Senin, 26 November 2018

# Cerita # challenge

5 Tempat Makan Favorit di Bangkinang

Kulineran itu juga merupakan salah satu hobi saya selain menulis, membaca dan crafting. Makanya jangan kaget kalau ketemu saya pipinya gedenya ngalahin bakpao. Meskipun kini kulineran itu sudah berbeda dari zaman saya single dulu.

Dulu zaman masih single saya lebih bebas menentukan mau makan apa dan dimana. Gak peduli tu makanan enak atau enggak. Kalau nggak enak ya ganti tempat, kalau porsinya kecil ya nambah lagi. Dah gitu aja rumusnya. Simple.

Beda dulu beda sekarang. Kalau sekarang mau kulineran ya harus mikirin selera lima orang. Harus sinkron dan ini yang biasanya agak njlimet hehehe. Masalahnya selera anak-anak kan nggak seperti selera orang dewasa. Selain itu tempatnya juga harus bersih dan ramah anak, yah walaupun nggak ada tempat mainnya tapi amanlah makan disitu bareng bocah. Terus juga harus enak, walaupun enak ini tidak dicerminkan dari penampilan resto nya juga sih mesti trial n error.

Nah kalau teman-teman ada kesempatan berkunjung ke ibu kota kabupaten Kampar alias ke Bangkinang jangan lupa singgah di lima tempat yang sudah jadi langganan kami ini ya....

1. Zacky Dicky Cafe

Kafe ini terletak di depan SMAN 1 Bangkinang. Seringnya kesini buat sarapan. Soalnya menu sarapannya yang laziz juga ramah di kantong ditambah gorengan dengan saus yang tiada duanya. Menu favorit kami disini adalah ketupat gulai paku. Soalnya nggak semua penjual lontong itu sedia lontong jenis ini. Ada satu penjual lontong yang menjual lontong gulai paku namun pedasnya minta ampunnnn.

Selain lontong seperti standar kafe lainnya, kafe ini tentu saja juga menyediakan kopi. Namun saya belum berkesempatan mencicipi kopi disini, mungkin lain kali ya. Suasananya sangat nyaman, dan ada outdoor maupun indoor. Selain lontong saya juga suka kwetiau disini, enaknya nggak ada yang ngalahin.

2. Bubur Ayam Teh Lilis

Bubur ayam teh lilis ini merupakan warung pertama bubur ayam di Bangkinang yang bertahan hingga saat ini. Waktu awal berdiri kadang Teh Lilis menjual nasi kuning, tapi kemudian menu ini dihilangkan karena terlalu ribet membuat aneka toppingnya. Kemudian Teh Lilis menambah daftar menunya dengan nasi goreng.

Keunikan Bubur Ayam Teh Lilis ini adalah jika ke tempat lain kita disuguhi air putih saja, disini kita juga disuguhi teh tawar hangat. Tinggal tuang sendiri berapa banyak yang mau diminum, asyiknya lagi teh tawar ini free. Kemudian untuk kerupuk di bubur, kerupuk tidak ditaburkan di atas bubur namun dimasukkan dalam toples kecil. Bagi saya penggemar kerupuk rasanya bahagia banget dapat krupuk setoples wkwkwkwk.

3. Sate Ayam Kampung Kuok

Sate ini cukup terkenal. Awalnya saya merasa aneh dengan kuahnya yang berwarna kuning dan juga rasa rempahnya yang banyak. Namun lambat laun saya menyukainya bahkan ketagihan. Disini memang hanya menyediakan satu jenis menu ini saja. Namun kita bisa pesan satenya seperti sate telur, ati, leher dan sebagainya.

Sate ayam kampung ini juga enak dimakan dengan cabai merah yang memang sangat digemari oleh orang Bangkinang. Selain itu kuah satenya juga enak dimakan dengan kerupuk ubi cabai, rambak kulit dan kerupuk putih yang memang tersedia disini.

4. Bakso Putra Solo

Rasa bakso dimana-mana standar, ya gitu-gitu saja. Tapi tetap saja citarasanya berbeda. Mulai dari pentol baksonya, kuahnya bahkan sambelnya yang memengaruhi kenikmatan saat menikmati semangkok bakso.

Bakso Putra Solo ini memiliki pentol bakso yang lebih enak. Saya tidak tahu komposisinya namun banyak yang baksonya dicampur dengan ayam, sehingga pentol baksonya terdapat tulang-tulang ayam kecil-kecil yang cukup mengganggu buat saya. Selain itu tekstur baksonya juga jadi lebih lembek. Kedua kuahnya, ada beberapa tempat bakso yang kuahnya seperti sayur bening, hanya ditambah garam dan micin. Rasanya tuh kurang nendang. Kalau bakso disini kuahnya memang nampol sampai-sampai tak tersisa di mangkok. Yang terakhir adalah sambalnya yang lain daripada yang lain. 

Sambal di warung lain itu cabai rawit hijau yang digiling namun kadang cabainya mentah. Jadi agak mengurangi citarasa. Selain itu cabai rawit hijau disini biasanya kurang pedas jadi pakai lima sendokpun pedasnya ya segitu-gitu aja. Kalau disini mungkin menggunakan rawit setan yang berwarna merah bentuknya gemuk dan pedasnya luar biasa. Pakai satu sendok saja sudah pedasnya bikin mata berkaca-kaca.

5. KFC

Ini sih tempat makan favorit bocah. Pokoknya kalau jalan atau kalau lagi nggak ada ide mau kasih makan sama si bocah apa ya kesini. Memang sih lebih mahal tapi daripada beli di pinggir jalan yang kadang saya ragu sama minyak yang dipakainya.

Sering juga mojok sama si sulung disini kalau pasa bapaknya lagi gak ada. Dia adalah partner yang asyik diajak kongkow. Kalau sama bapaknya ya mojoknya di tempat bakso tadi, biar bisa hu ha bareng hihihi.



2 komentar:

  1. Aduh bakso solo.. dimana-mana pasti ada bakso solo yaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi iya mbak sudah jadi trade mark kayaknya

      Hapus