Kamis, 21 November 2013

# curhat # Obrolan

Menulis Novel vs Merajut Selimut

Saya mempunyai hobi menulis dan merajut. Emmm soal tulisan sih, tulisan saya biasa saja makanya saya juga belum punya buku yang terbit hehehe. Biasanya saya menulis tentang saya sendiri atau menulis resensi baik itu novel, film, maupun buku-buku non fiksi. Saya juga suka menulis tentang masa kecil saya yang menurut saya sangat mengasyikkan.

Sedangkan merajut saya juga mulai menyukainya di usia dini, kelas 6 SD. Saya secara tak sengaja menemukan jarum hakpen entah punya embah entah punya ibu yang jelas Mas saya bilang itu gunanya untuk merajut, membuat topi atau sweater. Sedangkan menurut saya waktu itu itu adalah jarum goni yang tumpul dan tidak ada lubang untuk memasukkan tali/benang.

Dan akhirnya merajut dan menulis menjadi bagian dari hidup saya. Dimulai dari ingin menjadi penulis setiap ada kesempatan lomba menulis saya sering ikut. Pertama kali saya bersama dua orang teman saya bisa menyelasaikan lomba karya tulis ilmiah dan masuk menjadi finalis walaupun tidak menang. Kemudian pernah beberapa kali dapat hadiah dari lomba menulis. Dan kali ini seperti setahun yang lalu saya ikutan tantangan NaNoWriMo untuk menulis sebanyak 50000 kata dalam bulan November ini.

Tahun lalu saya ikutan tapi dengan format novel yang kejar tayang tidak di format dulu. Hasilnya? Kurang dari 4000 kata saya hasilkan. Malu banget kaaannnn, soalnya pas bulan itu saya juga ikutan kursus *ngeles* jadi otaknya terbagi-bagi deh antara mengerjakan PR-PR kursus (kebetulan kursus jangka pendek) dan menulis yang harus menunggu pangsit datang...

Tahun ini sudah saya niatkan harus bisa tembus 50000 kata dalam sebulan. Cerita per bab sudah saya buat sejak beberapa bulan lalu. Dan hasilnya? Di hari yang tinggal -8 ini saya baru mampu menyelasaikan sekitar 10000an kata, masih 40000an kata lagi?

Menyelesaikan sisa-sisa 40000an kata lagi ini tiba-tiba mengingatkan saya pada merajut. Saat ini selain menulis saya juga sedang merajut yang deadline tanggal 24 sih tapi bukan selimut. Entah kenapa perasaan saya sama seperti ketika saya merajut selimut yang sudah mencapai seperlimanya. Rasanya pengen cepet selesai atau ganti rajutan yang lain karena bosan, tapinya juga saya pengen punya selimut rajut yang sangat hangat ketika dipakai.

Tapi kalau saya mau punya selimut rajut yang besar dan nyaman saya kan nggak boleh berhenti merajut atau ganti merajut yang lain ya. Tapiiii saya merasa kebosanan dan pengen berhenti.

Sama seperti menulis di tahun ini. Sudah 10 ribu kata itu amazing sekali buat saya. Soalnya saya kalau nulis bisanya yang pendek-pendek saja belum pernah bisa menulis yang panjang lebar. Dan kalau saya berhenti atau malah mengerjakan cerpen maka tulisan saya ini tentu tidak akan selesai bukan?

Tiba-tiba terpikir untuk event seperti ini di tahun depan dengan membuat kumcer saja, satu hari satu cerpen rasanya cukup untuk menembus 50ribu kata ini. Begitu pula dengan merajut, mungkin lebih baik saya menggunakan pola Granny atau Patchwork jadi merajut kecil-kecil baru disatukan supaya tidak bosan.

Jadi?

Jadi ya, yang ada harus diselesaikan dulu bukan? Yang tadi diplanning untuk tahun depan. semoga saja tidak keteteran.



3 komentar:

  1. yang penting semangatnya masih ada, Mak ^^

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus