Rabu, 14 Maret 2018

Tips Memilih Kado Untuk Pasangan

15.05 14 Comments
Sumber: gotomall

Suatu ketika seorang teman curhat pada saya. Dia ingin membelikan sesuatu untuk suaminya tapi bingung mau membelikan apa dan meminta pendapat saya.

Saya cuma nyengir, nggak tahu apa yang sebaiknya diberikan untuk suami teman saya itu. Takutnya nanti nggak suka, takutnya nanti nggak cocok, takutnya nanti malah mubazir. Kan sayang ya...

Tapi kemudian kami berdiskusi dan ternyata membeli hadiah untuk pasangan itu ada formulanya (baca: tips) supaya kekhawatiran itu tidak terjadi.

Apa formulanya?




1. Cari tahu kesukaannya.

Cari tahu barang apa yang dia sukai, misalnya dompet kulit, jaket kulit, boneka. Pasti tahu dong kesukaan pasangan kita.

Kalau nggak tahu gimana?

Ya cari tahu, selidiki. Misalnya nih pancing dengan pertanyaan sambil nunjukin gambar.

"Yah jaket kulitnya bagus ya..." Sambil nyodorin gambar jaket kulit boleh dari smartphone ataupun majalah.

Kalau jawaban pasangan excited berati dia suka. Kalau jawabannya biasa saja berarti dia tidak suka.

2. Cari tahu barang yang dibutuhkan.

Supaya hadiah kita nggak mubazir kita perlu cari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasangan kita. Misalnya nih beberapa hari lalu waktu jalan-jalan ke pantai sandal suami saya putus, nah boleh nih beli sandal sebagai hadiah.

Atau kalaupun dari pengamatan kita tidak mendapati apa yang diperlukan oleh pasangan coba pancing dengan obrolan. Dimulai dari sesuatu yang kita inginkan.

"Yah, Ibu kayaknya perlu beli rok deh, rok yang lama udah nggak bagus."

"Ya udah beli aja."

"Kalau Ayah ada sesuatu yang perlu dibeli nggak?"

Kalau jawabannya iya berarti pancingan kita berhasil. Kalau jawabannya nggak berarti harus pancing lagi. Sebutkan beberapa barang, random saja untuk membantunya mengingat sesuatu yang diperlukan.

Barang yang diperlukan ini peranannya cukup penting karena akan sering dipakai. Jadi walaupun dia suka tapi sudah punya banyak seperti dompet misalnya punya sampai 3 terus kita mau hadiahi dompet lagi rasanya itu mubazir.

3. Cari yang unik

Cari barang yang dia suka, yang diperlukan dan yang unik. Nggak pasaran gitu lho. Nggak asyik kan pas hadiah kita dipakai ternyata seluruh orang kota pakai itu juga hihihi.

Biasanya yang begini ini produk handmade. Ada sih beberapa barang yang bisa kita buat sendiri misalnya pouch, bros, atau aksesori lainnya. Namun seringnya kita tidak bisa atau tidak punya waktu membuatnya. Contohnya saja seperti sepatu atau jaket.


Sudah ada gambaran untuk membelikan kado untuk orang terkasih?

Yang no 3 agak susah deh rasanya nyari produk handmade. Kebanyakan yang dijual adalah barang pabrikan.

Eits kata siapa...

Sekarang produk handmade sudah bisa ditemukan dengan mudah di Qlapa.com lho. Ada banyak kategori produk disana seperti pria, wanita, anak, rumah dan dekorasi, gadget dan peralatan dan lain sebagainya.

Kenapa harus di Qlapa?

Sumber: Qlapa


1. Produk yang dijual di Qlapa itu unik dan ekslusif.

Karena yang dijual disini adalah produk handmade dan unik seperti tas, sepatu, dompet, kemeja dan lainnya. Ada produk dengan sentuhan etnik dan ada juga produk dengan rancangan modern.

2. Produk yang dijual asli Indonesia, jadi bukan produk impor.

Meskipun yang dijual di Qlapa adalah produk lokal namun kualitasnya tidak perlu diragukan. Karena Qlapa telah memfilter produk-produk yang akan dijualnya. Oya  karena yang dijual produk lokal jadi kita bisa membantu perekonomian bangsa ya teman-teman. Karena nilai tambah yang dihasilkan benar-benar kita nikmati sendiri tidak bocor ke luar negeri.

