Rabu, 12 Agustus 2015

# Obrolan

Serasa Ikutan Kompetisi Master Chef

Pernah menonton acara kompetesi memasak Master Chef? Itu lho kompetesi memasak dimana peserta diberi waktu tertentu untuk menyelesaikan masakannya. Kadang peserta harus berlari-lari agar masakannya bisa selesai tepat waktu.

Sebagai seorang ibu yang juga bekerja di luar rumah, saya memiliki waktu yang terbatas untuk memasak. Saya memasak 3 kali sehari karena kami sekeluarga suka memakan masakan yang fresh from the oven hehehe. Jadi saya harus masak pagi, siang dan sore dengan waktu yang terbatas.

Pagi-pagi saya mulai memasak dari jam 5.45-6.30. Pertama dan yang pasti adalah memasak air untuk membuat teh dan kopi. Menu sarapan saya buat sesimpel mungkin agar bisa selesai tepat waktu karena kalau tidak bisa-bisa saya terlambat ngantor. Tempe dan tahu tidak ketinggalan sebagai lauk. Menu pagi yang biasa saya sajikan antara lain nasi goreng plus telor ceplok/dadar, mie goreng, oseng-oseng kacang panjang+tahu tempe, atau kadang-kadang kalau cuaca sedang mendung saya sajikan mie rebus untuk sarapan. Menu yang sangat mudah tapi kenapa begitu lama memasaknya? Iya kegiatan masak harus sedikit terintervensi ketika anak saya bungsu saya (7 bulan) minta nyusu belum lagi kalau yang besar bangun hahaha lebih ribet urusannya.

Siang sekitar jam 12.00 saya pulang, masak lagi. Siang ini waktu yang sungguh terbatas mengingat jam istirahat hanya 1 jam. Memasak untuk siang kadang lebih dari 1 jam. Yah begitulan kerempongan terulang. Belum lagi si kecil ini pasti minta nyusu, yang besar juga pasti minta ditemani main. Walhasil sering terlambat kembali ke kantor, alhamdulillah bos masih maklum dengan kerempongan emak-emak 2 anak hehehe.

Sore biasanya agak lebih santai. Bisa leyeh-leyeh sebentar sambil bermanin dengan bocah-bocah. Sekitar pukul 18.00 saya mulai aktivitas memasak kembali. Tapi gak serepot siang atau pagi karena sayur yang dibuat siang biasanya masih, tinggal bikin lauk pauknya saja. Dan beres deh memasak cukup sampai disitu kecuali kalau ada request mi tengah malam hahahaha.

Beruntung masih ada si embak yang membantu cuci piring dan beresin rumah. Gak tahu kenapa saya tidak menyerahkan urusan masak memasak ini ke embak. Kurang sreg aja kalau dia yang masak hehehe. Rempong iya sih tapi puas bila dapat pujian dari suami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar