Selasa, 18 Maret 2014

# buku # review

Review Buku: Galau Putri Calon Arang

sampul buku


Identitas Buku
Judul Buku: Galau Putri Calon Arang
Penulis: Femmy Syahrani dan Yulyana
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 184 halaman

Ringkasan Cerita
Ratna Manggali yang berparas ayu tak juga mendapatkan jodoh.  Banyak cibiran dari masyarakat bahwa tak ada yang mau menikahi Ratna Manggali karena ibunya memiliki ilmu hitam. Demi mendengar hal demikian, Calon Arang, ibunda Ratna Manggali tak tinggal diam, dia menyebarkan wabah mematikan di desanya untuk membalas sakit hati atas hinaan penduduk desa.

Wabah penyakit yang ditebarkan bertambah luas hingga Raja Kahuripan, Airlangga, memerintahkan untuk membunuh Calon Arang dan Ratna Manggali jika mereka melawan di bawa ke kerajaan. Alih-alih membawa Calon Arang dan Ratna Manggali seluruh prajurit Airlangga malah tewas.

Sebenarna dari dalam hati Airlangga merasa resah, karena ternyata Calon Arang adalah ibunya  dan Ratna Manggali adalah adiknya. Tapi ia adalah seorang Raja yang harus menegakkan keadilan. Hingga suatu hari Mpu Bharadah, seorang pandita sakti memiliki usul bahwa untuk memusnahkan wabah yang dibuat Calon Arang dan membinasakannya haruslah diketahui terlebih dahulu kelemahannya. Untuk itu Mpu Bharadah memiliki siasat yang jitu. Siasat seperti apa? Dan apakah siasat tersebut akan berhasil?

Review
Bagi pecinta dongeng sejarah bacaan ini cukup menarik untuk dibaca. Bahasanya ringan, walaupun terdapat beberapa istilah asing yang tidak diterjemahkan namun tidak mengurangi pemahaman pada permasalahan yang diangkat. Lebih menarik lagi novel ini mengangkat tokoh cerita terkenal yaitu Calon Arang yang bahkan pernah dibuat filmnya di masa lampau.

Seperti judulnya buku ini menitikberatkan pada kegalauan Ratna Manggali antara memilih membiarkan ibunya berbuat jahat atau membantu kerajaan membinasakan penjahat. Karena di mata Ratna Manggali ibunya adalah sosok yang sangat mencintai dirinya.

Kisah cinta antara Ratna Manggali dan Bahula juga tergolong unik. Dua insan ini meski jatuh cinta namun ada jurang dalam yang memisahkan mereka yakni Calon Arang. Membacanya bab demi bab yang runtut membuat kita seolah-olah menyaksikan sendiri aneka rangkaian peristiwa di dalamnya. Walaupun menurut saya pribadi cerita ini masih kurang lengkap karena masih ada unsur sejarah yang memerlukan penjelasan lebih.

3 komentar:

  1. kalau judulnya dongeng, emang susah kalau disamain sama sejarah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang sih, tapi karena sudah menyentuh airlangga aku tiba-tiba pengen pembahasan tentang airlangga ini agak banyak, juga tentang si calon arang yang ternyata mahendradatta haha penasaran aja gituh soalnya udah bolong-bolong ni ingatan sejarahnya

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus