Rabu, 26 Juli 2017

# fiksi # Monday Flash Fiction

Prompt146: Di Sudut Taman

Credit
Di sudut taman itu, Kakek Tua itu duduk. Dia menghitung uang kembalian sisa belanja dari toko di ujung jalan. Sudah menjadi kebiasannya selama seminggu ini, duduk di sudut taman dan menghitung kembalian.

Semenjak istrinya terjatuh seminggu yang lalu, tugas berbelanja merupakan tugas sang Kakek. Tulang tungkai istrinya retak dan perlu waktu hingga sebulan atau lebih untuk pulih.

“Hmmmmhhh…” Kakek itu menghela nafas panjang. Sudah seminggu ini ia berbelanja sesuai dengan catatan istrinya plus harga yang tertera disitu, namun setiap pulang kembaliannya selalu kurang.

“Ya ampun Kek, kalau begini terus lama-lama bisa habis uang kita!” Omel Nenek itu setiap kali Kakek pulang belanja dan uang kembalian selalu kurang.

Entah Dia atau Istrinya yang pikun. Menurutnya uang kembalian itu sudah sesuai karena Dia menghitungnya terlebih dahulu di sudut taman itu.

Sebenarnya Kakek malas pulang jika teringat omelan yang akan dia dapat. Tapi kemudian dia memutuskan untuk pulang, karena jawaban atas omelan Istrinya sudah dia dapatkan.


Kakek itu beranjak dari duduknya. Mengambil seluruh uang kembalian dalam sakunya dan ia berikan kepada pengemis yang meminta-minta di depan taman.

4 komentar:

  1. Sabar ya, Kek.
    Semoga nenek cepat sembuh.
    Eh,

    Aku belum bikin yg ini, mba.
    Coba nanti semoga sempet. :D

    BalasHapus
  2. ternyata ada alasan di balik uang kembalian :')

    BalasHapus