Jumat, 18 Desember 2015

Hari Ini Setahun Yang Lalu

15.29 0 Comments
Kamis, 18 Desember 2014 
pukul 06.00 WIB
Pagi itu seperti biasa jalan-jalan pagi supaya nanti persalinan lancar. Tapi pagi ini tidak seperti pagi biasanya, perut rasanya lebih sakit dari biasanya. Sakit seperti mau datang bulan tapi masih jarang-jarang datangnya. Waktu lahiran anak pertama dulu begini juga rasanya sampai 2 hari. Jadi mungkin Sabtu si Dekbay melihat dunia.

pukul 08.00
Kontraksi tambah makin sering. Kata Bapak Mertua kalau sakit datang bawa jalan aja dulu mungkin si Dekbay sedang cari jalan. Jalan mondar-mandir kayak setrikaan hihihi yah gimana lagi disuruhnya begitu.

Pukul 11.00
Sementara nahan mules, si mas mulai rewel minta dikawani main di kamar. Waduh gimana ini....
Akhirnya main di kamar sama si mas sama jelasin kalau perut ibu sedang sakit banget karena adek mau keluar. Alhamdulillah si mas mengerti, malah nanyain terus keadaan ibunya yang meringis-ringis kesakitan sambil mondar mandir sementara dia sambil minum dot :).
Sempet nelpon bapaknya anak-anak bilang kalau udah mulai mules dan masih berharap si Dekbay keluar Jum'at atau Sabtu pas bapaknya dah pulang. Maklum kami kerja 225 km jauhnya dari rumah orang tua dan tak ada sanak keluarga disana jadi selama cuti memang numpang di rumah orang tua.

Pukul 12.00
Ibu Mertua pulang, langsung menanyakan kondisi saya. Saya bilang kayaknya mau lahiran udah sakit banget. Akhirnya Ibu mulai sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Saya sih masih meringis kesakitan sambil sesekali jalan. Untuk sementara si Mas juga diungsikan biar gak ikut, biar di rumah aja. Saya juga telpon suami bahwa si Dekbay kayaknya udah gak bisa nunggu lagi.

Pukul 14.00
Saya di bawa ke bidan, diperiksa masih bukaan 3. Masih disuruh jalan kata bu bidannya kalau sakitnya datang saya disuruh jongkok sambil nekan perut. Akhirnya karena capai saya disuruh tidur miring. Jam 5an alhamdulillah si Dekbay sudah menghirup segarnya dunia. Cantik, imut dan mungil yang kami panggil dedek Kiya

Kiya umur 3 bulan

Tak terasa sekarang umur Kiya sudah setahun, sudah bisa minta ini itu walau belum bisa ngomong, sudah bisa protes kalau diganggu atau nggak boleh ganggu mas nya, sudah bisa bilang "apa" yang terus diulang ulang sampai bikin gemes. Selamat ulang tahun ya anakku cantik semoga menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi bangsa dan negara.
mas ikhsan dan dek kiya

Kamis, 10 September 2015

Anak di Era Digital

12.06 1 Comments
Kaget waktu Ikhsan (3 tahun, 8 bulan) bisa ngucapin angka satu sampai sepuluh dalam Bahasa Inggris dan dengan intonasi yang lucu, lebih kaget lagi waktu dia bisa mengeja N-O-W dengan ejaan Bahasa Inggris.Ni anak kalau diajak belajar cepat bosan, kalau belajar sambil main betah memang tapi saya kan ngajarin pakai bahasa indonesia, dan kecenderungannya Ikhsan lebih suka belajar angka daripada huruf. Sejak setahun lalu dia sudah bisa berhitung tapi baru akhir-akhir ini dia bisa berhitung pakai Bahasa Inggris padahal emaknya nggak pernah ngajarin. Heran belajar dimana sih mas?

