Kamis, 20 September 2012

# lomba # Obrolan

Balasan Surat Untuk Takita: Mari Terus Bercerita

Dear Takita sayang...

Membaca surat Takita tentang mimpi Takita supaya setiap keluarga bercerita membuat kakak seakan kembali ke masa lalu. Mengenang masa-masa kecil kakak, dimana setiap malam ibu kakak selalu mendongeng untuk kakak.

Cerita ibu bermacam-macam kadang cerita rakyat seperti timun mas, si kancil dan buaya, dewi sri dan lain-lain. Kakak yang kini tinggal jauh dari ibu kadang mengenang masa-masa itu bersama ibu lewat telepon atau waktu kakak mudik. Ibu selalu tertawa setiap mengingat moment itu. Kata ibu jika kami belum tertidur padahal Ibu sudah ngantuk kami akan menodong. Namun karena ibu sudah mengantuk kadang ceritanya nggak nyambung. Itu cerita ibu sih, soalnya kakak juga nggak tahu kalau ternyata cerita ibu nggak nyambung hehehe.

Waktu adik kakak sudah berumur lima tahun kakak melihat ibu makin sering membaca cerita anak-anak. Entah dari majalah anak-anak atau buku cerita anak-anak. "Hmmm...mungkin dulu waktu aku kecil ibu begini juga ya, tiap aku tidur siang ibu mencari bahan untuk mendongeng malam hari", kata kakak dalam hati. Sedangkan kakak yang berjarak enam tahun dari adik kakak mulai diberikan bahan bacaan oleh ibu, kadang kakak dan ibu membaca bersama atau gantian buku dan majalah.

Kini kakak sudah memiliki seorang putra. Impian kakak hampir mirip dengan mimpi Takita, yaitu bercerita untuk anak kakak. Kakak ingin anak kakak seperti kakak dulu tiap malam mendapatkan cerita dari Ibunya. Makanya waktu usianya baru dua bulan kakak membeli buku cerita anak baik berupa cerita fantasi maupun religi. 

Alhamdulillah rupanya si kecil suka apalagi bukunya bergambar. Namun kini putra kakak yang berusia tujuh bulan sudah mulai menyobek dan memakan kertas jadi terpaksa kakak mendongen tanpa buku. Memang sih sekarang sudah banyak dijual buku-buku untuk bayi, namun mencari buku itu di tempat kakak masih agak sulit. Walaupun begitu kakak masih ingin sekali membelikan buku dari kain atau yang berbahan kertas tebal untuk putra kakak agar kakak dapat bercerita sambil memperlihatkan gambar kepadanya.

Takita kakak juga berharap bahwa setiap keluarga dapat bercerita untuk buah hatinya. Karena kakak juga menyaksikan sendiri ada beberapa orang tua yang tidak peduli untuk bercerita kepada anaknya. Padahal manfaat membaca sangat banyak, beberapa yang kakak kutip dari sini diantaranya adalah mengembangkan daya imajinasi anak, meningkatkan ketrampilan berbahasa, meningkatkan minat baca anak, membangun kecerdasan emosional anak dan membentuk rasa empati anak.

Wuih berat banget ya bahasa kakak. Mudah-mudahan Takita mengerti ya bahwa sebenarnya kita memiliki mimpi yang sama lho. Kayaknya segini aja ya surat balasan kakak, mudah-mudahan mimpi kita dapat terwujud.

Salam sayang untuk Takita


4 komentar:

  1. Kamu cocok ndongeng, Wid. Suaramu yang bisa dianeh2in cocok memerankan banyak tokoh dalam cerita :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi jadi malu (mesam mesem sendiri di depan kompi)

      Hapus
    2. Kok malu sih wid?... gak apa2 kok mesem2 didepan kompi.So gak ada yang liat kan? heheheh.. salam kenal

      Hapus
  2. Benar, dongeng-dongeng WidaAya sangat bagus. Siapa yang setuju dengan pendapat kami bahwa dongeng WidaAya memang keren and bagus, silakan LIKE dongengnya di sini: hehe...

    http://www.timkomte.com/2012/10/kwek-yang-rakus.html

    http://www.timkomte.com/2012/10/kisah-sasa-dan-sisi.html

    BalasHapus