Rabu, 31 Mei 2017

# tips

Fokus

credit

Suatu hari seorang Ibu mendapati anaknya sedang menangis. Ketika ditanya ternyata si Anak menangis karena Ibunya membuatkan mi goreng yang bukan seleranya. Si Anak tidak mau mi gorengnya dicampur telur.

“Ya sudah nanti telurnya Ibu makan.” Kata Ibu, kemudian si Anak diam. Namun tak berapa lama si Anak mengis lagi.

“Susah Bu misahin telurnya, sudah tercampur.”

Si Ibu tersenyum kemudian menyuruh anaknya memakan mi nya bukan menyingkirkan telurnya. Dan kini Si Anak dengan tenang menikmati mi nya hingga tinggal tersisa telur yang akan dimakan ibunya.

Belajar dari Si Ibu, dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali seperti si Anak. Ketika ingin meraih tujuan kita sering salah fokus. Seperti si Anak tadi, dia ingin makan mi tanpa dicampur telur. Bukan mi yang dia makan malah telur yang dia singkirkan. Kita seringkali tidak fokus pada tujuan namun justru malah lebih fokus terhadap hambatan.

Apa akibatnya?

Kita akan merasa berat mencapai tujuan, sama seperti si Anak tadi yang kesulitan memilah telurnya. Namun ketika kita ubah fokus kita ke tujuan maka akan terasa lebih mudah, hambatan yang menghadang seolah tersingkir dengan sendirinya. Seperti si Anak ketika dia fokus kepada mi nya makan telur-telur yang tidak disukainya itu tersisih sendiri.


Mari kita benahi fokus kita, fokuslah ke tujuan bukan hambatan. Dengan fokus ke tujuan makan semua akan lebih mudah kita jalani. Identifikasi lagi kebutuhan untuk mencapai tujuan, maka hambatan akan tersingkir dengan sendirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar