Kamis, 15 Februari 2018

Lindungi Anak dari Pedofilia

13.21 21 Comments

Beberapa waktu lalu media heboh dengan kasus pelecehan (diduga pedofilia) yang menimpa anak Nafa Urbach. Berawal dari komentar di foto anak yang diunggahnya di IG, Nafa merasa komentar tersebut tidak pantas dan cenderung kepada pelaku pedofilia. Bahkan pelaku juga mengirimkan gambar tak pantas memalalui PM di IG. Dari situ akhirnya pelaku yang katanya juga ngefans sama Nafa malah masuk bui. Habis serem sih ya.

Masih ingat juga kasus pedofilia yang menimpa Jakarta Internasional School? Kasus ini mencuat ke media lantaran salah seorang anak didiknya menjadi korban kejahatan pedofil yang pelakunya adalah gurunya sendiri.

Miris.

Sekolah yang seharusnya menjadi salah satu tempat yang aman bagi anak-anak kita malah menjadi tempat kejadian perkara. Guru yang seharusnya menjadi pendidik malah menjadi pelaku.

Sebagai orang tua tentu kita menjadi khawatir dengan banyaknya kasus pedofilia di Indonesia ini. Dan sebagai tindak lanjut kita perlu melakukan tindakan preventif sebagai berikut.

1. Batasi upload foto anak di medsos

Ibu-ibu zaman now banyak yang senang memfoto anaknya kemudian mengunggahnya ke media sosial, baik itu lewat instagram, facebook dan media sosial lainnya. Hati-hati kini pedofil mengincar foto anak-anak melalui media sosial.

Masih ingat kasus Nafa Urbach kan? Itu juga berawal dari posting foto anak di media sosial. Untungnya si pelaku dengan 'bodohnya' berkomentar tak pantas disitu. Nggak kebayang bagaimana kalau pedofil tersebut menggunakan tipu muslihat untuk menjerat anak-anak kita. Jadi mulai sekarang kurangi upload foto anak di media sosial. Apalagi foto-foto mereka saat mandi atau berenang.

Memposting sesuatu di media sosial yang menunjukkan bahwa kita sedang bepergian tanpa anak-anak juga rawan lho. Orang yang mempunyai niat buruk akan memanfaatkan situasi ini untuk berbuat jahat.

2. Edukasi kepada anak
Beberapa waktu lalu sekitar akhir tahun 2016 saya mendapat kiriman lagu yang syairnya seperti ini:

Sentuhan boleh sentuhan boleh
Kepala Tangan Kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang
Sentuhan tidak boleh sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh.
Katakan tidak boleh
Lebih baik menghindar
Bilang ayah ibu
Tubuhmu berharga nak
Nggak boleh sembarangan disentuh
Kalau ada sesuatu atau seseorang yang membuatmu nggak nyaman
Bilang ya sama ayah atau ibu

Lagu tersebut banyak dijadikan bahan edukasi kepada anak bahwa orang lain tidak boleh menyentuhnya dengan sembarangan. Jika anak-anak tahu hal tersebut mungkin mereka bisa menolak ketika pelaku mulai menegang bagian yang seharusnya tidak boleh dipegang.

3. Senantiasa memantau Anak

Tahu kemana anak pergi bermain di luar rumah? Coba ayah dan ibu lihat kemana mereka pergi bermain. Amankah tempatnya? Dan jika perlu pantau terus agar orang yang hendak berbuat jahat mengurungkan niatnya karena kita tak lengah mengawasinya. Jangan sampai kita menyesal kemudian setelah anak menjadi korban.

Pantau juga gadgetnya. Berikan akses yang terbatas atau dalam pengawasan orang tua. Karena kejahatan sekarang banyak yang berawal dari gagdet dan media sosial.

Masih banyak tindakan preventif lain yang bisa dilakukan oleh orang tua tapi jangan sampai terlalu over protektif juga. Kita juga harus selalu waspada dengan hal-hal yang tidak wajar di sekeliling kita. Misalnya orang baru yang sangat baik ( duh bukannya suudzon, hanya waspada) jangan dulu kita percaya kalau belum mengenalnya dengan baik.

Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia.

#PostinganTematik
#BloggerMuslimah