3. Transaksi mudah dan aman.

Jangan khawatir jika barang rusak atau tidak sampai maka uang kita akan dikembalikan 100% (syarat dan ketentuan berlaku. Jadi tidak ada penipuan disini ya...

4. Hemat waktu, tenaga dan uang ( ini tambahan dari saya)

Belanja produk handmade atau produk etnik itu biasanya harus ke tempatnya langsung ya. Muter-muter nyari barang yang pas belum lagi tawar menawar yang kadang menguras emosi. Nah dengan belanja di Qlapa kita cukup duduk manis pencet sana pencet sini sudah dapat deh barang yang diinginkan.

Panduan belanja juga sudah ada lho disini jadi nggak perlu bingung waktu buka pertama kali. Oya saya kasih bocoran barang-barang yang mejeng disitu ya.

Nih saya lagi nyari sandal untuk suami saya yang tempo hari putus. Tinggal pilih kategori pria - alas kaki - sandal. Nah muncul deh pilihan sandal disini.

Sumber: Qlapa


Wah harus semedi nih mau pilih yang mana. Unik dan lucu-lucu.

Kalau teman-teman sudah dapat ide mau kasih hadiah apa ke orang tersayang?

Senin, 12 Maret 2018

Temukan Hewan Favoritmu di Ensiklopedia Junior Hewan Pemecah Rekor

09.17 8 Comments
Judul Buku: Ensiklopedia Junior Hewan Pemecah Rekor

Konsep dan Teks: Emilie Beaumont

Ilustrator: Marie-Christine Lemayeur, Bernand Alunni, Sandra Smith-Shopie Surber, MIA: Cinzia Antinori, dan Lucia Brunelli

Pengalih Bahasa: Airin Miranda

Penyunting: Gabriella Felicia

Re-Desain: Aditya Ramadita


Tahu nggak sih kalau ternyata setelah telur-telurnya menetas perlahan-lahan gurita akan mati? Begitupun ikan salmon setelah bertelur ikan-ikan salmon tidak dapat bertahan hidup. Mau tahu kenapa? Jawabannya ada di buku ini Ensiklopedia Junior Hewan Pemecah Rekor.

Tidak hanya membahas tentang gurita dan salmon saja. Dalam buku ini membahas hampir ratusan hewan yang ada di dunia yang dibagi ke dalam lima bab. Bab tesebut antara lain Hewan-hewan yang hidup di air, Mamalia, Reptil dan Kodok, Serangga dan Archnida, serta Burung.

Membuka tiap lembarannya tidak akan membosankan. Karena tiap halaman kita akan disuguhi banyak ilustrasi menarik dan full color. Tentu saja karena buku ini memang ditujukan untuk anak-anak, tapi orang tua juga tidak ada salahnya ikut membaca karena banyak pengetahuan di dalamnya.

Lalu apa hubungannya gurita dan ikan salmon dengan pemecah rekor?

Hehe, saya kasih bocoran sedikit ya...

Jadi menurut penulis, gurita mendapatkan julukan ibu yang paling perhatian. Kenapa? Karena gurita rela mengorbankan dirinya demi menjaga telurnya. Telur-telur itu dijaganya dengan lengan-lengannya agar tidak dimakan ikan disekelilingnya. Gurita juga membersihkan dan menyirami telur-telurnya secara teratur. Ketika menetas gurita sudah kehilangan hampir setengah dari bobotnya dan kelelahan. Kemudian dia akan tinggal di gua dan mati secara perlahana-lahan.

Kasihan ya....

Selama ini kita mengenal gurita sebagai monster, padahal dia adalah ibu yang paling Te O Pe. 

Sedangkan salmon adalah satu-satunya ikan yang hidup di air tawar dan air laut. Pada masa reproduksi salmon akan kembali ke sungai tempat kelahirannya. Perjalanannya jelas tidak mudah. Bayangkan mereka melawan arus, menerjang air terjun dan sebagainya. Hal ini membuat perjalanan ikan salmon sungguh melelahkan. 