Usut punya usut ternyata Dia belajar dari tablet miliknya. Memang sih saya menyuruh si bapak download game edukasi untuk anak, seperti angka, huruf, nama-nama binatang, nama-nama alat transportasi dan lain-lain. Pagi-pagi Ikhsan biasanya suka nonton di you tube. Tontonan kesukaannya tutorial pizza play dough dalam bahasa inggris. Siang hari tablet di chas, malamnya baru dia buka-buka aplikasi edukasinya. Saya sebenarnya juga ikut mendampingi tapi anak saya yang satu ini lebih suka main sendiri gak mau diatur. ya sudah kerjaan saya merhatiin dia belajar, kalau ada konten yang nggak sesuai itu tandanya aplikasinya harus dihapus.

Yah begitulah anak zaman sekarang, pegangannya gadget. Dulu sih saya termasuk yang kontra ngasih anak gadget tapi si bapak maksa, katanya kasian lihat anaknya cuma merhatiin orang asyik main atau kadang, yang parahnya, merebut punya orang. Ya sudah akhirnya kami belikan, walhasil buku-bukunya lebih banyak nganggur, kini si Ikhsan lebih akrab dengan tablet nya. Memang sih konten tablet cukup menentukan. Dengan banyak aplikasi edukasi Ikhsan bisa bermain sambil belajar dan alhamdulillah bisa terekam di otaknya.

Buku sekarang menjadi alat prakteknya, dia biasa menyebut huruf-huruf yang dia temui (di TV, kaos, buku maupun surat kabar, di kartu huruf) ataupun menghitung benda-benda yang dia punyai. Yah tak selamanya gadget buruk untuk anak. Sedikit demi sedikit Ikhsan bisa belajar sambil bermain. Mudah-mudahan tablet yang dia miliki bisa lebih berguna untuk membantunya belajar dan bukan sebaliknya hanya untuk menghabiskan waktu tanpa guna. Sebagai orang tua memang sudah kewajiban kita untuk memberikan konten-konten yang berguna bagi anak-anak agar efek negatif dari gadget itu sendiri bisa diminimalisir.

Selamat belajar mas ikhsan


Rabu, 12 Agustus 2015

Serasa Ikutan Kompetisi Master Chef

15.03 0 Comments
Pernah menonton acara kompetesi memasak Master Chef? Itu lho kompetesi memasak dimana peserta diberi waktu tertentu untuk menyelesaikan masakannya. Kadang peserta harus berlari-lari agar masakannya bisa selesai tepat waktu.

Sebagai seorang ibu yang juga bekerja di luar rumah, saya memiliki waktu yang terbatas untuk memasak. Saya memasak 3 kali sehari karena kami sekeluarga suka memakan masakan yang fresh from the oven hehehe. Jadi saya harus masak pagi, siang dan sore dengan waktu yang terbatas.

Pagi-pagi saya mulai memasak dari jam 5.45-6.30. Pertama dan yang pasti adalah memasak air untuk membuat teh dan kopi. Menu sarapan saya buat sesimpel mungkin agar bisa selesai tepat waktu karena kalau tidak bisa-bisa saya terlambat ngantor. Tempe dan tahu tidak ketinggalan sebagai lauk. Menu pagi yang biasa saya sajikan antara lain nasi goreng plus telor ceplok/dadar, mie goreng, oseng-oseng kacang panjang+tahu tempe, atau kadang-kadang kalau cuaca sedang mendung saya sajikan mie rebus untuk sarapan. Menu yang sangat mudah tapi kenapa begitu lama memasaknya? Iya kegiatan masak harus sedikit terintervensi ketika anak saya bungsu saya (7 bulan) minta nyusu belum lagi kalau yang besar bangun hahaha lebih ribet urusannya.

Siang sekitar jam 12.00 saya pulang, masak lagi. Siang ini waktu yang sungguh terbatas mengingat jam istirahat hanya 1 jam. Memasak untuk siang kadang lebih dari 1 jam. Yah begitulan kerempongan terulang. Belum lagi si kecil ini pasti minta nyusu, yang besar juga pasti minta ditemani main. Walhasil sering terlambat kembali ke kantor, alhamdulillah bos masih maklum dengan kerempongan emak-emak 2 anak hehehe.

Sore biasanya agak lebih santai. Bisa leyeh-leyeh sebentar sambil bermanin dengan bocah-bocah. Sekitar pukul 18.00 saya mulai aktivitas memasak kembali. Tapi gak serepot siang atau pagi karena sayur yang dibuat siang biasanya masih, tinggal bikin lauk pauknya saja. Dan beres deh memasak cukup sampai disitu kecuali kalau ada request mi tengah malam hahahaha.

Beruntung masih ada si embak yang membantu cuci piring dan beresin rumah. Gak tahu kenapa saya tidak menyerahkan urusan masak memasak ini ke embak. Kurang sreg aja kalau dia yang masak hehehe. Rempong iya sih tapi puas bila dapat pujian dari suami.

Senin, 10 Agustus 2015

Masak Cepat Dengan Microwave

12.14 0 Comments
Saya punya kakak perempuan yang pinter banget masak, saya biasa memanggilnya Mbak Sari. Mbak Sari ini kalau memasak selalu cepat dan rasanya enak. Katanya " Aku tuh seneng masak tapi benci di dapur lama-lama." Hehehe dia aja yang seneng masak benci di dapur lama-lama apalagi saya yang angot-angotan masak hehehehe.

Beruntung 3 tahun lalu teman-teman saya menghadiahi saya sebuah microwave untuk saya,walaupun baru beberapa minggu ini saya pakai. Dan ternyata memakainya cukup mudah walaupun awalnya saya merasa agak ribet dan sempat berkecil hati ketika tahu bahwa saya tidak bisa banyak berkreasi dengan microwave ini.

Akhirnya saya searching resep-resep untuk microwave, dan setelah saya praktekkan hasilnya cukup menakjubkan. Dan hari minggu kemarin saya mencoba membuat brownies dengan takaran sbb:
1 cup tepung terigu
2 sdm coklat bubuk
1 sdt baking powder
ayak ketiga bahan tersebut.

1 cup gula pasir (saya gak punya gula halus,kalau ada gula halus bisa langsung ikut diayak)
100 gr margarin (saya pakai blueband yang 200 gr saya bagi 2) cairkan
2 butir telur
Campur telur dan gula pasir dalam wadah yang berbeda dengan tepung yang diayak tadi. Aduk pelan saja jangan sampai telur mengembang karena akan menyebabakan kue bantat. Kemudian masukkan mentega cair sedikit demi sedikit hingga habis dan tercampur rata.

Selanjutnya masukkan campuran telur,gula dan telur tadi ke dalam adonan tepung sedikit demi sedikit hingga tercampur merata. Setelah rata masukkan adonan dalam loyang (saya pakai loyang kaca) oven selama 5 menit dan ini hasilnya



Mudah dan cepat kan? Nggak perlu mixer dan waktu membuat nggak sampai setengah jam. Suami saya sampai heran kok singkat banget bikinnya hehehehe. Walaupun tampilannya belum maksimal tapi rasanya nagih hihihihi.

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat

Jumat, 07 Agustus 2015

Agar Gorengan Renyah

15.24 0 Comments
Awalnya sih nyari-nyari resep kue hingga dapet istilah self raising flour. Salah satu kegunaannya sih agar gorengan lebih renyah. Aha...denger gorengan jadi batal deh mau bikin kue, karena oven yang dirumah kebetulan microwave oven, bukan oven listrik yang dipakai untuk bikin kue hehehehe.

Sayangnya saya selama ini belum pernah pakai tepung yang seperti itu, namun ada cara untuk membuat tepung itu sendiri sbb:

100 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
sedikit garam

Campur ketiga bahan tersebut, beri air (untuk adonan tepung gorengan). Jangan lupa kasih bumbunya ya.... Tadi malam saya coba untuk goreng pisang, hasilnya memang gorengan lebih renyah dan tidak cepat layu. Sayang waktu mau foto pisang goreng, eh sudah habis.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Jumat, 23 Januari 2015

Ini Kado yang Kupilih

04.45 2 Comments


Pas banget nih ditanyain kado apa yang saya inginkan, soalnya bulan depan saya ulang tahun *penting nggak sih. Sebenarnya pusing juga kalau ditanyain kayak gini. Padahal tinggal nyebut aja tapi kok susah banget ya hehehe.

Saya bingung, jujur saja banyak yang saya inginkan. Kalau saya pilah lagi antara gadget, alat masak atau buku. Untuk gadget saya pengen antara netbook atau smartphone. Kenapa pilih netbook? Karena laptop yang saya pakai sudah memasuki tahun ke-6 nya, sudah uzur dan suka ngadat-ngadat sendiri. Yah walaupun sebenarnya saya lebih suka laptop daripada netbook tapi karena alasan kepraktisan jadi saya pilih netbook. Sedangkan alasan saya memilih smartphone sebenarnya lebih ke bisnis, karena saya punya bisnis jaringan yang butuh fast respons saya rasa wajib punya smartphone khusus bisnis, karena yang selama ini saya punya tuh masih nyampur. Ya untuk bisnis, ya untuk main game anak, ya untuk keperluan pribadi. jadinya pemakaiannya kurang optimal.

Pilih yang mana ya?
Tapi kalau saya minta gadget sama suami saya pasti nggak dikasih, anggarannya jutaan jadi bisa dipastikan suami akan bilang "mending uangnya disimpan untuk tabungan anak-anak". Nah jadinya saya tidak akan meminta barang tersebut.  Jadi permintaan untuk gadget batal ya.

Tinggal alat masak dan buku. Alat masak yang saya inginkan adalah mixer, sedangkan buku yang saya inginkan adalah “Petualangan Paman Gober”. Kalau harga keduanya sih hampir sama, ya dikisaran 200-an ribu (hihi milih mixernya yang harga terendah ni). Ini nih yang membuat saya galau.  Tapi pada akhirnya setelah saya renungkan saya lebih memilih ke mixer.

Kenapa tidak pilih buku? Karena kalau saya memilih buku maka yang bisa menikmati hanya saya sendiri. Suami saya tidak suka buku model begitu. Sedangkan anak-anak juga mungkin malah jadi objek mainannya dan ujung-ujungnya buku tersebut malah sobek. Sayang kan? Lagipula buku juga masih bisa dibeli nanti, kalaupun sudah nggak cetak lagi ya beli buku yang baru cetak aja hehehe.

Sedangkan jika saya memilih mixer maka akan lebih banyak manfaatnya, lebih banyak yang bisa menikmati kegunaannya. Pertama tidak perlu membeli kue ulang tahun lagi yang harganya sama dengan harga mixernya, kedua bisa membuat cemilan yang lebih bervariasi. Selama ini cemilan untuk anak-anak hanya sebatas jeli, donat dan pisang goreng, nah harapan saya setelah punya mixer ini saya bisa mempraktekkan resep kue, roti dan bolu yang saya miliki. Ketiga saya ingin membuat sendiri kue kesukaan saya yaitu brownies kukus (ini masuk keluarga bolu bukan sih?*lupakan). Selama ini saya selalu bersemangat jika ada oleh-oleh brownies kukus, pasti habis banyak, makanya saya jadi tertantang untuk buat sendiri. Kira-kira berhasil nggak ya?

Berharapnya sih kado ini tidak diberikan secara biasa oleh suami saya. Pengennya kado ini dibungkus terus dikirim melalui jasa pengiriman barang. Hehehe aneh ya tapi maksud saya biar saya merasa surprise gitu lho menerima kado dari orang terdekat saya tapi lewatnya jauh. Kalau yang terakhir ini sih harapan saja nggak maksa, toh saya sudah tahu karena saya yang bikin skenario hehehe. Yang penting sih mixer kado pilihanku, siap belikan kan pak? (*kerling suami)
 http://www.gracemelia.com/2015/01/giveaway-kado-yang-aku-mau.html