Senin, 03 September 2018

# Cerita

Warna-warni Upacara Tujuhbelasan


Biasanya setiap upacara memeringati peristiwa nasional diintruksikan untuk mengenakan baju korpri. Namun pada upacara tujuhbelasan tahun ini sedikit berbeda. Instruksi dari kantor pusat mewajibkan kami memakai baju adat.

Ha baju adat?!

Iya betul, mengadopsi dari dresscode upacara di istana. Hihi beda dan seru jadinya. Pertama karena tidak memiliki baju adat. Kedua agak gimana gitu ya instansi lain pakai baju korpri kami pakai baju adat sendiri.

Banyak yang mulai galau ketika diumumkan bahwa baju untuk upacara esok adalah baju adat. Salah seorang teman mengaku tidak punya baju Melayu, baju adat khas Riau. Sebenarnya tidak punya hanya sudah nggak muat. Sayapun tak ketinggalan galaunya. Walaupun saya yang aslinya Jawa namun baju adat Jawa tidak saya bawa kesini. Mubazir pikir saya, tidak akan terpakai juga di bumi lancing kuning. Maka dari itu saya tinggalkan di kampung halaman.

Satu-satunya baju adat yang saya miliki adalah baju melayu berwarna orange. Bukannya sengaja bikin, memang dapat seragam dari kantor. Masalahnya jilbab orange yang saya punya itu nggak asyik dipakai. Agak licin sehingga harus sering dibetulkan karena bergeser letaknya.

Namun mungkin hari itu hari keberuntungan saya, sehari sebelum upacara datanglah sebuah paket untuk saya. Paket yang memang saya nantikan. Hadiah lomba posting foto di Instagram saat milda IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) ke-8. Awalnya saya pikir dapat satu jenis saja karena pas disuruh milih saya memilih handshock tapi ternyata yang tiba malah tiga jenis. Ada handshock hadiah yang saya pilih, putsing alias ciput kesan langsing dan buku agenda bekerja sambal bisnis.

Wah kebeneran banget nih, mau nyobain putsing. Seperti apa sih rasanya pakai putsing ini? Dan pas hari-H saya memakainya. Ciput dengan hiasan di dahi itu jarang dipakai orang kalau hari biasa tapi saya pede aja. Soalnya hiasannya nggak norak dan juga tidak terlalu mencolok, plius putsingnya sangat nyaman untuk saya sehingga menambah rasa percaya diri.


Putsing yang saya pakai ini adalah Putsing001. Terbuat dari katun spandek yang sangat nyaman dipakai. Di kepala tidak terasa ketat dan juga pashmina yang saya pakai ini mau lengket jadi nggak geser-geser. Nggak bolak-balik benerin pashminanya. Karena kenyamanannya itulah saya jadi percaya diri buat memakainya. Gimana cakep nggak hehehehe.

Nah yang ini bagian foto rame-ramenya. 

Tuh kan berwarna-warni banget. Ternyata ada banyak hal yang bisa didapat dari upacara dengan mengenakan baju adat ini:
1. Upacara lebih meriah, kami yang hanya 30-an orang ini nampak semarak dengan pakaian adat kan? Ketika mengenakan pakaian yang seragam kami kelihatan sedikit.
2. Peserta upacara nampak lebih fresh. Karena dandan mengenakan baju adat itu tidak seperti biasa maka peserta upacara kali ini nampak lebih fresh disbanding hari biasa.
3. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Walaupun bajunya beda-beda tapi kami tetap kompak upacara.


Semoga negara kita makin merdeka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar