Jumat, 24 Agustus 2018

# review # travel

Menjelajah Lampung Bersama Keluarga? Boleh Juga!


Akhir bulan Juli 2018, akhirnya saya dan keluarga berkesempatan untuk mengunjungi salah satu kota di Pulau Sumatera, yakni Bandar Lampung. Kebetulan kami masih mendapatkan cuti, dan anak saya masih dalam suasana liburan sekolah, kami pun memutuskan untuk berplesir. Apalagi, sudah lama di tinggal di Sumatera rasanya rugi kalau tidak menjelajah wilayah ini, serta terbilang sangat penasaran dengan keindahan alamnya.


Source : tripadvisor
Perjalanan Menuju Lampung
Meski umumnya orang-orang lebih memilih mengunjungi Lampung dengan jalur darat, demi efisiennya waktu kami memilih menggunakan pesawat. Seperti biasa, kami memanfaatkan layanan Airy untuk mencari harga tiket pesawat terbaik dan promo potongan harga. Hingga akhirnya, kami mendapatkan tiket pesawat murah Lion Air menuju Lampung dengan harga cukup murah yaitu sekitar Rp 908.000. Selain itu kami juga memesan penginapan murah untuk akomodasi kami selama disana lewat aplikasi yang sama.

Setelah tiket di tangan, saya pun langsung membuat rencana perjalanan serta membuat daftar, apa saja yang harus dibawa. Tak lupa pula saya mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait destinasi wisata unggulan yang juga ramah anak. Hingga akhirnya, kami memilih Menara Siger, Taman Nasional Way Kambas, dan Pulau Pahawang sebagai tempat wisata yang akan dikunjungi.

Menjelajahi Destinasi Wisata di Kota Lampung

Source : intisarinews
Di hari H, setelah tiba di Bandara Raden Inten II, kami langsung menuju penginapan yang sebelumnya juga telah di-booking. Setelah rehat sejenak, kami memutuskan untuk langsung menuju Menara Siger yang berada di sekitar kawasan Pelabuhan Bakauheni - Lampung Selatan, tak jauh dari hotel tempat menginap. Di bangunan berbentuk unik, kami disuguhi beragam karakteristik budaya masyarakat setempat serta beberapa wahana wisata. Tak lupa pula, kami mengabadikan momen dengan berlatarkan menara khas Kota Lampung sebagai tanda telah mengunjungi kota yang juga menjadi pintu masuk ke Pulau Sumatera ini.

Karena saat itu kami tiba sore hari, kawasan ini cukup ramai dikunjungi wisatawan ataupun masyarakat sekitar. Tak ketinggalan, beragam sajian kuliner di sekitar area tempat wisata juga kami cicipi dan rasanya dijamin nagih.


Source : penabiru
Keesokan harinya, dengan menyewa mobil, kami mengunjungi kawasan Taman Nasional Way Kambas. Setiba di sana, kami menjumpai beberapa gajah liar, berfoto dan menunggangi gajah yang jinak, serta berkeliling menikmati kawasan cagar alam ini. Sayangnya, menurut keterangan dari petugas, setelah hari raya belum ada jadwal pertunjukan kembali. Padahal saya pribadi berharap bisa menyaksikan beragam pertunjukan gajah di taman nasional tertua di Indonesia ini. Ternyata waktunya kurang tepat.

Dari Way Kambas, kami memutuskan untuk berwisata kuliner sejenak untuk kemudian kembali ke penginapan. Bagaimanapun, kami harus menyiapkan energi karena besoknya (pagi hari) akan berangkat untuk menjelajahi Pulau Pahawang.

Untuk menuju pulau cantik ini, kami memilih jalur perjalanan Pantai Klara - Pahawang dengan biaya kapal penyeberangan sekitar Rp150.000 plus alat snorkeling untuk 4 orang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, kami tiba di Pulau Pahawang Besar.


Source : tribunnews
Kami pun mulai menggelar tikar untuk bersantai dan menikmati pemandangan hamparan pasir putih yang berpadu dengan birunya air laut dan cerahnya sinar matahari. Tak butuh waktu lama, anak dan suami saya juga mulai bermain air dan pasir. Selang beberapa waktu kemudian, kami menuju area snorkeling utama dengan terlebih dulu membayar tiket area spot sebesar Rp30.000 per orang.

Untungnya, area ini memang menawarkan pesona keindahan alam bawah laut yang memukau sehingga biaya tersebut tidak terasa mahal alias sebanding. Apalagi, di sini kita juga bisa berfoto keluarga dengan latar bawah laut dan papan bertuliskan 'Pulau Pahawang Wisataku'. Yang lebih menggemaskan, kami juga bisa menyaksikan langsung penangkaran ikan nemo. Sungguh, sebuah pengalaman wisata yang takkan terlupa. Sayangnya, kami hanya bisa menjelajahi Pulau Pahawang Besar karena yang kecil masih ditutup untuk wisatawan. Akhirnya, waktu berlibur pun telah habis dan waktunya kembali ke rutinitas.

Meskipun liburan saya baru saja usai, namun saya telah memutuskan untuk kembali ke Lampung di kemudian hari. Selain belum merasa puas dengan keindahan tempat wisata di Sumatra ini, banyak sekali wisata kuliner yang belum sempat saya cicipi di kota yang satu ini. Apalagi saat ini melakukan booking tiket pesawat dan penginapan sudah sangat mudah dengan kehadiran layanan dari Airy.

2 komentar:

  1. Keren banget ya mba pemandanganya.
    Belum pernah sama sekali ke sana, semoga kapan2 bisa ke Lampung juga.

    Airy emang aplikasi yang full promo ya :)

    BalasHapus