Rabu, 16 Mei 2018

Mari Berjuang Sukseskan Ramadhan

16.15 27 Comments
Credit
Ramadhan merupakan bulan istimewa yang selalu dinanti. Dulu waktu kecil saya menanti bulan ini karena suasana yang ditimbulkan cukup berbeda. Pertama adalah makan bersama di waktu buka dan sahur. Kemudian bulan ini begitu semarak karena masjid menjadi ramai terutama ketika sholat tarawih dan sholat subuh. 

Makin besar saya makin sadar, bukan hanya itu yang menjadikan Ramadhan istimewa. Tapi memang Allah yang menjadikannya istimewa, seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 185. Ada dua keristimewaan yang dijelaskan dalam ayat tersebut yaitu bulan diturunkannya Al-Quran dan kewajiban berpuasa di bulan ini. Selain itu Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa ada pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga di buka, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Makanya bulan Ramadhan ini memang istimewa banget.

Terus kalau ini Ramadhan terakhir untuk kita bagaimana?

Jujur jleb banget waktu ada tantangan menulis dengan tema "Jika ini Ramadhan Terakhirku" dari Blogger Muslimah Indonesia. Rasanya tuh persiapan Ramadhan tahun ini kurang maksimal. Dan tiba-tiba ingatan saya melayang ke tahun 2016.

Tahun itu adalah tahun tersedih bagi saya. Tahun itu adalah Ramadhan terakhir bagi Ibu bahkan beliau belum sampai pada Hari Raya Idul Fitri. Ibu berpulang di hari ke 16 Ramadhan. Sungguh suatu pukulan bagi kami karena beliau bahkan sehat saat sebelum tidur dan ketika dibangungkan sahur beliau sudah tidak ada.

Betapa maut itu tak pernah memberi tahu kapan ia akan singgah. Dan setiap orang akan mengalami Ramadhan terakhirnya tidak terkecuali. Merinding setiap kali mengingat hal itu. Apakah sudah cukup bekal saya untuk menghadap-Nya?

Waktu terus saja bergulir sedangkan kita masih terlena. Begitupun Ramadhan tahun ini. Ketika yang lain sudah sibuk mempersiapkan diri menyambur Ramadhan (dari segi ibadah), saya masih sibuk dengan dunia. Semua atas tameng pekerjaan, dan itu sukses membuat saya melakukan pembenaran. Ah betapa malunya.

Kemarin juga cukup menohok, ketika melihat sekeliling sudah mulai berbenah. Mulai mempersiapkan menyambut Ramadhan baik dari segi ibadah maupun dari segi yang lainnya. Saya? Saya masih terengah-engah menenangkan diri karena kecapekan selepas pelatihan ke luar kota.

Ah betul-betul ya.... Rasanya saya ingin menampar diri sendiri. Dan kemudian terbitlah tekat untuk membuat Ramadhan tahun ini harus bisa sukses. Bagaimana agar Ramadhan kali ini bisa sukses?

1. Niatkan diri untuk beribadah di bulan suci

Kita harus meniatkan diri bahwa bulan ini kita akan beribadah. Mulai dari puasa wajib yang harus dilaksanakan kecuali memang sedang berhalangan untuk melaksanakannya. Selain itu pekerjaan lain juga harus diniatkan ibadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan dengan niat yang baik pahala kita juga berlipat di bulan Ramadhan.

2. Perbanyak dzikir

Perbanyak dzikir di bulan Ramadhan akan membantu kita menggugurkan dosa-dosa kecil yang pernah kita lakukan. Yang perlu juga diingat di bulan ini pahala dilipatgandakan. Makan rugi besar ketika kita tidak menjalankan hal-hal sunnah yang pahalanya setara hal-hal wajib pada bulan Ramadhan.

3. Buat target 

Bulan Ramadhan adalah saatnya menempa diri. Maka buat target di bulan ini agar kita tidak lengah dalam menjalani bulan penuh berkah ini. Misalnya target untuk qatam Al-Quran selama bulan Ramadhan, target hafalan dan sebagainya. Memang sih tidak masalah kalau tidak membuat target tapi sungguh sayang jika target ini tidak dibuat karena bisa jadi kita menjadi lengah dan Ramadhan terlewat begitu saja.

