Rabu, 16 Mei 2018

Mari Berjuang Sukseskan Ramadhan

Credit
Ramadhan merupakan bulan istimewa yang selalu dinanti. Dulu waktu kecil saya menanti bulan ini karena suasana yang ditimbulkan cukup berbeda. Pertama adalah makan bersama di waktu buka dan sahur. Kemudian bulan ini begitu semarak karena masjid menjadi ramai terutama ketika sholat tarawih dan sholat subuh. 

Makin besar saya makin sadar, bukan hanya itu yang menjadikan Ramadhan istimewa. Tapi memang Allah yang menjadikannya istimewa, seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 185. Ada dua keristimewaan yang dijelaskan dalam ayat tersebut yaitu bulan diturunkannya Al-Quran dan kewajiban berpuasa di bulan ini. Selain itu Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa ada pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga di buka, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Makanya bulan Ramadhan ini memang istimewa banget.

Terus kalau ini Ramadhan terakhir untuk kita bagaimana?

Jujur jleb banget waktu ada tantangan menulis dengan tema "Jika ini Ramadhan Terakhirku" dari Blogger Muslimah Indonesia. Rasanya tuh persiapan Ramadhan tahun ini kurang maksimal. Dan tiba-tiba ingatan saya melayang ke tahun 2016.

Tahun itu adalah tahun tersedih bagi saya. Tahun itu adalah Ramadhan terakhir bagi Ibu bahkan beliau belum sampai pada Hari Raya Idul Fitri. Ibu berpulang di hari ke 16 Ramadhan. Sungguh suatu pukulan bagi kami karena beliau bahkan sehat saat sebelum tidur dan ketika dibangungkan sahur beliau sudah tidak ada.

Betapa maut itu tak pernah memberi tahu kapan ia akan singgah. Dan setiap orang akan mengalami Ramadhan terakhirnya tidak terkecuali. Merinding setiap kali mengingat hal itu. Apakah sudah cukup bekal saya untuk menghadap-Nya?

Waktu terus saja bergulir sedangkan kita masih terlena. Begitupun Ramadhan tahun ini. Ketika yang lain sudah sibuk mempersiapkan diri menyambur Ramadhan (dari segi ibadah), saya masih sibuk dengan dunia. Semua atas tameng pekerjaan, dan itu sukses membuat saya melakukan pembenaran. Ah betapa malunya.

Kemarin juga cukup menohok, ketika melihat sekeliling sudah mulai berbenah. Mulai mempersiapkan menyambut Ramadhan baik dari segi ibadah maupun dari segi yang lainnya. Saya? Saya masih terengah-engah menenangkan diri karena kecapekan selepas pelatihan ke luar kota.

Ah betul-betul ya.... Rasanya saya ingin menampar diri sendiri. Dan kemudian terbitlah tekat untuk membuat Ramadhan tahun ini harus bisa sukses. Bagaimana agar Ramadhan kali ini bisa sukses?

1. Niatkan diri untuk beribadah di bulan suci

Kita harus meniatkan diri bahwa bulan ini kita akan beribadah. Mulai dari puasa wajib yang harus dilaksanakan kecuali memang sedang berhalangan untuk melaksanakannya. Selain itu pekerjaan lain juga harus diniatkan ibadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan dengan niat yang baik pahala kita juga berlipat di bulan Ramadhan.

2. Perbanyak dzikir

Perbanyak dzikir di bulan Ramadhan akan membantu kita menggugurkan dosa-dosa kecil yang pernah kita lakukan. Yang perlu juga diingat di bulan ini pahala dilipatgandakan. Makan rugi besar ketika kita tidak menjalankan hal-hal sunnah yang pahalanya setara hal-hal wajib pada bulan Ramadhan.

3. Buat target 

Bulan Ramadhan adalah saatnya menempa diri. Maka buat target di bulan ini agar kita tidak lengah dalam menjalani bulan penuh berkah ini. Misalnya target untuk qatam Al-Quran selama bulan Ramadhan, target hafalan dan sebagainya. Memang sih tidak masalah kalau tidak membuat target tapi sungguh sayang jika target ini tidak dibuat karena bisa jadi kita menjadi lengah dan Ramadhan terlewat begitu saja.

Itulah 3 tips agar kita bisa mensukseskan Ramadhan tahun ini. Semoga bisa menjadi cambuk bagi diri sendiri dan bisa diambil manfaatnya bagi para pembaca.

 #PostinganTematik #PosTemSpesialRamadan #BloggerMuslimah

"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia"


27 komentar:

  1. Aamiiin. Semoga bisa menjalankan dengan baik.

    BalasHapus
  2. Amin. Semoga tercapai ya... :)

    BalasHapus
  3. terimakasih tipsnya ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, makasih dah mampir

      Hapus
  4. Pekerjaan kita seolah tiada habisnya ya Wida, semoga Allah ridho terhadap semua yang kita kerjakan, mohon maaf lahir batin ya Wid. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, sama-sama ya Nurin mohon maaf lahir batin juga

      Hapus
  5. Iya Mbak, target membantu kita memacu diri, ya...

    BalasHapus
  6. Semoga Ramadhan tidak hanya sebagai formalitas ibadah ya mbak. Selamat puasa

    BalasHapus
  7. Semoga kita jadi insan yang lebih baik ya mbak ^^

    BalasHapus
  8. Masya Allah. Semoga ibunya termasuk yang mendapatkan akhir yang husnul khotimah. Dan kita yang masih hidup semoga bisa sukses meraih keutamaan Ramadhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin terima kasih mbak, tiap ingat Ibu masih menetes air mata ini....

      Hapus
  9. semoga ramadhan kita semua di bulan ini berhasil + berkah yaa aamiin

    BalasHapus
  10. Semakin bertambah usia, semakin sadar apa makna Ramadhan sesungguhnya ya Mba :) Semoga bs bertemu dg Ramadhan lagi di tahun-tahun berikutnya

    BalasHapus
  11. Smg dengan pengandaian tersebut bisa jadi cambuk ya mbak agar kita bisa lebih mengoptimalkan ibadah kita di bulan penuh mulia ini krn tentunya jika kita tahu bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita pastinya kita bakal berusaha mempersembahkan yang terbaik dan mempersiapkan diri sebaik2nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, semoga kita selalu bisa mendaptkan keberkahan di bulan mulia ini

      Hapus
  12. Poin ketiga nih yang masih suka lupa, kadang kalo pas dicatat ternyata banyak target tak tercapai, sedih 😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak pa-pa tahun depan bisa diperbaiki lagi....

      Hapus
  13. semoga sama2 capai target mb.... allahummaghfirlahaa warhamha wa'fuanha buat ibunya, semoga mb jadi anak sholihah yang mengalirkan pahala buat sang ibu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin amiin ya Rabbal 'alamiin

      Hapus