Rabu, 03 Juli 2013

# lomba

Bodrex Selamatkan Ujianku

Sebelum saya kuliah setiap sakit saya selalu dibawa ke dokter. Walaupun kadang saya merasa hanya sakit ringan tapi tetap saja dibawa ke dokter. Hingga akhirnya suatu hari saya harus merantau, karena harus kuliah dan tidak tanggung-tanggung saya yang dari kampung pergi ke Ibu Kota Jakarta.

Di Jakarta tentu saya harus mengurus keperluan saya sendiri, meskipun ada famili disana tapi saya tidak mau merepotkan dan sudah memutuskan untuk menghuni tempat kos. Disinilah dilema saya mulai muncul tatkala sakit menyerang. Sebelum kos masih ada Budhe yang merawat saya ketika sakit dan mengantar ke dokter. Di kos tentu semua sibuk dengan urusan masing-masing dan pergi ke dokter? Jujur saya sangat malas. Kalau beli obat yang dijual bebas? Jujur saya bingung mau beli obat merek apa, karena selama ini saya tidak pernah minum obat yang dijual bebas, semua obat dari dokter.


Akhirnya saya meringkuk di kosan dan beberapa hari izin kuliah. Masalah makan saya menitip kawan-kawan saya yang pergi membeli makan. Syukurlah kondisi saya berangsur membaik, namun di kemudian hari saya menyesal. Gara-gara izin sakit berhari-hari nilai semester pertama saya bisa dibilang jelek, kurang bagus da nada beberapa mata kuliah yang mendapat nilai C karena saya sering absen kuliah.

Belajar dari pengalaman tersebut saya bertekad bulat untuk segera menuntaskan penyakit yang menyerang. Pertama saya mulai menyetok vitamin, utamanya vitamin C. Kedua saya mulai memilih obat untuk mengatasi penyakit saya. Beberapa merek pernah saya coba namun tidak mempan untuk saya. Saya tetap meringkuk selama beberapa hari, dan harus memaksakan diri pergi kuliah karena tidak ingin mendapatkan nilai jelek lagi.

Bodrex Batuk Flu Hijau ini yang
 jadi andalan saya karena seringnya
saya terserang batuk berdahak
Credit
Suatu hari saya sakit lagi. Parahnya sakit ini menyerang menjelang ujian. Dalam pikiran saya saat itu adalah melenyapkan penyakit sesegera mungkin sebelum ujian menjelang, karena saya harus belajar supaya nilai-nilai saya bagus.

Dalam kondisi sakit itu Ibu menelpon menanyakan kabar, beliau juga mengabarkan bahwa Nenek sedang sakit tapi berobat jalan saja. Tiba-tiba saya ingat sesuatu, ingat Nenek yang sering enggan ke dokter.

“Aku minum bodrex aja kacek (manjur).” Begitu kilah Nenek tiap diajak ke dokter. Dan hal tersebut menginspirasiku, ya kenapa aku tidak mecoba bodrex saja.
Bodrex andalan Nenek
Credit
Malam itu juga selesai Ibu menelpon aku langsung ke minimarket terdekat untuk membeli bodrex. Sampai di minimarket tersebut aku sempat bingung ternyata bodrex memiliki beberapa varian. Antara lain bodrex reguler, bodrex extra, bodrex flu dan batuk berdahak (hijau), bodrex flu dan batuk tidak berdahak (biru) serta bodrex migra. Varian yang sering diminum Nenek adalah bodrex tablet regular, namun saat itu saya tidak membelinya karena saya melihat varian bodrek flu dan batuk berdahak. Selain sesuai dengan jenis penyakit saya saat itu saya juga terngiang dengan iklannya di TV.

Pulangnya langsung saya minum obat tersebut. Alhamdulillah esok paginya saya merasakan ada perubahan tidak loyo lagi dan batuk pileknya sudah mulai berkurang, untungnya saat itu libur jadi betul-betul saya manfaatkan untuk istirahat agar malamnya saya bisa belajar.

Bodrex Migra ampuh
sembuhkan sakit kepala sebelah
Credit
Ujian berjalan lancar. Ketika nilai ujian diumumkan hasilnyapun lebih baik daripada semester sebelumnya. Dan semenjak itu saya selalu menyediakan stok bodrex dikosan.

Pengalaman bersama bodrex tidak berhenti hanya sampai disitu. Semenjak saya lulus saya sering mengalami migrain. Rasanya seperti berdenyut di satu sisi kepala, sakitnya juga luar biasa sampai-sampai saya benturkan kepala ini di dinding untuk menandingi sakitnya. Tapi tidak mempan.

Suatu hari saat menonton televisi saya melihat Titi DJ beriklan bodrex. Kali itu sakit kepala sebelah keluhannya, dan disarankan minum bodrex migra. Berdasarkan pengalaman sebelumnya bersama bodrex flu dan batuk yang begitu memuaskan maka kali inipun saya tak ragu untuk memilih bodrex migra menyembuhkan sakit kepala sebelah yang saya derita. Khasiatnya ternyata dahsyat, beberapa jam kemudian sakit kepala sebelah saya hilang dan sayapun bisa berkativitas kembali.
Hingga saat ini saya masih setia menggunakan bodrex, hanya ketika hamil dan menyusui saya sementara menghentikan minum obat ini. Jika dihitung waktu mungkin sekitar delapan tahunan. Meski sudah delapan tahun bersama bodrex namun baru kali ini saya ikut program brodex dan setelah saya cek ke fanpage facebook bodrex ternyata kegiatan bodrex begitu banyak. Mulai dari kegiatan sosial, lomba foto dan sekarang lomba menulis. Mudahan ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus digalakkan, sehingga bodrex makin dikenal masyarakat luas.
tweet tulisan saya
follow bodrex dan viva log

like fanpage fb bodrex

5 komentar: