Kamis, 26 Mei 2016

# Cerita # lomba

Niat Baik, Tujuan Baik Dengan Cara yang Kurang Baik di Mata Orang Lain

Beberapa hari yang lalu saya bertelfon ria dengan Kakak saya. Membahas berbagai macam hal, mulai dari kabar keluarga, cerita akhir pekan dan juga masalah parenting.

Saya sering berkonsultasi masalah pengasuhan kepada Kakak saya ini, apalagi sebentar lagi anak sulung saya akan mulai masuk TK. Tapi anak saya ini masih belum mau menulis, membaca maupun berhitung. Kata Kakak saya, ya biarkan saja, belajar saja dulu apa yang dia mau. 

Ya anak saya ini lebih suka menggambar  dan mewarnai. Tapi terkadang saya dituntut untuk membantunya menggambar atau mewarnai.

“No! Jangan pernah bantu anak, biarkan dia menggambar atau mewarnai sendiri.” Kata Kakak saya.

Kemudian Kakak saya bercerita tentang salah seorang kerabat kami. Kerabat kami ini selalu membantu anak-anaknya mengerjakan PR. Membantu disini maksudnya adalah mengerjakan. Beliau kurang sabar dalam membimbing anak-anaknya hingga akhirnya dipilih jalan pintas, yaitu dikerjakannya sendiri.

ini dia keluarga kecil saya
Apakah niatnya baik? Jelas niatnya pasti baik karena ingin agar PR anaknya selesai. Apakah tujuannya baik? Ya tujuannya baik juga. Dengan mengerjakan PR anaknya pasti anaknya tidak akan kena hukuman di sekolah. Tapi apakah caranya tepat? Tidak. Jelas caranya salah karena hal tersebut bukan membuat anakanya makin rajin tapi justru sebaliknya anakanya makin malas belajar dan mengerjakan PR. Untuk apa mengerjakan PR toh ada ibunya yang siap mengerjakan. Dan efek jangka panjangnya cukup fatal. Anak-anak dari kerabat kami ini tidak ada yang bisa mandiri karena sedari kecil hingga besar sudah biasa dibantu oleh ibunya. Jadi mereka menjadi bergantung terus pada ibunya.

“Lalu kalau anak-anak tidak mau mengerjakan PR bagaimana?” Tanya saya lagi.

Jawaban Kakak saya sungguh di luar dugaan. Katanya kalau anak-anak sudah diberi pengertian kemudian disuruh mengerjakan PR tetap tidak mau, ya sudah jangan dikerjakan. Kalau mereka dihukum di sekolah itu adalah bentuk konsekuensi dan tanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Kalau mereka sudah pernah merasakan hukuman tersebut pasti mereka tidak akan mengulanginya lagi. Dan sebagai orang tua kita harus memberikan contoh dan nasehat supaya anak tidak malas belajar dan mau mengerjakan PR nya sendiri.

“Kalau Farren pernah dihukum nggak?” Tanya saya kemudian.

“Enggak dong, dia termasuk good boy. “ Kata Kakak saya sambil tertawa bangga.

Kadang-kadang kita sebagai orang tua selalu ingin melindungi anak-anak kita, termasuk supaya tidak dihukum di sekolah. Namun seringnya kita lupa, apakah cara-cara yang kita gunakan sudah tepat atau malah menghancurkan mental anak-anak kita.

Kadang kebaikan tidak selalu berakhir baik. Namun, kadang kebaikan kita, yang mungkin dipandang sebagai kejahatan karena membiarkan anak tidak mengerjakan PR bisa berakhir baik karena dari situ kita mangajarkan nilai tanggung jawab dan komitmen.

http://www.noormafitrianamzain.com/

10 komentar:

  1. jangankan PR mba, malah kadang ada orang tua yg membantu mencarikan jawaban di saat anak sedang ulangan di sekolah, dgn cara sang anak mengirim SMS pada ibunya. Tentu itu hal yg buruk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sampai segitunya ya mbak.... kalau yang sampai ulangan ortu ikut membantu itu sudah sangat terlalu menurut saya, mau jadi apa anaknya nanti?

      Hapus
  2. ikhsan udah mau TK aja? udah gede ya..

    gudlak buat GA nya.

    BalasHapus
  3. iya Mil, gak terasa ya....
    makasih udah mampir

    BalasHapus
  4. aduh... yang penting tuh maqosid alias caranya ... gk peduli hasilnya baik atau buruk ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul, tapi terkadang gak tahan juga sama komentar lingkungan sekitar

      Hapus
  5. Aku dulu pernah kaya gitu, PR ku dikerjain ibu .. Tapi malah nggak puas karena tetep ada yang salah jawabannya. Hehee

    BalasHapus
  6. Aku dulu pernah kaya gitu, PR ku dikerjain ibu .. Tapi malah nggak puas karena tetep ada yang salah jawabannya. Hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah begitulah orang tua mbak, mungkin kasihan lihat anaknya kebanyakan pe er hehehe

      Hapus
  7. Mbak, cek pengumuman GA ku ya

    http://www.noormafitrianamzain.com/2016/06/pengumuman-giveaway-kebaikan-tak-selalu-baik-di-mata-orang-lain.html

    BalasHapus