Selasa, 30 Oktober 2018

5 Fakta Unik Sumpah Pemuda

08.53 0 Comments



Sumpah pemuda yang selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober ternyata memiliki fakta unik dibaliknya. Karena sebagai bangsa yang besar kita juga perlu tahu bagaimana sejarah hari sumpah pemuda, jangan ikut upacaranya doang tapi nggak dapat pelajaran di baliknya. Atau malah nggak tahu tanggal 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda? Hehehe.

Ya udah deh daripada prolognya panjang lebar langsung kepoin aja yuk gaes fakta unik sumpah pemuda ini.

1. Tanggal Cantik
Nyadar nggak sih kalau hari lahirnya sumpah pemuda itu tanggal cantik. Yup tanggal 28 Oktober 1928. Ada tanggal 28 dan tahun 28, apa nggak cantik tuh? Mungkin udah pada jadi rebutan buat nikahan di hari tersebut ye....hehehe. 

2. Tanggal Kongres
Sebenarnya yang kita peringati sebagai hari sumpah pemuda saat ini merupakan tanggal dilaksanakannya kongres pemuda kedua pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Tanggal terakhir kongres inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari nasional yang bukan hari libur melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati sumpah pemuda.

3. Tidak ada istilah sumpah pemuda
Ikrar sumpah pemuda yang kita baca saat ini sebenarnya adalah hasil kongres. Sewaktu dirumuskan oleh M. Yamin, ikrar sumpah pemuda tersebut sebenarnya tak berjudul. Namun atas dasar Keppres No. 316 Tahun 1959 itulah ikrar yang dibacakan pada saat kongres pemuda II itu dinamakan Sumpah Pemuda.

4. Tempat Kongres di kontrakan
Fakta unik lainny adalah tempat yang digunakan saat kongres, yang sekarang lebih dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda awalnya adalah kontrakan sekaligus sebagai tempat gerakan kepemudaan.

5. Lagu Indonesia Raya diperdengarkan pertama kali
Lagu Indonesia Raya ternyata diperdengarkan pertama kali pada saat kongres ini. Lagu ciptaan WR Soepratman ini hanya diperdengarkan musiknya saja tanpa syair karena pada saat Kongres dikawal ketat oleh tentara Belanda.

Betapa kerennya pemuda zaman dulu ya, ditengah ketidakbebasannya namun tetap bisa melakukan hal yang luar biasa. Ayo pemuda Indonesia semangat!!!!

Minggu, 28 Oktober 2018

Review Buku: Abacaga Cara Praktis Belajar Membaca Untuk Anak 4-6 Tahun

17.05 3 Comments






Judul Buku: Abacaga Cara Praktis Belajar Membaca Untuk Anak 4-6 Tahun
Penulis: Jazuli, Budiman, Tri Wahyu R.N.
Penerbit: PT Kawan Pustaka
Jumlah halaman vi+150 halaman

Saya agak gelisah ketika si Sulung tak kunjung bisa membaca. Padahal huruf sudah hafal, menulis namanya sendiri juga sudah bisa. Buku-buku membaca juga sudah dibeli, namun si bocah belum juga serius untuk belajar membaca. Hingga tahun ajaran baru tiba dan belum juga bisa membaca, padahal sepupunya yang sebaya sudah bisa membaca sejak lebaran kemarin.

Akhirnya searching-lah ke toko buku online langganan. Pilihan jatuh pada buku ini, Abacaga Cara Praktis Belajar Membaca Untuk Anak 4-6 Tahun. Alhamdulillah nggaj salah pilih, dalam waktu kurang dari sebulan perkembangan membaca si bocah cukup pesat.

Cara membaca yang digunakan dalam buku ini mengadaptasi dari cara belajar Qira'ati. Jadi membacanya langsung menggabungkan huruf vokal dan konsonan. Ada dua tahap pembelajaran dalam buku ini. Tahap pertama belajar menggunakan kartu abacaga dan tahap kedua belajar menggunakan buku abacaga. Buku abacaga sendiri terdiri dari enam bagian.
Kartu abacaga digunakan untuk mengukur kemampuan dasar anak dalam membaca. Kartu disusun sejajar dan bisa digeser-geser untuk menghasilkan kata yang berbeda-beda. Petunjuk penggunaan kartu ada di dalam buku ini di halaman empat. Waktu itu karena si sulung sudah mulai hafal huruf dan bisa menulis namanya sendiri saya urung menggunakan kartu abacaga, bahkan bagian 1 sudah bisa dilewati karena si anak memang sudah bisa.

