Senin, 30 Juni 2014

Cerita Buka Puasa Hari Ini

21.47 1 Comments
Dari siang sudah mulai menyusun menu untuk buka puasa dan membuat daftar belanjaannya. Selama puasa kan pulang kantor jam tiga, jadi hari ini mumpung hari Senin dimana ada pasar kaget dekat kantor bisa belanja agak banyak. Soalnya kalau ke pasar besar pasti bingung apa yang mau dibeli, yang ada malah cuma muter sana muter sini.

Akhirnya jam yang ditunggupun tiba. Jam tiga teng langsung cabut dari kantor dan menuju pasar. Terkejut waktu melihat suasana pasar yang sudah mulai sepi dan tenda-tenda sudah tidak terpasang. Hei ada apa ini? kok baru jam tiga pasar sudah sepi.

Masuk ke pasar saya celingak celinguk sendiri. Penjual ikan sudah tidak ada tinggal penjual buah yang hanya menjual jeruk, padahal biasanya dia memiliki macam-macam buah seperti apel, pir, salak dan lainnya. Di tempat penjual sayur langganan saya juga udah mulai habis tinggal bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kentang, buncis, kubis, dan terong. Padahal saya sedang mencari wortel untuk isi risol. Tapi akhirnya saya membeli bawang merah yang memang sudah habis dan membeli kubis untuk membuat soto.

Nah untuk kuah soto saya kan perlu kaldu, udah nyari-nyari tempat biasa tukang ayam mangkal eh udah nggak ada. Mau beli tahu eh yang jual tahu tempe juga udah nggak ada, tinggal yang ibu penjual telur. Beruntung kemarin dibawain toege sama mertua kalau enggak bisa gagal masak soto.

Lanjut belanja, walaupun tidak mendapatkan ayam tapi niat membuat soto tidak surut. Karena memang niat membuat soto saya pun harus membeli bumbu rempah, kebetulan jahe dan lengkuas masih ada tinggal beli kunyit, daun salam, dan daun jeruk. Iseng-iseng beli jeruk nipis untuk membuat jeniper esok pagi ebusyet harganya mahal bo! satu biji seribu.

Setelah itu sayapun hengkan dari pasar. Memang sudah tidak ada lagi yang mau dibeli. Ingat tidak punya saus dan kecap juga di rumah jadi mampir ke warung sebentar untuk membeli sau dan kecap tersebut. Dan bahkan di warung tahu dan tempe sudah ludes.

Pulangnya langsung semangat empat lima membuat menu buka. Pertama untuk takjil, berhubung tidak menemukan wortel akhirnya saya tidak jadi membuat risol, kebetulan kemarin dibawain kacang seplastik jadi ya rebus kacang aja. Menu utama tetap soto cuma hidangan penutup yang tadinya mau membuat sop buah dibatalkan karena buah yang ada di rumah cuma jeruk dan mangga. Ya sudahlah nanti buat es teh saja untuk seger-segernya.

Nah setelah semua siap tinggal membuat sambal dan merendam mihun eh ternyata gas habis. Pantesan ditinggal nyuci kok air nggak mendidih ya...Akhirnya dengan terpaksa mengeluarkan kembali kompor portable. Lumayan lah bisa untuk goreng tempe dan merebus air lagi. Setelah semua beres kami pun ngabuburit ke kota hehehe.

Rame banget suasana di kota sampai macet-macet dan pak polisi pun ikut mengatur lalu lintas yang ruwet itu. Saat itu suami saya pengen es cendol hihihi. Saya ketawain karena orang tua kami kan membuat cendol dia pengen cendol kok kemarin nggak minta. Akhirnya karena tidak menemukan es cendol kami membeli es teler.

Sampai di rumah tinggal beberapa menit lagi buka puasa. Memanasi kuah pun saya lakukan tapi kenapa kuahnya tidak mendidih-mendidih ya? Pas ditengok ke bawah lah, apinya sudah nggak ada, artinya gas kompor gas portable juga habis gasnya. Tapi alhamdulillah tidak mengurangi nikmatnya makan soto hehehehe.

