Kamis, 26 Mei 2016

Niat Baik, Tujuan Baik Dengan Cara yang Kurang Baik di Mata Orang Lain

16.16 10 Comments
Beberapa hari yang lalu saya bertelfon ria dengan Kakak saya. Membahas berbagai macam hal, mulai dari kabar keluarga, cerita akhir pekan dan juga masalah parenting.

Saya sering berkonsultasi masalah pengasuhan kepada Kakak saya ini, apalagi sebentar lagi anak sulung saya akan mulai masuk TK. Tapi anak saya ini masih belum mau menulis, membaca maupun berhitung. Kata Kakak saya, ya biarkan saja, belajar saja dulu apa yang dia mau. 

Ya anak saya ini lebih suka menggambar  dan mewarnai. Tapi terkadang saya dituntut untuk membantunya menggambar atau mewarnai.

“No! Jangan pernah bantu anak, biarkan dia menggambar atau mewarnai sendiri.” Kata Kakak saya.

Kemudian Kakak saya bercerita tentang salah seorang kerabat kami. Kerabat kami ini selalu membantu anak-anaknya mengerjakan PR. Membantu disini maksudnya adalah mengerjakan. Beliau kurang sabar dalam membimbing anak-anaknya hingga akhirnya dipilih jalan pintas, yaitu dikerjakannya sendiri.

ini dia keluarga kecil saya
Apakah niatnya baik? Jelas niatnya pasti baik karena ingin agar PR anaknya selesai. Apakah tujuannya baik? Ya tujuannya baik juga. Dengan mengerjakan PR anaknya pasti anaknya tidak akan kena hukuman di sekolah. Tapi apakah caranya tepat? Tidak. Jelas caranya salah karena hal tersebut bukan membuat anakanya makin rajin tapi justru sebaliknya anakanya makin malas belajar dan mengerjakan PR. Untuk apa mengerjakan PR toh ada ibunya yang siap mengerjakan. Dan efek jangka panjangnya cukup fatal. Anak-anak dari kerabat kami ini tidak ada yang bisa mandiri karena sedari kecil hingga besar sudah biasa dibantu oleh ibunya. Jadi mereka menjadi bergantung terus pada ibunya.

“Lalu kalau anak-anak tidak mau mengerjakan PR bagaimana?” Tanya saya lagi.

Jawaban Kakak saya sungguh di luar dugaan. Katanya kalau anak-anak sudah diberi pengertian kemudian disuruh mengerjakan PR tetap tidak mau, ya sudah jangan dikerjakan. Kalau mereka dihukum di sekolah itu adalah bentuk konsekuensi dan tanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Kalau mereka sudah pernah merasakan hukuman tersebut pasti mereka tidak akan mengulanginya lagi. Dan sebagai orang tua kita harus memberikan contoh dan nasehat supaya anak tidak malas belajar dan mau mengerjakan PR nya sendiri.

“Kalau Farren pernah dihukum nggak?” Tanya saya kemudian.

“Enggak dong, dia termasuk good boy. “ Kata Kakak saya sambil tertawa bangga.

Kadang-kadang kita sebagai orang tua selalu ingin melindungi anak-anak kita, termasuk supaya tidak dihukum di sekolah. Namun seringnya kita lupa, apakah cara-cara yang kita gunakan sudah tepat atau malah menghancurkan mental anak-anak kita.

Kadang kebaikan tidak selalu berakhir baik. Namun, kadang kebaikan kita, yang mungkin dipandang sebagai kejahatan karena membiarkan anak tidak mengerjakan PR bisa berakhir baik karena dari situ kita mangajarkan nilai tanggung jawab dan komitmen.

http://www.noormafitrianamzain.com/

#FFKamis-Pelanggan

15.06 3 Comments


Hufffhhhh kenapa harus ada razia sih? Padahal aku sedang butuh banyak uang untuk berobat ibuku di kampung. Kenapa bukan minggu depan saja saat aku sedang tidak bekerja. Sial!!!, rutukku.

Aku segera berlari mengikuti teman-temanku yang sudah kabur duluan. Kerana tak bisa menyusul mereka aku akhirnya bersembunyi di sekitar semak-semak gelap.

Tiba-tiba ada yang menyekap mulutku dari belakang.

“Sttt….” Katanya.

Kemudianaku berbalik dan dia melepaskan sekapannya. 

“Mas Tomo” pekikku pelan. Dia adalah pelanggan setiaku.

“Kamu tunggu disini ya, nanti aku jemput kalau tugasku sudah selesai.” Katanya lagi.

Aku hanya mengangguk, menatap punggung Mas Tomo yang kembali bertugas untuk merazia para PSK.

Rabu, 25 Mei 2016

Ketika Pak De Pergi

08.44 0 Comments

Pagi ini dapat kabar duka dari pulau seberang sana. Pak De saya yang tinggal di Semarang meninggal dunia. Sedih sekali rasanya, apalagi banyak kenangan yang sangat berkesan.

Dulu sewaktu kami kecil pergi ke Semarang adalah kesenangan dan kebanggaan tersendiri. Senang karena kami akan menempuh perjalanan yang panjang, bangga karena tidak semua tetangga kami waktu itu yang bisa mencapai ibukota Jawa Tengah tersebut. Yah walaupun sering terjadi insiden di jalan dengan mabuknya kami di dalam bus.

Kemudian sewaktu saya lulus SMA, saya mendaftar di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik melalui Badan Pusat Statistik Jawa Tengah yang ada di semarang. Selain itu saya juga mendaftar jalur SPMB atau SNMPTN untuk ITB dan UNDIP. Waktu itu sambil menunggu pengumuman hasil ujian tahap kedua di STIS dan juga masuk perkuliahan di UNDIP saya menumpang di rumah Pak De.

Waktu mulai ngekos sepupu saya dan menantu Pak De yang mengantar saya. Begitupun waktu saya lebih memilih STIS dibanding UNDIP keluarga beliau juga kembali saya repotkan. Bahkan saat saya mau pulang karena akan kuliah di jakarta saya diantar juga oleh sepupu pulang sampai ke rumah.

Saya masih ingat pesan Pak De malam sebelum saya tes kesehatan. Kata beliau malam itu habis isya saya harus puasa dan agar paru-paru bersih saya harus minum air soda. Dan alhamdulillah saya diterima hingga saya bisa lulus dan bekerja di BPS itu juga berkat Pak De.

Kini Pak De sudah tiada, saya yang jauh ini tak bisa melihatnya untuk yang terakhir kali. Namun doa saya semoga amal ibadah Pak De diterima oleh Allah SWT. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Amiin

Selasa, 24 Mei 2016

Teman Santai Seru, Oishi Sponge Crunch Rasa Mochaccino

10.42 0 Comments
Ini dia namanya Oishi Sponge Crunch. Cemilan yang menurut saya rasanya nendang banget.

Penampakan Oishi Sponge Crunch
Dulu waktu pertama lihat cemilan ini saya kurang tertarik. Menurut saya bungkusnya kurang menarik minat saya. Hingga beberapa hari yang lalu saya melihat ada kemasan yang baru yaitu party size. Langsung saja saya comot Oishi Sponge Crunch nya dari rak display.

Sampai di rumah saya pengen segera nyicip. Apa sih rasanya? Enak nggak ya? Saya kan dasarnya bukan penggemar sponge cake apa iya doyan sama sponge crunch?

Hihihi pertanyaan tersebut langsung terjawab di gigitan pertama memakan cemilan ini. Ya rasanya enak banget. Saya memilih rasa mochaccino karena saya penggemar kopi. Rasanya tuh ya perpaduan antara cappucino dan moka, ditambah teksturnya yang crunchy buat saya pengen nambah lagi.





kemasan bagian belakang
Tidak hanya memakannya secara langsung, saya juga mencoba celup-celupin sponge crunch ke dalam susu terutama di sore hari sepulang kantor sambil bersantai. Oishi Sponge Crunch rasa mochaccino ini match banget sama susu. Selain itu sponge crunch ini juga tahan renyah walau dicelup susu jadi berasa makan sereal.




Di kemasan party size ini juga cukup praktis. Ada zip lock nya jadi nggak perlu mindahin ke toples atau kemasannya dikaretin. Selesai ngemil bisa langsung direkatkan kembali. Yang penting disimpan dan ditaruh di tempat yang dingin serta hindari sinar matahari langsung dan temperatur tinggi. Jelas hal ini untuk menjaga kerenyahan si sponge crunch. 
menengok isi dalam

ukurannya bisa sekali makan
Mungkin ulasan ini kurang memuaskan pembaca. Soalnya rasanya yang enak susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Jadi kalau mau tahu kenikmatannya ya harus cobain sendiri ya heheheh. Kapan-kapan saya mau ulas varian yang lain. Ditunggu ya....


Jumat, 20 Mei 2016

Tragedi Tanggal Tua

08.34 4 Comments

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Tanggal tua merupakan momok bagi sebagian orang, termasuk saya. Pada tanggal-tanggal tersebut tidak ada lagi pemasukan, namun pengeluaran masih saja jalan. Meskipun demikian mengingat masa-masa perihnya tanggal tua itu seperti memiliki kepuasan tersendiri ketika kita berhasil melewatinya.

Kisah tanggal tua yang cukup tragis pernah saya alami. Waktu itu kantor sedang ada masalah. Tunjangan yang biasanya dibayarkan antara tanggal 10-15 tiap bulannya tak juga masuk rekening. Saya tidak tahu masalahnya dimana, karena semua teman sekantor mengalaminya termasuk suami saya. Ya kami memang sekantor.

Hingga tanggal 18 tunjangan tersebut tak kunjung cair. Susu, popok dan pulsa listrik sudah menipis, sementara itu suami juga mau dinas keluar kota. Akhirnya uang yang ada dipakai dulu untuk transport suami. Kami hanya bisa berharap tunjangan akan cair pada esok harinya plus uang saku selama suami dinas.

Ternyata perkiraan saya meleset. Tanggal 19 tunjangan belum juga masuk rekening. Sementara itu, meteran listrik sudah menjerit-jerit hampir kehabisan pulsa. Saat itu dompet saya sudah kosong. Rasanya pengen nangis, rasanya pengen nemuin harta karun di bawah kasur.

Tak ada akal lagi, saya coba bongkar tabungan recehan di toples. Hasilnya cuma dua puluh ribu. Yah lumayan lah buat beli sayur. Saya putar otak lagi untuk mencari sumber dana dan aha....saya masih ada sumber dana yang sebenernya tidak boleh saya utak atik.

Beberapa bulan sebelumnya saya mencoba usaha online kecil-kecilan. Hasilnya belum seberapa. Saya masih mau menambah modal. Tapi apa daya keadaan mendesak. Akhirnya saya gunakan uang modal tersebut untuk menyambung hidup. Nggak banyak yang saya ambil  cuma seratus ribu supaya nanti saya tidak kesusahan mengembalikannya.

Saat itu saya masih berharap tunjangan akan cair di tanggal 20. Jadi uang seratus ribu tersebut saya gunakan untuk kebutuhan selama 2 hari ke depan saja. Untuk listrik misalnya saya beli pulsa listrik dua puluh ribu saja, biasanya cuma tahan semalam sih, kemudian susu anak saya yang pertama saya beli kemasan yang paling kecil 200 gram dan sisanya saya belikan popok sekali pakai.

Rupanya masalah tak berhenti disitu. Susu anak pertama saya cuma tahan sehari. Di tanggal 20 sore susunya tinggal 2 kali bikin. Mana suami saya pulang nya masih esok sorenya lagi. Du du du apa yang harus saya lakukan kali ini?

Akhirnya saya ada ide untuk mencampur susu anak pertama saya dengan susu adiknya. Kebetulan adiknya masih minum ASI jadi tidak terlalu banyak minum susu formula dan kebetulan juga merk susunya sama. Alhamdulillah dia mau. Sabar-sabar ya nak sampai ayahmu pulang.

Dan akhirnya yang ditunggu datang juga. Tanggal 21 sore suami saya sudah tiba di rumah dengan membawa semua kebutuhan anak-anak. Duh leganya. Dan bahagianya anak saya yang pertama mendapatkan susunya dalam jumlah banyak. Dan senangnya lagi tunjangan yang kami nantikan masuk di hari itu juga.

Rasanya gado-gado mengalami kejadian tanggal tua tersebut. Dan ternyata saya tidak mengalaminya sendirian, karena ada teman senasib saya yang bernama Budi.
ini dia program TTS nya MatahariMall.com

Kisah Budi di tanggal tua tak kalah sedihnya dengan saya. Di tanggal tua Budi yang anak kosan hanya bisa makan mi. Sabun dan Shampo nya sudah hampir habis di tanggal tua. Untuk internetan, Budi nebeng wi-fi Cafe. Biar gak malu Budi tentu harus memesan sesuatu di cafe tersebut. Dan terpaksa Budi hanya memesan es batu dan membawa minuman sendiri dari rumah karena uangnya sudah minim. Bahkan bola lampu di kamarnya yang sudah mati, Budi tak sanggup membeli gantinya.

Namun untunglah di saat menyedihkan tersebut pertolongan datang dari MatahariMall.com melalui program TTS nya. Eits ini bukan program teka-teki silang lho tapi Tanggal Tua Surprise. Disitu Budi akhirnya bisa membeli barang-barang yang di perlukan dengan budget yang minim.

Senangnya akhir kisah Budi ini bahagia. Ya ya di akhir bulan atau di saat anggaran sudah mulai menipis kita perlu jeli melihat peluang seperti ini agar bisa berakhir bahagia seperti Budi.

Rabu, 18 Mei 2016

Prompt#116: Ada Apa Dengan Dinda

09.55 4 Comments
Sketsa oleh Carolina Ratri

Dinda, istriku tiba-tiba saja berubah. Dia menjadi menyebalkan dan banyak keinginan. Padahal dulu dia adalah wanita yang simpel tidak banyak tetek bengek seperti kebanyakan perempuan lain. Karena hal itulah aku menikahinya.

Tapi sudah sebulan ini dia berubah. Entah kenapa dia menjadi lebih sensitif dan suka marah-marah. Dulu dia tidak pernah pilih-pilih makanan tapi sekarang dia menjadi pemilih. Makanan yang dulu menjadi kesukaannya sekarang menjadi makanan yang paling dibencinya. 

Tak hanya itu, parfum yang biasa kupakai juga digantinya. Katanya aroma parfumku itu membuatnya mual. Hei... bukankah selama setahun pernikahan kami dia tidak pernah mempermasalahkan parfumku kenapa tiba-tiba dia begitu. 

Aku heran sendiri dengan perubahan sikap Dinda. Ada apa dengannya? Kenapa wanita selalu saja membuat pusing kepala pria. 

Sore ini, entah kenapa tidak ada keinginanku untuk pulang. Aku masih merasa malas menghadapi perubahan Dinda. Kuputar arah mobilku menuju rumah Ibuku. Berharap bisa mendapatkan pencerahan atas masalah ini.

"Kamu ini gimana sih Bud?" Itulah respon Ibu waktu aku bercerita soal perubahan Dinda. Menurutku ibuku yang harusnya menanyakan itu kepada Dinda bukan padaku.

"Cepat pulang sana!!! Istri hamil kok nggak tahu." Lanjut Ibu, yang membuatku melonjak kaget. Hamil? Jadi Dinda berubah karena hamil? Tiba-tiba aku ingin segera pulang, memeluk Dinda dan menikmati segala kerumitan yang dia timbulkan.

#203 kata
Tulisan ini untuk Prompt #116 - Perempuan

Selasa, 17 Mei 2016

Ketika Ukuran Suhu AC Menjadi Fahrenheit

14.44 33 Comments
Sore itu sepulang dari kantor saya langsung ngacir ke kamar. Maklum udara cukup panas dan saya pengen ngadem. Kebetulan kamar adalah satu-satunya ruangan yang kami pasangi AC.

Setelah meletakkan tas, saya segera mencari remot AC. Betapa terkejutnya saya melihat display remot AC yang berubah. Tadinya saya terkejut dengan suhunya yang sampai 80-an derajat. Tak lama saya sadari bahwa itu suhu dalam Fahrenheit. Saya tambah terkejut sekaligus bingung, bagaimana mungkin satuan suhunya bisa berubah sendiri?

display yang membuat 
saya terkejut
Tersangka hanya ada satu di rumah, yaitu bapaknya anak-anak, tapi menanyainya pun percuma. Pasti si bapak juga akan bilang tidak tahu. Ya sudah daripada saya pusing saya nikmati dulu nyamannya udara dari AC sebelum saya mandi.

ternyata satuan suhunya Fahrenheit
Malamnya menjelang tidur, saya masih penasaran dengan satuan suhu yang berubah tersebut. Hal tersebut menggerakkan saya untuk mengambil smartphone dan mulai mencari cara memulihkan remote AC seperti sedia kala.

ini tombol pengubah satuan suhu, pencet agak lama sekitar 30 menit
Aha...akhirnya ketemu juga caranya. Ternyata sangat sederhana. Kebetulan kami memakai AC merk Panasonic, cukup memencet tombol timer ↓ ( tanda panah ke bawah) sekitar 30 detik. Viola.... satuan suhu sudah kembali ke celcius. Hal tersebut juga dilakukan jika ingin mengganti satuan suhu dari celcius ke fahrenheit.

Viola....satuan suhu kembali ke Celcius
Kejadian yang menurut saya sangat konyol dan membuat saya senyum-senyum sendiri tapi lumayan menambah pengetahuan baru. Mudah-mudahan dari kejadian ini bisa diambil manfaat hehehe

Kamis, 12 Mei 2016

Baca Dodit Ngelawak di Buku Antara Jawa dan Eropa

15.33 4 Comments


Judul Buku: Antara Jawa dan Eropa
Penulis: Dodit Mulyanto
Komikus: Norma Aisyah
Jumlah Halaman: 144 halaman
Penerbit: Loveable
Tahun Terbit: 2015
ISBN:978-602-0900-35-3

Kadang-kadang kita butuh buku-buku ringan untuk sekedar melepas rasa jenuh. Untuk sekedar menghibur diri sendiri atas kebosanan di tempat kerja, saya memilih buku yang ceritanya ringan, kecuali jika saya memang sedang ada waktu luang dan tidak jenuh otak saya bisa menangkap cerita-cerita yang agak berbobot. Nah untuk resensi kali ini saya ingin mengulas tentang buku komik yang bergenre komedi.

Bukunya berjudul “Antara Jawa dan Eropa”, buku ini berkisah tentang stand up comedy yang dibawakan oleh Dodit Mulyanto. Saya sendiri sebenarnya bukan penggemar tayangan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) tapi karena ada teman kantor yang suka melihat aksi panggung Dodit saya pun mau tak mau ikut menikmati stand up comedy ala Dodit. Jadi agar bisa mendapatkan feel dari buku ini kita juga harus menyaksikan Dodit beraksi, karena kalau tidak buku ini akan terasa garing dan tidak ada lucunya. Karena menurut saya, yang membuat Dodit lucu itu adalah ekspresi dan gaya bicaranya yang datar.
 Walaupun awalnya saya agak kecewa dengan buku ini karena mengira buku ini mengisahkan perjalanan hidup Dodit dari kecil hingga ikut SUCI, tapi ternyata hanya pada saat dia stand up comedy saja. Namun lama kelamaan saya juga merasa terhibur jika sedang suntuk atau sebagai mood booster ketika hati sedang bergejolak sambil membayangkan ekspresi Dodit. Cie cie.

Buku ini terdiri dari sepuluh bagian yaitu:
      1.      Dodit Ngomongin Media Sosial, Gadget, dan Komunikasi
      2.      Dodit Ngomongin Politik dan Nasionalisme
      3.      Dodit Ngantor
      4.      Plesetan Dodit
      5.      Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
     6.      Jawa Rasa Eropa
     7.      Peran Pembantu dan Orang Jawa 
     8.      Dodit Dengan Karakter Lainnya
     9.      Dodit Komika Favorit
    10.  Modus dan Gagal Move On

   Bagian yang saya anggap paling lucu dan menarik adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Dalam bagian tersebut mengisahkan ketika Dodit mengajar dan juga ketika Dodit sekolah. Sedangkan untuk bagian yang paling membosankan adalah Plesetan Dodit. Dalam bagian tersebut karakter Dodit dibuat berbagai pose Dodit dan semua dijuluki dengan akhiran –it. Tidak ada dialog sama sekali dan menurut saya sangat tidak lucu apalagi menarik.
  Gambar dalam buku ini juga lumayan mewakili seperti tokoh Dodit, Radhitya Dika, dan  Indro. Sedangkan beberapa karakter kurang mirip diantaranya Feni Rose dan Raisa. Meskipun ada beberapa kekurangan, menurut saya buku ini cukup menghibur apalagi jika kamu adalah penggemar Dodit. Wajib punya buku ini dan dijamin bakal senyum-senyum sendiri.

Selasa, 10 Mei 2016

Resep: Bakwan Tahu

10.53 0 Comments
Kalau kata ibu saya masakan kayak gini namanya mana tahan tapi saya lebih suka menyebutnya bakwan tahu, adonan seperti bakwan tapi isinya tahu. 

Bahan:
3 buah Tahu potong kotak-kotak ukuran 2x2 cm atau satu buah tahu potong jadi 12
2 sdm Tepung terigu
4 sdm air
Minyak untuk menggoreng

ini penampakan bakwan tahu ala saya
Bumbu
1 siung bawang putih dihaluskan
Garam secukupnya
Penyedap rasa secukupnya

Jika ingin lebih praktis bisa menggunakan tepung bumbu instan 2 sendok makan dilarutkan dalam 4 sendok makan air.

Cara membuat
1. Campur bumbu, tepung terigu dan air sampai larut.
2. Panaskan minyak
2. Sendokkan tepung masukkan tahu sebanyak 4 buah. Masukkan hingga wajan penuh.
3. Goreng hingga kuning keemasan.
4. Lanjutkan hingga adonan habis.

Liburan Murah Meriah

07.47 0 Comments
Hmmmm...long weekend kemarin pada liburan kemana? Kalau lihat di media sosial nih udah banyak yang upload foto-foto liburan. Bahkan ada beberapa sekolah yang memanfaatkan liburan ini untuk rekreasi seperti di TK nya ponakan saya, sekolahnya di jakarta piknik nya ke Bogor.

Ngelihat teman-teman atau saudara yang tinggal di sekitar kawasan pariwisata juga lumayan membuat iri, gimana enggak? Cukup menghabiskan perjalanan beberapa menit sudah sampai di lokasi tujuan, lumayan kan menghemat energi. Berbeda dengan kami yang hidup di kota yang yaah boleh dibilang jauh dari kawasan pariwisata. Kalau dilihat lihat objek wisata yang dekat paling-paling tempat pemandian. 

Sebenarnya sudah ada rencana liburan juga sih dua bulan sebelumnya. Rencana awal ke Padang dan sekitarnya tapi kemudian rencana berubah karena Eyang ngajakin ke kabupaten sebelah. Namun rencana kembali berubah. Rekreasi bersama Eyang dimajukan menjadi akhir April, karena memang bukan kegiatan pribadi melainkan mengikuti jadwal wisata pengajian yang diikuti Eyang.Ya sudah akhirnya akhir April kemarin kami sekeluarga liburan ke luar kota. Agak kurang memuaskan sih tapi lumayanlah.

Nah pas liburan kemarin ternyata ada supervisi dari kantor provinsi, jadilah agenda liburan gatot alias gagal total. Jalan-jalan mengikuti supervisi yang cukup lumayan menguras energi bayangkan kami menempuh perjalanan hampir dua belas jam mulai dari jam 14.00 WIB sampai dirumah jam 01.45 WIB memang super liburan kali ini. Walhasil besoknya kami tepar kepala cenat cenut tapi namanya anak-anak mana mau dikompromi. Hari ketiga liburan lebih parah anak-anak mulai bosan hanya main di rumah. Mereka ingin jalan-jalan kemana gitu, hingga akhirnya kami perlu sebuah ide agar anak-anak tidak kebosanan.

Rencana awal mau jalan-jalan pagi ke Islamic Center sekalian jogging. Disana ada kolam ikan yang lumayan membuat anak-anak tertarik. Tapi rencana ini gagal karena anak-anak ternyata bangunnya pada kesiangan hahahaha.

Ya sudah memanfaatkan jurus terkakhir dengan mengembangkan kolam karet yang kami miliki. Yah daripada pergi ketempat pemandian menghabiskan hampir setengah jutaan mending mompa kolam dan mandi-mandi di rumah.

Beginilah Keceriaan Mereka