Enam bagian yang ada dalam buku ini yaitu:
1. Mengenal abjad yang didampingkan dengan huruf vokal a
2. Pengenalan huruf vokal i pada halaman pertama didampingkan dengan contoh huruf dan suku kata yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu a.
3. Pengenalan huruf u pada halaman pertama didampingkan dengan contoh huruf dan suku kata yang sudah dipelajari sebelumnya yaitu a dan i.
4. Pengenalan vokal (a,i,u) yang didampingkan dengan konsonan.
5. Pengenalan konsonan lanjutan yang didampingkan dengan vokal e, o, dan imbuhan.
6. Pengenalan bunyi sengai, konsonan, dan vokal (huruf gabung).
Target anak menyelesaikan buku ini adalah empat bulan, namun bisa lebih cepat atau lambat tergantung kemauan dan kemampuan anak itu sendiri. Terutama kemauan, karena jika anak belum mau maka meski kita sudah membeli banyak buku namun anak masih enggan membaca maka keberhasilan juga rendah. Sebaliknya jika anak sudah mau untuk belajar maka tingkat keberhasilan akan lebih tinggi. Bahkan kadang tidak sampai enam bulan anak sudah bisa membaca.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 11 Oktober 2018

Husna di Pos-pos Bobo Junior

11.58 0 Comments
Suatu siang yang terik ketika mengantar makan siang bocah, tiba-tiba saya berteriak kegirangan, dalam hati tapi. Kalau beneran malulah sama ibu-ibu wali murid yang lain hahaha.

Apa pasal?

Saya dapat sms dari kantor pos. Sms biasa sebenarnya, hanya mengifokan pengiriman barang. Tapi yang membuat saya surprise adalah barang itu dari Bobo Junior. Yeay pasti hadiah dooong.....

Dan ternyata betul. Selang dua hari kemudian pihak kantor pos menghubungi saya perihal kiriman dari Bobo Junior ini. Kirain nama penerimanya saya ternyata atas nama Husna. Pas ditanya sama pak posnya saya bilang itu anak saya. Pak posnya melongo sayanya cuma mesam mesem. Namanya juga dapat hadiah Pak hehehe.
Tas hadiah dari Bobo Junior

Awalnya saya berniat untuk rajin mengirim rubrik pos Bobo Junior. Soalnya si sulung rajin menggambar, sementara si tengah, Husna cukup fotogenik. Jadilah si emak mengirimkan foto Husna dan gambar si Abang.

Tapi lama tidak ada kabar. Sekitar bulan Maret saya kirim tapi edisi demi edisi tidak ada tanda-tanda bakal tayang. Ya sudah mungkin belum rezeki, jadi belum layak muat. Hingga akhirnya pada bulan September baru dapat kabar bahwa hadiah sudah dikirim. Rasanya tuh kayak nemu oase di padang pasir. Cuma yang belum ada kabar ya gambar si Abang tadi. Mudah-mudahan sih bisa tayang juga ya hehehe.
Foto Husna kiriman dari ponakan

Husna tampil tepatnya di edisi 12 tahun 17. Dan berburu lah kami edisi Bobo Junior tersebut. Mulai dari pedagang majalah asongan sampai ke Gramedia. Sayang kami tidak menemukan edisi tersebut hingga sekarang. Yang di Gramedia waktu itu adanya episode 11 pun dengan pedagang majalah asongan. Sampai edisi berikutnya terbit edisi 12 tetap kosong. Tapi dapat kiriman gambar Kiya dari ponakan yang di Jakarta. Padahal bocah-bocah udah nggak sabar mau lihat di majalah langsung. Nggak apa ya nak.

Gara-gara dapat hadiah ini niat untuk sering mengirimkan rubrik pos-pos jadi kembali. Kalau nunggu lama ya berarti masih proses, namanya juga ngirim ke majalah hehehe.