Jumat, 27 Juli 2018

# Cerita # challenge

Ketika Mimpiku Ditertawakan


            
Mungkin cerita ini pernah saya ceritakan tapi mau nyeritain lebih detail kali ini. Waktu itu di tahun 2012, setelah melahirkan anak pertama saya dan suami sepakat untuk membeli rumah. Saat itu tentu saja dengan berhutang. Namun rumah ini menurut saya belum layak huni selain lantainya cuma semen juga belum memiliki dapur. Juga kondisi saat itu dimana di blok yang saya tempati belum banyak penghuni sehingga masih banyak anjing liar disana. Maka kami urung menempati rumah tersebut dan ingin merombaknya terlebih dahulu.

            Alhamdulillah rezeki tak kemana, akhir tahun 2012 kami bisa merencanakan renovasi rumah. Saya yang membuat desain rumah, suami yang menyokong plus imajinasinya. Kebetulan di komplek yang sama namun beda blok ada teman suami yang juga berencana merenovasi rumahnya. Dia hanya sekedar menambah ini dan itu. Ketika menanyakan kepada kami mau renovasi seperti apa, kami ceritakanlah desain yang sudah dibuat.

                Dia tertawa sambal ngomong “Ah tinggi banget khayalannya.”

            Saya cuma ngelus dada dan berusaha maklum walaupun sedikit sakit hati saat itu. Namun kami tak patah arang dengan tertawaan itu. Biar saja toh kami yang mengeluarkan biaya untuk renovasi rumah.

            Alhamdulillah walaupun sempat terseok akhirnya renovasi rumah selesai tinggal membuat pagar dan pintu besi saja. Orang yang pernah menertawakan kami mungkin malu sendiri dan tidak pernah menampakkan batang hidungnya.

           Yes mimpi itu memang untuk diwujudkan, bukan hanya sekedar diceritakan atau ditertawakan. Mimpi ini cepat terwujud karena mimpi ini adalaha mimpi besar kami yang selalu ada dalam benak. Saat itu saya tidak tahu bahwa mimpi itu akan lebih baik jika ditulis.

            Tahun 2014 saya mulai menuliskan mimpi-mimpi saya. Sayangnya dreamboard yang saya buat itu sudah hilang bersama barang-barang lain saat pindahan. Saat itu saya ingin resign, ingin pergi jalan-jalan bersama keluarga, ingin sukses berbisnis, ingin punya mobil baru, ingin membuat pagar rumah, tentu saja plus targetnya.

            Tidak semuanya terwujud memang tapi salah satu pencapaian yang terbesar adalah membeli mobil baru yang waktu itu saya targetkan Agustus namun terbeli di bulan April. Pergi jalan-jalan bersama keluarga (dengan orang tua) juga akhirnya terwujud, Yang lainnya masih coba saya wujudkan hingga sekarang.

            Bedanya kalau dulu belum ada dreamboard instan yang tinggal isi. Dulu masih harus gunting tempel, tulis semua mimpi di kertas karton kemudian di tempel. Kalau sekarang sudah ada dreamboard yang tinggal tulis dan tempel, eh kalau mau tempel foto juga boleh. Bentuknya kayak begini nih.

            Nggak hanya ditulis ya kita juga harus membuat target-target kecil untuk mewujudkan mimpi kita. Mengevaluasi target ini bisa menggunakan Metrik Pencapaian. Nah target juga tidak akan tercapai dengan baik tanpa pengelolaan waktu yang baik yaitu dengan menggunakan Daily Activity. Dijamin harimu makin efektif, tak ada waktu terbuang percuma.

        Ketiganya bisa didapatkan sepaket yang bernama superboard. Selain bisa mewujudkan mimpimu juga bisa wujudkan mimpi teman-temanmu, tentu saja dengan menawarkan superboard ini pada mereka, untuk lebih jelasnya tentang supeboard bisa diintip di channel berikut ya https://t.me/ModalSukses300Ribu.

Semoga ada hikmahnya

#indscriptwriting
#indscriptcreative
#emaksuperboard

Tidak ada komentar:

Posting Komentar