Habis isya' kami cari gas portable dulu untuk sementara. Karena gas tabung 12 kg baru bisa dibeli besok. Tapi lagi-lagi masih kurang beruntung di swalayan langganan kami gasnya habis. Hadeuh....!!! Nyoba cari di swalayan lain ternyata tidak ada. Ya sudah karena sampai besok pagi tidak bisa masak kami akhirnya membeli lauk untuk sahur besok.

Semua wajib disyukuri masih diberi nikmat untuk sahur dan berbuka.

Rabu, 18 Juni 2014

Belum Jadi Beli Tiket eh Mandala Berhenti Beroperasi

22.12 1 Comments
credit
Ramadhan sudah dekat, Idul Fitri pun tak lama lagi, bagi kami yang jauh dari orang tau tentu sudah mulai mencari tiket untuk pulang kampung. Apalagi tiap kali nelpon Ibu selalu diingatkan untuk beli tiket, takut mahal nanti kalau belinya dekat-dekat hari.

Saya dan suami sebentar-sebentar cek harga tiket ini, karena kebetulan Mandala memiliki rute Pekanbaru-Jogjakarta langsung maka kami memprioritaskan maskapai ini, lumayan kan bisa menghemat waktu transit dan perjalanan pulang lebih singkat dan lebih praktis. Tapi saya tak kunjung booking tiket mandala ini, kenapa?

Sekitar Maret atau April saya mencoba hunting tiket online, tapi ternyata tertulis n/a. Tadinya saya fikir  jangan-jangan rute Pekanbaru-Jogjakarta ditutup. Eh nggak lama setelah itu keluar kabar kalau Mandala menutup beberapa rute penerbangannya tapi saya lihat jurusan Pekanbaru-Jogjakarta tidak ditutup.

Lalu Bulan Mei saya coba lihat lagi tiket Mandala tujuan Pekanbaru-Jogjakarta, rupanya ada tarifnya sekitar 1,7 jutaan sekali berangkat per orang dan kembalinya sekitar 1,5 an sekali berangkat per orang. Lumayan juga sih, tapi belum kami booking juga, entah kenapa.

Sekitar akhir Mei dan awal Juni kami coba lagi lihat tiket Mandala masih dengan tujuan yang sama. Eh nggak bisa diisi tanggal berangkatnya. Saya langsung mikir ke penutupan rute, jangan-jangan kali ini rute yang sedang saya cari ini ditutup juga. Namun sekitar beberapa hari kemudian kakak saya telpon kalau Mandala ada lagi tapi harganya lebih mahal dan akhirnya kami tidak booking lagi. Harganya tidak cocok hehehe.

Bukannya kami pasrah sih tapi mencoba peruntungan, kali aja dengan labih sabar bisa dapat harga yang lebih murah hehehe. Walaupun prioritas kami masih sama, mencari rute langsung Pekanbaru-Jogjakarta. Dan betapa terkejutnya kami sore tadi melihat berita bahwa Mandala berhenti beroperasi per 1 Juli 2014. Gagal deh kami pulang tanpa transit. Tapi masih bersyukur karena kami belum jadi booking.




Untuk beritanya bisa dilihat disini. Alasanya sih karena selama ini Mandala merugi ditambah sekarang kurs rupiah melemah makin membuat biaya operasional melambung. Nah bagi anda yang sudah membeli tiket Mandala pasti langsung khawatir ya tapi janjinya sih Mandala akan membantu penumpang dengan pengalihan penerbangan ke penerbangan yang dioperasikan Tiger Air jika ada kursi yang tersedia atau pengembalian uang tiket untuk periode penerbangan setelah 1 Juli 2014. Mudah-mudahan sih cepat ditangani ya karena kalau tidak wah wah double jadinya biaya mudik.

Harapan saya hingga saat ini masih ingin ada penerbangan langsung Pekanbaru-Jogjakarta begitu juga sebaliknya supaya saya bisa pulang tanpa transit yang melalahkan dan kadang menunggu berkepanjangan. Dan mudah-mudahan banyak orang yang memiliki harapan yang sama sehingga rute ini bisa benar-benar terwujud.