Ketika sampai di sungai ikan salmon akan bereproduksi walau dalam keadaaan lelah. Biasanya mereka tidak akan bertahan hidup. Sementara itu anak salmon yang baru menetas akan memakan membran telur mereka. Setelah dua tahun mereka tinggal di sungai mereka akan bergerak ke lautan dan berkembang dewasa di sana. Setelah itu mereka akan kembali ke sungai untuk reproduksi.

Sungguh perjalanan yang luar biasa ya...

Itu baru dua spesies lho. Padahal seperti yang sudah disebutkan tadi, ada ratusan hewan di bahas dalam buku ini. Ada burung kukuk yang jahat, ada ular dan rubah yang jago akting, dan hewan kesayangan kita kerbau masuk dalam buku ini juga lho sebagai pemegang rekor tanduk-tanduk yang mengesankan.

Emak-emak kayak saya aja kecanduan baca buku ini apalagi anak-anak ya....


Rabu, 07 Maret 2018

Berakhir Pekan di Kasang Kulim Zoo

04.51 2 Comments
loket Kasang Kulim Zoo
Saking katroknya saya nggak tahu kalau di kabupaten yang saat ini saya tinggali terdapat sebuah kebun binatang. Mungkin memang cuma satu-satunya di Provinsi Riau. Seringnya kami malah pergi ke kebun binatang di provinsi sebelah yang jaraknya beratus-ratus kilometer.

Sebuah perjalanan yang melelahkan jika hanya mengunjungi satu objek saja. Tapi beberapa pekan sebelumnya kami juga ke provinsi sebelah demi memenuhi janji ke pantai pada si Sulung, ini saya ceritain nanti saja ya.

Kebetulan akhir pekan kemarin kami ada undangan walimah di kota Pekanbaru. Maka sekalian kami jadwalkan untuk ke Kebun Binatang Kasang Kulim yang berada di Kabupaten Kampar yang jaraknya masih cukup dekat dengan Kota Pekanbaru.

Sebenarnya kebun binatang ini cukup mudah diakses. Bagi yang tinggal di Kota Pekanbaru atau Kabupaten Kampar. Masuk dari Simpang Panam menuju Jalan Raya Kubang, ikuti terus jalan ini hingga menemukan gapura Kasang Kulim Zoo di sebelah kiri. Dari sini kita ikuti jalan beraspal dan sampailah ke tujuan.

mejeng dulu ya
Mungkin karena banyak isu negatif yang menerpa kebun binatang ini sehingga kebun binatang ini belum begitu ramai. Saya pernah dengan dari kawan kabarnya kandang-kandang di kebun binatang ini kurus-kurus. Kerangkeng kecil-kecil. Katanya Pemda gak mau bantu untuk makan hewan yang ada di kebun binatang ini. Makanya sekalian ngebuktiin bener nggak sih isu tersebut.

Kedatangan kami disambut hangat oleh tukang parkir yang merangkap sebagai penjaga gerbang dan juga merangkap sebagai guide. Parkir di KKZ (Kasang Kulim Zoo) sebesar Rp 5.000. Sedangkan tiket masuknya untuk dewasa Rp 25.000 dan anak-anak Rp 20.000. Kami membawa 3 anak namun yang dihitung hanya Si Sulung. Jadi kami kena Rp 70.000 untuk tiket masuk.

Saat memasuki kebun binatang, mas tukang parkir yang merangkap penjaga gerbang menyuruh kami untuk belok ke kanan terlebih dahulu meskipun seharusnya belok ke kanan searah jarum jam. Namun kami menurut saja. Disitu ada sepeda air, yang saya nggak tahu masih berfungsi atau enggak karena kami datang sudah sore dan suasana cukup sepi. 

gajahnya dimandiin, tapi ini pas
 Piknik Sekolah Si Sulung
Hewan pertama yang kami jumpai adalah merak hijau. Kemudian ada juga kolam pemandian. Masuk kolam ini diwajibkan bayar juga lho sebesar Rp 15.000 tapi karena sudah sore wahana ini sudah tutup (fiuh selamat uang di dompet hihihi).

Setelah itu kami melewati kandang buaya yang sangat bersemak. Konon kandang itu berisi buaya muara. Buaya ini terkenal keganasannya dan sering ada kabar bahwa spesies buaya ini memakan manusia. Mungkin itulah yang menyebabkan kandang buaya ini seperti tak terawat. Sebelah kandang buaya terdapat kandang singa. Singanya cuma satu singa betina saja. Ah kasihan melihatnya, gimana bisa dilestarikan kalau tidak ada pasangannya. Kalau kandang singanya cukup bersih sayangnya singanya malas-malasan.

Perjalanan kami lanjutkan. Terdapat kandang aneka primata mulai dari orang utan, siamang, monyet dll. Yang menarik ada tracking gajah disini. Ini yang menarik perhatian Si Sulung dan pengen naik. Berhubung antri saya ajak dia melihat kuda yang tidak dikandang yang merumput di dekat kandang beruang madu.

Beruang madunya cukup banyak. Ada empat kandang yang menampungnya. Saat kami datang mereka sedang kelaparan dan kehausan. Ada tukang pemberi makan yang sedang menyiapkan makanannya namun beruang-beruang tersebut sudah tak sabar. Ah tak sempat menyaksikan para beruang makan si sulung sudah meminta naik gajah.

Gajahnya ada dua dan tidak di dalam kandang. Dekat gajah dan para primata ada satu kandang harimau dahan. Harimau dahan ini juga sendirian lho. Ah kasihan. Lanjut ke gajah ya, biaya naik gajah ini Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Si Tengah ketakutan dan menangis tapi akhirnya dia berani duduk diatas pelana gajah.

Di kebun binatang ini juga ada area outbound namun tidak begitu besar. Koleksi ularnya juga cuma satu. Tapi unggas cukup banyak seperti burung elang, burung hantu, burung kasuari, bangau tongtong, burung kakaktua dll. Oya kuda nil.juga ada disini tapi sayangnya juga cuma satu. Kuda Nil ini merupakan hibah dari Taman Safari indonesia lho. Landak Jawa dan musang juga menjadi koleksi kebun binatang ini.

Terakhir kami menikmati area bermain anak-anak yang sebenarnya adalah titik awal kebun binatang ini. Ada ayunan, jungkat-jungkit yang tidak ada pegangannya, tangga pelangi, prosotan dll. Para bocah cukup betah di area ini. Oya di area ini ada air mancur yang di dalamnya berisi kura-kura. Jadi nggak rugi juga ya walaupun rute kami dibalik, kalau searah jarum jam mungkin para bocah nggak mau move on dari area bermain ini

kijang cukup banyak namun hanya dia yang
difoto heheh
Jadi gimana soal isu yang disebutkan tadi? Saya coba jawab dari hasil pengamatan saya ya. Untuk binatangnya sih saya rasa cukup terawat, tidak seperti yang dibilang kalau binatang disini kurus-kurus. Tapi mungkin juga karena sudah tua maka ukurannya besar. Kandang termasuk kecil ya, padahal masih ada space yang lebar harusnya bisa dibuatkan kandang yang lebih besar agar para hewan lebih leluasa.

Koleksi binatang disini termasuk lengkap, eh iya saya lupa ada kijang dan tapir juga yang belum disebut. Banyak jenisnya namun sedikit bahkan ada yang sendiri. Saya tak bisa membayangkan bagaimana jika hewan-hewan yang sendiri itu mati tanpa ada regenerasi? Wah berkurang dong ya koleksi kebun binatangnya.

Tentang kekurangan bahan pangan bagi para binatang bisa jadi ya. Mungkin karena pengunjung nya sedikit sehingga pendapatan kebun binatang kurang mencukupi. Ah saya jadi merasa bersalah tidak ikut melestarikan keberadaan KKZ ini.

Overall tempatnya nyaman dan bersih. Terakhir yang menjadi perhatian khusus dari si Sulung adalah lukisan yang ada di pintu keluar.

"Itu seperti jerapah tapi kok kulitnya zebra ya?".

Dan pas saya perhatikan ternyata benar. Entah mau melukis apa kok bentuknya jerapah tapi kulitnya zebra hahaha.

Penasaran? Makanya main ke Kasang Kulim Zoo ya...