Selasa, 09 April 2013

# Monday Flash Fiction

Prompt#9: Parfum

*ditulis untuk Monday Flash Fiction



Credit

Aku tersentak mencium aroma parfum yang sudah tak asing bagiku. Aroma ini bukanlah berasal dari parfum murahan atau parfum pasaran. Hanya dibuat 999 buah saja di dunia dan harganya tentu saja selangit, aku tahu karena aku yang membelinya.

Suasana diskotik yang remang-remang membuatku sulit menemukan orang yang aku cari. Tak lama kudapatkan sesosok pria yang kucari. Pria yang parfumnya telah menyentakku. Dan akulah yang memberinya parfum itu.

Aku menghampirinya, gadis yang tadinya berbicara dengannya beringsut pergi.

“Kemana saja kau Dan? Hampir dua minggu tak muncul?” sapaku sambil menyodorkan rokok untuknya.

Agak ragu dia menerimanya, “Lagi sibuk skripsi Tante.” Jawabnya agak tergetar sambil menyalakan rokoknya.

Kusodorkan segepok uang untuknya, “Temani Tante malam ini.”

“Dimana?” 

“Kau ikut saja.”

Dani mengikutiku dari belakang, kami meluncur menggunakan mobil Ferrari F12 Berlinetta.

“Mobil baru.” Kataku.

Dani hanya diam 

Beberapa menit kemudian kami tiba di rumah. Biasanya aku akan menghadiahi Dani dengan sebuah ciuman atau pelukan tapi hari ini aku menghadiahinya dengan pukulan. Ya pukulan oleh para bodyguardku.

“Ke…ke..napa Tante?” kulihat mulutnya mulai berdarah.

“Mau tahu jawabannya?” kemudian kupanggil sebuah nama “Lina..”

Gadis itu keluar, nampak perutnya yang buncit. Wajahnya diam menunduk menangis. Aku yakin Dani tahu siapa Lina karena kemarin kutemukan foto mesra mereka di buku harian Lina, bahkan beberapa pakaian Dani yang beraroma parfum itu terserak di atas tempat tidur anakku, Lina.

“Malam ini kuhabisi kau!”

29 komentar:

  1. wahhhh berakhir sudah hubungan mereka :)

    BalasHapus
  2. Dani dan Tante? trus anaknya tante pula?
    weleh

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang weleh-weleh nih mbak :D

      Hapus
  3. weleh3, pantes banget tuh orang dapet bogeman :D

    BalasHapus
  4. Wid, aku ngikuti FF buatanmu Lho!... menarik, selalu penuh kejutan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. serius Rin? makasih ya

      Hapus
    2. iya, tinggal nerusin target untuk memberikan sentuhan hikmah baik yang dapat diambil, agar setiap kata bermanfaat dan berpahala. :)

      Btw, aku belum pernah coba bikin beginian

      Hapus
  5. waaah,, itu cowo. anak sama ibunya di embat dua2nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo maknya demi uang, anaknya demi nafsu :D

      Hapus
  6. brondong tak tahu diri.
    keren mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi mbak, emang nih udah dapet emaknya masih ngembat anaknya :D

      Hapus
  7. Aku pernah lihat nih adegan model gini. Anak sama emak diembat semua. Film apa ya? Sunset Beach gitu?


    *halaagh.. :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya memang ada sih mbak tapi saya nggak tahu film apa, hehehe

      Hapus
  8. Tau rasa tuh Dani. Bagus mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak biar tahu rasa dia :D

      Hapus
  9. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  10. kayaknya bagian yang ini..

    bahkan beberapa pakaian Dani yang beraroma parfum itu terserak di atas tempat tidur anakku, Lina.

    itu kok malah bikin ceritanya agak ga masup logika ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud hati sih mau menggiring pembaca pada anggapan bahwa si Lina ini sudah lama menjalin hubungan dengan Dani, dengan adanya beberapa baju yang terserak di kasur dan sengaja tidak dicuci adalah untuk mengobati kerinduan Lina terhadap Dani meskipun dia juga membencinya. Kira-kira sih begitu mbak, malah nggak masuk logika ya?

      Hapus
  11. Ahahahahhaha aduh dasar brondong tak tahu diri :D
    Mantap Mbak Winda

    Ajen Angelina

    BalasHapus
    Balasan
    1. kasih tahu dirinya mbak...heheh mkasih dah mampir

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus