Selasa, 17 Oktober 2017

# Cerita # curhat

Dunia (Tak) Selebar Daun Kelor

Credit
Saat itu adalah masa kanak-kanak saya. Yang bagi saya, dunia adalah sekeliling saya. Mulai dari Mbah Karto tetangga sebelah kiri, Mbah Asmo tetangga sebelah kanan, Pakde Har tetangga depan rumah dan lainnya orang-orang yang saya kenal. Padahal zaman itu saya sering ikutan Bapak menonton Dunia Dalam Berita yang isinya perang antara Israel dan Palestina. Tapi bagi saya sesuatu yang tidak betul-betul ada di hadapan saya adalah film.
Sebagai guru sekolah dasar, (alm) Ibu saya dituntut untuk serba bisa. Bisa mengajar Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan bahkan menyanyi. Maka di rumah tersedia buku lagu-lagu nasional lengkap dengan not dan penciptanya.

Lagu yang sering dinyanyikan di rumah adalah lagu Indonesia Raya, penciptanya WR Supratman. Jangan diketawain ya, saya kira beliau ini salah satu murid Ibu saya yang tinggal di kampung sebelah. Kemudian ada lagi Ismail Marzuki, yang saya pikir adalah anak Budhe saya yang sering dipanggil Mas Marzuki. Satu lagi konyolnya adalah Ir. Djuanda pahlawan yang saya pikir adalah anak Pak Haji Yoto.

Habislah saya di bully oleh mas dan Mbak saya. Hahaha saya sendiri aja ketawa kalau ingat itu. Konyol minta ampun sampai-sampai saya tulis disini. Hingga suatu ketika saya telah menginjak SD dan Mas saya SMP, dia berbalik hati membawakan saya ensiklopedia yang berisi gambar pahlawan.
Dari situ saya baru tahu bahwa nama-nama yang saya sebut di atas sebenarnya adalah nama pahlawan. Dari situ pulalah saya juga membaca masa penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Ada banyak darah tertumpah untuk menuju kemerdekaan. Dan hal tersebut kemudian membuat saya bertanya Dunia Dalam Berita itu film atau bukan sih?

Tentu saja tidak akan ada yang sudi menjawab pertanyaan saya tersebut. Tapi Bapak menjelaskan bahwa itu memang terjadi.

"Wah bahaya dong Pak, nanti kalau sampai kesini, mau sembunyi di mana kita?" Bapak cuma ketawa, tapi tidak menjawab.

Ya banyak perang memang ngeri menurut saya. Dari ensiklopedia tadi saya membaca ada banyak perang yang dilakukan bangsa Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ada juga perang di masa Rasulullah. Dan kemudian saya melihat perang dari film Mahabarata. Ya ampun tontonan saya....

Hingga akhirnya saya terus menyadari bahwa dunia ini sangat besar. Tidak selebar daun kelor seperti yang saya pikirkan. Makin banyak bertemu orang-orang baru. Makin saya tahu dunia ini sangat luas dan makin saya sadari tak semua sudut dunia bisa saya tempuh. Tapi satu hal yang tidak akan saya lewati, yaitu berkunjung ke sudut-sudut cantik negeri ini.

4 komentar:

  1. hahaha..ketawa bacanya Mbak..dunia anak-anak memang masih polos sekali yaaa..
    Anak saya dulu saat balita, bapaknya kerjanya di luar kota. Jadi sebulan sekali pulang terus balik lagi. Setiap pulang dia ingat bapaknya bilang, mau ke bandara. Sampai suatu ketika, saya ke bandara untuk suatu urusan dan mengajak dia, eh dia celingak-celinguk...Bu Bapak mana? katanya kerja di bandara..

    Hadeeh..hahaha:d

    BalasHapus