Itulah 3 tips agar kita bisa mensukseskan Ramadhan tahun ini. Semoga bisa menjadi cambuk bagi diri sendiri dan bisa diambil manfaatnya bagi para pembaca.

 #PostinganTematik #PosTemSpesialRamadan #BloggerMuslimah

"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia"


Jumat, 11 Mei 2018

Wisata Edukasi ke Polkam Training Center

17.53 2 Comments
Beberapa waktu lalu berkesempatan berkunjung ke POLKAM Training Center bersama bocah. Kebetulan acara dari TK, awalnya nggak mau ikutan tapi pas lihat pengumuman dari sekolah jadi tertarik karena ada materi pembuatan sabun disitu. Dan akhirnya ikutlah si mamak ini sama bocah.

Apa itu POLKAM?

Eh iya dari tadi ngomongin POLKAM tapi belum dijelasin POLKAM itu apa. POLKAM merupakan singkatan dari Politeknik Kampar salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Kampar. Kampus ini memiliki empat jurusan antara lain Teknik Pengolahan Sawit, Teknik Informatika, Perawatan dan Perbaikan Mesin serta Admiistrasi Bisnis Internasional.

Lanjut ya.... Jadi sampailah kami di POLKAM Training Center menggunakan mobil jemputan dari POLKAM. Pertama-tama anak-anak dikenalkan dengan Ropipo kepanjangan dari robot pintar polkam. Robot ini cuma bisa berjalan di area yang berwarna hitam. Jadi kalau di area berwarna putih atau coklat robot tetap hidup tapi tidak bisa berjalan.

Kemudian edukasi dilanjutkan dengan menanam sawit. Menanam sawit yang baru berumur 3 bulan. Senangnya anak-anak bisa memegang tanah. Kata trainernya sawit ini akan mulai berbuah pada tahun ke tiga. Ketika anak-anak ditanya apakah mau kembali lagi setelah tiga tahun. Mereka semua menjawab mau hahahaha. Setelah itu mereka mencuci tangan dan masuk ke ruangan berikutnya.


Ruangan yang satu ini cukup menarik perhatian saya. Ada banyak tabung-tabung laboratorium, ada mikroskop, dan banyak lainnya. Pertama-tama anak-anak disuruh berbaris kemudian satu persatu secara bergiliran melihat ke dalam mikroskop. Para trainer memperkenalkan itulah kuman yang tidak nampak jika dilihat dengan mata. Si Sulung senang sekali dan asal ada kata kunci kuman dia akan mengenang momen dimana ia melihat kuman di mikroskop hehehe.


Setelah itu anak-anak diperkenalkan dengan tempat sampah otomatis. Tempat sampah ini akan terbuka secara otomatis ketika kita akan membuang sampah. Anak-anak jelas saja suka dan malah bermain di dekat tempat sampah tersebut. Setelah itu anak-anak juga dikenalkan dengan lampu yang bisa dihidupkan dan dimatikan dengan remote.

Bagi anak-anak itu sangatlah menarik. Bagi saya menjelajahi ruangan tersebut juga sangat menarik. Di dinding terdapat dua gambar tentang pengolahan sawit. Yang pertama pengolahan sawit zaman old dan satu lagi pengolahan sawit zaman now. Ada juga barang-barang lain seperti alat pemecah kelapa dan durian yang tidak sempat saya foto.

Kemudian setiap anak diberikan sebuah sabun dan plastik pembungkusnya. Mereka di ajari membungkus sabun itu dalam plastik. Hihihi lucu lihat anak-anak yang kebingungan tapi akhirnya bisa juga. Sayangnya cara membuat sabun memang benar-benar tidak dibahas disini (padahal pengen nyimak).

Di sesi terakhir anak-anak diperkenalkan dengan drone. Sangat heboh mereka mengejar drone yang diterbangkan rendah tinggi. Lihat saja videonya.

Dan seperti hari biasa setiap kegiatan di sekolah selalu ditutup dengan acara makan bersama dan berdoa. Maka kali inipun disesi terakhir juga makan-makan kemudian baris pulang.

Pas ditanya senang atau tidak rupanya si Sulung sangat senang luar biasa. Sayapun juga senang karena sedikit banyak telah menambah ilmu persawitan. Semoga ada wisata edukasi lain yang bisa kami kunjungi suatu saat nanti. Oya pulangnya kami membawa sabun warna warni hasil buatan dari Polkam Training Center lho....