Jumat, 31 Agustus 2018

# lomba # tips

3 Cara Melawan Penjajahan Produk Impor



Banyak yang bilang sebenarnya negara kita belum merdeka.

Ah masak iya sih? Kan sudah nggak ada perang lagi, kan kita sudah bisa bebas upacara merayakan kemerdekaan. Kok dibilang belum merdeka?

Kenyataan memang pahit, sepertinya kita sudah merdeka tapi pada kenyataannya belum. Kita masih terjajah namun dalam hal ekonomi dan budaya. Hayo ngaku siapa disini yang tergila-gila sama drakor (drama korea), atau yang demen sama K-POP. Pasti banyak kaaaannnn? Apalagi untuk anak remaja saat ini. Meskipun kita tidak bisa menampik tontonan lokal memang masih kalah jauh dibanding tayangan dari luar negeri.

Apakah hal demikian juga terjadi pada produk-produk kita sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi? Bisa ya bisa tidak. Ada tiga alasan kenapa produk-produk tersebut perlu diimpor dari luar negeri. Pertama tidak dapat diproduksi di dalam negeri, biasanya barang-barang modal untuk industri. Kedua produksi di dalam negeri ada tapi tidak mencukupi, seperti impor bahan makanan. Dan ketiga barang tersebut bisa diproduksi di dalam negeri namun memerlukan biaya yang mahal, jadi impor justru lebih menekan biaya produksi dan dianggap lebih murah.

Impor sendiri ada tiga jenis yaitu impor barang modal, impor bahan baku/penolong dan impor barang konsumsi. Berdasarkan data dari BPS, pada bulan Juli 2018 impor bahan baku/penolong mendominasi impor negara kita yaitu sebesar 75,02 %. Impor barang modal menduduki peringkat kedua yaitu sebesar 15,75 % dan impor barang konsumsi di posisi terakhir dengan porsi 9,23 % dari total impor.

Meskipun impor barang konsumsi ini porsinya paling kecil namun mengalami lonjakan cukup  tinggi jika dibandingkan dengan impor barang konsumsi selama Juni 2018 yaitu 70,50 %. Wah ngeri juga ya dalam sebulan lonjakannya sudah segini besarnya. Sementara itu dari e-commerce tercatat bahwa selama 2017 transaksi yang dicacat oleh BI sebesar 85 triliun. Sayangnya dari total produk yang dijual secara online di Indonesia hanya ada 6-7 % yang merupakan produk lokal. Sisanya 93-93 % merupakan produk impor.

Wah ternyata produk kita masih kalah saing dengan produk luar negeri. Buktinya dari e-commerce kita kalah jauh. Duh syediiihhh.

Memang sih bukannya tanpa alasan lebih banyak orang menyukai barang-barang impor. Alasan yang sering ditemui antara lain:
1. Kualitas
    Seringnya kualitas barang impor memang jauh lebih baik daripada produk lokal. Tapi ya tidak semua ya, masih ada juga kok barang yang kualitasnya sama atau bahkan lebih baik dari produk impor.

2. Kemasan produk yang kurang menarik

Biasanya konsumen itu suka kemasan yang menarik walaupun kualitasnya kurang bagus. Nah kemasan ini kadang masih belum “menjual” sehingga tidak diminati pasar.

3. Gengsi
         
Nah alasan yang satu ini sebenarnya sering ditemui namun jarang diakui. Membeli barang impor biasanyameningkatkan prestise pembelinya. Apalagi barang branded yang harganya bikin geleng-geleng kepala. Padahal kualitas serupa namun harga bersahabat masih banyak ditemui di dalam negeri. Tapi ya itu tadi gengsi masih mengalahkan isi dompet.

Padahal kebanyakan melakukan impor barang konsumsi memiliki dampak yang kurang baik bagi perekonomian di dalam negeri. Yang paling besar dampaknya adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi. Nah kalau pertumbuhan ekonomi melambat biasanya akan berdampak terhadap masalah sosial seperti pengangguran dan kemiskinan. Belum lagi hutang negara yang menggunung akibat devisa tak lagi di dapat karena neraca perdagangan yang negatif. Duh ngeri banget ya?

Makanya kita belum bisa merdeka kalau ternyata perekonomian dan budaya kita justru berkiblat kepada negara tetangga. Nah bagaimana caranya melawan jajahan produk impor ini?

1. Perbaikan kualitas produk dalam negeri

    Agar konsumen tidak lari ke produk impor sudah seharusnya produsen mulai memperbaiki kualitas produknya. Namun ini bukan hanya tanggung jawab dari produsen itu sendiri tapi juga pemerintah. Pemerintah perlu mendukung dengan memberikan pelatihan dan edukasi terutama untuk produsen UMKM agar bisa lebih maju dan berdaya saing tinggi.

2. Dukungan pemerintah melalui program cinta produk dalam negeri dan pembatasan impor.

            Pemerintah juga memiliki peran dalam mengurangi produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri. Selain membatasi impor pemerintah juga bisa mengeluarkan program cinta produk Indonesia seperti yang pernah dilakukan ketika krisi moneter melanda negara kita

3. Konsumen melek terhadap produk local

            Selain produsen dan pemerintah, konsumen juga memiliki peran yang penting dalam melawan penjajahan produk asing ini. Memang sebagai seorang konsumen kita bebas memilih produk mana saja yang kita kehendaki. Namun bijak dalam berbelanja mungkin sangat diperlukan untuk melindungi industri di dalam negeri terutama dari produsen yang merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa produk impor tetap kita perlukan. Namun untuk barang-barang tertentu saja. Mungkin barang-barang lain seperti tas, sepatu dan barang lain yang sudah banyak di produksi di dalam negeri sebaiknya memang kita beli dari pengrajin lokal.

Tapi kan kalau belanja di marketplace susah nyarinya.

Hihihi iya sih saya dulu juga begitu. Asal beli saja mana yang dirasa cocok tanpa memerhatikan tentang ekonomi bangsa. Namun ketika impor begitu mengancam maka pilihan untuk membeli produk-produk lokalpun menjadi prioritas. Untung saja ketemu Qlapa yang memang hanya menjual barang-barang lokal.

Mau cari apa? Baju, tas, sepatu sampai peralatan dapur semua tersedia di Qlapa. Pasti bergengsi deh kalau untuk gaya-gayaan nggak akan kalah sama tetangga sebelah #ups. Nggak hanya itu barang-barang yang ada di Qlapa juga bisa dijadikan hadiah lho. Soalnya ada menu inspirasi kadonya.

Mau nyari kado ultah, kado anniversary, kado pernikahan juga kado valentine. Misalnya kayak saya yang lagi nyari kado buat adik saya yang bentar lagi ulang tahun. Tinggal klik menu inspirasi kado dari halaman utama, kemudian klik inspirasi kado ulang tahun maka keluarlah berbagai pilihan kado yang bisa dipilih. Mulai dari aksesoris, sepatu dan lainnya.

Selain barangnya yang merupakan produk lokal salah satu keunggulan belanja di Qlapa adalah bisa meng-customize pesanan kita karena di Qlapa kita langsung  membeli dari pembuatnya.

Ah ternyata mudah ya mencintai produk lokal dan menggunakannya. Menurutmu gimana? Apakah kita sudah merdeka?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar