget tuh muter-muter sambil belanja di sana....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya dulu sedih meninggalkan Jakarta mbak, tapi kalau sekranse disuruh menetap disana rasanya juga nggak bakalan tahan sama macetnya hehehe

      Hapus
  9. Menghabiskan masa kecil dan dewasa di Jakarta, setelah menikah hijrah ke Bekasi. Suka kangeen dengan suasana Jakarta tempo dulu :)

    BalasHapus
  10. Wah, udah kemana2 nih Mbak Puji :-)
    Saya pernah ke Klaten, ada ponakan yg tinggal di sana. Tetangga sekitarnya banyak yg merantau, euy.
    Trus Jakarta pernah sih nginep sebentar, sama pas transit di bandara Soetta. Yang lain belum pernah. Kalau Riau, saya pernah tinggalnya sih di Kepulauan Riau, bukan Riau daratan.
    Yang jelas, seru ya Mbak bisa mengenal banyak Kota :-)

    BalasHapus
  11. Mirip saya dulu waktu kecil, nomaden terusss...
    Tapi nomadennya masih di wilayah NTB, cuma pindah-pindah kabupaten. Itupun rempong banget tiap 3 tahun sekali harus pindah sekolah & selalu berganti teman :)
    Ke Samarinda juga saya pernah. Yang belum pernah cuma ke Sumatera. Doakan bisa ke sana :)

    BalasHapus
  12. Banyak banget list-nya, Mbak..Kebayang makan mie instan mulu..kwkwk

    BalasHapus
  13. Wah ternyata banyak mbaa kota-kota yg pernah ditinggali. Keren nih, kaya akan pengalaman

    BalasHapus