Sabtu, 03 Juni 2017

# tips

3 Hal yang Diperlukan Dalam Menjalani Long Distance Marriage

credit

Menjalani Long Distance Marriage tidaklah mudah. Jalinan pernikahan yang seharusnya menyatukan dua insan ternyata malah terpisah oleh jarak. Saya sendiri sudah tiga kali menjalani Long Distance Marriage. Pertama setelah menikah, kedua waktu memiliki anak 1, dan ketiga waktu memiliki anak ketiga (saat ini).

Pertama menjalani Long Distance Marriage setelah menikah. Waktu itu kami bekerja di tempat yang berbeda. Sehingga setelah menikah kami kembali ke tempat kerja masing-masing. Yang ini berat di mental karena masih masa penjajagan. Konflik LDM bagi pengantin baru pun tak terelak. Namun akhirnya setelah saya mengajukan pindah 5 bulan kemudian saya bisa ikut suami dan kami tidak LDM-an lagi

Kedua ketika saya dipndah ke tempat lain. Kondisi waktu itu anak 1 dan belum genap 2 tahun. Beban mental dan fisik cukup berat disini. Untungnya cuma sebulan LDM nya.

LDM ketiga ini adalah LDM yang terlama, 11 bulan. Disini lebih berat lagi karena anak sudah tiga. Kebutuhan juga semakin banyak. Tapi alhamdulillah tinggal menunggu hari dan kami tidak akan LDM an lagi hingga waktu yang belum ditentukan hehehe.

Jadi setelah mengalami tiga kali LDM saya memiliki kesimpulan bahwa ada 3 hal penting yang harus kita perlukan selama menjalani LDM. 

1. Uang
Belum-belum yang dibahas uang ya.... Tapi LDM juga menguras uang lho, jadi perlu dihemat kebutuhan-kebutuhan yang tidak perlu. Karena kita memerlukan pulsa lebih banyak untuk komunikasi. 

Ongkos transport juga lebih banyak, terutama untuk transport pulang dan pergi. Ditambah biaya untuk makan yang lebih besar. Kalau biasanya makan berdua bisa dihemat dengan memasak, LDM menyebabkan masing-masing pasangan makan sendiri-sendiri terutama untuk bapak-bapak yang biasanya jarang memasak.

2. Mental
Ini adalah hal terberat dalam menjalani LDM. Berjauhan membuat kita memiliki prasangka terhadap pasangan. Obatnya adalah komunikasi

Bagi para wanita juga harus lebih mandiri mengingat menjadi single fighter selama suaminya tidak disisinya. Sedangkan laki-laki juga pasti merasa ada yang kurang karena tidak ada pendamping.

Yang jelas ketika LDM kita harus banyak-banyak membangun mental positif. Selalu berprasangka baik kepada pasangan, menguatkan diri walaupun tidak bersama pasangan, dan yakin bahwa suatu saat LDM ini akan berakhir.

3. Fisik
Jauh dari orang yang dicintai memang membuat badan lebih cepat lelah. Sakitpun malah akan menambah beban orang yang jauh disana. Maka fisik harus dijaga agar selalu fit.

Menjaga kesehatan juga penting apalagi ketika melakukan perjalanan pulang atau kembali lagi ke tempat perantauan. Tambahan bagi ibu-ibu yang ditinggal dengan anak-anaknya, menjaga fisik tetap sehat diperlukan karena ada anak-anak yang harus dijaga. Selain itu mengurus anak balita juga memerlukan kekuatan fisik yang memadai.

Itulah 3 hal yang sangat saya perlukan ketika menjalani LDM. Apakah ada saran lain? Kabar baiknya LDM yang ketiga yang telah saya jalani selama 11 bulan ini insya Allah akan segera berakhir. Semoga tidak ada hambatan dan semua berjalan lancar. Amin

8 komentar:

  1. Wida, aku membayangkan betapa kuatnya orang-orang yang LDM itu. Aku ditinggal dinas tiga hari aja udah gak enak makan gak enak tidur. 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah Nurin kalau gak pernah, emang beraaattt, apalagi anak-anak, udah dinanti-nanti bapaknya pulang :)

      Hapus
  2. aku akhirnay ikut suami meniggalkan pekerjaanku krn suamiku gak mau jauhan, aku yang ngalah tp aku jadi punay pekerjaan yang skrg bikin aku cinat banget walau gak sesuai dg pendidikanku

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah selamat ya mbak, bisa barengan dengan suami dan dapat kerjaan baru.

      Hapus
  3. Kalau aku pribadi kayaknya nggak sanggup LDM sama suami mbak. Alhamdulillah kerja suami deket deket sini, jadi kagum dan salut sama pasangan LDM. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak, per tanggal 9 nanti insya Allah saya sudah kumpul sama suami :)

      Hapus
  4. Kalo kami emang gak tipe suka LDM,mb. Jadi selama ini klo suami pindah kemana-mana ya saya ikut aja. Ngintilan klo kata wong nJowo. Lumayan juga bisa "jalan-jalan" keluar Jawa beberapa provinsi 😄😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah enak ya mbak bisa ngikut gitu, sayangnya saya juga kerja mbak,jadi gak bisa ngikut langsung gitu, mesti melewati proses pindah yang kadang nggak sebentar hiks

      Hapus